Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

TARI KREASI TRADISIONAL JAWA DALAM MENURUNKAN PERILAKU HIPERAKTIF ANAK USIA DINI Dani, Robik Anwar; Marcella Mariska Aryono
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 6: Nopember 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i6.8843

Abstract

Hyperactivity is usually characterized by a tendency to carry out motor activities excessively and without purpose, resulting in difficulty in completing structured tasks and adapting to the demands of certain situations. This research aims to determine the effectiveness of applying traditional Javanese creative dance therapy in reducing hyperactive behavior in early childhood. One method that can be applied is dance movement therapy. This research is a quantitative experimental research. The experimental design used is a single case design with A-B-A. Data analysis was carried out using statistical analysis using the Wilcoxon test and graphic trend analysis of the results of filling in the behavior checklist to determine the effectiveness of traditional Javanese creative dance therapy interventions in reducing hyperactive behavior in early childhood. The results of this research are that dance movement therapy can reduce the level of hyperactive behavior in young children. This is evident from the data obtained for each subject which shows differences in hyperactive behavior scores at baseline one, intervention, and baseline two. When attending dance movement therapy intervention sessions, research subjects became calmer when attending class lessons. Likewise, the physical activities or movements carried out become more controlled and purposeful.
Lansia Tangguh: Pendampingan Lansia Benteng Gading Mater Dei Madiun Aryono, Marcella Mariska; Cahyadi, Andi; Wicaksono, David Ary; Dani, Robik Anwar; Setyawan, Yonathan
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1: November 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i1.13789

Abstract

Pada usia Indonesia yang hampir mencapai 80 tahun saat ini, bangsa ini telah mencapai tahap di mana populasinya berangsur-angsur menua. Sesuai perkiraan Kementerian Kesehatan, pada tahun 2025 jumlah penduduk di Indonesia yang akan dicap lanjut usia adalah sekitar 1,2 milyar. Lansia merupakan kelompok usia yang memiliki ketergantungan terhadap kelompok usia produktif. Dengan presentase yang cukup besar, secara tak langsung, memiliki dampak sosial dan ekonomi, baik bagi individu, keluarga, maupun lingkungan sosial. Lansia merupakan kelompok penduduk yang rentan dan sedikitnya ada tiga faktor utama yang menyebabkan kelompok lansia rentan, yaitu tidak lagi produktif secara ekonomi, masalah kesehatan, dan membutuhkan pendamping sebagai pengasuh. Permasahan ini juga terjadi pada para lansia di Paguyuban Benteng Gading Mater Dei Madiun. Meskipun mereka memiliki cukup banyak kesibukan dalam kegiatan gereja, namun tidak sedikit yang juga masih mengeluhkan permasalahan-permasalahan yang terjadi pada masa lansia ini. Oleh karena itu, program pendampingan ini dilakukan sehingga dapat membuat para lansia ini menjadi Lansia yang Tangguh sehingga dapat mampu menghadapi permasalahan-permasalahan di masa lansia. Kegiatan pendampingan yang telah dilakukan tersebut mendapatkan respon yang positif dari para lansia yang ada di Paguyuban Lansia Benteng Gading Mater Dei Madiun. Pendampingan ini sangat mengedukasi dan sangat bermanfaat bagi para lansia agar mereka dapat menjadi lansia yang Tangguh sehingga tidak merasakan kesepian dan stress dikarenakan tinggal sendirian.