Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Interpretasi Resiprokal dalam Pernikahan Adat Bajapuik Minangkabau Perspektif Qira’ah mubadalah Nadhifah, Ainin; Yustafad, Yustafad; Muna, Nailal; Rafli, Mohammad
JOM Vol 5 No 4 (2024): Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijhass.v5i4.7040

Abstract

Bajapuik is a unique marriage tradition of the Minangkabau people, in which the woman approaches the man to propose marriage. This tradition is rooted in the strong matrilineal system of Minangkabau culture. This study aims to examine the Bajapuik traditional marriage process and the reciprocal values within it from the perspective of qira'ah mubjadi, which emphasizes interconnectedness and partnership between men and women, parents and children, as well as inter-ethnic communities. This study employs a qualitative method with a phenomenological approach to understand the experiences and meanings behind this tradition. The findings indicate that the Bajapuik marriage procession consists of three stages: (1) the pre-wedding procession, (2) the wedding procession, and (3) the post-wedding procession. Additionally, there are three reciprocal values in Bajapuik traditional marriage: (1) the reciprocal relationship between children and parents, (2) the reciprocal relationship between the bride and groom, and (3) the reciprocal relationship between the two extended families. The theoretical implications of this study suggest that the qira'ah mubjadi perspective offers an alternative framework for understanding cultural practices that emphasize relational balance and social harmony in Minangkabau society.
Masafatul Qoshri Sebagai Alasan Penetapan Wali Hakim Dalam Pernikahan: studi kasus di KUA Kecamatan Kota Kota Kediri Kharfi, Muhammad; Yustafad, Yustafad; Zahid, Reza Ahmad
Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 1 No. 2 (2019): Legitima: Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/legitima.v1i2.922

Abstract

Pernikahan dilaksanakan dengan sighat ijab dan qabul antara walinikah dengan mempelai pria. Bagaimana jika wali mempelai putritidak berada di tempat pernikahan (berada di tempat yang jauh/masyafatul qoshri). Wali hakim merupakan alternatif bagimempelai perempuan yang demikian itu. Persoalan masyafatulqoshri menjadi fenomena menarik di wilayah Kantor UrusanAgama (KUA) Kecamatan Kota Kota Kediri. Fokus penelitian ini 1)Bagaimana prosedur Pernikahan oleh Wali Hakim ataspertimbangan Masyafatul Qoshri di KUA Kecamatan Kota KotaKediri? 2) Bagaimana pelaksanaan pernikahan oleh Wali Hakimatas pertimbangan Masyafatul Qoshri di KUA Kecamatan KotaKota Kediri?. Hasil penelitiannya yaitu: 1) Prosedur perkawinansebab masyafatul qoshri adalah Pemberitahuan kehendak nikaholeh calon mempelai dengan membawa surat-surat yangdiperlukan, antara lain Surat keterangan yang menerangkan WaliNasab calon mempelai perempuan berada di tempat yang jauh,sejauh masyafatul qoshri 2) Pelaksanaan pernikahan oleh walihakim sebab masyafatul qoshri di KUA Kecamatan Kota KotaKediri sama dengan pernikahan pada umumnya, hanya ditambahsurat keterangan dari kepala desa tentang wali hakim.
Cerai Gugat Istri Akibat Suami Dipidana Penjara Menurut Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif : (Analisis Putusan Nomor. 609/Pdt.G/2018.PA.Kdr) Sulthonudin, Jefri; Yustafad; Musthofa, Abdul Halim
Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 2 No. 1 (2019): Legitima: Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/legitima.v2i1.1072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dalil-dalil dan pertimbangan hukum yang digunakan oleh Hakim Pengadilan Agama Kota Kediri dalam perkara cerai gugat akibat suami dipidana penjara, dalam Putusan No.609/Pdt.G/2018/PA.Kdr. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan berbagai data yang valid dan obyektif, dilakukan secara langsung, dimana obyek yang diteliti adalah dasar hukum dan pertimbangan hakim. Fokus penelitian ini adalah melihat bagaimana putusan hakim Pengadilan Agama Kota Kediri terhadap perkara cerai gugat k arena suami dipidana penjara. Selain itu, data yang telah diperoleh terkait perkara cerai gugar karena suami dipenjara akan dianalisis dalam tinjauan hukum Islam dan hukum positif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Hakim berusaha objektif dan berhati-hati dalam memutuskan perkara cerai gugat akibat suami dipidana penjara, karena bukan hanya faktor suami dipidana, tetapi ada beberapa faktor lain yang melatarbelakanginya, yaitu sering terjadinya kekerasan fisik terhadap istri (Penggugat), maka peristiwa tersebut dapat ditindak lanjuti dengan gugatan cerai yang diajukan oleh istri (penggugat) dan hal ini diperbolehkan oleh hukum Islam maupun hukum positif.
Zakat Penghasilan Pengrajin Batu Bata Dalam Perspektif Hukum Islam: Studi Kasus Di Desa Kandangan Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro Fuadi, Husain Najmi; Yustafad
Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 2 No. 2 (2020): Legitima: Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/legitima.v2i2.1245

Abstract

Secara geografis Desa Kandangan Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro berada di tepian Sungai Bengawan Solo ini cocok untuk dijadikan lahan usaha kerajinan batu bata, penghasilan pengrajin batu bata ini sudah memenuhi untuk mengeluarkan zakatnya tetapi pengrajin batu bata yang mengeluarkan zakat hanya sebagian saja itupun dengan perspektif mereka sendiri tanpa tahu waktu dan ketentuan yang harus dikeluarkan. fokus penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan zakat penghasilan pengrajin batu bata di Desa Kandangan Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro dan bagaimana pelaksanaan zakat penghasilan pengrajin batu bata dalam perspektif hukum islam di Desa Kandangan Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah pelaksanaan zakat penghasilan pengrajin batu bata di Desa Kandangan Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro tidak sesuai ketentuan Fikih Zakat. Sedangkan pelaksanaan zakat penghasilan pengrajin batu bata di Desa Kandangan Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro tidak sesuai dengan Hukum Islam.
Analisis Sistem Irigasi Sawah Petani Desa Punjul Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri Perspektif Akad Al-Musaqah Nahrowi, Ahmad; Yustafad
Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 3 No. 1 (2020): Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/legitima.v3i1.1441

Abstract

Desa Punjul Merupakan wilayah yang mayoritas penduduknya bermata pecaharian sebagai petani, serta diwilayah ini pula tersedia air yang melimpah. Dan dalam keseharianya antara Petani dan Pemerintah Desa Punjul terjadi sebuah kontrak musaqah. Atau lazim dikenal dengan akad pengairan lahan pertanian. Penelitian ini berjudul “Analisis Sistem Irigasi Sawah Petani Desa Punjul Kecamatan Plosoklaten Perspektif Akad Al-Musaqah”. dengan fokus penelitiaan untuk mengetahui praktik sistem musaqah antara pemilik lahan pertanian dengan Pemerintah Desa Punjul Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri serta Mengetahui Bagaimana tinjauan hukum islam terhadap pelaksanaan musaqah antara pemilik lahan pertanian dengan Pemerintah Desa Punjul Kecamatan Plosokaten Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan penelitian jenis lapangan. Sumber data diperoleh dari dokumen-dokumen, wawancara dengan Petani Desa Punjul dan Pemerintah Desa Punjul. Penelitian ini mengguanakan analisis kualitatif deskriptif dimana pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwasanya praktik sistem irigasi antara petani dan Pemerintah Desa Punjul menerpkan akad musaqah serta dalam praktinya Sistem Irigasi Pertanian Desa Punjul sudah sesuai dengan akad musaqah. Dan tidak bertentangan dengan tinjauan hukum islam. Sehingga akad ini dapat dibenarkan dan dapat diteruskan sebabaimana mestinya.
Tradisi Mbangun Nikah Dalam Tinjauan Hukum Islam: Studi Kasus Di Kelurahan Bandar Lor Kecamatan Mojoroto Kota Kediri Moh. Yustafad; Zarwaki
Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 3 No. 2 (2021): Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/legitima.v3i2.1765

Abstract

Pernikahan adalah sah jika sudah memenuhi persyaratan akad, semua syarat sah akad dan semua syarat-syarat pelaksanaan seperti yang telah dilaksanakan yaitu dua orang yang berakad, ahli dalam melakukan akad, sighat yang menandakan pemilikan rasa senang secara abadi, bersatu di dalam satu majelis ijab-qabul, tidak adanya perbedaan di antara keduanya, masing-masing dari pihak ijab dan qabul saling mendengar suara yang lain, istri berperan sebagai penerima perkawinan yang diakadi, hadinya dua saksi yang memenuhi syarat-syarat sebagai saksi dan dua pihak yang berakad harus berakal, baligh. Ketika terkumpul beberapa syarat tersebut maka akad pernikahan menjadi sah dan menimbulkan pengaruh-pengaruh syara’ Masyarakat Kelurahan Bandar lor Kecematan Mojoroto Kota Kediri,pada umumnya lebih mengenal istilah Mbangun nikah, arti dari bangun nikah itu sendiri adalah memperbaharui nikah.dalam istilah fiqih dinamakan Tajiddun Nikah. Penelitian ini akan membahas permasalahan bagaimana tinjauan hukum islam terhadap tradisi Mbangun nikah dan bagaimana pandangan masyarakat Bandar Lor mengenai tradisi Mbangun nikah. penelitian ini merupakan penelitian lapangan atau yang biasa dikenal dengan istilah Field Research, Proses pengumpulan data yang digunakan penulis untuk mendapatkan data-data terkait pelaksanaan mbangun nikah adalah melakukan wawancara secara lansung terhadap tokoh agama dan para pelaku mbangun nikah masyarakat. Hasil Penelitian yaitu dalam tinjauan hukum islam, hukum Mbangun nikah boleh-boleh saja, dengan unsur Tajammul (memperindah) dan ihtiyat (kehati-hatian), dan begitupun Mbangun nikah tidak boleh apabila ada unsur untuk merusak akad yang pertama. Adapun pandangan masyarakat Kelurahan Bandar lor, mengenai Tradisi Mbangun nikah, adalah merupakan Tradisi adat atau kebiasaan yang di lakukan turun temurun, ketika terjadinya kurang keharmonisan rumah tangga, rizki, belum diberikan keturunan, akan tetapi untuk masyarakat sekarang sedikit sekali yang mengenal istilah Mbangun nikah, tapi yang dikenal sekarang tajdidun nikah, yang mana intinya sama-sama memperbaharui nikah, yang mana Mbangun nikah itu istilah jawa dan tajdidun nikah istilah fiqih.
The Principle of Reciprocity in Contemporary Court Decisions: Analysis of Qirā'ah Mubādalah in Divorce Decisions of the Surabaya Religious High Court Ma'shum, Ali; Yustafad; Fatmah; Nailal Muna; Mohammad Rafli; Muhammad Khowarizmi
Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 7 No. 2 (2025): Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/d0mvem37

Abstract

Purpose – The purpose of this study is to analyze contemporary judges' considerations in divorce case rulings at the Surabaya Religious High Court and to examine the principle of reciprocity in the Qirā'ah mubādalah theory. Alimony rulings are not based on the status of the father (male) or the mother (female), but rather on who is considered more capable of fulfilling it. Method - The method used was library research by reviewing the divorce decision of the Surabaya Religious High Court in case No. 217/Pdt.G/2021/PTA.Sby. The analysis was carried out using the concept of Qirā’ah mubādalah theory. Findings – The results of the study show that the judge's considerations were not only focused on normative aspects, but also on the socio-economic context of the parties and the correction of procedural errors at the first level. The revocation of māḍiyah income and the adjustment of ḥaḍānah income reflect situational justice in accordance with Q.S. At-ṭalāq. The principle of Qirā'ah mubādalah in the Surabaya Religious High Court (PTA) decision can be seen from the placement of men and women as equal subjects. The adjustment of livelihoods reflects mutual and relational justice, and shows that mubādalah values can be integrated into formal law in a fair and legitimate manner. Research implications and limitations – The limitation of this paper is that it does not present many court decisions on divorce cases as comparative data for this decision. Originality – The study is original in applying Qirā’ah mubādalah to court decision analysis.
Pengentasan Ekonomi Single Parent Berbasis Pengelolaan Zakat Alfan Aufa, Muh.; Yustafad, Muh.; Fatmah, Fatmah
Jurnal At-Tamwil: Kajian Ekonomi Syariah Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal At Tamwil, Maret 2023
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/at-tamwil.v5i1.3508

Abstract

Penelitian ini dalam bingkai besar pengelolaan manajemen zakat. Manajemen pengelolaan zakat yang produktif dapat meningkatkan taraf hidup dan perekonomian perempuan single parent. Perempuan single parent banyak mengalami kendala perekonomian karena selama berkeluarga menggantungkan hidup pada hasil kerja pasangan. Penelitian ini dilakukan di Lazisnu Gondang Legi Plosoklaten Kediri yang telah berupaya melakukan pengelolaan zakat dengan orientasi peningkatan prekonomian perempuan single parent. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan analisis pendekatan teori manajemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan zakat produktif di Lazisnu Gondang Legi Plosoklaten Kediri sudah menggunakan teori manajemen secara menyeluruh
Representasi Stereotype Perempuan Dalam Film Kartini (2017) Amelia Rosyadi; Yustafad
JOM Vol 5 No 2 (2024): Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, June, 2024
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/ijhass.v5i2.4562

Abstract

This research was conducted to fight for gender equality to explore the ability of stereotypical representations of women shown in the film Kartini (2017). This movie is a biographical documentary made by Legacy Pictures. There are criticisms that this film raises stereotypes of women behind Kartini's personality who dares to fight against the culture that has existed for generations. This type of research is qualitative with Content analysis method. The theory used is gender theory including Nurture Theory, Equilibrium Theory. Meanwhile, the object of research to be analyzed is the representation of female stereotypes. Indeed, in the beginning, the movie Kartini (2017) tried to break the stereotypes of women who have always been a hereditary culture, namely only as servants. The objectives of this study include first, describing Kartini's role in the struggle for gender equality. Second, to investigate the impact of family and culture on gender roles. Third, review Kartini's efforts to improve women's education and economy. The results show the efforts of the movie Kartini (2017) in breaking generational stereotypes about women, especially those that show women only as servants, receiving messages of women's empowerment and gender equality. And here reveals the concept of Women Empowerment (Women's Empowerment rights regardless of gender).
KH. Husain Muhammad's View on Kafa'ah in Marriage to Form a Happy Family Muhamad Adlan; Moh. Yustafad
Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 4 No. 1 (2021): Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/legitima.v4i1.2220

Abstract

In marriage, kafaah can be understood as compatibility and balance between the bride-to-be and her husband so that each individual does not experience difficulties in carrying out marriage. In society, there is a term Bibit (offspring) Bebet (economic status) Weight (the height and low quality of a person) is a measure in choosing a life partner. The concept of kafaah in this study is juxtaposed with the thoughts of KH. Husain Muhammad as a kyai figure who explores the interpretation of verses about gender and often fights for gender rights. This research includes qualitative research and research data obtained by interview method and additional data from books and scientific articles related to kafaah. The results of this study explain that kafaah according to KH. Husain Muhammad is a match or suitability between a couple. And the suitability referred to by him ideally there are four aspects, then the priority is ad-din. Ad-din in this context is interpreted as a measure of compatibility in unuversal morality or in the sense of morals, not something outwardly idealistic.