Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEK LAMA PENYIMPANAN DINGIN PASCAPANEN TERHADAP KANDUNGAN ANTOSIANIN TIGA AKSESI UBI JALAR DI DESA WAMORAPA, BUTON UTARA Okto Asriatno; La Kolaka; Suarna Samai
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 5, No 4 (2021): Edisi Februari 2021
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/ampibi.v6i1.16554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Efek aksesi terhadap kandungan antosianin ketiga aksesi ubi jalar yang diamati, 2. Efek lama penyimpanan dingin terhadap kandungan antosianin ketiga aksesi ubi jalar yang diamati, 3. Interaksi aksesi dan lama penyimpanan dingin terhadap kandungan antosianin ketiga aksesi ubi jalar yang diamati. Sampel ubi jalar yang diamati disimpan di dalam lemari pendingin bersuhu 4°C selama enam minggu dengan rentang waktu pengamatan tiap dua minggu. Sampel diekstrak menggunakan pelarut etanol 60% dengan pH 3.0 dan selanjutnya direaksikan dengan larutan uji KCl 0,025 M pH 1.0 dan CH3COONa 0,4 M pH 4.5. Kandungan antosianin diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan kandungan antosianin dipengaruhi oleh aksesi dan lama penyimpanan, sedangkan interaksi antara aksesi dan lama penyimpanan tidak berpengaruh terhadap kandungan antosianin ketiga aksesi ubi jalar yang diamati.
EFEK LAMA PENYIMPANAN DINGIN PASCAPANEN TERHADAP KANDUNGAN ANTOSIANIN TIGA AKSESI UBI JALAR DI DESA WAMORAPA, BUTON UTARA Okto Asriatno; La Kolaka; Suarna Samai
AMPIBI: Jurnal Alumni Pendidikan Biologi Vol 5, No 4 (2021): Edisi Februari 2021
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/ampibi.v5i4.28331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Efek aksesi terhadap kandungan antosianin ketiga aksesi ubi jalar yang diamati, 2. Efek lama penyimpanan dingin terhadap kandungan antosianin ketiga aksesi ubi jalar yang diamati, 3. Interaksi aksesi dan lama penyimpanan dingin terhadap kandungan antosianin ketiga aksesi ubi jalar yang diamati. Sampel ubi jalar yang diamati disimpan di dalam lemari pendingin bersuhu 4°C selama enam minggu dengan rentang waktu pengamatan tiap dua minggu. Sampel diekstrak menggunakan pelarut etanol 60% dengan pH 3.0 dan selanjutnya direaksikan dengan larutan uji KCl 0,025 M pH 1.0 dan CH3COONa 0,4 M pH 4.5. Kandungan antosianin diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan kandungan antosianin dipengaruhi oleh aksesi dan lama penyimpanan, sedangkan interaksi antara aksesi dan lama penyimpanan tidak berpengaruh terhadap kandungan antosianin ketiga aksesi ubi jalar yang diamati
Pengenalan Sistem Organ dan Mikroskop pada Siswa Sekolah Dasar melalui Pemanfaatan Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Okto Asriatno; I Putu Sudayasa; Sulastrianah; Tien; Arfiyan Sukmadi; Yenti Purnamasari; Sufiah Asri Mulyawati; Dewinta Nur Alvionita; Nuraniar Bariq Kinayoh; Sitti Aisyah May Wulandari
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i2.307

Abstract

Pembelajaran sains di tingkat sekolah dasar menghadapi tantangan mendasar berupa keterbatasan fasilitas laboratorium dan dominasi metode konvensional yang berpusat pada guru, yang berdampak pada rendahnya literasi sains dan minat belajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengatasi permasalahan tersebut pada SD Islam Terpadu Al Qalam Kendari Sekolah mitra yang, berdasarkan koordinasi awal, teridentifikasi tidak memiliki laboratorium IPA fungsional, alat peraga anatomi, maupun mikroskop melalui kunjungan edukatif terintegrasi di Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo, Kendari. Program dilaksanakan pada November 2024, melibatkan 113 siswa kelas IV–VI (usia 9–12 tahun) dan 10 guru yang dibagi ke dalam 13 kelompok kecil. Dua sesi terintegrasi dilaksanakan dengan pendekatan experiential learning: (1) pengenalan sistem organ manusia menggunakan alat peraga manikin tiga dimensi; serta (2) pengenalan prinsip kerja, jenis, dan teknik penggunaan mikroskop melalui demonstrasi dan pengamatan preparat. Ketercapaian program dipantau menggunakan lembar observasi keterlibatan, kuis lisan interaktif sebagai asesmen formatif, dan lembar respons singkat peserta. Temuan kualitatif dan observasional mengindikasikan partisipasi aktif yang tinggi, antusiasme yang terjaga, serta tumbuhnya minat situasional terhadap sains dan bidang biomedis-kedokteran. Mengingat desain yang bersifat deskriptif, temuan ini perlu dimaknai sebagai indikasi, bukan efek yang terukur.