Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Variasi Jenis Sampah dan Jumlah Larva BSF (Black Soldier Fly) pada Penguraian Sampah Organik Rumah Tangga Firstyaline, Jennycha Ananda Budhi; Sriyana, Herman Yoseph; Rahayu, Lucia Hermawati; Oktaviananda, Cyrilla
Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) Vol. 7 No. 1 (2025): JPPL, Maret 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/jppl.v7i1.2641

Abstract

The increase in population and household consumption can lead to an increase in the volume of household waste. The increase in the volume of household waste will become a serious problem if no processing efforts are made. If household-scale waste processing is not carried out, it can result in the accumulation of the volume of organic waste in the Integrated Waste Management Site (TPST). One of the efforts that can be made to process waste at the household scale is by decomposing it using BSF larvae (maggot). Household waste generally consists of vegetable scraps and fruit peels. Vegetable and fruit waste is classified as organic waste which contains many nutrients that are utilized by BSF larvae as a food source in their breeding. The ability of BSF larvae to eat organic waste makes them widely used as one of the biodecomposter agents. This study aims to determine the effect of waste type and variation in the number of maggot on feed conversion efficiency, waste reduction index and characteristics of maggot produced. This study was conducted with a complete randomized design method with two independent variables and two repetitions. The physical characteristics of maggot which include, digested feed conversion efficiency (ECD), waste reduction index (WRI), and protein content in dried maggot. The type of garbage has no significant effect on the value of feed conversion efficiency (ECD), has a significant effect on the value of the waste reduction index (WRI) and has a very significant effect on protein content. The variation in the number of maggot has a very significant effect on the value of feed conversion efficiency (ECD) and waste reduction index (WRI) and has a significant effect on protein content.
Pelatihan Pembuatan Sampo Rambut Bagi Siswa-Siswi SMAN 1 Limbangan Kendal Jawa Tengah Herman, Herman Yoseph Sriyana; Mumpuni, Mumpuni Asih Pratiwi; Septi Dwi; Leony Margrita
Ngudi Waluyo Empowerment: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Ngudi Waluyo Empowerment: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Komputer dan Pendidikan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMA Negeri 1 Limbangan Kendal terletak di Jalan Limbangan No 1, Krajan, Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal Jawa Tengah memiliki visi mewujudkan manusia yang berkarakter, berilmu, terampil, berdaya saing global, dan berwawasan lingkungan hidup. Salah satu sarana untuk mewujudkan sifat dan sikap kreatif para siswa SMA Negeri 1 Limbangan Kendal adalah dengan mengadakan pelatihan pembuatan produk-produk kimia terapan. Kehadiran tim pengabdian masyarakat Prodi D3 Teknik Kimia Polteka Mangunwijaya bertujuan untuk membuka wawasan para siswa tentang jenis, prinsip, dan cara pembuatan produk kimia terapan. Salah satu produk kimia terapan yang mudah dibuat adalah sampo rambut. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pelatihan ini dibagi menjadi 3 sesi utama, antara lain: penjelasan klasikal, praktik pembuatan produk, dan sesi tanya jawab. Hasil dari kegiatan ini adalah produk sampo dan antusiasme para siswa SMA Negeri 1 Limbangan Kendal dalam memahami dan mempraktikkan proses pembuatan sampo rambut. Pengetahuan mengenai alat dan bahan, prinsip, dan cara pembuatan sampo rambut diharapkan dapat meningkatkan kreativitas para siswa dalam mengembangkan produk-produk kimia terapan lainnya. Kata kunci: pelatihan, sampo rambut
IbM Pemanfaatan Limbah Ampas Aren Menjadi Briket di Kabupaten Kendal Sriyana, Herman Yoseph; Pratiwi, Mumpuni Asih; Apriyanti, Eny; Wisnumurti, Filligon
Palawa: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/palawa.v1i1.7039

Abstract

Desa Mluro Kecamatan Boja Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah merupakan sentra industri pati aren, terdapat 27 pengrajin pati aren dengan kebutuhan bahan baku batang aren untuk produksi  mencapai  150 ton per hari. Limbah ampas pati aren yang dihasilkan dari proses produksi tepung aren mencapai 100 ton/ hari. Hasil tinjauan lapangan dan pembicaraan dengan dua kelompok pengrajin ditemukan permasalahan yang sedang dihadapi yaitu masalah limbah ampas aren yang belum dimanfaatkan, sehingga perlu diajarkan teknologi pembuatan briket ampas aren. Pelaksanaan program Iptek bagi Masyarakat (IbM) di Kabupaten Kendal telah dapat di selesaikan dengan baik. Hasil pelaksanaan program tampak adanya perubahan pada kelompok masyarakat sebagai berikut : terserapnya teknologi pembuatan briket oleh pengajin pati aren, kemauan untuk membuat briket sebagai sumber penghasilan, memberi tambahan lapangan kerja bagi warga sekitar, menjalin kerjasama dengan pengusaha yang bersedia membeli produk briket, mengatasi pencemaran sungai. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa briket biomassa berkarbonasi dari limbah ampas pati aren, mampu menghasilkan nilai kalor sebesar  5234,5 kkal/kg (lebih tinggi dari SNI nilai kalor briket biomassa: 5000 kkal/kg ).Kata kunci : briket, karbonisasi, limbah ampas aren. Abstract. Kendal Regency, Central Java Province is the center of the palm starch industry, there are 27 palm starch craftsmen with the raw material needs of palm stems for production reaching 150 tons per day. The waste of palm starch dregs produced from the production process of palm flour reaches 100 tons/day. From the results of field reviews and discussions with the two groups of craftsmen, it was found that the problem that is being faced by the palm starch craftsman groups is the problem of palm pulp waste that has not been utilized, so it is necessary to teach the technology of making palm dregs briquettes. The implementation of the IbM program in Kendal Regency has been completed. From the results of the program implementation, it appears that there are changes as follows: the absorption of technology for making briquettes by palm starch craftsmen, the willingness to make briquettes as a source of income, providing employment for local residents, establishing cooperation with entrepreneurs who are willing to buy briquette products, overcoming river pollution. Carbonated biomass briquettes from palm starch waste are able to produce a calorific value of 5234.5 kcal/kg (higher than the SNI calorific value of biomass briquettes: 5000 kcal/kg).Keywords: briquettes, carbonization, palm pulp waste. 
Pelatihan Pembuatan Produk Kimia Terapan: Pembuatan Pelembut Pakaian bagi Siswa-siswi SMAN 16 Semarang Herman Yoseph Sriyana; Cyrilla Oktaviananda; Sari Purnavita; Adnan Darmawan; Endah Tri Utami Handhayani
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 4 No 1: JANUARI 2023
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/fxeg1s84

Abstract

SMA Negeri 16 Semarang terletak di Jalan Ngadirgo Tengah 1, Mijen, Kota Semarang. SMA Negeri 16 Semarang memiliki slogan BERKREASI, yaitu Berkolaborasi, Religi, dan Seni. Visi SMA Negeri 16 adalah mewujudkan pelajar yang berakhlak mulia mandiri, kreatif, dan berwawasan lingkungan. Salah satu sarana untuk mewujudkan sifat dan sikap kreatif para siswa SMA Negeri 16 adalah dengan mengadakan pelatihan pembuatan produk-produk kimia terapan. Kehadiran tim pengabdian masyarakat Prodi D3 Teknik Kimia Polteka Mangunwijaya bertujuan untuk membuka wawasan para siswa tentang jenis, prinsip, dan cara pembuatan produk kimia terapan. Salah satu produk kimia terapan yang mudah dibuat adalah pelembut pakaian. Pelembut pakaian adalah formula yang digunakan sebagai pelembut pakaian. Cara penggunaan pelembut pakaian adalah dengan dilarutkan dalam air kemudian digunakan untuk merendam pakaian. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pelatihan ini dibagi menjadi 3 sesi utama, antara lain: penjelasan klasikal, praktik pembuatan produk, dan sesi tanya jawab. Hasil dari kegiatan ini adalah antusiasme para siswa SMA Negeri 16 dalam memahami dan mempraktikkan proses pembuatan pelembut pakaian. Pengetahuan mengenai alat dan bahan, prinsip, dan cara pembuatan pelembut pakaian diharapkan dapat meningkatkan kreativitas para siswa dalam mengembangkan produk-produk kimia terapan lainnya.