Claim Missing Document
Check
Articles

KONDISI LINGKUNGAN SEKITAR TERHADAP KENYAMANAN TERMAL RUMAH SEWA (STUDI KASUS RUMAH SEWA DI KEL. SERINGGU JAYA MERAUKE) Alahudin, Muchlis; Jayadi, Jayadi
MUSTEK ANIM HA Vol 3 No 1 (2014): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengetahui pengaruh orientasi bangunan dan kondisi lingkungan mempengaruhi kenyamanan termal pada rumah sewa di Kelurahan Seringgu jaya. Penelitian menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Variabel yang diamati adalah temperatur, kelembaban, kecepatan angin dan keadaan lingkungan sekitar rumah sewa. Data pengukuran diperoleh dengan menggunakan alat ukur antara lain: Thermo-Hygrometer, Envirotment meter, dan Anemometer. Hasil perekaman dan pengukuran dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan standar kenyamanan penelitian terdahulu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu didalam bangunan adalah 29o – 32,5oC sedangkan suhu diluar berkisar antara 28,5o – 31,5oC sementara kelembaban didalam bangunan rata-rata 75,5 % dan diluar dengan kelembaban 76,28%, sedangkan untuk kecepatan angin didalam bangunan rata-ratanya 0.01 m/s sementara diluar 0,5 m/s. Tinggi suhu didalam bangunan masuk pada kondisi Hangat Nyaman menuju ke kondisi panas. Untuk kondisi didalam maupun diluar bangunan masuk pada kategori Nyaman Optimal. Tinggi suhu didalam  bangunan disebabkan karena aliran angin tidak mengalir dengan sempurna, disamping itu kecepatan angin memang rendah yaitu 0,4 m/s untuk diluar bangunan. Selain itu kondisi vegetasi yang kurang baik vegetasi ground cover maupun vegetasi perdu membuat kondisi disekitar rumah sewa sangat panas serta keberadaan bangunan yang tidak tertata dengan konsep yang baik (pola tata masa bangunan yang tidak rapi) menghambah aliran udara 
PENGARUH TERMAL DALAM RUANGAN PERPUSTAKAAN TERHADAP KONDISI BUKU DAN KENYAMANAN PEMBACA (STUDI KASUS PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUSAMUS MERAUKE) Alahudin, Muchlis
MUSTEK ANIM HA Vol 3 No 2 (2014): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor suhu, kelembaban, intensitas cahaya dan kebisingan terhadap kondisi koleksi buku dan kenyamanan pengunjung perpustakaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kuantitatif. Variabel standar kenyaman termal adalah temperatur, kelembaban, intensitas cahaya dan kebisingan, variabel  yang diamati dalam penelitian ini adalah: 1). Bangunan (Luasan bangunan, luas bukaan, orientasi dan perabot), 2). Kondisi termal (Suhu, kelembaban, kecepatan udara, cahaya dan kebisingan), dan 3). Koleksi bacaan (buku dan CD) dan kondisi lingkungan sekitar  perpustakaan. Sementara alat ukur yang dipakai dalam penelitian adalah: 1). Thermo Hygrometer, (2). Environtment Meter, (3). Anemometer, dan 4). Meteran. Hasil perekaman dan pengukuran dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan standar kenyamanan penelitian Talarosha (2005). Perwujudan dari desain arsitektur untuk bangunan perpustakaan perlu memperhatikan beberapa hal antara lain kondisi suhu, kelembaban, cahaya dan kebisingan, disamping itu peletakan penyimpanan koleksi perpustakaan, sirkulasi pengunjung sangat perlu diperhatikan. Ini dikarekana suhu, kelembaban, cahaya sangat mempengaruhi kondisi koleksi perpustakaan (buku, majalah, koran, CD dan koleksi lainnnya), dengan 3 (tiga) faktor termal diatas ditambah dengan faktor kebisingan akan mempengaruhi kenyaman pengujung perpustakaan. Dengan mengetahui kondisi termal (suhu, kelembaban, cahaya dan kebisingan) dapat menjadi acuan nantinya dalam pembangunan/pengembangan perpustakaan. Kondisi suhu di perpustakaan Universitas Musamus (UNMUS) Merauke berkisar antara 29.28 – 32.93oC (didalam bangunan), 29.31 – 35.00oC (diluar bangunan), 29.61 – 31.62oC (di dalam lemari rak buku), kelembaban 62.44 – 79.33% (didalam bangunan), 61.61 – 75.83% (diluar bangunan), kecepatan angin 0.26 – 0.51m/s (didalam bangunan), 0.63 – 2,55 m/s (diluar bangunan), kebisingan 51.72 – 70.82 dB (didalam bangunan), 52.26 – 74.79 dB (diluar bangunan), Intensitas cahaya 52 – 208.20 lux (di dalam bangunan dengan ketinggian meja baca/+ 75 cm). Disimpulkan kondisi termal di dalam perpustakaan Universitas Musamus jauh dari dari kata Nyaman baik bagi koleksi perpustakaan maupun pengguna perpustakaan.
KENYAMANAN TERMAL PADA BANGUNAN HUNIAN TRADISIONAL TORAJA Alahudin, Muchlis
MUSTEK ANIM HA Vol 1 No 3 (2012): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kenyamanan termal pada hunian tradisional Toraja (Tongkonan), menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Variabel standar kenyaman adalah temperatur dan kelembaban, penentuan kasus penelitian berdasarkan kriteria material atap Tongkonan dan kondisi lingkungan  di sekitar Tongkonan. Data pengukuran diperoleh dengan menggunakan alat ukur antara lain: Thermo-Hygrometer , Altimeter dan Anemometer. Hasil perekaman dan pengukuran dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan standar kenyamanan penelitian terdahulu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara Tongkonan atap bambu dengan Tongkonan atap seng yaitu Tongkonan atap bambu lebih rendah temperaturnya dari pada Tongkonan atap seng, namun kelembaban Tongkonan atap bambu lebih tinggi dari pada Tongkonan atap seng. Begitu pula dengan Tongkonan dengan vegetasi bagus temperaturnya lebih rendah dari pada  Tongkonan dengan vegetasi kurang, namum Tongkonan dengan vegetasi bagus kelembabannya lebih tinggi dari pada Tongkonan dengan vegetasi kurang. 
KENYAMANAN TERMAL PADA BANGUNAN HUNIAN TRADISIONAL TORAJA (Studi kasus Tongkonan dengan material atap Seng) Alahudin, Muchlis
MUSTEK ANIM HA Vol 1 No 2 (2012): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kenyamanan termal pada hunian tradisional Toraja (Tongkonan).  Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kuantitatif. Variabel standar kenyaman adalah temperatur dan kelembaban, penentuan kasus penelitian berdasarkan kriteriamaterial atap Tongkonan dan kondisi vegetasi di sekitar Tongkonan. Data pengukuran diperolehdengan menggunakan alat ukur antara lain: Thermo-Hygrometer dan Anemometer. Hasil perekamandan pengukuran dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan standar kenyamanan penelitianMom & Wiesebrom (1940). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara Tongkonan atapseng dengan lingkungan masih bagus dengan Tongkonan Atap seng dengan dengan lingkungankurang bagus yaitu Tongkonan atap seng dengan lingkungan bangus lebih rendah temperaturnya daripada Tongkonan atap seng dengan lingkungan kurang bagus, sedangkan untuk kelembaban baikTongkonan atap seng dengan lingkungan bagus cukup nyaman sedangkan Tongkonan atap sengdengan lingkungan kurang bagus kondisinya 80,7% atau kondisi kulit akan terasa lengket/kurangnyaman itu untuk didalam bangunan sementara diluar tongkonan untuk ke 2 tongkonan masih dibatasnyaman kecuali untuk tongkonan dengan lingkungan kurang bagus kelembaban mendekati batasnyaman atau nyaman optimal.
KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN BAHAN CAMPURAN PASIR LOKAL (PASIR NASEM) DAN PASIR IMPOR DENGAN METODE DoE Doloksaribu, Abner; Alahudin, Muchlis
MUSTEK ANIM HA Vol 5 No 2 (2016): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v5i2.616

Abstract

Concrete is element authors and used the structure of the building, if concrete of good quality shall be hold burden building a great structures can exists when supported by structure a good structure good can create security and comfort for occupant who occupy the building, concrete used for construction, for example: building roads, bridges, airport, reservoir, the pier the dam and etc. The sands contained in kabupaten Merauke are generally unable to meet the power desired when used as of ingredients mixed concrete structure except use sand import.This research use of ingredients mixed concrete use sand from Nasem to be interfering with sand import, aggregate rough, a fastener Portland cement material type I and by the firm production introductory water drinking water areas that could receive strong press uses the DoE  (the department of environment).Researched process it uses design mix with the experimental methods and testing. Objects test made from comparison namely by some the proportion of comparison mixture.
EVALUASI KINERJA RUANG KELAS SD NEGERI CENDERAWASIH KABUPATEN MERAUKE Nurhuzna, Atiza; Alahudin, Muchlis
MUSTEK ANIM HA Vol 6 No 1 (2017): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v6i1.673

Abstract

Sekolah Dasar (SD) merupakan lembaga pendidikan yang berfungsi untuk menanamkan kemampuan dasar bagi setiap warga negara Indonesia. Namun masih banyaknya bangunan SD yang tidak mendukung sistem pendidikan sekarang ini, maka penelitian ini bertujuan mengetahui (1) kondisi dan kinerja ruang kelas, (2) seberapa tinggi efektivitas kinerja ruang kelas terhadap efektivitas kerja, dan (3) evaluasi kinerja ruang kelas, apakah telah memenuhi standar kinerja ruang kelas dengan baik.  Metode penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan analisis deduktif. Metode pengambilan data dengan observasi langsung, wawancara, sketsa dan dokumentasi, lokasi penelitian di SD Negeri Cenderawasih Kabupaten Merauke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kondisi dan kinerja ruang kelas SD Negeri Cenderawasih Kabupaten Merauke berdasarkan penilaian terhadap 33 instrumen pada 9 (Sembilan) komponen ruang kelas yang ada maka dihasilkan penilaian kinerja yaitu 42,42% Baik, 21,21% Sedang, 15,15% Kurang dan 21,21% Buruk.(2) Gambaran efektivitas kinerja ruang SD Negeri Cenderawasih Kabupaten Merauke diperoleh hasil (a). Efektifitas waktu pemakaian ruang kelas adalah Efektif; (b) Efektifitas kapasitas pemakaian ruang kelas adalah Tidak Efektif. Hasil ini menunjukkan bahwa secara waktu penggunaan, ruang-ruang kelas yang ada di sekolah ini Efektif. (3) Standar kinerja pada ruang kelas SD Negeri Cenderawasih Kabupaten Merauke adalah sama yaitu  mengikuti standar yang diberlakukan secara nasional bagi bangunan Sekolah Dasar di seluruh Indonesia.
KERUSAKAN PANTAI (STUDI KASUS PANTAI LAMPU SATU MERAUKE) Pamuttu, Dina Limbong; Paresa, Jeni; Alahudin, Muchlis
MUSTEK ANIM HA Vol 7 No 1 (2018): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v7i1.1498

Abstract

Kabupaten Merauke merupakan kawasan terluar dari Indonesia Bagian Timur dengan luasan total sekitar 4.677.938,47 hektar dan memiliki wilayah pesisir yang cukup Panjang dengan garis pantai ± 1.050 km. Pantai Lampu Satu adalah salah satu daerah wisata yang terletak di Kabupaten Merauke. Pantai ini terletak di daerah yang telah berkembang dan padat penduduk dan kondisinya semakin hari menjadi rusak oleh karena faktor alam dan juga adanya faktor manusia. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kerusakannya serta berapa besar bobotprioritas dari kerusakannya sehingga dapat diperoleh solusi tentang bagaimana cara meminimalisir kerusakan Pantai Lampu Satu tersebut. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian campuran (mixed methods), yaitu metode penelitian yang mengkombinasikan antara metodekuantitatif dan kualitatif agar diperoleh data yang lebih komprehensif, valid, reliable, dan obyektif. Dalam penelitian ini juga dilihat perilaku atau aktivitas dari masyarakat pesisir di Pantai Lampu Satu yang menyebabkan kerusakan pada lingkungan pantai. Berdasarkan hasil analisa data yang dilakukan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi kerusakan Pantai Lampu Satu antara lain adalah karena adanya faktor alam (gelombang, pasang surut air laut) dan faktor manusia (pengambilan pasir, alih fungsi lahan, pencemaran lingkungan). Pembobotan prioritas Pantai Lampu Satu berada pada urutan bobot prioritas C (diutamakan). Pada daerah tersebut terjadi kemunduran garis pantai sehingga berpotensi membahayakan daerah pemukiman warga pesisir. Kata kunci: Kerusakan Pantai, Pantai Lampu Satu
Pemanfaatan Limbah Palet untuk Perabot Rumah Tangga Masyarakat Lokal Dusun Sarsang Anton Topan; Alahudin, Muchlis
SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): Juli : SAFARI :Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : BADAN PENERBIT STIEPARI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/safari.v5i3.2710

Abstract

Pallet Wood is waste wood. The type of pallet wood has a medium to low hardness level, some types of wood include; sengon wood, camphor wood, randu wood and others. Pallet wood waste is used as household furniture including; tables, chairs, cupboards and other furniture. OMK (Catholic Young People) is an organization of Catholic youth; OMK activities, taking part in Sunday and religious day worship, guiding Sunday school, decorating the Church (Easter, Christmas and others), cleaning the church environment, and representing the church. In addition to religious activities there are also activities outside, including; sports, farming and others. The purpose of the service is counseling and training in making furniture for OMK in Sarsang Hamlet, Tanah Miring District. The method used in this service is counseling and training. The community involved in this service activity is the OMK Group and members of the St. Yoseph Church council. The results of this service activity are the OMK Group and members of the St. Yoseph Church council have the skills to process pallet wood waste as household furniture materials that have a sales value. In the furniture training, 2 tables, 2 long chairs and 2 small chairs were made. With the skills gained, it is hoped that residents can utilize wood waste, especially pallet wood, into functional furniture and of course have a selling value.