Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PERENCANAAN JALUR EVAKUASI BENCANA TSUNAMI DI KAWASAN STRATEGIS PARIWISATA NASIONAL LIKUPANG KABUPATEN MINAHASA UTARA DENGAN METODE NETWORK ANALYST Koemesan, Enrico M.P.; Kindangen, Jefrey I.; Tungka, Aristotulus E.
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 1 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v21i1.56039

Abstract

ABSTRAK Kecamatan Likupang Timur secara signifikan menunjukkan tingkat kerawanan yang tinggi terhadap potensi bencana tsunami. Hal ini disebabkan oleh posisinya yang terletak di sekitar lempengan tektonik, dimana potensi pergerakan atau pecahan lempengan tersebut dapat memicu kejadian gempa bumi yang berpotensi menimbulkan bencana tsunami. Untuk mengatasi ancaman ini, penyusunan jalur evakuasi dirancang sebagai strategi mitigasi yang krusial. Dalam rangka mengembangkan rencana mitigasi, penelitian ini memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai Tools utama untuk membentuk model informasi pada tahap awal. Metode Analisis Jaringan diimplementasikan sebagai pendekatan kunci, dengan keunggulan mampu mengelompokkan jalur evakuasi secara terinci dan mengestimasi waktu tempuh setiap jalur. Software ArcGIS 10.8 menjadi platform yang digunakan dalam proses analisis ini. Dengan memanfaatkan data jaringan jalan di Kecamatan Likupang Timur, serta menetapkan titik awal evakuasi pada area rawan tsunami, penelitian ini mematuhi pedoman dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait Perencanaan Titik Evakuasi Bencana Tsunami. Hasilnya mencakup penentuan 11 titik evakuasi yang menjadi destinasi utama penduduk di wilayah yang berisiko tsunami. Dengan demikian, total 27 jalur evakuasi dan 11 titik evakuasi berhasil diidentifikasi, memberikan landasan strategis bagi masyarakat dalam menghadapi potensi bencana tsunami di Kecamatan Likupang Timur. Kata Kunci: Jalur Evakuasi Tsunami, Titik Evakuasi, Sistem Informasi Geografis, Network Analyst ABSTRACT The sub-district of Likupang Timur significantly exhibits a high vulnerability level to the potential tsunami disaster. This is attributed to its location surrounded by tectonic plates, where the potential movement or rupture of these plates can trigger seismic events that may lead to a tsunami disaster. To address this threat, the establishment of evacuation routes is identified as a crucial mitigation strategy. In developing a mitigation plan, this research utilizes Geographic Information System (GIS) as the primary tool to construct information models in the initial phase. The Network Analysis Method is implemented as a key approach, with the advantage of being able to intricately categorize evacuation routes and estimate travel times for each route. ArcGIS 10.8 software serves as the platform used in this analytical process. By utilizing road network data in Likupang Timur Sub-district and determining the starting points for evacuation in tsunami-prone areas, this research adheres to the guidelines provided by the National Disaster Management Agency (BNPB) regarding Tsunami Evacuation Point Planning. The results encompass the determination of 11 evacuation points that serve as the primary destinations for the population in tsunami-prone areas. Thus, a total of 27 evacuation routes and 11 evacuation points have been successfully identified, providing a strategic foundation for the community in facing the potential tsunami disaster in Likupang Timur Sub-district. Keywords: Tsunami Evacuation Path, Evacuation Point, Geographic Information System, Network Analyst
Persepsi Masyarakat terhadap Fungsi Taman Kota Di Kota Bitung (Studi Kasus : Taman Dotulong Dan Taman Kesatuan Bangsa) Lumenta, Kheren G.; Malik, Andi; Tungka, Aristotulus E.
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 13 No. 1 (2024): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v13i1.55987

Abstract

Abstrak Sangat penting bagi seluruh lapisan masyarakat perkotaan untuk memiliki ruang terbuka hijau. Pembangunan perkotaan merupakan tugas penting bagi kawasan hijau. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2007 mendefinisikan Ruang Terbuka Hijau Perkotaan (RTHKP) adalah ruang terbuka di kawasan perkotaan yang dipenuhi tanaman yang memberikan manfaat lingkungan, sosial, budaya, ekonomi, dan estetika. Ini adalah departemen ini. Taman kota merupakan salah satu kawasan hijau terbuka. Taman kota merupakan ruang terbuka hijau yang tujuan utamanya adalah keindahan dan interaksi sosial. Dalam Journal for Psychology (2009), Robbins (2003) mengartikan persepsi sebagai hubungan dengan lingkungan sekitar seseorang. Ini adalah proses dimana manusia mengatur dan menafsirkan masukan sensoriknya untuk memahami lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap apa saja yang fungsi dari taman kota di Kota Bitung, khususnya Taman Dotulong dan Taman Kesatuan Bangsa. Analisis deskriptif kuantitatif dan analisis skala likert yang digunakan dalam penelitian ini. Kedua taman tersebut memiliki kedatangan dan pengunjung yang sama; pengunjung lebih sering datang pada sore dan malam hari dibandingkan pada pagi dan sore hari. Masyarakat Kota Bitung merasakan Taman Doturon memiliki fungsi yang lebih baik dibandingkan Taman Kesatuan Bangsa. Kata kunci: Ruang Terbuka Hijau, Taman Kota, Fungsi Taman Kota, Perpsepsi Masyarakat Abstract It is very important for all levels of urban society to have green open space. Urban development is an important task for green areas. Minister of Home Affairs Regulation Number 1 of 2007 defines Urban Green Open Space (RTHKP) as open space in urban areas filled with plants that provide environmental, social, cultural, economic and aesthetic benefits. This is this department. City parks are open green areas. City parks are green open spaces whose main purpose is beauty and social interaction. In the Journal for Psychology (2009), Robbins (2003) defines perception as a relationship with the environment around a person. It is the process by which humans organize and interpret their sensory input to understand their environment. This research aims to determine the public's perception of the functions of city parks in Bitung City, especially Dotulong Park and National Unity Park. Quantitative descriptive analysis and Likert scale analysis were used in this research. Both parks have similar arrivals and visitors; visitors come more often in the afternoon and evening than in the morning and evening. The people of Bitung City feel that Doturon Park has a better function than National Unity Park. Keyword: Green Open Space, City Parks, City Park Functions, Community Perception
Analisis Kualitas Udara Pada Ruangan Interna Wanita Rumah Sakit Umum Daerah Noongan Sumolang, Jeierra F.; Legrans, Roski R. I.; Tungka, Aristotulus E.
TEKNO Vol. 23 No. 91 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i91.60844

Abstract

Kualitas udara dalam ruangan rumah sakit menjadi faktor penting yang memengaruhi kesehatan pasien, terutama mereka yang memiliki kondisi rentan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas udara di Ruangan Interna Wanita Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Noongan dengan mengukur konsentrasi partikulat PM 2.5 dan PM10 menggunakan alat Haz-Dust EPAM 5000. Pengukuran dilakukan selama dua minggu pada 10 titik di dalam ruangan untuk memperoleh gambaran kualitas udara yang representatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata konsentrasi PM2.5 dan PM10 berada dalam ambang batas aman sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 7 Tahun 2019 dan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Namun, ditemukan bahwa dua ruangan, yaitu Kelas 1A dan Kelas 3B, memiliki nilai ISPU mendekati kategori sedang, yang berarti terdapat sedikit peningkatan polutan dibandingkan ruangan lainnya. Analisis ventilasi juga menunjukkan bahwa desain ventilasi alami di ruangan ini telah memenuhi standar SNI 03-6572-2001, tetapi pemanfaatannya masih dapat dioptimalkan untuk meningkatkan sirkulasi udara. Selain itu, faktor lingkungan seperti vegetasi di sekitar rumah sakit juga berperan dalam menjaga kualitas udara di dalam ruangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas udara di Ruangan Interna Wanita RSUD Noongan secara umum tergolong baik, tetapi perlu perhatian lebih pada ruangan dengan ISPU mendekati kategori sedang. Peningkatan pemanfaatan ventilasi alami serta pemantauan berkala direkomendasikan untuk memastikan kualitas udara tetap dalam kondisi optimal sesuai peraturan yang mengacu pada SNI 03-6572-2001 tentang tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian udara pada bangunan gedung. Kata kunci: kualitas udara, PM 2.5, PM 10, rumah sakit
HOTEL RESORT DI RATATOTOK KABUPATEN MINAHASA TENGGARA. Sustainable Architecture Momuat, Yudha J. R.; Kindangen, Jefrey I.; Tungka, Aristotulus E.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17626

Abstract

Ratatotok merupakan salah satu kecamatan berkembang yang berada di Minahasa Tenggara. Dimana Ratatotok memiliki banyak objek wisata baik itu wisata alam, wisata kuliner, wisata budaya dan tak kalah wisata bahari yang begitu menakjubkan. Semuanya itu bisa memajukan dan meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya wilayah Ratatotok. Salah satunya objek wisata pantai Lakban. Pengembangan serta Peningkatan kesejahteraan masyarakat yang menjadi prioritas utama dalam program pemerintah. Untuk itu hotel resort dihadirkan menjadi fasilitas pendukung yang dapat menunjang serta mampu meningkatkan potensi wisata pantai Lakban. Pemilihan tema Sustainable Architecture digunakan agar mampu mempertahankan dan meningkatkan kualitas arsitektural secara fisik baik dalam penggunaan material, teknologi serta energi yang terbarukan. Rancangan hotel resort di Ratatotok dengan tema sustainable architecture diharap mampu menjaga lingkungan alam sekitar yang dapat membantu kehidupan manusia di masa yang akan datang.Kata kunci : Ratatotok, Hotel Resort, Sustainable Architecture
MANADO HIGH RISE RESIDENTIAL. Hi-Tech Architecture Ngadiman, Leonard J.; Tungka, Aristotulus E.; Karongkong, Hendriek H.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v6i2.18387

Abstract

Seiring dengan berjalannya waktu pertumbuhan jiwa yang semakin pesat di Kota Manado mengakibatkan tingginya permintaan untuk kebutuhan hunian atau tempat tinggal, di masa yang akan datang ketersediaan lahan akan semakin sedikit sehingga prospek hunian vertikal  dimasa depan terjamin. Dijaman yang modern ini manusia semakin mencari hal hal yang praktis. Tingginya tuntutan akan efisiensi waktu dan sumber daya membuat semakin banyaknya muncul penemuan penemuan yang membantu hidup manusia. Dalam perancangan High Rise Residential, tema yang diangkat adalah High Tech Architecture. Istilah high tech disini merujuk pada penggunaan sistem teknologi yang digunakan pada suatu bangunan. Arsitektur high tech menggabungkan elemen-elemen dari industri berteknologi tinggi dan sistem teknologi ke dalam desain bangunan yang mencakup struktur dan material yang maju dan mutakhir, sistem mekanikal dan elektrikal yang otomatis serta merepresentasikan bangunan yang bercitra high tech.Kata Kunci : High Rise Residential, High Tech Architecture,
NORTH SULAWESI ART GALLERY IN MANADO. Sustainable Architecture Waleleng, Deofishart Ch.; Tungka, Aristotulus E.; Takumansang, Esli D.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19213

Abstract

Pembangunan Galeri Seni rupa di Provisnsi Sulawesi Utara bertujuan untuk memfasilitasi kegiatan  seni rupa di Provinsi Sulawesi Utara  yang berlokasi di Kota Manado , Alasan utama dibangunnya galeri di kota Manado ini karena kota Manado belum memiliki galeri seni rupa yang layak untuk mewadahi kegiatan seni di Provinsi Sulawesi Utara mulai dari pameran karya seni, pembuatan karya seni, hingga pendidikan  seni itu sendiri, tetapi juga sebagai pusat perkembangan seni rupa  di kota Manado. Dengan menerapkan konsep perancangan Sustainable Architecture atau Arsitektur Berkelanjutan, diharapkan memberikan manfaat dalam pemeliharaan lingkungan dan bisa meningkatkan minat seni di Provinsi Sulawesi Utara.Kata kunci : Galeri, Seni Rupa, Manado,Sulawesi Utara Sustainable Architecture
DESAIN BANDARA EMALAMO DI SANANA. Vernakular Kepulauan Sula Silfiani, Naila; Tungka, Aristotulus E.; Punuh, Claudia S.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19216

Abstract

Peran bandara sebagai salah satu akomodasi transportasi udara yang dapat menopang kemajuan suatu daerah dengan mempercepat perputaran ekonomi sehingga bandara sangat diharuskan berada pada daerah-daerah tertinggal agar dapat mendorong kemajuan daerah tersebut. Kabupaten Kepulauan Sula yang merupakan salah satu daerah tertinggal harus memiliki sebuah Bandara yang terletak di Kabupaten Sanana yang merupakan ibukota Kabupaten Kepulauan Sula sehingga dapat menjadi pusat simpul dalam jaringan transportasi daerah-daerah sekitar dan dapat membuka isolasi daerah. Pada era globalisasi ini, Bandara bukan hanya sekedar fasilitas transportasi udara namun bisa menjadi sebuah simbol dan dapat menjadi sebuah ikon daerah yang membanggakan bagi daerahnya. Oleh sebab itu, Bandara akan dihadirkan dengan Desain  Konsep Vernakular Kepulauan Sula dengan klasifikasi Rencana Induk Nasional Bandar Udara Lampiran 2b, pada tahun 2020-2030 yaitu Bandara Domestik dengan klasifikasi landas pacu 3C.Kata Kunci : Bandara, Transportasi, Sanana, Vernakular, Sula
REDESAIN EXECUTIVE CLUB HOUSE WENANG GOLF COURSE. Eco Architecture Sigarlaki, Mariana E.; Gosal, Pierre H.; Tungka, Aristotulus E.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19841

Abstract

Persaingan dalam usaha pengembangan golf di kota-kota besar di Indonesia sangat kompetitif. Golf merupakan olahraga yang dimainkan diluar ruangan yang dimainkan secara perorangan atau tim yang berlomba untuk memasukan bola kedalam lubang-lubang yang ada di lapangan. Olahraga golf ini banyak digemari oleh pebisnis dan komunitas elit. Interaksi antar sesama pemain diperlunya sarana dimana para pemain tidak hanya bermain golf namun juga dapat melakukan berbagai transaksi bisnis yang bersifat santai/informal. Oleh karena itu fasilitas club house yang lengkap dan sesuai dengan kebutuhan merupakan sarana yang tepat untuk memenuhi keinginan para pemain golf dan menjadi tempat berekreasi dengan keluarga.             Club House merupakan fasilitas yang mendukung kegiatan olahraga golf, di dalamnya terdapat fasilitas seperti tempat kebugaran tubuh (fitness dan aerobic), relaksasi tubuh (spa, sauna dan massage), berbisnis (meeting room, conference room), kegiatan publik (ballroom, promotion room, restaurant), bahkan tempat berlibur keluarga.Penerapan tema pada rancangan adalah berupa konsep desain arsitektural yang memerhatikan masalah energi dan berwawasan lingkungan yaitu Eco-Architecture. Dalam penerapan Eco-Architecture diharapkan arsitektur tidak memberikan dampak negatif terhadap lingkungan, melainkan dapat menyatu dengan lingkungan serta memberikan respon positif terhadap lingkungan tempat berdirinya. Selain itu bangunan yang menerapkan Eco-Architecture diharapkan menanggapi masalah energi dengan penggunaan energi yang bersifat terbarukan. Dari tema arsitektur ini diharapkan dapat mempengaruhi manusia untuk tidak merusak alam melainkan menjaga dan melestarikan sebagai warisan untuk keberlangsungan kehidupan manusia di masa mendatang. Kata Kunci : Club House, Eco-Architecture
PERANCANGAN PERPUSTAKAAN DIGITAL DI KOTA MANADO. Arsitektur Dekonstruksi Matualage, Greis; Tungka, Aristotulus E.; Rompas, Leidy M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20833

Abstract

Dekonstruksi dalam Arsitektur muncul dan berkembang tidak lepas dari proses panjang perkembangan arsitektur itu sendiri, yang juga dipengaruhi oleh kondisi sosial, budaya, ekonomi dan teknologi  Selain itu,  kebutuhan akan fasilitas-fasilitas penunjang dalam perpustakaan di Kota Manado, menyebabkan perlunya sesuatu perpustakaan yang dapat menunjang kegiatan yang berbasis teknologi.Permasalahannya, di Kota Manado yaitu belum diadakan perpustakaan yang berbasis teknologi, baik dari segi fasilitas, bentuk bangunan, segi fungsi, bahkan perpustkaan di Kota Manado masih kurang menarik perhatian masyarakat sehingga perpustakaan kurang diminati dan menimbulkan kejenuhan pada obyek tersebut. Tujuan dari perancangan ini ialah dengan menggunakan metode perancangan yang menganalisis ide-ide yang kontekstual terhadap site, konfigurasi massa, dan pada elemen fasad. Serta metode dekontruksi digunakan pada objek perpustakaan digital dengan hasil akhir memenuhi Far,Bcr,Tll,Tls serta Kdh.Kata kunci : Arsitektur, Dekonstruksi, Perpustakaan Digital, Kota Manado
REDISAIN TERMINAL PENUMPANG ANGKUTAN LAUT DI KABUPATEN KEPULAUAN SULA. Arsitektur Tropis Sardi, M. Supriady M.; Tungka, Aristotulus E.; Wuisang, Claudia O.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.20834

Abstract

Terminal Pelabuhan Laut sebagai bagian dari sistem transportasi yang merupakan suatu sarana penghubung yang berfungsi sebagai tempat alih/muat penumpang dan barang.yang akan diantarkan ke daerah-daetah yang dituju. Tujuan untuk mendisain obkel terminal pelabuhan ini untuk Menigkatkan pengembangan infrastruktur dan untuk meningkatkan perekonomian di Kabupaten Kepulauan Sula                Terminal Pelabuhan adalah tempat peralihan  manusia dari darat menuju kapal (laut) dengan segala proses yang dilaluinya. Dari segi arsitektural, terminal ini bukan hanya sebagai tempat transisi, melainkan juga berfungsi sebagai landmark / pintu gerbang perekonomian daera. Terminal terbagi dalam tiga tipe, yaitu tipe A, tipe B, dan tipe C, yang dikelompokkan berdasarkan lingkup pelayanan terminal itu sendiri.                Dalam perencanaan proyek ini, dilakukan pendekatan desain tematik dengan konsep Arsitektur Tropis dimana Terminal Pelabuhan dengan konsep ini dapat memanfaatkan sumber alam yang ada di daerah tesebut untuk meminimalisir pemanasan global menampilkan kekuatan struktur dan estetika yang dapat mencerminkan fungsi bangunan itu sendiri. Kata Kunci : Terminal Penumpang Pelabuhan, Arsitertur Tropis.