Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

INOVASI KEMASAN RAMAH LINGKUNGAN SEBAGAI STRATEGI MENCIPTAKAN NILAI TAMBAH PRODUK PANGAN LOKAL Indrajit Wicaksana; Satriyo Restu Adhi; Yuridistya Primadhita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.26864

Abstract

Abstrak: Desa Pasirukem termasuk desa terkecil di Kabupaten Karawang. Selain bertani, salah satu mata pencaharian mayoritas penduduk adalah menjual produk pangan. Minimnya pengetahuan dan kemampuan produksi membuat proses pembuatan produk pangan masih berlangsung secara tradisional, hanya dikemas dengan plastik, dan tidak memperhatikan keramahan lingkungan. Tujuan program pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pelaku usaha Desa Pasirukem akan pentingnya usaha ramah lingkungan melalui sosialisasi dan pelatihan kemasan ramah lingkungan. Kegiatan diikuti 20 pelaku usaha pangan. Tingkat ketercapaian program terlihat pada peningkatan hasil pre-test dan post-test yang dibagikan kepada peserta. Hasil akhir rata-rata memperlihatkan 92,5% peserta memahami tentang usaha ramah lingkungan dan 87,5% peserta memahami pembuatan kemasan ramah lingkungan. Melalui pelatihan ini tercipta kemasan ramah lingkungan sehingga menciptakan nilai tambah sebagai produk oleh-oleh khas Karawang. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi cikal bakal pembuatan kemasan ramah lingkungan untuk produk pangan lokal lainnya dan meningkatnya daya saing produk pangan lokal Desa Pasirukem. Abstract: Desa Pasirukem is one of the smallest villages in Kabupaten Karawang. In addition to farming, one of the livelihoods of the majority of the population is selling pfood products. The lack of knowledge and production skills means that the process of making food products is still carried out traditionally, only packaged in plastic, and not pay attention to environmental friendliness. The purpose of this community service program is to increase the knowledge and skills of Desa Pasirukem business actors regarding the importance of environmentally friendly businesses through socialization and training in environmentally friendly packaging. The activity was attended by 20 food business actors. The level of program achievement can be seen in the increase in pre-test and post-test results distributed to participants. The final results on average show that 92.5% of participants understand environmentally friendly businesses and 87.5% of participants understand making environmentally friendly packaging. Environmentally friendly packaging was created through this training, thereby creating added value as a signature Karawang product. This activity is expected to be the forerunner to the creation of environmentally friendly packaging for other local food products and increase the competitiveness of local food products in Pasirukem Village.
RESPONS PERTUMBUHAN BAYAM DURI (Amaranthus spinosus L.) AKIBAT PEMBERIAN BIOHERBISIDA ASAL EKSTRAK TUMBUHAN Nurkhotimah, Salwa; Restu Adhi, Satriyo; Mustikasari, Fauzia
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v10i1.5376

Abstract

Gulma bayam duri (Amaranthus spinosus L.) memiliki sifat sebagai tanaman pengganggu dan dapat menurunkan produktivitas tanaman budi daya (Sulistyono, 2017). Bioherbisida yang berbahan aktif senyawa alelopati ini dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan pengendalian gulma di lahan budi daya (Soltys et al., 2013). Tanaman yang mengandung senyawa alkaloid, saponin, tannin, resin, triterpenoid dan flavonoid dapat diindikasikan menjadi bioherbisida karena memberikan efek fitotoksisitas pada gulma bayam duri (Riskitavani dan Purwani, 2013). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respons gulma bayam duri akibat pemberian ekstrak tumbuhan dan mengetahui konsentrasi yang memberikan pengaruh tertinggi dalam menekan pertumbuhan gulma bayam duri. Penelitian menggunakan RAK Faktor Tungggal yang terdiri dari 8 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari kontrol negatif, ekstrak alang-alang konsentrasi 15% dan 30% , ekstrak bandotan konsentrasi 15% dan 30%, ekstrak kirinyuh konsentrasi 15% dan 30%, kontrol positif (Herbisida sintetik) Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan dengan konsentrasi tidak memberikan pengaruh dalam menekan pertumbuhan bayam duri. Tetapi ekstrak kiriyuh 30% memberikan pengaruh yang paling baik dibandingkan dengan ekstrak tumbuhan lainnya, yaitu dengan berat rata-rata bobot basah 0,41 g, rata-rata bobot kering 0,07 g, dan rata-rata tinggi 6,54 cm.
INTENSITAS PENYAKIT TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS CIHERANG PADA APLIKASI BEBERAPA TEKNIK PENGENDALIAN Sandi Ramadhan; Afifah, Lutfi; Satriyo Restu Adhi; Budi Irfan
Jurnal Agrotech Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v13i2.148

Abstract

Teknik pengendalian penyakit tanaman dapat memengaruhi intensitas penyakit. Penelitian ini bertujuan mendapatkan teknik pengendalian terbaik yang dapat menekan intensitas penyakit pada tanaman padi (Oryza sativa L.) varietas Ciherang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan rancangan acak kelompok (RAK) faktor tunggal, terdiri dari 4 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan teknik pengendalian terdiri dari kontrol (K), pengendalian kombinasi (PK), pengendalian biointensif (PB) dan pengendalian sintetis (PS). Data hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam dan apabila hasilnya berbeda nyata, maka diuji lanjut dengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat pengaruh nyata pada intensitas penyakit blas (Pyricularia oryzae), hawar daun bakteri (Xanthomonas oryzae), dan hawar daun pelepah (Rhizoctonia solani). Perlakuan PS memberikan hasil terendah terhadap insidensi penyakit blas (39,3-37,6%), insidensi hawar daun bakteri (15,5-54,5%), insidensi hawar daun pelepah (0,3-60,6%), severitas penyakit blas (31,1-51,1%), severitas penyakit hawar daun bakteri (14,5-39,0%), dan severitas hawar daun pelepah (0,2-25,8%).