Articles
Pabrik Pakan Ternak
Adrianus Herman Jamlean;
Muchlis Alahudin;
Jeni Paresa
Musamus Journal of Architecture Vol 3 No 1 (2020): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mja.v3i1.6176
The term industry is often identified with all human economic activities that process raw goods or raw materials into semi-finished goods or finished goods. From this definition, the term industry is often referred to as manufacturing activities. The animal feed industry is an industry that carries out processing, testing of feeds and promotion of animal feed produced to farmers in increasing livestock production of higher quality. Data collection in research is very important to answer the problem in research. The method used is through written questions submitted to the informant (Head of the Livestock Service Office). In this case, the data collection methods that researchers use in this study, namely observation and interviews. Research interview is a research method which includes collecting data through direct question and answer interaction between interviewer (researcher) and respondent (informant) to gather as much information as possible on the problem under study.
Merauke Electronics And Iinformation Technology (Pendekatan Desain Arsitektur Kontemporer)
Andi Alfian Rivaldi;
Anton Topan;
Muchlis Alahudin
Musamus Journal of Architecture Vol 4 No 1 (2021): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mja.v4i1.6180
Ketergantungan manusia akan teknologi elektronik dan IT terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dari masa ke masa. Tak terkecuali dengan kota Merauke, di kota rusa ini teknologi elektronik dan IT begitu erat kaitannnya dengan kehidupan masyarakat kota .Dengan banyaknya kebutuhan elektronik dan IT kemudian menjamurlah banyak toko elektronik dan IT yang tersebar di beberapa titik di kota Merauke. Hal ini memberi efek positif dan negatif bagi kota Merauke sendiri sendiri. Masyarakat merasa kurang nyaman dalam eksplorasi produk karena letaknya yang tersebar, Di sisi yang lain, permintaan barang elektronik dan IT di kota Merauke terus meningkat dan berkembang pesat dari tahun ke tahun. Untuk mengantisipasi efek negatif yang terjadi dan mengembangkan efek positif dari fenomena di atas, maka dibutuhkan sebuah pusat elektronik dan IT di Kabupaten Merauke. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi langsung terhadap objek yang diteliti serta kuisioner. Selain itu data dari berbagai sumber berupa literature mengenai peraturan perancangan pusat perbelanjaan, buku, laporan dan jurnal. Hasil data yang di peroleh di gunakan sebagai acuan penentuan jenis kebutuhan ruang serta wujud bangunan dan fasade ME&IT. Perancangan Merauke Electronics And Information Technologi (ME&IT) pada daerah sektor perdagangan dan jasa Serta di fokuskan pada perdagangan dan promosi, Penerapan pendekatan desain Arsitektur Kontemporer akan di implementasikan pada bangunan terkhususnya pada penggunaan struktur serta material yang menyelubungai bangunan. Keserasian makna “light and culture” antara pencahayaan dan perpaduan budaya sehingga kesan yang ingin di capai dapat tersampaikan
Perpustakaan Universitas Musamus Merauke (Pendektan Desain Arsitektur Post Modern)
Nur Halimah;
Muchlis Alahudin;
Yashinta I.P Hematang
Musamus Journal of Architecture Vol 4 No 1 (2021): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mja.v4i1.6182
Perpustakaan Universitas Musamus merupakan salah satu fasilitas yang disediakan oleh pihak Universitas untuk para pengunjung baik yang datang sebagai tamu universitas ataupun civitas akademika universitas musamus. Perancangan perpustakaan ini dapat memberikan fasilitas yang baik demi kenyamanan bagi para pengunjung dengan menerapkan unsur filosofi perancangan Buku, Musamus, Tri Dharma Perguruan Tinggi dan tema Buku sebagai jendela dunia serta pendekatan desain Arsitektur Post Modern. Penelitian menggunakan metode deskriptis yaitu untuk mencari unsur-unsur, ciri-ciri, sifat-sifat. Metode deskriptis dilakukan melalui: survey, permintaan data, dokumentasi dan wawancara. Dimana data yang di peroleh akan menjadi acuan pada desain Perpustakaan. Jumlah mahasiswa Universitas Musamus sampai tahun 2017 adalah 10.388 mahasiswa, Luas tapak Perpustakaan Universitas Musamus 19.500 m2 (1.9 Ha). Menggunakan pendekatan desain Arsitektur Post Modern seperti memasukkan unsur lokal lainnya seperti adanya ukiran bentuk berpori yang melambangkan salah satu ciri dari musamus itu sendiri pada secondry skin dan juga tiang- tiang menyerupai bentuk tifa menuju pintu masuk bangunan, memaksimalkan pencahayaan alami (skylight), memperbesar bukaan (bukaan dapat ditembus oleh cahaya dan udara, udara dapat mengalir dalam bangunan dengan baik, penataan/pola tata masa bangunan dan peletakkan vegetasi diharapkan dapat memecah kecepatan angin.
Perancangan Pusat Kesenian Dan Kebudayaan Boven Digoel (Pendekatan Desain Arsitektur Neo Vernakular)
Gabriela Frances Claudian Taywaso;
Muchlis Alahudin;
Anton Topan
Musamus Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2022): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - APRIL 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mja.v4i2.6185
Pasar tradisional merupakan salah satu tempat tujuan berbelanja bagi masyarakat kalangan menengah kebawah. Pasar tradisional juga menampung berbagai macam kebutuhan pokok. Namun dari segi fisik bangunan kurang layak di jadikan sebagai tempat berjualan. Di tambah lagi dengan di bukanya pasar sentral, sehingga perlu adanya perbaikan pasar tradisional mumanjako yang baru dan sehat yang dapat di jadikan sebagai wadah untuk berjualan bagi masyarakat. Perancangn pasar tradisional ini menggunakan metode kwalitatif dan kwantitatif dengan proses proses pengumpulan data berupa data primer dan data sekunder. Data primer di peroleh dari hasil survey lapangan dan data sekunder di perole dari studi literatur baik dari internet ataupun dari buku . analisis yang di lakukan menghasilkan perencanaan dan perancagan pasarsehat tradisional ( pendekatan desain modern tropis ) dimana arsitektur modern tropis merupakan bangunan bahan bangunan modern dan juga bentuk atap pelana yang di terapkan pada semua bangunan di dalam semua kawasan pasar, serta pasar tersebut dapat menampung 400 pedagang. Dari sigi utilitas pasar pasar ini di lengkapi dengan berbagai kelengkapan utilitas agar dapat menunjang segala aktifitas yang ada dan dapat mengulangi kemungkinan terjadi kebakaran dan bencana alam lainnya
Rumah Sakit Gigi dan Mulut Di Merauke (Pendekatan Arsitektur Modern Tropis)
Anisa Dwi Cahyanti;
Muchlis Alahudin;
Yosi Valentina Simorangkir
Musamus Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2022): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - APRIL 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mja.v4i2.6188
Kabupaten Merauke merupakan salah satu Kabupaten di Indonesia yang belum memiliki Rumah Sakit Gigi dan Mulut. Jumlah pasien tahun 2015-2019 memiliki persentase sebesar 12%-27% dan pada tahun 2020 naik sebesar 30%. Oleh karena itu Kabupaten Merauke membutuhkan Rumah Sakit Gigi dan Mulut dengan tujuan dapat melengkapi fasilitas, pelayanan dan tenaga medis yang menunjang kegiatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Metode yang digunakan adalah metode deskripif yang dilakukan dengan mengumpulkan data berupa wawancara dan kuisioner pada tenaga medis, pasien serta dokumentasi langsung terhadap objek penelitian. Selain itu mengambil beberapa data terkait berupa literatur mengenai peraturan, standar, buku dan jurnal. Hasil dari data yang didapat digunakan untuk acuan dalam menentukan kebutuhan ruang serta desain bangunan. Perancangan RSGM terletak pada daerah sub zona kesehatan. Perancangan RSGM ini memfokuskan pada kelengkapan fasilitas dan pelayanan, sarana berupa pos satpam, rumah dinas, area IPAL dan servis, serta taman. Penerapan modern tropis pada perancangan RSGM ini dilihat dari desain, bukaan, penggunaan pencahayaan dan penghawaan alami, penggunaan material modern unsur pabrikasi, arah hadap bangunan serta penggunaan vegetasi secara
SIRKUIT GRASSTRACK MERAUKE (Pendekatan Arsitektur Post Modern)
Rahmat Hidayat;
Muchlis Alahudin;
Anton Topan
Musamus Journal of Architecture Vol 5 No 1 (2022): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mja.v5i1.6190
Kota Merauke merupakan kabupaten di Papua Selatan yang sedang berkembang dari segi infranstruktur. Kota Merauke sendiri telah membangun sirkuit balap motor Freegeeb Waninggap Sai, namun sirkuit balap ini masih memiliki kendala yaitu kurangnya fasilitas yang memadai. Oleh karena itu, perlu adanya upaya peningkatan kualitas sirkuit dengan menerapkan konsep post modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dilakukan dengan cara mengumpulkan data berupa wawancara kepada responden dari IMI Merauke dan pembalap, serta studi kasus melakukan survey dan pengamatan lapangan berupa foto dokumentasi. Selain itu data dari berbagai sumber yang berupa literature berupa studi kepustakaan yang berkaitan dengan sirkuit balap serta kondisi lingkungan, standar ruang serta pengumpulan data informasi. Sirkuit grasstrack Merauke mempunyai panjang lintasan 1,2 km yang memiliki akses keselamatan diantara sirkuit itu sendiri yang berhubungan langsung ke bangunan paddock. Pada sirkuit grasstrack Merauke dibatasi sesuai standar nasional dan mampu menampung hingga kapasitas ±10.000 penonton dengan pendekatan arsitektur post modern. Pendekatan post modern diterapkan pada penggunaan material pabrikasi, adanya beberapa ornament yang diletakan pada bangunan pendukung, serta pemanfaatan pencahayaan dan penghawaan alami berupa bukaan yang lebar pada bangunan.
Perancangan Pusat Kecantikan dan Kesehatan Muslimah di Merauke (Pendekatan Arsitektur Metafora)
Herniati Ayunita;
Muchlis Alahudin;
Yosi Valentina Simorangkir
Musamus Journal of Architecture Vol 5 No 1 (2022): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mja.v5i1.6191
Perawatan kecantikan sudah menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari wanita tak terkecuali bagi muslimah. Hal ini karena Allah telah menciptakan makhluknya dalam keadaan yang paling sempurna, maka dari itu sebagai hamba yang bertakwa haruslah bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah kepada kita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data berupa wawancara dan kuesioner, dan dokumentasi langsung terhadap objek penelitian serta beberapa data literatur dari buku, jurnal, dimana data yang diperoleh akan menjadi acuan pada desain Perancangan pusat kecantikan dan kesehatan muslimah di Kabupaten Merauke dengan pendekatan Arsitektur Metafora. Perancangan pusat kecantikan dan kesehatan muslimah dengan luas lahan 1,5 Ha dibagi menjadi 5 bagian yaitu, (1) Fasilitas Perawatan kecantikan, (2) Fasilitas Klinik Kecatikan (3) Fasilitas Perawatan Kesehatan (4) Fasilitas Pengelola (5) Fasilitas Penunjang, pendekatan arsitektur Metafora konkrit dalam perancangan mengambil unsur atau karaktek terkait kecantikan. Bentuk dasar yang digunakan pada bagunan pusat kecantikan dan kesehatan muslimah di merauke adalah bunga lily putih, yang diaplikasikan sebagai tampilan bangunan
Honda Automotive and Modification Center di Merauke (Pendekatan Desain Arsitektur Modern Tropis)
Robin Malua;
Muchlis Alahudin;
Anton Topan
Musamus Journal of Architecture Vol 5 No 1 (2022): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mja.v5i1.6195
Honda merupakan salah satu merk dagang, yang dapat kita lihat dalam bidang usaha semakin meningkat pesat di dunia industri. Hal ini dapat memicu tingkat persaingan dalam usaha yang ketat, sehingga tingkat produksi kendaraan roda empat dan roda dua yang menjual barang sejenis. Dengan adanya produk sejenis yang di jual oleh dealer yang berbeda, ketika promosi yang di tawarkan sangat menarik hal tersebut akan mempengaruhi minat konsumen untuk membeli. Maka dalam hal ini Honda Automotive and Modification Center di merauke, bertujuan merancang bangunan yang di lengkapi dengan fasilitas pendukung untuk menampung segala aktifitas kegiatan seperti seminar, pameran kontestan modifikasi di Merauke serta menggunakan pendekatan arsitektur modern tropis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data berupa wawancara dan observasi di beberapa bengkel modifikasi dan bengkel motor yang ada dikota merauke, serta dokumentasi langsung terhadap objek penelitian. Selain itu mengambil beberapa data literature mengenai perancangan HONDA Automotive and Modification di Kabupaten Merauke. Perancangan bangunan Honda Automotive and Modification Center di Kota Merauke dengan mengunakan pendekatan desain Arsitektur Modern Tropis yang dimana dirancang dengan konsep sederhana dengan mengedepankan fungsi bentuk pada bangunan Honda tersebut. Merauke merupakan salah satu daerah tropis sehingga perancangan Automotive and Modification Center memfokuskan pada kenyamanan ruangan-ruangan, yang ada pada Honda, Sehingga pendekatan arsitektur modern tropis dirasa tepat pada perancangan Honda Automotive and Modification Center di Merauke.
PUSAT KONSERVASI DAN EDUKASI ANGGREK DI MERAUKE
Angga Novikarani;
Muchlis Alahudin;
Yosi Valentina Simorangkir;
Reivandy Christal Joenso
Musamus Journal of Architecture Vol 6 No 2 (2024): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - APRIL 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mja.v6i2.6214
Kabupaten Merauke memiliki 4 lokasi budidaya tanaman Anggrek, 2 di Kampung Wasur yaitu Kebun Anggrek Nirwana, Taman Anggrek Bualas dan 2 di Semangga 1 yaitu UD. Fairuz dan UD. Nailya Jaya. Penjualan Anggrek di Merauke tidak menentu, karena kurangnya pengetahuan masyarakat dalam membudidayakan dan merawat Anggrek. Maka direncanakannya Pusat Konservasi dan Edukasi Anggrek di Merauke yang dapat memfasilitasi kegiatan pelestariann, sarana edukatif, dan penelitian mengenai tanaman Anggrek dengan pendekatan Arsitektur Ekologi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan mengumpulkan data wawancara, kuisioner pada pembudidaya serta dokumentasi terhadap objek penelitian. Hasil dari data yang didapat, digunakan untuk menentukan kebutuhan ruang serta penerapan desain bangunan. Pusat Konservasi dan Edukasi Anggrek di Merauke dengan pendekatan Arsitekur Ekologi adalah suatu fasilitas yang dirancang diantaranya, fasilitas gedung pengelola, fasilitas pembudidayaan, pelestarian dan perawatan Anggrek seperti gedung laboratorium dan greenhouse aklimatisasi, fasilitas pelatihan dan pembelajaran seperti greenhouse koleksi dan perpustakaan, dan fasilitas penunjang dimana pada bangunan menggunakan material ramah lingkungan khususnya pemanfaatan material ekologis yaitu mudah didapat dari lingkungan sekitar dengan dampak penggunaannya tidak berbahaya bagi lingkungan serta penerapan green roof dan penggunaan panel surya untuk pemanfaatan penghawaan buatan dan penghematan energi listrik.
KONDISI TERMAL BANGUNAN GREENHOUSE DAN SCREENHOUSE PADA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUSAMUS MERAUKE
Alahudin, Muchlis
MUSTEK ANIM HA Vol 2 No 1 (2013): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
 Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kenyamanan termal Greenhouse dengan material atap polycarbonate dan Greenhouse dengan material atap screen.Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kuantitatif. Variabel standar kenyaman adalah temperatur, kelembaban dan kecepatan angin, penentuan kasus penelitian berdasarkan kriteria material atap Greenhouse dan kondisi lingkungan di sekitar Greenhouse. Data pengukuran diperoleh dengan menggunakan alat ukur antara lain: Thermo-Hygrometer dan Anemometer. Hasil perekaman dan pengukuran dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan standar kenyamanan penelitian terdahulu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh orientasi, penggunaan elemen bangunan dan kondisi lingkungan berpengaruh terhadap tingginya temperatur di dalam maupun di luar Greenhouse karena perancangan Greenhouse tidak sesuai dengan konsep rumah tanaman untuk iklim tropika basah.