Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA BAHARI DI PULAU SILADEN Fatlolona, Willyan S.; Tungka, Aristotulus E.; Lakat, Ricky S. M.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kawasan pariwisata pada umumnya diarahkan sebagai sektor andalan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan daerah, memberdayakan masyarakat, meningkatkan lapangan kerja dan kesempatan membangun usaha, serta mengembangkan pengenalan dan pemasaran produk wisata dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pulau Silden Merupakan sebuah pulau kecil yang termasuk dalam bagian administrasi dari Kota Manado tepatnya berda di kecamatan bunaken kepulauan, kelurahan Bunaken. Potensi wisata Pulau Siladen terdiri dari wisata bahari yang berada di bawah laut maupun di atas laut. Khusus untuk wisata bahari, Pulau Siladen sudah sangat terkenal hingga ke mancan negara bersamaan dengan empat pulau lain yang termasuk dalam kawasan taman laut nasional bunaken. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis swot, Untuk mencapai tujuan penelitian ini yaitu menentukan kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang serta strategi pengembangan kawasan wisata bahari Pulau Siladen sesuai dengan variabel-variabel pariwisata yang ada. Hasil penelitian ini menghasilkan faktor-faktor internal dan external pengembangan kawasan wisata bahari Pulau Siladen dengan strategi pengembangannya yaitu mempromosikan wisata bahari, memanfaatkan fasilitas yang sudah ada untuk menciptakan lapangan pekerjaan, pemberdayaan dan pelatihan untuk masyarakat.Kata Kunci: SWOT, Wisata Bahari, Pulau Siladen
PENERAPAN THE PLEASURE OF ARCHITECTURE PADA YOUTH CENTRE DI MANADO Umboh, Karry; Waani, Judy O.; Tungka, Aristotulus E.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan arsitektur di Manado stagnan dan melambat pada arsitektur modern, Bernard Tschumi berpendapat bahwa arsitektur modern tidak menyenangkan, karena itu ia menulis esai yang berjudul The Pleasure of Architecture pada tahun 1977, yang mengkritisi arsitektur modern dan mengungkapkan hal-hal yang dapat membuat arsitektur menjadi menyenangkan. Pendekatan The Pleasure of Architecture, berupa metafora oleh karena itu digunakan Semiotika untuk menterjemahkan ke dalam bentuk arsitektur.Perkembangan zaman selalu membawa pengaruh yang positif dan negative, tidak terkecuali berdampak pada remaja di Manado, dengan tingkat kenakalan remaja yang menunjukan tren meningkat, yang disebabkan lingkungan dan pergaulan yang salah. Wadah pendidikan informal dan pengembangan kreatifitas di luar sekolah, menjadi kebutuhan untuk mencegah dan meminimalisir kenakalann remaja berupa Youth Centre di Manado.Dengan mengangkat pendekatan perancangan The Pleasure of Architecture, pada Youth Centre di Manado, dapat mengubah paradigma arsitektur di Manado, serta menambahkan karakter pada objek rancangan yaitu unik dan menyenangkan.Kata Kunci : The Pleasure of Architecture, Kenakalan Remaja, Youth Centre, Manado
FASILITAS REKREASI PANTAI DI PULAU MANSINAM (Arsitektur Neo Vernakular) Wekabury, Azarya P.; Tungka, Aristotulus E.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wisata bahari telah memberikan sumbangan yang berarti bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kontribusi pariwisata bahari ini terhadap pembangunan nasional berupa penyediaan lapangan pekerjaan dan aktivitas ekonomi lainnya serta pemasukan devisa bagi Negara. Manokwari mempunyai potensi wisata yang perlu dikembangkan diantaranya meliputi wisata terumbu karang, wisata bahari, wisata budaya, wisata sejarah peninggalan  perang dunia II yang jika dikelola dengan baik dapat memberikan keuntungan kepada berbagai pihak. Pemerintah  Kabupaten  Manokwari memproyeksikan kawasan pulau Mansinam sebagai daerah wisata bahari, wisata budaya dan juga wisata sejarah peninggalan perang dunia II. Pengembangan kawasan wisata tersebut diharapkan menjadikannya sebagai daerah tujuan wisata. Pengembangan tersebut diharapkan memberikan dampak bagi peningkatan kesejahteraan penduduk, kelestarian sumberdaya pesisir, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan mendorong pertumbuhan perekonomian Kabupaten Manokwari. Melihat kondisi kabupaten Manokwari yang semakin hari semakin berkembang diberbagai  sektor dan budaya serta didukung oleh SDM dan infrastruktur yang memadai, maka perlu dihadirkan Fasilitas Rekreasi Pantai di Pulau Mansinam dengan fasilitas rekreasi yang lengkap dengan memanfaatkan potensi dan keadaan alam setempat. Dalam perancangan Fasilitas Rekreasi Pantai di Pulau Mansinam, tema yang diangkat yaitu Arsitektur Neo Vernakular yaitu berbicara tentang perancangan arsitektur yang mengambil unsur budaya sebagai pendekatan desain pada objek rancangan baik itu dalam penerapan struktur yang akan di gunakan maupun bentuk- bentuk bangunan yang menyerupai keadaan alam. Penerapan tema Arsitektur Neo Vernakular dalam rancangan diharapakan mampu meminimalisir dampak negatif pembangunan terhadap unsur modern terhadap unsur budaya. Kata Kunci: Pulau Mansinam, Fasilitas Rekreasi, Arsitektur Neo Vernakular
GALERI SENI LUKIS DI MANADO. Arsitektur Semiotik Oley, Natasya S.; Tungka, Aristotulus E.; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 No. 1 Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di kota Manado terdapat banyak sanggar-sanggar dan komunitas seni. Kenyataannya, banyak jenis karya seni yang ada di kota Manado,  belum tersedia wadah yang menampung seluruh aktifitas seni yang ada. Olehnya, perlu dihadirkan sebuah Galeri Seni di Manado dimana masyarakat dapat mempelajari, mempertunjukkan, mempertahankan, dan mengembangkan seni seiring dengan zaman yang terus berjalan. Desain Galeri Seni telah banyak dilakukan oleh para Arsitek. Namun, mendesain Galeri Seni Lukis dengan tema Arsitektur Semiotik belum banyak. Desain ini memadukan Semiotik atau tanda dalam konsep-konsep kearifan lokal yang menghasilkan desain yang berkarakter. Tujuan Galeri Seni Lukis ini didesain dengan Tema Arsitektur Semiotik yang menerapkan ciri memberi tanda ke dalam rancangan. Tema akan diterapkan pada bentuk, fasad, material, ruang dalam maupun ruang luar. Ekspresi objek adalah bentuk yang bebas serta tidak monoton dan kaku, cat yang menunjukkan pola-pola yang berbeda warna namun terlihat ekspresif dan menyatu. Kata Kunci : Kota Manado, Galeri Seni Lukis, Semiotik, Arsitektur
PENTECOSTAL CENTER DI MANADO ‘SACRED SPACE IN ARCHITECTURE’ Bela, Elisabet; Tungka, Aristotulus E.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan orang kristen akan fasilitas kerohanian  merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan vital. Kebutuhan rohani dapat ditunjang melalui sarana dan prasarana peribadatan dan kegiatan-kegiatan keagamaan yang bukan hanya terbatas pada gedung gereja saja. Bangunan religius mewadahi kegiatan Jemaat dan Tuhan serta antar sesama Jemaat.Manado merupakan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara yang menjadi salah satu daerah dengan jemaat GPdI terbanyak di Indonesia. Banyaknya jumlah Jemaat ini memberi gambaran bahwa pertumbuhan Jemaat terus meningkat. Bertumbuh dan berkembangnyanya Jemaat GPdI di Sulawesi Utara menggambarkan bahwa pelayanan yang dilakukan dalam kesehariannya  tertuang dalam kegiatan-kegiatan kerohanian yang kreatif dan inovatif. Dalam menunjang kegiatan-kegiatan tersebut dibutuhkan sebuah bangunan bahkan kompleks yang dapat mejadi pusat dari kegiatan kerohanian tersebut. Oleh sebab itu Pentecostal Center menjadi karya arsitektur religi yang dapat memberi kesan sakral yang mampu  meningkatkan hubungan baik antar sesama jemaat GPdI se-Sulawesi Utara maupun hubungan jemaat GPdI Sulut dengan Tuhan menjadi lebih maksimal.Perancangan  Pentecostal Center di Manado ini menggunakan pendekatan tema perancangan “Sacred  Space in Architecture”. Konsep utama perancangan ini adalah diterapkannya Ruang Sakral dengan nilai atau filosofi simbol-simbol Kristiani yang didalamnya mengenai Pentecostal khususnya yang ada dalam cerita-alkitab ke dalam bentuk fisik bangunan, sehingga menciptakan suasana yang religius. Dengan itu pesan keagamaan dapat lebih dipahami dan menyatu dengan penggunanya. Kata kunci: Sacred Space, Kristiani, Pentecostal
ANALISIS TINGKAT RESIKO BENCANA GUNUNG API LOKON DI KOTA TOMOHON Kading, Aldrin R.; Tungka, Aristotulus E.; Sembel, Amanda S.
MEDIA MATRASAIN Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resiko bencana merupakan potensi kerugian yang ditumbulkan akibat bencana pada suatu kawasan dalam kurun waktu waktu tertentu yang dapat berupa kematian , luka, sakit, jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan, atau kehilangan harta benda, dan gangguan kegiatan masyarakat. Berdasarkan penelitian di belahan dunia terdapat 1500 gunung Merapi aktif, 127 diantaranya berada di Indonesia, hal ini karena Indonesia berada pada zona ring of fire, yaitu zona yang paling sering mengalami gempa bumi dan erupsi gunung api. gunung lokon merupakan salah satu gunung api tipe A berjenis Stratovulcano yang berada di antara kota tomohon dan minahasa selatan.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat resiko bencana erupsi gunung api lokon dikota tomohon serta menentukan jalur evakuasi, titik kumpul, dan titik pengungsian berdasarkan hasil analisis tingkat resiko sebagai upaya dalam mengurangi resiko erupsi gunung api lokon di kota tomohon. Metode yang digunakan untuk analisis resiko adalah analisis spasial (overlay), pembobotan dan skoring dengan indikator ancaman, kerentanan, kapasitas dan resiko, sedangkan untuk penentuan jalur evakuasi, titik kumpul, dan titik pengungsian adalah dengan menggunakan metode network analysis. Berdasarkan hasil analisis terdapat 7 kelurahan dengan tingkat resiko tinggi yang dipengaruhi oleh tingkat ancaman, indeks kerentanan, tingkat kerugian dan dan tingkat kapasitas, sedangkan untuk jalur evakuasi direncanakan sebanyak 22 titik kumpul, 32 titik pengungsian, dan 21 rute terpendek menuju pengungsian.
PERENCANAAN JALUR EVAKUASI BENCANA TSUNAMI DI KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA NASIONAL LIKUPANG KABUPATEN MINAHASA UTARA DENGAN METODE NETWORK ANALYST Koemesan, Enrico M.P.; Kindangen, Jefrey I.; Tungka, Aristotulus E.
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 1 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v21i1.56039

Abstract

ABSTRAK Kecamatan Likupang Timur secara signifikan menunjukkan tingkat kerawanan yang tinggi terhadap potensi bencana tsunami. Hal ini disebabkan oleh posisinya yang terletak di sekitar lempengan tektonik, dimana potensi pergerakan atau pecahan lempengan tersebut dapat memicu kejadian gempa bumi yang berpotensi menimbulkan bencana tsunami. Untuk mengatasi ancaman ini, penyusunan jalur evakuasi dirancang sebagai strategi mitigasi yang krusial. Dalam rangka mengembangkan rencana mitigasi, penelitian ini memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai Tools utama untuk membentuk model informasi pada tahap awal. Metode Analisis Jaringan diimplementasikan sebagai pendekatan kunci, dengan keunggulan mampu mengelompokkan jalur evakuasi secara terinci dan mengestimasi waktu tempuh setiap jalur. Software ArcGIS 10.8 menjadi platform yang digunakan dalam proses analisis ini. Dengan memanfaatkan data jaringan jalan di Kecamatan Likupang Timur, serta menetapkan titik awal evakuasi pada area rawan tsunami, penelitian ini mematuhi pedoman dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait Perencanaan Titik Evakuasi Bencana Tsunami. Hasilnya mencakup penentuan 11 titik evakuasi yang menjadi destinasi utama penduduk di wilayah yang berisiko tsunami. Dengan demikian, total 27 jalur evakuasi dan 11 titik evakuasi berhasil diidentifikasi, memberikan landasan strategis bagi masyarakat dalam menghadapi potensi bencana tsunami di Kecamatan Likupang Timur. Kata Kunci: Jalur Evakuasi Tsunami, Titik Evakuasi, Sistem Informasi Geografis, Network Analyst ABSTRACT The sub-district of Likupang Timur significantly exhibits a high vulnerability level to the potential tsunami disaster. This is attributed to its location surrounded by tectonic plates, where the potential movement or rupture of these plates can trigger seismic events that may lead to a tsunami disaster. To address this threat, the establishment of evacuation routes is identified as a crucial mitigation strategy. In developing a mitigation plan, this research utilizes Geographic Information System (GIS) as the primary tool to construct information models in the initial phase. The Network Analysis Method is implemented as a key approach, with the advantage of being able to intricately categorize evacuation routes and estimate travel times for each route. ArcGIS 10.8 software serves as the platform used in this analytical process. By utilizing road network data in Likupang Timur Sub-district and determining the starting points for evacuation in tsunami-prone areas, this research adheres to the guidelines provided by the National Disaster Management Agency (BNPB) regarding Tsunami Evacuation Point Planning. The results encompass the determination of 11 evacuation points that serve as the primary destinations for the population in tsunami-prone areas. Thus, a total of 27 evacuation routes and 11 evacuation points have been successfully identified, providing a strategic foundation for the community in facing the potential tsunami disaster in Likupang Timur Sub-district. Keywords: Tsunami Evacuation Path, Evacuation Point, Geographic Information System, Network Analyst
OCEANARIUM DI LIKUPANG: Fractal Geometry in Architecture Tasiam, Yngwie I. M.; Kindangen, Jefrey I.; Tungka, Aristotulus E.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oceanarium menampilkan konsep arsitektur fractal yang indah, didesain dengan teliti untuk mewujudkan hubungan yang harmonis antara laut dan terumbu karang permata mahkota Sulawesi Utara. Terinspirasi oleh pola fraktal rumit yang melekat pada formasi karang, desain ini mendorong pengalaman estetika yang dinamis dan organik. Berada di lokasi yang strategis di Pantai Wineru yang indah, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang ditetapkan Oceanarium melampaui sekadar hiburan. Oceanarium berfungsi sebagai pusat multifaset, yang mendorong upaya konservasi, penelitian ilmiah, dan inisiatif pendidikan. Pada akhirnya, Oceanarium berdiri sebagai bukti kemajuan yang pesat dan keindahan Laut Likupang Sulawesi Utara yang menakjubkan. Kata Kunci: Oceanarium, Likupang, Sulawesi Utara, Konservasi, Penelitian, Pendidikan, Fractal, Terumbu Karang
BEACH CLUB LIKUPANG: Biomimicry Architecture Maun, Jofran I.; Tungka, Aristotulus E.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 4 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 4, November 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Likupang, located in North Sulawesi, is one of Indonesia's super-priority tourism destinations, offering rich natural resources such as white sandy beaches, coral reefs, and abundant marine biodiversity. This is further evidenced by the increasing number of tourists visiting North Sulawesi each year. However, as a tourist destination, the existing attractions and facilities in Likupang are insufficient to fully leverage its tourism potential. To address this issue, the Likupang Beach Club is proposed as a new attraction and facility to support Likupang as a premier tourism destination. By integrating buildings with nature, the biomimicry approach serves as an appropriate theme to apply natural principles in architectural design. The design of the Likupang Beach Club, based on a biomimicry architectural approach, aims to create a structure that seamlessly integrates with the natural beauty of Likupang and fosters harmony between the building and its surroundings by mimicking natural principles. Through stages of determination, data collection, and implementation, the design process combines the variety development and reduction methods with cycles of imagination, presentation, and testing. This process incorporates typological, site, environmental, and thematic approaches to achieve a unique design that positively impacts the surrounding environment and nature. The application of biomimicry in architecture, which integrates buildings with nature, offers an innovative and visually appealing solution for sustainable tourism development. The design of the Likupang Beach Club demonstrates that working with nature does not mean harming it. Instead, it showcases how a design can collaborate with its environment, resulting in a sustainable and harmonious development. Keywords: Likupang, Toursim, Beach Club, Biomimicry. Architecture
Analisis Teknologi Bahan Fasade Bangunan Klasik Terhadap Preferensi Pembeli Di CitraLand Kairagi Manado Poluakan, Gloria M.; Waani, Judy O.; Tungka, Aristotulus E.
TEKNO Vol. 22 No. 90 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i90.59021

Abstract

Kota Manado merupakan ibu kota Propinsi Sulawesi Utara dengan penduduk yang terus berkembang dan kebutuhan tempat tinggal meningkat. Fenomena meningkatnya jumlah kebutuhan tempat tinggal seperti rumah mengundang banyak developer datang dan membuka bisnis mereka di Kota Manado. Bangunan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi minat beli seseorang. Ciputra Group sebagai salah satu developer properti terbesar di Indonesia membuka proyek kedua mereka di Kota Manado yaitu CitraLand Kairagi Manado dengan gaya klasik. Gaya klasik tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga pada keindahan yang harmonis dan kesempurnaan proporsi. Rumah tipe Buckingham, tipe Balmoral dan tipe Edinburgh merupakan beberapa tipe rumah yang ada di CitraLand Kairagi Manado menerapkan elemen arsitektur klasik pada bagian fasade rumah. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan IBM SPSS Statistic sebagai alat uji instrumen penelitian dan untuk menjawab hipotesis. Penelitian ini menggunakan uji dengan persamaan regresi linear sederhana Elemen Arsitektur Klasik (EAK) sebagai variabel independen dan Minat Beli (MB) sebagai variabel dependen. Pada hasil penelitian ini menunjukkan bahwa elemen arsitektur klasik berpengaruh terhadap minat beli dengan hasil positif sebesar 0,633 dan nilai signifikansi 0,001 artinya nilai signifikansi<0,05 maka penelitian ini berhasil menjawab hipotesis bahwa elemen arsitektur klasik berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi pembelian. Kata kunci: teknologi bahan, bangunan klasik, preferensi, pembelian rumah