Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN IDENTIFIKASI WARNA PADA ANAK DENGAN GANGGUAN PERKEMBANGAN INTELEKTUAL DI DESA GENENG, NGAWI Robik Anwar Dani; Marcella Mariska Aryono; Herdina Tyas Leylasari
Share: Journal of Service Learning Vol. 9 No. 1 (2023): FEBRUARY 2023
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.427 KB) | DOI: 10.9744/share.9.1.75-80

Abstract

Salah satu keterampilan kognitif yang butuh diasah oleh anak dengan kendala pertumbuhan intelektual merupakan keterampilan identifikasi warna. Keterampilan identifikasi warna ialah salah satu materi pra-akademik yang wajib dipahami oleh anak. Untuk anak kendala pertumbuhan intelektual memahami warna bisa menunjang anak dalam kehidupan sehari-hari, misalnya untuk pengenalan ataupun identifikasi uang, pakaian, dsb. Keterampilan memahami warna ialah keterampilan awal guna melatih visual anak. Bersumber pada perihal tersebut maka kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Dusun Karang Asem II, Desa Geneng dengan mitra seseorang ibunda serta anak yang mengalami kendala pertumbuhan intelektual ini bertujuan guna menolong mitra dalam hal ini adalah anak dengan kendala pertumbuhan intelektual guna meningkatkan keterampilan pre- akademiknya, khususnya dalam perihal identifikasi warna. Dengan demikian pemecahan yang ditawarkan untuk mitra adalah dengan membagikan ABA Therapy (Applied Behavior Analysis Therapy) dengan metode DTT (Discrete Trial Training) serta pula membagikan psikoedukasi keluarga sehingga pengetahuan orang tua hendak‘ keistimewaan’ anaknya bertambah. Hasil penerapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan keterampilan anak RNV dalam melakukan identifikasi warna( khususnya warna primer) mengalami kenaikan yang baik. Perihal ini bisa dilihat dari kenaikan skor keterampilan identifikasi warna anak RNV saat sebelum serta sesudah diberikan pendampingan menggunakan ABA Therapy (Applied Behavior Analysis Therapy) dengan metode DTT (Discrete Trial Training).
MANFAAT INTERVENSI BERBASIS PSIKOLOGI POSITIF TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS LANSIA Aryono, Marcella Mariska; Dani, Robik Anwar; Wicaksono, David Ary
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i3.25077.2023

Abstract

Peningkatan kesejahteraan psikologis lansia dapat dilakukan dengan berbagai bentuk intervensi. Tidak sedikit penelitian yang mencoba mengetahui efektifitas bentuk intervensi peningkatan kesejahteraan psikologis lansia. Oleh karena itu, peneliti ingin membahas lebih dalam beberapa literatur terkait dengan bentuk-bentuk intervensi yang berbasis pada psikologi positif yang dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis lansia. Rancangan yang digunakan untuk studi ilmiah ini adalah Literature Review. Hasil dari penelitian ini mengklarifikasi bahwa hanya sedikit penelitian yang membahas kesejahteraan psikologis pada lansia yang ditingkatkan melalui intervensi berbasis psikologi positif. Banyak penelitian yang lebih membahas para lansia dari permasalahan negatif seperti depresi, kesepian, dan hanya sepuluh penelitian yang menggunakan perspektif positif seperti kesejahteraan psikologis dan menggunakan desain penelitian eksperimental. Sedikitnya jumlah penelitian yang dievaluasi mungkin karena penelitian tentang pengaruh intervensi berbasis psikologi positif terhadap kesejahteraan psikologis pada lansia belum mendapat banyak perhatian.
Penerapan Gratitude Journal terhadap Peningkatan Self Acceptance pada Wanita Single Parent Batsyeba, Auriell; Purnama, Arlen Leonarda; Nastiti, Alvinda Sukma; Amara, Victoria; Dani, Robik Anwar; Aryono, Marcella Mariska
Jurnal Ilmiah Psikomuda (JIPM) Connectedness Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Psikomuda (JIPM) Connectedness
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jipmconnectedness.v3i2.5023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jurnal syukur terhadap peningkatan penerimaan diri pada wanita single parent. Penelitian ini melibatkan partisipan sebanyak satu orang melalui teknik purposive sampling. Model penelitian yang digunakan adalah single case subject design , dengan skala penerimaan diri sebagai instrumen pengumpulan data (11 item , α = 0.797). Intervensi yang dilakukan yaitu dengan psikoedukasi kepada subjek tentang betapa bersyukurnya terhadap apa yang telah terjadi dalam kehidupan ini, serta pemberian jurnal syukur yang diisi selama tujuh hari berturut-turut menjelang tidur. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan antara skor pre-test dan post-test yaitu 14:40, dengan demikian terdapat selisih skor 26 poin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jurnal syukur dapat meningkatkan penerimaan diri pada wanita single parent.
Penggunaan Scrapbook Berbasis Produk Teknologi Untuk Meningkatkan Kemampuan Manajemen Kelas Di SDLB Bhakti Luhur Madiun Dian, Mariani; Sari, Ana Easti Rahayu Maya; Dani, Robik Anwar
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v8i2.820

Abstract

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang berfokus pada kemampuan dan keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik. Pendidikan Matematika sendiri tidak hanya berfokus pada bagaimana peserta didik menerapkan rumus dan menghitung, tetapi lebih kepada bagaimana proses yang mereka lalui saat mereka melakukan aktivitas belajar. Media pembelajaran merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan oleh guru untuk menyampaikan informasi kepada peserta didik. Mitra dari kegiatan ini adalah SDLB Bhakti Luhur Madiun. Peserta didik pada tingkat sekolah dasar memiliki berbagai kebutuhan khusus seperti tuna netra, tuna rungu, tuna wicara, tuna grahita, down syndrome dan autisme. Pada pembelajaran matematika sendiri, walaupun beberapa peserta didik menunjukkan kemampuan belajar matematika yang baik, namun sebagian besar peserta didik kemampuan belajarnya masih cukup rendah. Model pembelajaran yang dilakukan oleh guru di sekolah dasar adalah dengan melakukan pendampingan secara personal kepada masing-masing peserta didik. Pada praktiknya di lapangan, metode ini merupakan metode yang paling baik untuk diterapkan di kelas, mengingat kebutuhan dan kondisi peserta didik yang cukup beragam. Akan tetapi, penerapan metode ini tidak jarang membuat guru merasa kewalahan, karena peserta didik cenderung menunggu guru untuk melakukan proses konstruksi matematika. Selain itu, jika peserta didik sudah kehilangan fokus terhadap kegiatan pembelajaran, mereka cenderung melakukan hal-hal lain diluar aktivitas pembelajaran, yang menyebabkan suasana kelas menjadi tidak kondusif lagi untuk belajar. Akibatnya, pengalaman belajar yang diperoleh tidak tercapai secara optimal. Untuk menghadapi masalah ini, maka dirancang suatu media pembelajaran matematika berbasis scrapbook yang disusun dengan bantuan AI untuk menentukan tema dan aktivitas yang dilakukan. Selanjutnya dilakukan kegiatan pendampingan sekaligus sosialisasi kepada guru dengan secara langsung melakukan simulasi pembelajaran yang mengintegrasikan media pembelajaran scrapbook. Kegiatan pendampingan memakan waktu selama dua hari, yang di setiap harinya dilakukan observasi terkait tingkat kondusivitas kelas dengan adanya pendampingan ini. Hasilnya, tingkat kondusivitas kelas selama dua hari melakukan pendampingan, mengalami kenaikan hingga 53,8%. Hal ini menunjukkan jika integrasi media dalam kegiatan pembelajaran membuat kegiatan pembelajaran di kelas semakin kondusif, yang menjadi indikator adanya peningkatan keterampilan manajemen kelas dengan adanya integrasi media.
Efektivitas Terapi Tari Kreasi Tradisional Jawa dalam Menurunkan Perilaku Hiperaktif Anak Usia Dini Dani, Robik Anwar; Aryono, Marcella Mariska
Jurnal Ilmiah Psikomuda (JIPM) Connectedness Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Psikomuda (JIPM) Connectedness
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jipmconnectedness.v4i2.6742

Abstract

Hiperaktivitas biasanya ditandai dengan adanya kecenderungan untuk melakukan aktivitas motorik secara berlebihan dan tidak memiliki tujuan sehingga menimbulkan kesulitan dalam menyelesaikan tugas terstruktur dan beradaptasi dengan tuntutan situasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari penerapan terapi tari kreasi tradisional jawa dalam menurunkan perilaku hiperaktif anak usia dini. Salah satu metode yang dapat diaplikasikan adalah terapi gerakan tari. Sebagian besar anak hiperaktif memiliki keinginan kuat untuk bergerak, sehingga banyak di antara mereka yang memiliki masalah motorik. Dikarenakan permasalahan tersebut, membuat tubuh mereka menjadi tegang dan emosi yang tidak terkendali. Dengan memberikan latihan gerak yang ritmis dan sesuai dengan musik, maka mereka dapat menyalurkan kelebihan energinya dan dapat mengurangi ketegangan pada tubuh mereka sehingga gerakan mereka menjadi lebih terkontrol. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen. Desain eksperimen yang digunakan adalah single case design dengan A-B-A. Analisis data dilakukan dengan analisis statistik menggunakan uji wilcoxon serta analisis trend grafik hasil pengisian behavior checklist untuk mengetahui efektivitas dari intervensi terapi tari kreasi tradisional jawa dalam menurunkan perilaku hiperaktif pada anak usia dini. Hasil penelitian ini adalah terapi gerakan tari dapat menurunkan tingkat perilaku hiperaktif pada anak usia dini. Hal ini terbukti dari perolehan data pada masing-masing subjek yang menunjukkan adanya perbedaan skor perilaku hiperaktif pada saat baseline satu, intervensi, dan baseline dua. Ketika mengikuti sesi intervensi terapi gerakan tari, subjek penelitian menjadi lebih tenang ketika mengikuti pelajaran di kelas. Demikian pula dengan aktivitas atau gerakan fisik yang dilakukan menjadi lebih terkontrol dan bertujuan.
Dinamika Forgiveness Pada Komunitas Pencak Silat Herlambang, Novenda Satria; Dani, Robik Anwar
Jurnal Ilmiah Psikomuda (JIPM) Connectedness Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Psikomuda (JIPM) Connectedness
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jipmconnectedness.v4i2.6745

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Dinamika Forgiveness pada Komunitas Perguruan Pencak Silat di Madiun. Teori pemaafan yang dipakai terdiri dari empat fase yaitu fase pembukaan (uncovering phase), fase pengambilan keputusan (decision phase), fase tindakan (work phase) dan fase pendalaman (deepening phase). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang mengumpulkan data melalui wawancara. Subjek penelitian ini adalah tiga orang dari komunitas perguruan pencak silat yang berada di wilayah Madiun. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan maksud mengambil sampel berdasarkan karakteristik tertentu. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisa data dengan menggunakan tekni Theory-led analysis yang mengkategorikan informasi yang sudah didapat lalu diadaptasikan dengan aspek yang telah didapat. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dinamika proses forgiveness tidak selalu sama dan tidak selalu berjalan linear seperti informan A melalui tahapan uncovering phase, decision phase, work phase deepening phase dan terakhir uncovering phase yang hanyak sekedar mengingat kejadian. Informan H melalui tahapan work phase, deepening phase, decision phase dan uncovering phase. Informan P melalui uncovering phase, work phase, decision phase, work phase dan deepening phase. Faktor untuk melakukan memaafkan dari informan A,H, dan P adalah kualitas hubungan, perasaan malu, kemarahan, empati, karakteristik kepribadian, religiulitas, dan kualitas hubungan. Bentuk konflik dalam komunitas perguruan silat seperti rasa sombong, masalah sepele yang nantinya di viralkan melalui media sosial, acara perguruan silat atau suran agung yang nanti timbulnya penghadangan dari komunitas perguruan silat, selain itu adanya saudara atau teman yang dicelakai. Proses memaafkan yang diungkapkan oleh informan A memaafkan dengan adanya dorongan orang lain atau dari sebuah ajaran, berhubungan yang baik dengan komunitas perguruan lain. Informan H memaafkan dengan mempunyai rasa capek terkait dendam menjalin kerja sama, melakukan kegiatan positif bersama dan menyelesaikan masalah dengan jalur damai atau dibawa ke ranah hukum. Sedangkan informan P memaafkan dengan menyelesaikan masalah dengan menempuh jalur musyawarah, adanya kesadaran dalam diri bahwa mereka berguna bagi masyarakat, bergaul dengan komunitas lain, hilangngya rasa marah ketika masalah sudah selesai.
PERSIAPAN PENINGKATAN TAHAPAN USAHA SEBAGAI EKSPORTIR PADA UKM SAMBEL PECEL BU PARIYEM MADIUN Rachmawati, Dyna; Anggorowati, Adriana Anteng; Joewono, Andrew; Tulipa, Diyah; Suseno, Thomas Putut Indarto; Indrawati, Chatarina Dian; Dani, Robik Anwar; Pranjoto, Hartono; Gunawan, Ivan
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 9 No 1 (2025): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v9i1.5590

Abstract

Sambel Pecel Bu Pariyem sudah menjalankan kegiatan usahanya lebih dari 3 tahun. Usaha ini dimulai oleh ibu Pariyem yang menjual nasi pecel, kemudian usahanya berkembang dengan membuat sambel pecel. Sambel pecel Bu Pariyem berbeda dengan sambel pecel pada umumnya, karena jenisnya kering dan tidak berminyak. Hasil diskusi awal Tim Abdimas dengan ibu Lestari pemilik Sambel pecel Bu Pariyem mengerucut pada tujuan utama abdimas ini yaitu untuk persiapan menuju ekspor. Kemudian hasil diskusi mendalam menyimpulkan terdapat dua permasalahan: 1) adanya permintaan konsumen untuk kemasan sambel pecel sekali konsumsi yang belum dapat dipenuhi, dan 2) penggunaan media sosial sebagai sarana pemasaran yang belum. Solusi, kegiatan dan hasilnya untuk permasalahan pertama adalah i) pengembangan bisnis dengan diversifikasi kemasan produk, kegiatan yang dilakukan adalah pembuatan mesin pengemasan otomatis dan pelatihan serta pendampingan penggunaan mesin. Hasil kegiatan ini adalah sambel pecel dengan tersedianya mesin pengemasan sachet, peningkatan ketrampilan penggunaan dan pemeliharaan mesin. ii) Peningkatan standar mutu, kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan dan pendampingan standar mutu pangan. Hasil kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan mengenai HACCP. Dan iii) peningkatan tata kelola keuangan, kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan dan pendampingan penghitungan biaya produksi dan harga jual. Hasil kegiatan ini adalah harga jual sesuai riset pasar dan peningkatan efisiensi biaya produksi. Sedangkan solusi untuk permasalahan kedua adalah pengembangan pemasaran produk. Kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan dan pengembangan omnichannel. Hasil kegiatan ini adalah penawaran ke beberapa toko oleh-oleh di Surabaya, aktivasi e-commerce Shopee, dan penyamaan nama dalam medsos.
Psikoedukasi Anti Bully Sebagai Upaya Preventif Tindak Perundungan Tingkat Sekolah Dasar Dani, Robik Anwar; Setyawan, yonathan; Aryono, Marcella Mariska; Wicaksono, David Ary; Cahyadi, Andi
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v9i1.902

Abstract

Perilaku bullying atau perundungan adalah tindakan maladaptif yang dilakukan oleh anak-anak, sehingga perilaku tersebut tidak bisa dianggap normal, karena akan memberikan dampak negatif kepada korban. Para korban perundungan akan merasa tertekan, tidak percaya diri, takut, khawatir, dan stress ketika datang ke sekolah. Solusi yang ditawarkan untuk permasalahan yaitu dengan menawarkan kegiatan psikoedukasi anti bully di sekolah dasar yang berada di wilayah Kota Madiun dengan harapan bahwa mitra Abdimas ini memiliki pengetahuan tentang bullying dan dapat menghindari praktek bullying di sekolah. Abdimas ini akan dilaksanakan dengan metode ceramah, presentasi, modeling, role play, dan small group discussion atau diskusi kelompok. Metode ceramah dipilih karena metode ini akan membuka pemahaman para peserta kegiatan untuk lebih memahami makna bullying, jenis-jenis bullying, dampak bullying, serta bentuk-bentuk tindakan pencegahan bullying yang dapat dilakukan. Selanjutnya metode presentasi dan small group discussiong adalah motode kombinasi yang dipilih dengan pertimbangan kedua metode ini dapat merangsang keaktifan para peserta kegiatan dalam mendiskusikan beberapa permasalahn bullying yang terjadi di sekolah, serta mencari jalan keluar dalam memecahkan kasus-kasus tersebut.
Penggunaan Scrapbook Berbasis Produk Teknologi Untuk Meningkatkan Kemampuan Manajemen Kelas Di SDLB Bhakti Luhur Madiun Dian, Mariani; Sari, Ana Easti Rahayu Maya; Dani, Robik Anwar
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v8i2.820

Abstract

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang berfokus pada kemampuan dan keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik. Pendidikan Matematika sendiri tidak hanya berfokus pada bagaimana peserta didik menerapkan rumus dan menghitung, tetapi lebih kepada bagaimana proses yang mereka lalui saat mereka melakukan aktivitas belajar. Media pembelajaran merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan oleh guru untuk menyampaikan informasi kepada peserta didik. Mitra dari kegiatan ini adalah SDLB Bhakti Luhur Madiun. Peserta didik pada tingkat sekolah dasar memiliki berbagai kebutuhan khusus seperti tuna netra, tuna rungu, tuna wicara, tuna grahita, down syndrome dan autisme. Pada pembelajaran matematika sendiri, walaupun beberapa peserta didik menunjukkan kemampuan belajar matematika yang baik, namun sebagian besar peserta didik kemampuan belajarnya masih cukup rendah. Model pembelajaran yang dilakukan oleh guru di sekolah dasar adalah dengan melakukan pendampingan secara personal kepada masing-masing peserta didik. Pada praktiknya di lapangan, metode ini merupakan metode yang paling baik untuk diterapkan di kelas, mengingat kebutuhan dan kondisi peserta didik yang cukup beragam. Akan tetapi, penerapan metode ini tidak jarang membuat guru merasa kewalahan, karena peserta didik cenderung menunggu guru untuk melakukan proses konstruksi matematika. Selain itu, jika peserta didik sudah kehilangan fokus terhadap kegiatan pembelajaran, mereka cenderung melakukan hal-hal lain diluar aktivitas pembelajaran, yang menyebabkan suasana kelas menjadi tidak kondusif lagi untuk belajar. Akibatnya, pengalaman belajar yang diperoleh tidak tercapai secara optimal. Untuk menghadapi masalah ini, maka dirancang suatu media pembelajaran matematika berbasis scrapbook yang disusun dengan bantuan AI untuk menentukan tema dan aktivitas yang dilakukan. Selanjutnya dilakukan kegiatan pendampingan sekaligus sosialisasi kepada guru dengan secara langsung melakukan simulasi pembelajaran yang mengintegrasikan media pembelajaran scrapbook. Kegiatan pendampingan memakan waktu selama dua hari, yang di setiap harinya dilakukan observasi terkait tingkat kondusivitas kelas dengan adanya pendampingan ini. Hasilnya, tingkat kondusivitas kelas selama dua hari melakukan pendampingan, mengalami kenaikan hingga 53,8%. Hal ini menunjukkan jika integrasi media dalam kegiatan pembelajaran membuat kegiatan pembelajaran di kelas semakin kondusif, yang menjadi indikator adanya peningkatan keterampilan manajemen kelas dengan adanya integrasi media.
TARI KREASI TRADISIONAL JAWA DALAM MENURUNKAN PERILAKU HIPERAKTIF ANAK USIA DINI Dani, Robik Anwar; Marcella Mariska Aryono
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8843

Abstract

Hyperactivity is usually characterized by a tendency to carry out motor activities excessively and without purpose, resulting in difficulty in completing structured tasks and adapting to the demands of certain situations. This research aims to determine the effectiveness of applying traditional Javanese creative dance therapy in reducing hyperactive behavior in early childhood. One method that can be applied is dance movement therapy. This research is a quantitative experimental research. The experimental design used is a single case design with A-B-A. Data analysis was carried out using statistical analysis using the Wilcoxon test and graphic trend analysis of the results of filling in the behavior checklist to determine the effectiveness of traditional Javanese creative dance therapy interventions in reducing hyperactive behavior in early childhood. The results of this research are that dance movement therapy can reduce the level of hyperactive behavior in young children. This is evident from the data obtained for each subject which shows differences in hyperactive behavior scores at baseline one, intervention, and baseline two. When attending dance movement therapy intervention sessions, research subjects became calmer when attending class lessons. Likewise, the physical activities or movements carried out become more controlled and purposeful.