Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peningkatan Konektivitas Desa 3T melalui Implementasi Modul Pemancar Sinyal dan Data Syafiatun Siregar; Olnes Yosefa Hutajulu; Mhd Dominique Mendoza; Asrah Rezki Fauzani
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juli 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i2.536

Abstract

Keterbatasan infrastruktur telekomunikasi di wilayah 3T menyebabkan rendahnya kualitas konektivitas digital dan berdampak langsung pada layanan publik. Hasil pengukuran awal di Kabupaten Simalungun menunjukkan kekuatan sinyal sangat lemah (< -85 dBm) pada sekolah, puskesmas, dan permukiman warga, sehingga akses internet hampir tidak dapat dimanfaatkan secara produktif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan konektivitas desa melalui implementasi modul pemancar sinyal berbasis mesh Wi-Fi dengan Starlink sebagai sumber internet utama. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, pengukuran kecepatan menggunakan Speedtest, instalasi perangkat, serta pelatihan literasi dan manajemen jaringan kepada 40 peserta dari unsur perangkat desa, guru, tenaga kesehatan, pemuda, dan kader digital. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan signifikan kecepatan internet hingga 150 Mbps di Kantor Desa dan lebih dari 70 Mbps di titik layanan lainnya. Peningkatan ini secara langsung mengubah kualitas layanan publik: pembelajaran daring di sekolah dasar dapat berjalan stabil, layanan puskesmas dan administrasi desa jarak jauh mulai dimanfaatkan. Selain itu, konektivitas yang lebih andal mendorong UMKM lokal untuk memanfaatkan marketplace digital. Indeks efektivitas layanan publik dan ekonomi meningkat lebih dari 60%, dengan tingkat kepuasan masyarakat mencapai 95%. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan konektivitas bukan hanya persoalan teknis, tetapi menjadi katalis transformasi layanan publik dan pemberdayaan ekonomi desa.
PENGGUNAAN PEMBANGKIT CADANGAN BERBASIS GENERATOR DIESEL 2000 kVA DI PT. CHAROEN POKPHAND Agung Dwi Rizky Gultom; Feby Glenice Telaumbanua; Olnes Yosefa Hutajulu; Desman Jonto Sinaga
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.7268

Abstract

Keandalan pasokan listrik sangat penting bagi industri pakan ternak yang beroperasi terus-menerus, termasuk PT. Charoen Pokphand Indonesia. Untuk mengatasi risiko pemadaman, perusahaan menggunakan generator diesel 2000 kVA sebagai pembangkit cadangan. Penelitian ini bertujuan menilai kinerja operasional genset, tingkat pembebanan, dan efektivitas perawatan. Metode meliputi observasi lapangan, pencatatan tegangan, arus, frekuensi, dan suhu, serta analisis daya selama tiga jam pengamatan. Hasil menunjukkan tegangan dan frekuensi stabil, dengan pembebanan 32 sampai 42 persen yang masih dalam batas aman. Kenaikan suhu tetap normal. Temuan ini menunjukkan bahwa perawatan konsisten mampu menjaga keandalan genset dan mendukung kelancaran produksi.
The Influence of Population Size on the Computational Time of Genetic Algorithms in Course Scheduling Rudi Salman; Arwadi Sinuraya; Irfandi Irfandi; Eswanto Eswanto; Sayuti Rahman; Herdianto Herdianto; Olnes Yosefa Hutajulu; Agung Y S Halawa
Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering Vol 8, No 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Electrical Engineering Department Faculty of Engineering State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjeee.v8i1.33508

Abstract

Course scheduling is a complex problem in higher education because it must satisfy multiple constraints involving courses, instructors, rooms, and time slots. This study examines the impact of population size variation on the computational efficiency of a Genetic Algorithm (GA) applied to a medium-scale instance consisting of 35 courses, 15 instructors, 12 rooms, and 20 time slots. Simulations were conducted in MATLAB using population sizes ranging from 20 to 1000, while all other GA parameters were held constant to isolate the effect of population size. Solution quality was evaluated using a conflict-based fitness function, and all configurations yielded valid timetables with zero hard-constraint violations. Experimental results reveal a consistent non-linear relationship between population size and computation time. Statistical findings in Table 1—including mean values, standard deviations, and 95% confidence intervals—show that both very small and very large populations produce higher and more variable execution times. In contrast, population sizes of 300–400 achieve the lowest and most stable computation times, indicated by the smallest mean values and narrow confidence intervals. For the instance and configuration used in this study, this range serves as an effective starting point for population size tuning. Overall, the findings highlight the importance of empirical parameter selection to balance computational efficiency and solution quality in academic timetabling systems.