Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Estetika : Persfektif Semiotik dan Semantik Film Free Guy Nafsika, Salsa Solli; Razan, Amany Putri
IRAMA Vol 3, No 1 (2021): February
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.104 KB) | DOI: 10.17509/irama.v3i1.40946

Abstract

Dalam film free guy sebagai peneliti mencari dan mengembangkannya melalui  menganalisis film tersebut dengan seksama. Salah satunya memahami bagian-bagian yang memliki teori saitifik melalui unsur semiotik dan simentik di dalamnya. Sehingga  peneliti dapat mengembangkan metode seni merupakan Bahasa perasaan. Maka dari itu dalam semiotik dan simentik di film tersebut sangat berkaitan erat dengan kehidup nyata, walaupun film tersebut di buat fiksi dengan mengembangkan beberapa animasi layaknya di dunia permainan tapi pesan yang di sampaikan melalui semiotik yang muncul sangat berkesan bagi penonton. Seni yang di bentuk dengan bahasa perasaan dalam film ini lebih menunjukkan visual atau gambar yang setiap Tindakan dan  kalimat yang berulang pada film, hal itu mencerminkan kepada kehidupan manusia juga. Namun dalam permainan yang membentuk seni berbagai macam cara yang dapat di aplikasikan sehingga dapt tersalurkan suatu Bahasa perasaan tersebut, seperti melaui Menyusun kode program hingga tercipta aplikasi permainan, lalu dalam permainan terdapat tokoh pendukung yang masing-masingnya memiliki seni berakting dalam mengutarakan perasaanya, seperti senang, jatuh cinta, sedih, egois, tidak peduli itu salah satu diantaranya bentuk ekpresi yang dirasakan, dapat disesuaikan melalui semiotika dan simentiklah yang sebelumnya disampaikan. Sehingga seni merupakan Bahasa perasaan secara luas dapat di utarakan dengan berbagai macam sikap, benda, gesture dan yang lainnya.
Analisis Kesulitan Dalam Perkuliahan Gambar Konstruktif Nafsika, Salsa Solli
IRAMA Vol 2, No 2 (2020): August
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.824 KB) | DOI: 10.17509/irama.v2i2.29981

Abstract

Kesulitan belajar yang dimaksud disini ialah kesukaran yang dialami peserta didik dalam menerima atau menyerap proses pendidikan, kesulitan belajar yang dihadapi peserta didik ini terjadi pada proses pendidikan berlangsung yang disampaikan atau ditugaskan oleh seorang pendidik. Hal ini dirasakan pada mata kuliah Menggambar Konstruktif yang merupakan salah satu mata kuliah dasar yang dilaksanakan pada semester pertama dan semester kedua muatan materi yang disajikan adalah gambar geometri dan gambar persfektif menggunakan teknik gambar mistar dan gambar persfektif sebuah gambar yang dibuat sesuai dengan pandangan mata manusia. Pada proses pencarian data penulis melakukan sebuah survey terhadap beberapa alumni maupun mahasiswa lama yang masih aktif dan mahasiswa baru yang sedang mengampu mata kuliah gambar konstruktif di Departemen Pendidikan Seni Rupa Universitas Pendidikan Indonesia. Besar harapan pada penelitian ini guna untuk mencari solusi dalam mengatasi kesulitan peserta didik yang akan dijabarkan pada analisa lanjutan.
Film Sebagai Media dalam Mengubah Cara Pandang Manusia dalam Prinsip Kemanusiaan Aldo, Aldo Syahrul Huda; Nafsika, Salsa Solli; Salman, Salman
IRAMA Vol 5, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/irama.v5i1.50149

Abstract

Film adalah salah satu media yang paling efektif dan kompleks. Film bisa membantu manusia dalam memanusiakan manusia. Film benar-benar menjadi media yang paling tepat dalam menyampaikan informasi sekaligus sebagai tuntunan untuk menyadarkan masyarakat. Sebagaimana peran film tidak akan terealisasikan jika tidak ada peran manusia yang memberi jalan untuk bertemu dengan penontonnya. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat, mahasiswa berperan untuk membantu menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan bermasyarakat. Film Opor Operan menjadi salah satu film yang tepat dalam mewujudkan Desa Tanpa Kelaparan. Dalam artikel ini digunakan pendekatan pendekatan yang didasarkan pada kegiatan pengabdian masyarakat. Hasil dan harapannya dalam menonton film ini bukan hanya jangka pendek tapi jangan panjang,
“JOKER” : Etetika Visual Karakter Film Huda, Aldo Syahrul; Nafsika, Salsa Solli
IRAMA Vol 4, No 2 (2022): August
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/irama.v4i2.46804

Abstract

Film “Joker” karya dari Todd Phillips ini secara garis besar bercerita tentang kehidupan urban dan psikologi dari seseorang yang baik tapi tersakiti. film Joker ini, membuat penonton ketika menonton film ini merasa tidak seperti sebuah film imajinatif belaka tetapi memang ini seperti kehidupan nyata yang sedang direkam oleh kamera. Oleh karena itu, keberhasilan sebuah film bukan hanya dari segi keuangan atau laku di pasaran saja, tetapi dari segi kualitas yang luar biasa yang disajikan kepada penonton. Salah satu peran penting karena keberhasilan karakter Joker dalam menarik perhatian dari masyarakat adalah dengan unsur wardrobe, make up, properti juga setting yang kuat karena terlahir dari pemikiran penata artistik dan sutradara yang juga kuat gagasannya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini mendeskripsikan dimana sebuah karakter dari Joker bisa mempengaruhi dalam emosi penonton yang dibedah melalui berbagai elemen-elemen artistik seperti wardrobe dan tata rias. film Joker adalah sebuah pengungkapan dari kemarahan dan dendam dari seseorang yang baik yang dijelaskan secara mendalam melalui penggambaran artistik. Pengungkapan sebuah kemarahan, kesedihan, bukan hanya melalui mimik muka dan adegan saja, tetapi juga melalui Artistik yang berbicara perihal pemaknaan perasaan dan kehidupan seseorang.
Estetika : Persfektif Semiotika dan Semantik pada film Salam dari Kepiting Selatan Nafsika, Salsa Solli; Huda, Aldo Syahrul
IRAMA Vol 3, No 2 (2021): August
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1200.714 KB) | DOI: 10.17509/irama.v3i2.40981

Abstract

Film Salam dari Kepiting Selatan ini adalah salah satu film pendek tahun 2017 yang berdurasi 20 menit yang disutradarai oleh Zhafran Solichin. Film ini memberikan gambaran tentang keluarga, keterbatasan, kehilangan, rasa cinta dan kasih sayang, dan pendidikan. Film Salam dari kepiting Selatan ini menceritakan tentang bagaimana menahan rasa sakit yang mendalam dan bagaimana untuk tetap bertahan hidup karena adanya kehilangan. Film Salam dari Kepiting Selatan ini memberikan banyak pemaknaan tentang cara menyikapi kehidupan. Penonton akan menangkap berbagai pemaknaan yang penting untuk diterapkan dalam kehidupan. penelitian ini adalah metode pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan berfokus pada penelitian yang tidak menggunakan hipotesis sehingga dalam penelitiannya tidak menghasilkan sebuah hipotesis. Kualitatif berisi dengan mengambarkan sebuah data hanya dengan menggunakan kata-kata atau kalimat yang akan memperoleh sebuah simpulan. Kajian menggunakan analisa pendekatan estetika dari Charles Sanders Pierce dalam mendiskripsikan tanda dan makna yang ada meliputi ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian dari film ini mengajarkan kita untuk mencintai orang yang terdekat dalam lingkungan kita, terutama lingkungan kecil yaitu keluarga. Masalah yang cenderung sederhana, natural, justru menjadikan suatu makna yang luar biasa untuk penikmatnya. Bagimana kehidupan yang dekat dengan kita akan hilang perlahan. Maka dari itu, nilai penting dari film “Salam dari Kepiting Selatan” ini adalah tentang menghargai sosok yang ada disekitar kita.
Analysis in Differences Concept of Setting on Tukang Ojek Pengkolan and Amanah Wali 6 Series Fazriah, Tisha Maulida; Nafsika, Salsa Solli
Cinematology: Journal Anthology of Film and Television Studies Vol 3, No 3 (2023): October
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ftv-upi.v3i3.56301

Abstract

Tukang Ojek Pengkolan and Amanah Wali 6 is a series that aired on RCTI Channel. Setting became the main highlight in this research, literature study, content analysis study, and comparative study became a reference in the author's research. There are some interesting differences between the two selected series. From the results of the analysis, the creative team is very influential in the success of a drama Series or film. If not creative, then the image of the series itself failed to awaken. The style of dress is also the main highlight of society, especially in the mise-en-scene. If the style of dress does not match the storyline, it can be said that it has not been successful, because clothes can also build a culture in films starring each of the players. Not only that, speaking style of dress can also be a medium of communication and messages for the wearer. In this context, the clothing of one of them is influential for the audience because it is the first part that is seen before the character's acting skills. Then the role of an art system is needed, because it must be able to direct the viewer to the plot that has been established by the writer and director. Both series are intelligent in choosing locations, although there are quite noticeable differences between the creation of sets and the utilization of existing sets. The details of the property are arranged equally impressively, the setting is made in such a way that it resembles the original setting. As in the Amanah Wali 6 Series, even though they are in the basement, they present the property as if juggling the contents of the room into a market and housing. It becomes an innovation so that the fictitious impression looks more real.
Pendampingan Perancangan Produksi Film Dokumenter Penghijauan Desa Pasir Biru, Sumedang Sebagai Branding Kampus Merdeka Salsa Solli Nafsika; Zakarias S Soeteja; Tri Karyono; Trianti Nugraheni; Sukanta Sukanta; Dedi Warsana; Defrizaldi Defrizaldi; Jihan Winarti
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2025): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.11.3.603-615

Abstract

This service is a support activity for exchange students program “pertukaran Mahasiswa Merdeka” (PMM) from various provinces through environmental campaigns using artistic video content to deal with the impact of infrastructure development and accessibility that affects changes in airflow and heat distribution. This environmental impact is the main focus for independent exchange student participants in realizing social contribution programs through reforestation activities in desa Pasir Biru Rancakalong Sumedang.  Through this reforestation program, we aim to increase environmental awareness, educate the public about the importance of protecting ecosystems, and reduce the impact of climate change resulting from National Infrastructure Development. So it is hoped that environmental campaigns through documentary films can inspire and motivate the wider community to participate in environmental conservation efforts. The research method uses a Base Research Design based on Documentary Film Production in the Reforesting Program involving research targets and community service targets  student of the Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) programs as the development of aesthetic skills in creating documentary films, service partners from the Department of Environment and Forestry (DLHK) , plant seed cultivation entrepreneurs, village governance, and all elements of society. The output of this service is in the form of a sustainable impact felt by the community and a documentary film from the development of artistic production design through video content to elaborate the brand image of the Kampus Merdeka Program in the environmental and temperature revitalization campaign in the area.