Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Jurnal Ekonomi

Analisis Tingkat Upah Pekerja Kebersihan Di Kecamatan Siak Kabupaten Siak Indrawati, Toti
Jurnal Ekonomi Vol 17, No 01 (2009)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.809 KB) | DOI: 10.31258/je.17.01.p.%p

Abstract

Penilitian ini menganalisis tingkat upah pekerja kebersihan di Kecamatan Siak. Data yang digunakanterdiri dari data sekunder dari Dinas Kebersihan dan Pasar Kabupaten Siak, Dinas Tenaga Kerja dandata primer yang diperoleh dari para pekerja kebersihan. Dari data 70 orang pekerja kebersihandiperoleh rata-rata upah pekerja sebesar Rp.882.142/bulan. Jika dibandingkan dengan UpahMinimum Kabupaten Siak maka upah telah memenuhi (diatas) Standar Upah Minimum KabupatenSiak yaitu sebesar Rp.838.000/bulan. Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Kabupaten Siak SebesarRp.1.211.000/bulan, jika dibandingkan dengan upah rata-rata pekerja tersebut dengan banyaknyatanggungan keluarga maka masih dibawah standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL).Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, para pekerja dan anggota keluarga mengerjakanpekerjaan sampingan, dimana pendapatan rata-rata keluarga sebesar Rp.1.551.428/bulan, sedangkanpengeluaran keluarga pekerja kebersihan sebesar Rp.1.569.428/bulan. Jadi dapat disimpulkan bahwapekerja kebersihan di Kecamatan Siak belum dapat memenuhi pengeluaran konsumsi keluarganya dantergolong berpendapatan rendah.
ANALISIS PERILAKU PEDAGANG DALAM PEMBENTUKKAN HARGA BARANG KEBUTUHAN POKOK DI KOTA PEKANBARU Indrawati, Toti
Jurnal Ekonomi Vol 21, No 01 (2013)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.75 KB) | DOI: 10.31258/je.21.01.p.%p

Abstract

Analisis Perilaku Pedagang Dalam Pembentukan Harga Barang KebutuhanPokok di Kota Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanaperilaku dari para pedagang dalam pembentukan harga sebelum barangkebutuhan pokok tersebut dijual ke konsumen (pembeli). Harga ditingkatkonsumen juga dipengaruhi oleh pola distribusi barang di suatu daerah. Hargabeli rata-rata pedagang tradisional dipengaruhi oleh harga pembelian komoditasdari pemasok/pengepul dan kondisi pasokan barang pada saat normal, pasokanbarang banyak dan pasokan barang sedikit. Pada saat kondisi pasokan masing-masing komoditas sedikit harga beli pedagang mengalami kenaikan dan padasaat pasokan masing-masing komodtas banyak harga beli pedagang akan turun.Harga jual rata-rata pedagang pasar untuk masing-masing komoditas jugatergantung dari keadaan pasokan barang sedikit dan banyak dibandingkanpasokan barang normal. Pada saat kondisi pasokan barang sedang sedikit hargajual pedagang akan mengalami kenaikan dan pada saat pasokan barang banyakharga jual pedagang akan mengalami penurunan.Secara umum, harga beli rata-rata pedagang lima macam kebutuhan pokok padasaat pasokan barang sedikit naik sebesar 63,78% dari pasokan barang normal,pada saat pasokan barang banyak dibandingkan harga normal harga beli rata-rata pedagang turun sebesar sebesar 28,13%. Harga jual rata-rata pedaganglima macam kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Pekanbaru pada kondisisedikit dibandingkan normal naik sebesar 50%, jika kondisi pasokan barangbanyak dibandingkan pasokan barang normal harga jual rata-rata pedaganguntuk kelima macam kebutuhan pokok turun sebesar 17,1%.Faktor yang dominan dalam menentukan harga jual pedagang yaitu harga pasartertinggi sebesar 50% dan harga pesaing atau penjual lain sebesar 40% dan lainlain sebesar 10%.Kata Kunci : Harga, Perilaku Pedagang
Analisis Valuasi Ekonomi Lingkungan Kesediaan Membayar Masyarakat Sekitar Sungai Siak ', Eriyati; Indrawati, Toti; Anggreina, Jimmi
Jurnal Ekonomi Vol 18, No 01 (2010)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.566 KB) | DOI: 10.31258/je.18.01.p.%p

Abstract

Artikel ini bertujuan mengidentifikasi kesediaan membayar nilai ekonomilingkungan dan faktor-faktor yang berhubungan dengannya. Kajian inimerupakan kajian eksploratif dengan pengambilan sampel secara Master.Sampel pada kawasan dekat sungai sebariyak 41 rumah tangga, kawasanberjarak menengah 42 rumah tangga dan kawasan jauh dari sungai 23 rumahtangga. Data dikumpulkan dari responden melalui wawancara menggunakankuesioner. Besamya kesediaan membayar nilai lingkungan masyarakatKecamatan Tualang Kabupaten Siak berbeda-beda, semakin dekat jarak tempattinggal masyarakat ke sungai, semakin besar kesediaan membc^amya. Variabelpendidikan, pendapatan dan kualitas air sungai kurang erat hubungannyadengan kesediaan membayar masyarakat
KAJIAN TENTANG KEBERADAAN BADAN USAHA MILIK DESA SEBAGAI PENGUATAN EKONOMI DESA LIMAU MANIS DI KECAMATAN KAMPAR Toti Indrawati; Rahmat Richard
Jurnal Ekonomi Vol 24, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.862 KB) | DOI: 10.31258/je.24.3.p.43

Abstract

Kehadiran Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa diharapkanmampu memaksa seluruh pihak terkait untuk konsisten memberikan peran yanglebih besar kepada Pemerintah Desa didalam penyelenggaraan PemerintahanDesa, pelaksanaan Pembangunan Desa, Pembinaan Kemasyarakatan Desa, danPemberdayaan Masyarakat Desa berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asalusul, dan adat istiadat Desa. Termasuk dalam memberikan peran yang maksimalkepada BUMDesa dalam mengembangkan kegiatan ekonomi perdesaan.Hasil peneiltian menunjukkan bahwa, sejak berdirinya ( 4 tahun), keberadaanBUMDesa Limau Manis secara umum telah mampu berperan cukup baik dalammengumpulkan dana sebagai modal untuk disalurkan kepada masyarakat bawahyang memerlukan sebagai modal usaha, agar bisa meningkatkan taraf hidup dankesejahteraan hidupnya. Begitupula peran BUMDesa Limau Manissebagaipenyedia layanan terhadap masyarakat desa utamanya mengenai bidang usaha,untuk mencapai tingkat kesejahteraan sebagian masyarakat telah tercapai cukupbaik.
Analisis Sektor Unggulan Dengan Pendekatan Location Quation Kabupaten Pelalawan Anthoni Mayes; Yusni Maulida; Toti Indrawati
Jurnal Ekonomi Vol 18, No 04 (2010)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.456 KB) | DOI: 10.31258/je.18.04.p.%p

Abstract

Kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah memberikan kesempatan/peluang bagi pemerintah danmasyarakat di daerah untuk berkembang secara mandiri. Potensi ekonomi dan keuangan perlu digalidan diolah, sehingga menghasilkan real output yang memiliki nilai tambah, laku dijual dan diekspor,yang pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di KabupatenPelalawan secara luas. Meskipun beberapa sektor ekonomi yang bersifat strategis masih dikendalikanoleh pusat, sesuai dengan amanat UUD 45, namun manfaat ekonomis dari sektor tersebut jugadinikmati oleh daerah dan masyarakatnya di sekitarnya baik secara lokal maupun secara regional.Perekonomian regional dapat dibagi menjadi dua sektor yaitu kegiatan-kegiatan basis dan kegiatan-kegiatan bukan basis. Dengan menggunakan pendekatan Location Quation (LQ) sektor yang dianggapbasis (LQ >1) untuk Kabupaten Pelalawan adalah sektor pertanian dengan sub sektor tanamanperkebunan, kehutanan dan tanaman bahan makanan serta sektor industri pengolahan tanpa migas.
Penyeimbangan Lingkungan Akibat Pencemaran Karbon Yang Ditimbulkan Industri Warung Internet Di Kota Pekanbaru Nobel Aqualdo; Eriyati '; Toti Indrawati
Jurnal Ekonomi Vol 20, No 03 (2012)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.046 KB) | DOI: 10.31258/je.20.03.p.%p

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kota Pekanbaru, bertujuan untuk mengukur kebutuhan pohon yang perlu ditanam untuk menyeimbangkan lingkungan akibat pencemaran karbondioksida yang ditimbulkan oleh aktivitas industry warung internet (warnet), khususnya penyalaan komputer di warnet-warnet pada 3 kecamatan yang dijadikan sampel, Kecamatan Tampan, Kecamatan Sukajadi, dan Kecamatan Tenayan Raya. Dari penelitian terdahulu diketahui bahwa penyalaan komputer selama 100 jam akan menghasilkan emisi karbondioksida sebanyak 9 kg. Hasil analisis menemukan bahwa untuk menyeimbangkan lingkungan akibat pencemaran karbon dari industry warnet ini memerlukan penanaman sebanyak 24 pohon Trembesi di Kecamatan Tampan, 12 pohon Trembesi di Kecamatan Sukajadi, dan 4 pohon Trembesi di Kecamatan Tenayan Raya.  
ANALISIS SUMBER MODAL PEDAGANG PASAR TRADISIONAL DI KOTA PEKANBARU Toti Indrawati; Indri Yovita
Jurnal Ekonomi Vol 22, No 01 (2014)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.089 KB) | DOI: 10.31258/je.22.01.p.1-8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber modal pedagang pengecerpada pasar tradisonal Kota Pekanbaru. Responden dari penelitian yaitupedagang pengecer tradisional Pasar Sail, Pasar Kodim dan Pasar Dupa, yangmenyalurkan komoditas pertanian, komoditas peternakan, komoditas perikanandan komditas industri. Metode Analisis yang digunakan metode deskriptif.Berdasarkan hasil survei diperoleh Sumber modal pedagang pengecer padapasar tradisional Pasar Sail, Pasar Dupa pada umumnya pengecer tradisionaluntuk komoditas pertanian, perikanan dan peternakan pada umumnyamenggunakan modal sendiri. Pengecer tradisional Pasar Sail secara keseluruhanmenggunakan modal sendiri. Sedangkan sumber modal pedagang pengecer PasarKodim bervariasi, sebagian besar menggunakan modal sendiri sedangkan untukkomoditas industri sudah menggunakan modal perbankan sebagai pelengkap.Kata Kunci : Pedagang Pengecer, sumber modal, komoditas
PERANAN KOMODITI GAMBIR TERHADAP PEREKONOMIAN KABUPATEN LIMA PULUH KOTA PROVINSI SUMATERA BARAT Anggriawan '; Toti Indrawati
Jurnal Ekonomi Vol 21, No 02 (2013)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.514 KB) | DOI: 10.31258/je.21.02.p.%p

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Lima Puluh Kota dengan tujuan untukmengetahui dan menganalisis peranan komoditi gambir terhadap perekonomianKabupaten Lima Puluh Kota (sektor pertanian, sub sektor perkebunan, PDRB danekspor).Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunderyang diperoleh dari instansi-instansi atau lembaga-lembaga yang berhubungandengan penelitian ini dan melakukan intervieu dengan Instansi-Instansi terkait.Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah denganmenggunakan analisis yang bersifat deskriptif yaitu menganalisis data denganmeneliti, mengumpulkan, mengolah, kemudian mengambil kesimpulan.Dari hasil penelitian diketahui bahwa komoditi gambir berperan terhadapperekonomian Kabupaten Lima Puluh Kota, dimna dari sektor pertanian komoditigambir memberikan kontribusi yang selalu meningkat, dari sub sektorperkebunan komoditi gambir memberikan kontribusi yang relatif meningkat,dilihat dari produk domestik regional bruto (PDRB) komoditi gambir memberikankontribusi yang positif dan juga mengalami peningkatan dan kontribusi eksporgambir terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) memberikan kontribusiyang positif dan berfluktuasi. Sehubungan dengan hal tersebut maka disarankanpemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota untuk mempertahankan komoditi gambirsebagai pendorong perekonomian, sehingga memiliki peran yang lebih baik lagiterhadap perekonomian Kabupaten Lima Puluh Kota.Kata Kunci : Gambir, Perekonomian, Perkebunan, PDRB
Peran PT.Bank Rakyat Indonesia (BRI) Dalam Penyaluran Kredit Umum Pedesaan Terhadap Pengembangan Usaha Mikro Di Kota Pekanbaru Toti Indrawati; Susi Lenggogeni; Martina Pasha
Jurnal Ekonomi Vol 17, No 03 (2009)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.1 KB) | DOI: 10.31258/je.17.03.p.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati peran Kredit Umum Pedesaan BRI UnitSimpang Baru dalam mengembangkan usaha mikro di Kota Pekanbaru.Data primer diperoleh melalui kuisioner dengan sampel sebanyak 65 orang. Datasekunder diperoleh dari lembagayang terkaityaitu BRI Unit Simpang Baru.Analisadata yang digunakan adalah deskriptif yaitu penganalisaan data denganmenggambarkan seluruh peristiwa dari objek penelitian dan mengaitkannya denganteoriyang ada dan ditabulasikan ke dalam tabel-tabel kemudian dipqparkan.Hasil penelitian ditemukan bahwa peningkatan modal usaha sebelum menerimaKUPEDES secara umum pada tahun 2003 sebesar Rp. 18.515.385,- menjadi Rp.35.438.462,- pada tahun 2009 dengan rata-rata peningkatan sebesar 87,31% untukomset secara umum pada tahun 2003 dari Rp. 8.520.000,- menjadi Rp. 23.564.615,-atau sebesar 170,95% dan untuk pendapatan mengalami peningkatan sebesar85,91% yaitu secara umum pada tahun 2003 dari Rp. 3.569.538,- menjadi Rp.6.636.154, - pada tahun 2009.
ANALISIS PRODUKSI INDUSTRI KAYU DI KECAMATAN SIAK HULU KABUPATEN KAMPAR Toti Indrawati
Jurnal Ekonomi Vol 22, No 4 (2014)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.95 KB) | DOI: 10.31258/je.22.4.p.48-61

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Siak Hulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui skala hasil produksi (Return to Scale) serta efisiensi penggunaan modal dan tenaga kerja. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh industri kayu di Kecamatan Siak Hulu yang berjumlah 34 unit usaha,. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode sensus, yaitu teknik penentuan sampel bila semua populasi dijadikan sampel. Sehingga yang menjadi sampel adalah semua pengusaha industri kayu yang ada di Kecamatan Siak Hulu sebanyak 34 unit usaha.Hasil dari penelitian ini skala hasil produksi industri kayu menunjukkan decreasing return to scale karena b1 + b2 < 1. Apabila terjadi penambahan faktor produksi sebesar 1 persen, maka produksi akan bertambah sebesar 0,058yang lebih kecil dari penambahan input.disebabkan oleh teknologi yang digunakan para pengusaha belum maksimal, alat-alat yang digunakan masih sederhana. Nilai efisiensi harga dari input modal sebesar 2,685lebih dari 1 yang artinya penggunaan input produksi tidak efisien dan perlu menambahkan kuantitas penggunaan modal untuk mencapai tingkat efisiensi. Nilai efisiensi harga dari input tenaga kerja 0,658atau kurang dari 1 yang artinya penggunaan tenaga kerja belum efisien sehingga untuk mencapai tingkat efisien maka kuantitas tenaga kerja yang digunakan perlu ditingkatkan.