Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Tingkat Resistensi Wereng Batang Coklat (Nilaparvata Lugens) Populasi Kecamatan Lemahabang Karawang Terhadap Insektisida Berbahan Aktif MIPC Alfarizi, Muhammad Zuhal; Afifah, Lutfi; Adhi, Satriyo Restu; Irfan, Budi
JURNAL AGROPLASMA Vol 10, No 2 (2023): JURNAL AGROPLASMA VOLUME 10 NO 2 TAHUN 2023
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v10i2.4778

Abstract

Nilaparvata lugens is a major pest of rice in Indonesia which has been established since 1970. The use of synthetic pesticides to treat N.lugens by farmers is considered practical and the results are quickly seen. Continuous application of synthetic insecticides can lead to resistance. This study aims to determine the level of resistance of N. lugens from Lemahabang district, Karawang regency to the insecticide with the active ingredient MIPC. The research method used was an experimental method using a single factor Complete Randomized Design (CRD) with 7 treatments 4 replications consisting of: Control, MIPC 1 g/l, MIPC 2 g/l, MIPC 3 g/l , MIPC 4 g/l , Triflumezopyrim 0.5 ml/l, Azadirachtin 15 ml/l. Tests using N.lugens standard population and field population. The test method uses the IRAC 005 immersion method. The Resistance Ratio (RR) is determined by comparing the LC50 value of the field population with the standard population. The results showed N. lugens in the Lemahabang Subdistrict were still susceptible but there were indications of resistance to MIPC insecticides with  RR value of 1.07.  Keywords: MIPC,Mortality, Lethal Concentration, Resistance, SusceptibleTRANSLATE with x EnglishArabicHebrewPolishBulgarianHindiPortugueseCatalanHmong DawRomanianChinese SimplifiedHungarianRussianChinese TraditionalIndonesianSlovakCzechItalianSlovenianDanishJapaneseSpanishDutchKlingonSwedishEnglishKoreanThaiEstonianLatvianTurkishFinnishLithuanianUkrainianFrenchMalayUrduGermanMalteseVietnameseGreekNorwegianWelshHaitian CreolePersian //  TRANSLATE with COPY THE URL BELOW Back EMBED THE SNIPPET BELOW IN YOUR SITE Enable collaborative features and customize widget: Bing Webmaster PortalBack//  
Pengendalian Hama Tikus Sawah Berbasis Hayati dengan Burung Hantu Tyto Alba di Desa Sumberjaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang Afifah, Lutfi; Saputro, Nurcahyo W.; Adhi, Satriyo R.; Enri, Ultach
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v8i2.7467

Abstract

Tikus merupakan salah satu hama utama yang menyerang pertanaman padi di Desa Sumberjaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang. Pengen­dalian yang ramah lingkungan dapat menggunakan agens biologis burung hantu Tyto alba. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk men­sosialisasikan dan memberi pelatihan kepada kelompok tani di Desa Sumber­jaya untuk bisa membuat dan melestarikan pengendalian berbasis hayati dengan menggunakan burung hantu untuk pengendalian tikus sawah. Kegiatan pengabdian masyarakat mitra nya yaitu kelompok tani Kedung Jaya, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tempuran. Hasil dalam kegiatan peng­abdi­an masyarakat ini adalah 80% petani mampu membuat rubuha dan mampu melakukan konservasi musuh alami dengan penanaman refugia. T. alba datang secara alami dan mempergunakan sarang buatan tersebut sebagai tempat pemantauan tikus di areal persawahan. Rubuha yang dibuat oleh tim pengabdian masyarakat bersama dengan petani berjumlah satu rubuha, dengan adanya rubuha contoh tersebut petani mendapatkan pe­nge­tahuan untuk bisa membuat rubuha secara mandiri di Desa Sumberjaya. Adanya rubuha sebagai pengendali hama tikus dan penggunaan refugia untuk konservasi musuh alami menjadikan contoh bagi kelompok tani lain di Desa Sumberjaya untuk bisa mengendalikan hama secara ramah lingkungan.
Potensi Ekstrak Daun Biduri (Calotropis gigantea L.) sebagai Insektisida Nabati pada Kutu Daun Cabai (Aphis gossypii Glover.) Adhi, Satriyo Restu
Indonesian Journal of Agrotech Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33661/jai.v8i1.8986

Abstract

Aphis gossypii Glover (Hemiptera: Aphididae) is a polyphagous insect that can attack various types of plants. Its presence on chili plants can cause significant yield losses. In addition, this aphid also acts as a vector for viruses that can attack chili plants. Control of aphids is generally done using synthetic pesticides, but the use of these pesticides can have a negative impact on the environment and human health. As an alternative, plant-based insecticides can be used to control these insects. One plant that has potential as a plant-based insecticide is gigantic swallow wort (Calotropis gigantea Linn.). Gigantic swallow wort leaf extract contains secondary metabolites such as flavonoids, terpenoids, alkaloids, and others that have toxic effects on aphids. This study aims to analyze the effect of gigantic swallow wort leaf extract on the mortality of chili aphids. The research method used a completely randomized design with five treatments of gigantic swallow wort extract concentration, namely 0%; 0.5%; 1%; 1.5%; and 2%. The test was conducted by spray method, and the mortality of aphids was observed for three days. The highest mortality was found in the 2% gigantic swallow wort extract concentration treatment with a mortality percentage of 76.67%. Based on literature studies, the presence of secondary metabolite compounds such as alkaloids, glycosides, terpenoids, flavonoids, and others. These compounds are thought to have an insecticidal effect and can interfere with the metabolism of aphids. The use of plant-based insecticides can be an alternative that is more environmentally friendly and safe for non-target organisms. In addition, this study also provides information on the content of secondary metabolites in biduri extract that play a role in controlling pests.
Kelimpahan Serangga akibat Beberapa Teknik Pengendalian pada Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Rahmadianti, Shifani Shintya; Afifah, Lutfi; Adhi, Satriyo Restu; Irfan, Budi
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v12i2.762

Abstract

The decline in the production of long beans in Indonesia is one of the causes of a pest attack. The majority of farmers in Indonesia, still use synthetic pesticides as a pest control effort. The aim of this research is to obtain a pest control technique that gives the lowest result against insect abundance in long bean crops. (Vigna sinensis L). The study used a single factor random group design (RAK) method with 6 repetitions and 4 treatments including: No Treatment/Control (K), Biointensive Control (PB), Combined Control (PK) and Synthetic Control. (PS). The sampling of insects is done using 3 traps: yellow traps, pitfall traps and insect net traps. Sampling is done 10 times, starting from 1 – 10 mst. The data analyzed using a scale fingerprint, on a different real result will be performed a further trial of the Minimum Real Difference with a degree of 5%. PS control shows the results of the analysis with the lowest average abundance on insect net trap (SNT) of (130.17) and pitfall trap (PFT) of (147.50) different real from other treatments, but no real difference on yellow board trap (YST) of size (104,50).
UJI EFEKTIVITAS JAMUR ANTAGONIS ASAL LIMBAH JAMUR TIRAM TERHADAP INTENSITAS PENYAKIT LAYU FUSARIUM (Fusarium oxysporum f.sp. cepae ) PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Lestari, Fauziah; Adhi, Satriyo Restu; Mustikasari, Fauzia
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v9i2.5357

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang paling penting setelah cabai, terutama untuk kebutuhan pengolahan makanan. Penyakit layu fusarium yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum f.sp cepae patogen yang menimbulkan kehilangan hasil sampai 50%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perlakuan jamur antagonis Trichoderma sp. dan Gliocladium sp. asal limbah jamur tiram manakah yang paling mampu menekan penyakit layu fusarium (Fusarium oxysporum f.sp cepae ) pada tanaman bawang merah. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 9 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu; T0 = (Kontrol), T1 = (Aplikasi Fungisida), T2 = (Antagonis Trichoderma sp. 1), T3 = (Antagonis Trichoderma sp. 2), T4 = (Antagonis Trichoderma sp. 3), T5 = (Antagonis Trichoderma sp. 4), T6 = (Antagonis Gliocladium sp. 1), T7 = (Trichoderma sp. Komersial), dan T8 = (Gliocladium sp. Komersial). Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya pengaruh nyata pemberian jamur antagonis asal limbah jamur tiram terhadap intensitas penyakit layu fusarium pada tanaman bawang merah namun perlakuan terbaik ditunjukkan oleh perlakuan T6 (Antagonis Gliocladium sp. 1) yang memberikan nilai skala terkecil sebesar 16,53%. Dan tidak memberikan perbedaan nyata pada hasil pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, diameter umbi, bobot basah umbi, dan bobot kering umbi.
INISIASI PEMBUATAN FORMULASI PESTISIDA NABATI MENGGUNAKAN DRY SOLAR CHAMBER UNTUK MENGENDALIKAN HAMA DAN PENYAKIT RAMAH LINGKUNGAN Satriyo Restu Adhi; Winda Rianti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.17816

Abstract

Abstrak: Keberadaan organisme pengganggu tumbuhan masih menjadi kendala dalam kegiatan produksi pertanian di Desa Malangsari, Karawang. Penggunaan pestisida sintetis dalam mengendalikan hama dan penyakit menimbulkan dampak negatif bagi manusia dan lingkungan. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pengetahuan dan keahlian praktis pada kelompok tani dengan jumlah 12 orang di Desa Malangsari untuk mampu memanfaatkan tanaman potensial sebagai bahan baku pestisida nabati yang diolah menggunakan dry solar chamber. Metode yang dilakukan untuk kegiatan PkM diintegrasikan dengan kegiatan KKN Mahasiswa, berisi kegiatan analisis permasalahan dan potensi wilayah yang dilakukan secara purposive sampling pada petani, simulasi dan penyuluhan penggunaan dry solar chamber dan pembuatan formulasi tepung pestisida nabati, serta monitoring dan evaluasi dengan melakukan wawancara setelah dilakukannya kegiatan PkM. Hasil didapatkan jika penggunaan dry solar chamber mampu memerangkap energi panas dengan kisaran suhu 35,6° - 45,3° C dan mengefisiensikan proses pengeringan. Formulasi pestisida nabati yang dibuat memiliki kemampuan dalam mengendalikan serangga uji. Berdasarkan tingkat pemahaman petani, terjadi peningkatan pemahaman dari 27% menjadi 100% dalam hal pengendalian OPT menggunakan pestisida nabati sebagai alternatif dari pestisida sintetik.Abstract: The presence of plant pest organisms is still an obstacle in agricultural production activities in Desa Malangsari, Karawang. The use of synthetic pesticides in controlling pests and diseases has a negative impact on humans and the environment. The purpose of this service is to provide knowledge and practical skills to a group of 12 farmers in Desa Malangsari to be able to utilize potential plants as raw materials for vegetable pesticides processed using a dry solar chamber. The method carried out for PkM activities is integrated with Student Community Service activities, containing problem analysis activities and potential areas carried out by purposive sampling of farmers, simulation and counseling on the use of dry solar chambers and making vegetable pesticide flour formulations, as well as monitoring and evaluation by conducting interviews after PkM activities. The results obtained if the use of a dry solar chamber is able to trap heat energy with a temperature range of 35.6° - 45.3° C and streamline the drying process. The vegetable pesticide formulation made has the ability to control the test insects. Based on the level of understanding of farmers, there was an increase in understanding from 27% to 100% in terms of pest control using vegetable pesticides as an alternative to synthetic pesticides.
INOVASI KEMASAN RAMAH LINGKUNGAN SEBAGAI STRATEGI MENCIPTAKAN NILAI TAMBAH PRODUK PANGAN LOKAL Indrajit Wicaksana; Satriyo Restu Adhi; Yuridistya Primadhita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26864

Abstract

Abstrak: Desa Pasirukem termasuk desa terkecil di Kabupaten Karawang. Selain bertani, salah satu mata pencaharian mayoritas penduduk adalah menjual produk pangan. Minimnya pengetahuan dan kemampuan produksi membuat proses pembuatan produk pangan masih berlangsung secara tradisional, hanya dikemas dengan plastik, dan tidak memperhatikan keramahan lingkungan. Tujuan program pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pelaku usaha Desa Pasirukem akan pentingnya usaha ramah lingkungan melalui sosialisasi dan pelatihan kemasan ramah lingkungan. Kegiatan diikuti 20 pelaku usaha pangan. Tingkat ketercapaian program terlihat pada peningkatan hasil pre-test dan post-test yang dibagikan kepada peserta. Hasil akhir rata-rata memperlihatkan 92,5% peserta memahami tentang usaha ramah lingkungan dan 87,5% peserta memahami pembuatan kemasan ramah lingkungan. Melalui pelatihan ini tercipta kemasan ramah lingkungan sehingga menciptakan nilai tambah sebagai produk oleh-oleh khas Karawang. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi cikal bakal pembuatan kemasan ramah lingkungan untuk produk pangan lokal lainnya dan meningkatnya daya saing produk pangan lokal Desa Pasirukem. Abstract: Desa Pasirukem is one of the smallest villages in Kabupaten Karawang. In addition to farming, one of the livelihoods of the majority of the population is selling pfood products. The lack of knowledge and production skills means that the process of making food products is still carried out traditionally, only packaged in plastic, and not pay attention to environmental friendliness. The purpose of this community service program is to increase the knowledge and skills of Desa Pasirukem business actors regarding the importance of environmentally friendly businesses through socialization and training in environmentally friendly packaging. The activity was attended by 20 food business actors. The level of program achievement can be seen in the increase in pre-test and post-test results distributed to participants. The final results on average show that 92.5% of participants understand environmentally friendly businesses and 87.5% of participants understand making environmentally friendly packaging. Environmentally friendly packaging was created through this training, thereby creating added value as a signature Karawang product. This activity is expected to be the forerunner to the creation of environmentally friendly packaging for other local food products and increase the competitiveness of local food products in Pasirukem Village.
RESPONS PERTUMBUHAN BAYAM DURI (Amaranthus spinosus L.) AKIBAT PEMBERIAN BIOHERBISIDA ASAL EKSTRAK TUMBUHAN Nurkhotimah, Salwa; Restu Adhi, Satriyo; Mustikasari, Fauzia
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v10i1.5376

Abstract

Gulma bayam duri (Amaranthus spinosus L.) memiliki sifat sebagai tanaman pengganggu dan dapat menurunkan produktivitas tanaman budi daya (Sulistyono, 2017). Bioherbisida yang berbahan aktif senyawa alelopati ini dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan pengendalian gulma di lahan budi daya (Soltys et al., 2013). Tanaman yang mengandung senyawa alkaloid, saponin, tannin, resin, triterpenoid dan flavonoid dapat diindikasikan menjadi bioherbisida karena memberikan efek fitotoksisitas pada gulma bayam duri (Riskitavani dan Purwani, 2013). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respons gulma bayam duri akibat pemberian ekstrak tumbuhan dan mengetahui konsentrasi yang memberikan pengaruh tertinggi dalam menekan pertumbuhan gulma bayam duri. Penelitian menggunakan RAK Faktor Tungggal yang terdiri dari 8 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol negatif, ekstrak alang-alang konsentrasi 15% dan 30% , ekstrak bandotan konsentrasi 15% dan 30%, ekstrak kirinyuh konsentrasi 15% dan 30%, kontrol positif (Herbisida sintetik) Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan dengan konsentrasi tidak memberikan pengaruh dalam menekan pertumbuhan bayam duri. Tetapi ekstrak kiriyuh 30% memberikan pengaruh yang paling baik dibandingkan dengan ekstrak tumbuhan lainnya, yaitu dengan berat rata-rata bobot basah 0,41 g, rata-rata bobot kering 0,07 g, dan rata-rata tinggi 6,54 cm.
UJI EFEKTIVITAS BEBERAPA ISOLAT JAMUR ANTAGONIS (Trichoderma sp.) ASAL LIMBAH MEDIA TANAM JAMUR MERANG TERHADAP INTENSITAS BEBERAPA PENYAKIT PENTING PADA TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) Fitrianingtyas, Annisa Dwi Rahayu; Adhi, Satriyo Restu; Mustikasari, Fauzia
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v10i1.5365

Abstract

Disease attacks remain a significant issue in the soybean cultivation process. The purpose of this study is to determine the most effective antagonist fungus isolate (Trichoderma sp.) from mushroom-growing medium waste in suppressing the intensity of several important diseases in soybean plants (Glycine max L.). The research method to be used is a Single Factor Randomized Block Design (RBD) experiment, consisting of 8 treatments and 4 replications. The treatments are as follows: A0 (Control), A1 (Trichoderma sp. 1), A2 (Trichoderma sp. 2), A3 (Trichoderma sp. 3), A4 (Trichoderma sp. 4), A5 (Trichoderma sp. 5), A6 (Commercial Trichoderma sp.), and A7 (Synthetic Fungicide). The study results showed the presence of 4 diseases: frogeye leaf spot (Cercospora sojina), purple seed stain (Cercospora kikuchii Mats.), bacterial pustule (Xanthomonas axonopodis), and soybean mosaic virus (Soybean mosaic virus). The variance analysis and further DMRT (Duncan Multiple Range Test) at a 95% confidence level showed that treatment A3 (Trichoderma sp. 3) resulted in the lowest disease severity intensity of bacterial pustule (0.85%). Treatments A2 (Trichoderma sp. 2) and A3 (Trichoderma sp. 3) resulted in the lowest incidence intensity of bacterial pustule (15.48%). Treatments A3 (Trichoderma sp. 3) and A4 (Trichoderma sp. 4) showed the lowest incidence intensity of purple seed stain (25%). Treatment A5 (Trichoderma sp. 5) resulted in the highest wet seed weight (13.58 g) and the highest dry seed weight (5.74 g). Treatments A2, A3, and A4 can be recommended for disease control to reduce the severity and incidence intensity of diseases. Treatment A5 can be recommended for increasing the seed weight yield in soybean plants.
UJI EFEKTIVITAS PESTISIDA NABATI TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP HAMA KUTU BERAS (Sitophilus oryzae L.) Nopiani, Siti; Afifah, Lutfi; Adhi, Satriyo Restu
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v10i1.5525

Abstract

Kutu beras (Sitophilus oryzae L.) merupakan hama utama yang menyerang beras. Serangan kutu beras (S. oryzae) dapat menyebabkan bulir beras patah sampai hancur menjadi tepung, perubahan rasa dan aroma, sehingga nilai jualnya menurun. Pengendalian yang umum dilakukan yaitu secara kimiawi dengan cara fumigasi, hal ini berbahaya karena akan meninggalkan residu sehingga diperlukan alternatif pengendalian. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan pestisida nabati yang dapat menekan dan mengendalikan kutu beras (S. oryzae) pada masa penyimpanan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal terdiri atas 9 perlakuan yaitu P0 (kontrol/tanpa perlakuan), P1 (ekstrak daun sirsak 10%), P2 (ekstrak daun sirsak 15%), P3 (ekstrak daun pandan wangi 10%), P4 (ekstrak daun pandan wangi 15%), P5 (ekstrak daun sukun 10%), P6 (ekstrak daun sukun 15%), P7 (ekstrak daun serai wangi 10%), dan P8 (ekstrak daun serai wangi 15%) dan diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P4 (ekstrak daun pandan wangi 15%) memberikan hasil rata-rata tertinggi pada mortalitas (97,50%) dan tingkat efikasi (97,50%). Penggunaan ekstrak daun pandan wangi 10% efektif dalam pengendalian kutu beras.