Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Media Matrasain

PERENCANAAN JALUR EVAKUASI BENCANA TSUNAMI DI KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA NASIONAL LIKUPANG KABUPATEN MINAHASA UTARA DENGAN METODE NETWORK ANALYST Koemesan, Enrico M.P.; Kindangen, Jefrey I.; Tungka, Aristotulus E.
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 1 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v21i1.56039

Abstract

ABSTRAK Kecamatan Likupang Timur secara signifikan menunjukkan tingkat kerawanan yang tinggi terhadap potensi bencana tsunami. Hal ini disebabkan oleh posisinya yang terletak di sekitar lempengan tektonik, dimana potensi pergerakan atau pecahan lempengan tersebut dapat memicu kejadian gempa bumi yang berpotensi menimbulkan bencana tsunami. Untuk mengatasi ancaman ini, penyusunan jalur evakuasi dirancang sebagai strategi mitigasi yang krusial. Dalam rangka mengembangkan rencana mitigasi, penelitian ini memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai Tools utama untuk membentuk model informasi pada tahap awal. Metode Analisis Jaringan diimplementasikan sebagai pendekatan kunci, dengan keunggulan mampu mengelompokkan jalur evakuasi secara terinci dan mengestimasi waktu tempuh setiap jalur. Software ArcGIS 10.8 menjadi platform yang digunakan dalam proses analisis ini. Dengan memanfaatkan data jaringan jalan di Kecamatan Likupang Timur, serta menetapkan titik awal evakuasi pada area rawan tsunami, penelitian ini mematuhi pedoman dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait Perencanaan Titik Evakuasi Bencana Tsunami. Hasilnya mencakup penentuan 11 titik evakuasi yang menjadi destinasi utama penduduk di wilayah yang berisiko tsunami. Dengan demikian, total 27 jalur evakuasi dan 11 titik evakuasi berhasil diidentifikasi, memberikan landasan strategis bagi masyarakat dalam menghadapi potensi bencana tsunami di Kecamatan Likupang Timur. Kata Kunci: Jalur Evakuasi Tsunami, Titik Evakuasi, Sistem Informasi Geografis, Network Analyst ABSTRACT The sub-district of Likupang Timur significantly exhibits a high vulnerability level to the potential tsunami disaster. This is attributed to its location surrounded by tectonic plates, where the potential movement or rupture of these plates can trigger seismic events that may lead to a tsunami disaster. To address this threat, the establishment of evacuation routes is identified as a crucial mitigation strategy. In developing a mitigation plan, this research utilizes Geographic Information System (GIS) as the primary tool to construct information models in the initial phase. The Network Analysis Method is implemented as a key approach, with the advantage of being able to intricately categorize evacuation routes and estimate travel times for each route. ArcGIS 10.8 software serves as the platform used in this analytical process. By utilizing road network data in Likupang Timur Sub-district and determining the starting points for evacuation in tsunami-prone areas, this research adheres to the guidelines provided by the National Disaster Management Agency (BNPB) regarding Tsunami Evacuation Point Planning. The results encompass the determination of 11 evacuation points that serve as the primary destinations for the population in tsunami-prone areas. Thus, a total of 27 evacuation routes and 11 evacuation points have been successfully identified, providing a strategic foundation for the community in facing the potential tsunami disaster in Likupang Timur Sub-district. Keywords: Tsunami Evacuation Path, Evacuation Point, Geographic Information System, Network Analyst
PERANCANGAN AGROWISATA di MODOINDING, MINAHASA SELATAN-Estetika Lansekap Laatung, Felano Gregorio; Wuisang, Cynthia E.; Tungka, Aristotulus E.
MEDIA MATRASAIN Vol. 22 No. 2 (2025): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai tempat yang dijuluki Dapur Indonesia timur, Kecamatan Modoinding menjadi salah satu ponsdasi untul menyokong perkembangan perekonomian nasional di bidang pertanian dan pariwisata. Dengan potensi yang dimiliki oleh Kecamatan Modoinding terutama di sektor pertanian, Kec Modoinding menjadi produsen bahan pangan terbesar di Sulawesi Utara. Untuk mengoptimalkan produktivitas dalam bidang pertanian dan pariwisata ke arah yang lebih modern diperlukan sebuah fasilitas yang dapat mewadahi kegiatan edukasi, penelitian, budidaya, dan rekreasi yang meningkatkan nilai perekonomian sekaligus estetika dan keindahan alam dalam suatu kawasan. Perancangan objek agrowisata dapat menjadi solusi untuk permasalahan di atas. Selain menampung kegiatan edukasi, budidaya, dan pelestarian sumber daya alam, objek ini juga diperuntukan untuk destinasi wisata dengan memfokuskan pada potensi pertanian. Dengan pendekatan Tematik Arsitektur Lansekap, pada hakekatnya arsitektur lansekap adalaah ilmu dan seni perancangan atau perencanaan serta pengaturan ruang luar, penyusunan elemen-elemen alam dan buatan melalui ilmu pengetahuan dan budaya, dengan memperhatikan keseimbangan kebutuhan pelayanan dan pemeliharaan sumber daya, hingga pada akhirnya dapat tercipta suatu lingkungan yang fungsional dan estetis. Dengan kehadiran objek rancangan ini serta pendekatan tematik yang digunakan diharapkan mampu memberikan pemahaman dalam pemanfaatan ruang terbuka dan mampu bertindak dan menghasilgunakan potensi dan kemampuan lingkungan alam secara bijaksana sebagai kebutuhan lingkungan manusia. As the place is nicknamed the "Kitchen of Eastern Indonesia," Modoinding Regency serves as a foundation supporting national economic development in the fields of agriculture and tourism. With its potential, especially in the agricultural sector, Modoinding Regency is the largest food producer in North Sulawesi. To optimize agricultural productivity and tourism towards a more modern direction, facilities are needed that can accommodate educational, research, cultivation, and recreational activities that increase economic value while enhancing the aesthetics and natural beauty of the region. Agrotourism can be a solution to this problem. In addition to providing educational activities, cultivation, and natural resource conservation, these locations are also designated as tourist destinations with a focus on agricultural potential. With a Thematic Landscape Architecture, landscape architecture is essentially the science and art of designing/planning and arranging outdoor spaces, arranging natural and artificial elements through the application of science and culture, while maintaining a balance between service needs and resource conservation, which ultimately creates a functional and aesthetic environment. The presence of design objects and this thematic approach is expected to provide an understanding of the use of open spaces and enable students to act wisely to utilize and utilize the potential and capabilities of the natural environment according to human needs.