Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Sikap Politik Dan Hukum Internasional Indonesia Terkait Penyerangan Rusia Ke Ukraina Saryono, Saryono; Fajarianti, Aulia; Kurniawati, Lia Dahlia; Akbariah, Ainun Alfasari; Jabar, Ibnu Abdul; Yulyanti, Fitri
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 2 No. 2 (2022): Civic Education Dalam Perspektif Global
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.697 KB) | DOI: 10.37640/jcv.v2i2.1529

Abstract

Abstrak—Berdasarkan permasalahan dalam penelitian ini, tujuan umum dalam penelitian ini ialah untuk memperoleh data empiris mengenai variabel yang berhubungan dengan sikap politik dan hukum internasional baik secara global maupun Indonesia serta langkah yang seharusnya diambil Indonesia sebagai negara dengan penganut prinsip politik bebas aktif atau non blok. Sedangkan secara khusus, tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pandangan politik dan hukum internasional baik secara global maupun Indonesia dalam menyikapi konflik antara Rusia dan Ukraina. (2) Untuk mengetahui serta menganalisis sikap politik danhukum internasional baik secara global maupun Indonesia dalam menyikapi konflik antara Rusia dan Ukraina. Invasi militer Rusia ke Ukraina sejak 24 Februari 2022 telah menimbulkan dampak yang sangat besar seperti menelan banyak korban jiwa, kerusakan sejumlah fasilitas umum dan pertahanan militer, melemahkan perekonomian negara yang terlibat, serta mengancam kedaulatan negara lainnya yang ikut bersuara dan memberikan bantuan kekuatan militer kepada Ukraina. Penyerangan Rusia kepada Ukraina ini dilandasi dengan ketersinggungan Rusia atas keinginan Ukraina untuk segera bergabung kedalam NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) yang merupakan aliansi militer blok barat sejak perang dunia II. Kini, NATO tidak lagi beranggotakan negara blok barat melainkan seluruh negara di benua Eropa termasuk beberapa negara di Eropa Tengah dan Timur. Indonesia sebagai sahabat dari kedua negara tersebut dengan prinsip politik bebas aktifnya bertindak sebagai mediator untuk meredam dan mengembalikan kedamaian keduanya. Implikasi berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka Indoensia sudah seharusnya tidak membiarkan negara lain mendikte keputusan dan langkah politik bebas aktif serta memperkuat pertahanan dan persatuan nasional.
Dampak Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Terhadap Sembilan Bahan Pokok (Sembako) Di Kecamatan Tambun Selatan Dalam Masa Pandemi Dewi, Yuliani; S, Saryono; Dini , Apriani; M, Maghfiroh; Mauli, Ro
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 2 No. 2 (2022): Civic Education Dalam Perspektif Global
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.659 KB) | DOI: 10.37640/jcv.v2i2.1533

Abstract

Abstrak— Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan komoditas yang memegang peranan vital dalam semua aktivitas ekonomi. Dampak langsung perubahan harga minyak ini adalah perubahanperubahan biaya operasional yang mengakibatkan tingkat keuntungan kegiatan investasi langsung terkoreksi. Secara sederhana tujuan investasi adalah untuk maksimisasi kemakmuran melalui maksimisasi keuntungan, dan investor selalu berusaha mananamkan dana pada investasi yang efisien dan aman. Kenaikan harga BBM bukan saja memperbesar beban masyarakat kecil pada umumnya tetapi juga bagi dunia usaha pada khususnya. Hal ini dikarenakan terjadi kenaikan pada pos-pos biaya produksi sehingga meningkatkan biaya secara keseluruhan dan mengakibatkan kenaikan harga pokok produksi. Multiple efek dari kenaikan BBM ini antara lain meningkatkan biaya overhead pabrik karena naiknya biaya bahan baku, ongkos angkut ditambah pula tuntutan dari karyawan untuk menaikkan upah yang pada akhirnya keuntungan perusahaan menjadi semakin kecil. Gejolak harga minyak dunia mulai terlihat sejak tahun 2021. Ada sejumlah faktor penyebab terjadinya gejolak ini, salah satunya adalah persepsi terhadap rendahnya kapasitas cadangan harga minyak yang ada saat ini, yang kedua adalah naiknya permintaan (demand) dan di sisi lain terdapat kekhawatiran atas ketidak mampuan negara-negara produsen untuk meningkatkan produksi. Sebetulnya kenaikan harga BBM bukanlah hal baru yang terjadi di negeri ini. Gejolak harga minyak dunia diketahui terjadi pada 1998. Kala itu, Indonesia mulai memasuki era Reformasi, sekaligus mengalami krisis moneter. Sejak masa pemerintahan Soeharto hingga Joko Widodo sekarang ini, harga BBM terus merangkak naik. Hanya Presiden B.J Habibie yang tidak menaikkan harga BBM. Ia justru menurunkan harga BBM sebesar Rp200, dari semula Rp1.200 per liter menjadi Rp1.000 per liter.
Penguatan Lembaga Perlindungan Ham Untuk Menciptakan Keadilan Dan Pembangunan Masyarakat Papua Hardiyanto, Lutfi; Saryono, Saryono
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 3 No. 1 (2023): Nilai Toleransi Dalam Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v3i1.1732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara lebih dalam mengenai isu-isu atau permasalahan pelanggaran HAM yang terjadi di Papua dan peranan lembaga-lembaga terkait dalam mengatasi permasalahan pelanggaran HAM di Papua. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan beberapa poin-poin solusi yang dapat membantu mengatasi pelanggaran HAM yang ada di Papua, seperti rencana pembangunan papua berkelanjutan, perlindungan hukum bagi aktivis HAM Papua, membentuk tim pengawas HAM secara khusus, menggalakkan isu-isu pelanggaran HAM Papua melalui pers mahasiswa, mengadakan kampanye sosial dan solusi lainnya. Penulis juga memberikan data-data realistis dari beberapa sumber yang terpercaya sebagai studi pustaka yang dapat mendukung argumentasi dan pelaksanaan solusi-solusi yang penulis berikan. Isu Papua Merdeka muncul dikarenakan beberapa faktor, yaitu adanya diskriminasi terhadap orang Papua, pembangunan Papua yang kurang mendapat perhatian, kurangnya kebijakan serta peranan lembaga HAM yang dapat melindungi, sikap diskriminatif masyarakat luar terhadap orang Papua, dan lain sebagainya. Pembangunan di Papua pun masih bilang tertinggal dibandingkan dengan provinsi lainnya yang menyebabkan kualitas hidup masih terbilang jauh dari kata baik. Ditambah lagi dengan sikap masyarakat yang masih kurang peduli dengan apa yang terjadi di Papua. Oleh karena itu, sebagai masyarakat Indonesia kita harus meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama masyarakat Indonesia tanpa terkecuali. Hal ini demi terwujudnya keadilan dengan menegakan hukum sesuai dengan filosofis yang terdapat dalam filsafat hukum. Untuk mengatasi permasalahan tersebut juga dapat dilakukan dengan peningkatan lembaga HAM, kebijakan mengenai HAM dan pembangunan berkelanjutan di Papua, serta baik masyarakat maupun pemerintah lebih peduli lagi dengan isu-isu mengenai diskriminasi dan pelanggaran HAM.
Konsep Dasar Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Saryono, Saryono; Iriansyah, Herinto Sidik; Hardiyanto, Lutfi
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 4 No. 1 (2024): Harmoni Budaya: Pendidikan Karakter, Kesadaran Hukum, Kearifan Lokal, dan Parti
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v4i1.1959

Abstract

Penelitian ini membahas konsep dasar pendidikan budaya dan karakter bangsa dengan menggunakan metode penelitian pustaka sebagai pendekatan utama. Melalui analisis berbagai sumber tertulis yang relevan, peneliti bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang konsep-konsep tersebut. Proses pengumpulan data dilakukan dengan hati-hati melalui akses dan penelaahan literatur dari berbagai sumber seperti database akademik, perpustakaan digital, dan jurnal ilmiah. Data tersebut kemudian dianalisis secara sistematis untuk mengeksplorasi pandangan, teori, dan konsep yang berkaitan dengan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Hasil dari penelitian dapat memberikan kontribusi yang berharga dalam memperdalam pemahaman tentang konsep dasar pendidikan budaya dan karakter bangsa, serta memberikan landasan yang kokoh bagi pengembangan kebijakan, kurikulum, dan praktik pendidikan yang mendorong nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang diinginkan.
Landasan Filosofis Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Hardiyanto, Lutfi; Iriansyah, Herinto Sidik; Saryono, Saryono
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 4 No. 1 (2024): Harmoni Budaya: Pendidikan Karakter, Kesadaran Hukum, Kearifan Lokal, dan Parti
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v4i1.1973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali landasan filosofis yang mendasari pendidikan budaya dan karakter bangsa di Indonesia. Metode penelitian pustaka digunakan sebagai pendekatan utama, di mana penulis mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber tertulis yang relevan dengan topik tersebut. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cermat melalui akses ke berbagai database akademik, perpustakaan digital, jurnal ilmiah, dan publikasi terkait lainnya. Data yang terkumpul dianalisis secara sistematis untuk mengeksplorasi konsep-konsep kunci dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter di Indonesia didasarkan pada nilai-nilai luhur yang tercermin dalam Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, gotong royong, etika, moralitas, dan nilai-nilai kemanusiaan. Pancasila memainkan peran sentral dalam membentuk karakter warga negara dengan memberikan panduan utama melalui lima sila yang mencakup aspek agama, moralitas, sosial, dan politik. Konsep Bhinneka Tunggal Ika mempromosikan toleransi dan harmoni sosial, sementara filosofi gotong royong mengajarkan kerja sama dan solidaritas antarwarga negara. Filosofi etika dan moralitas memberikan landasan moral yang kuat untuk pendidikan karakter, sementara nilai-nilai kemanusiaan menciptakan masyarakat yang adil dan beradab. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam memahami landasan filosofis pendidikan budaya dan karakter bangsa, serta memberikan dasar yang kuat untuk pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan yang mempromosikan nilai-nilai luhur dalam masyarakat Indonesia.
Education Management in Early Childhood Education: Curriculum Governance, Human Resources, Financing, and Quality Development Iriansyah, Herinto Sidik; Saryono, Saryono
Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) STKIP Kusuma Negara Vol 17 No 2 (2026): Inclusive Education dan Differentiated Instruction
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jip.v17i2.2655

Abstract

This study aims to identify patterns of findings, research trends, and research gaps in the field of Early Childhood Education (PAUD) management through a Systematic Literature Review (SLR) approach using the PRISMA protocol. A total of 22 articles published in the recent period were analyzed based on four main domains, namely curriculum management, human resource management, financing/finance, and PAUD quality development. The results of the review show that PAUD management research is still dominated by descriptive approaches and local case studies with a focus on learning implementation, curriculum development, and character building. The important findings of this study reveal gaps in curriculum digitization, comprehensive human resource management systems, alternative financing innovations, and the application of data and technology-based quality management. This study recommends future research directions that focus on the development of digital and inclusive curriculum models, sustainable human resource management, collaborative financing systems, and the development of technology-based Internal Quality Assurance Systems (SPMI). These findings are expected to enrich the literature on PAUD management and serve as a reference for the development of more innovative and sustainable PAUD institutional management policies and practices.
Penguatan Karakter Cinta Tanah Air Melalui Ekstrakurikuler Paskibra di Sekolah Menengah Pertama Agustina, Dendi M; Sopian, Sopian; Saryono, Saryono
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 6 No. 1 (2026): Transformasi Nilai Kewargaan, Karakter, dan Praktik Sosial dalam Dinamika Pendi
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v6i1.2770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan ekstrakurikuler Paskibra dalam memperkuat pendidikan karakter, khususnya dalam menumbuhkan karakter cinta tanah air pada peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilakukan di SMP Negeri 1 Malausma, Kabupaten Majalengka. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, pembina dan pelatih Paskibra, serta 15 peserta didik anggota Paskibra yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Paskibra berkontribusi dalam menumbuhkan karakter cinta tanah air melalui pembiasaan nilai kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap simbol-simbol negara. Proses tersebut terjadi melalui pengalaman langsung peserta didik dalam kegiatan latihan, interaksi kelompok, dan partisipasi dalam aktivitas kebangsaan di sekolah. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan Paskibra dapat dipahami sebagai bentuk pembelajaran kewarganegaraan berbasis pengalaman yang mengintegrasikan civic knowledge, civic skills, dan civic disposition dalam pembentukan karakter peserta didik. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler Paskibra dapat menjadi strategi pedagogis yang efektif dalam memperkuat pendidikan karakter dan membangun kesadaran kebangsaan peserta didik di lingkungan sekolah.
Political Ethics Education and Student Political Culture: Legal Awareness as a Predictor of Democratic Participation among University Students Saryono, Saryono; Sunarso, Sunarso; Nasiwan, Nasiwan
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 7 No. 1 (2026): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v7i1.1309

Abstract

This study aims to examine the relationship between political ethics education and legal awareness on students’ political culture within the context of university organizations. A correlational quantitative design with a cross-sectional approach was employed. The participants consisted of 30 undergraduate students actively involved in campus organizations, selected through purposive sampling. Data were collected using a four-point Likert-scale questionnaire that met validity and reliability requirements (α = 0.79–0.85). Multiple regression analysis was conducted after fulfilling classical assumptions. The results indicate that political ethics education has a positive and significant effect on students’ political culture (β = 0.621; p < 0.01), as does legal awareness (β = 0.412; p < 0.05). Simultaneously, both variables explain 85.5% of the variance in political culture (R² = 0.855; p < 0.001). These findings suggest that the internalization of political ethics and legal understanding plays a crucial role in shaping students’ democratic participation. However, the results should be interpreted cautiously due to the limited sample size and non-random sampling.