Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

IDENTIFIKASI METABOLIT PRIMER PADA TANAMAN BLACK SAPOTE (Diospyros dygina) Dalimunthe, Nur Asyiah; Steven, Bobby; Fitrah, Saidul; Sahfitra, Angga Ade
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6514

Abstract

ABSTRAKBlack sapote (Diospyros dygina) termasuk buah yang baru dikenal masyarakat, disukai dan mulai banyak ditanam. Informasi nutrisi pada black sapote masih terbatas, sehingga penelitian ini bertujuan mengidentifikasi metabolit primer pada daun dan daging buah black sapote yang dikenal sebagai sawo hitam atau kesemek hitam, menggunakan metode SNI 01-2891-1992. Parameter nutrisi yang diamati mencakup kadar air, karbohidrat, lemak total dan protein. Hasil analisis menunjukkan bahwa daun black sapote mengandung kadar air sebesar 58.8%, karbohidrat 1.95%, lemak total 0.72%, dan protein 87.26%. Sementara itu, daging buahnya memiliki kadar air 84.1%, karbohidrat 2.31%, lemak total 0.29%, dan protein 1.05%. Temuan ini mengindikasikan bahwa black sapote memiliki potensi sebagai sumber pangan bernutrisi tinggi dan dapat dimanfaatkan lebih lanjut dalam pengembangan produk olahan serta mendukung pertanian berkelanjutan. ABSTRACKBlack sapote is a fruit that has just become known to the public, is liked and is starting to be widely planted. Nutritional information on black sapote was still limited, so this research aimed to identify primary metabolites in the leaves and flesh of black sapote (Diospyros dygina), known as sawo hitam or black persimmon, using the SNI 01-2891-1992 method. The nutritional parameters observed included water content, carbohydrates, total fat and protein. The analysis results showed that black sapote leaves contain water content of 58.8%, carbohydrates 1.95%, total fat 0.72%, and protein 87.26%. Meanwhile, the flesh of the fruit had water content of 84.1%, carbohydrates 2.31%, total fat 0.29%, and protein 1.05%. These findings indicated that black sapote had potential as a highly nutritious food source and can be further utilized in developing processed products and supporting sustainable agriculture.  
IDENTIFIKASI KANDUNGAN SENYAWA METABOLIT SEKUNDER PADA BATANG DAN DAUN SURAT DIBATA (Macodes petola) MENGGUNAKAN GAS CHROMATOGRAPHY SPECTROMETRY (GCMS) Sianturi, Parulian; Dalimunthe, Nur Asyiah; Sahfitra, Angga Ade; Aziz, Rizal; Sihotang, Saipul
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 8 No. 2 (2024): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, Juni
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v8i2.12725

Abstract

This study, entitled Identification of Secondary Metabolite Compounds in the Stems and Leaves of Surat Dibata (Macodes petola) Using Gas Chromatography Mass Spectrometry (GCMS) aims to determine the compounds and their concentrations of secondary metabolites present in the stems and leaves of Surat Dibata (Macodes petola) using Gas Chromatography Mass Spectrometry (GCMS). The methods used in this study include maceration extraction to identify secondary metabolite compounds and Gas Chromatography Mass Spectrometry (GCMS) to determine the concentrations of these compounds in the stems and leaves of Surat Dibata (Macodes petola). The results of the study showed that the extraction identified secondary metabolite compounds such as steroids in the stems and flavonoids, steroids, and tannins in the leaves. Based on the results from the GCMS analysis, the stems were found to contain 0.63% steroids, while the leaves contained 0.002% flavonoids, 0.002% tannins, and 2.215% steroids.
Pengembangan Air Baku Berkualitas Untuk Irigasi Cabai Dengan Deironing System di Desa Kuta Baru Tebing Tinggi Dalimunthe, Nur Asyiah; Anisa, Yuan`; Azmi, Fadhillah; Ilham, M.; Saragih, Defi Mita Fitrianti
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/8p8cn296

Abstract

Petani cabai di Desa Kuta Baru, Kecamatan Tebing Tinggi, menghadapi permasalahan kualitas air irigasi akibat tingginya kandungan besi terlarut pada sumber air yang digunakan. Hasil pengukuran awal menunjukkan kadar besi terlarut sebesar 4,11 miligram per liter, yang menyebabkan terbentuknya endapan, penyumbatan saluran irigasi, serta penurunan kualitas lahan pertanian. Kegiatan ini merupakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM)  yang didanai melalui Dana Internal Yayasan (DIYA) Universitas Medan Area dan bertujuan mengembangkan air baku irigasi yang lebih layak melalui penerapan sistem deironing berbasis aerasi dan penyaringan sederhana yang mudah dioperasikan oleh petani. Metode kegiatan meliputi identifikasi kondisi awal kualitas air, perancangan dan pemasangan sistem deironing, pengujian kualitas air sebelum dan sesudah pengolahan, serta pendampingan dalam pengoperasian dan pemeliharaan alat. Hasil kegiatan menunjukkan penurunan kadar besi terlarut secara signifikan menjadi 0,32 miligram per liter setelah proses pengolahan, disertai peningkatan kejernihan air irigasi. Perbaikan kualitas air tersebut berdampak positif terhadap kondisi lahan dan mendukung pertumbuhan tanaman cabai yang lebih optimal. Kegiatan ini disimpulkan efektif dalam meningkatkan kualitas air irigasi dan berpotensi diterapkan secara berkelanjutan pada wilayah pertanian dengan permasalahan serupa.