Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemanfaatan Tepung Daun Talas (Colocasia (L) esculenta) Terfermentasi pada Formulasi Pakan Buatan Benih Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) Hasibuan, Destriana; Komariyah, Siti; Putriningtias, Andika; Batubara, Pebry Aisyah Putri
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v4i2.6640

Abstract

Pakan merupakan komponen yang membutuhkan biaya paling besar dalam kegiatan budidaya. Untuk menurunkan biaya pakan, dapat dilakukan upaya pemanfaatan bahan baku lokal, salah satunya adalah daun talas. Namun dibutuhkan perekayasaan daun talas untuk meningkatkan kadar protein dan menurunkan serat pada daun talas, yaitu melalui fermentasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pemanfaatan daun talas terfermentasi pada pakan dengan persentase yang berbeda terhadap kinerja pertumbuhan benih ikan gurami. Rancangan penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Masing-masing perlakuan meliputi: P1=0% (kontrol), P2=25 %, P3=50 %, dan P4=75 %. Berdasarkan hasil analisis, perlakuan yang diberikan berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan seperti laju pertumbuhan harian, pertumbuhan bobot dan panjang mutlak, serta rasio konversi pakan. Namun memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap kelangsungan hidup benih ikan gurami. Selain itu, daun talas terfermentasi dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku sumber protein menggantikan tepung ikan hingga 75%. Hal ini terlihat dari parameter pertumbuhan pada P4 (75% tepung daun talas terfermentasi) menghasilkan nilai yang berbeda nyata dan tertinggi diantara perlakuan lainnya
Pengaruh Pemberian Dosis Kapur Dolomt yang Berbeda Terhadap Kualitas Air Ikan Lele Sangkuriang (Clarias Gariepinus) Sakti, Bima; Afriani, Dwi Tika; Batubara, Pebry Aisyah Putri; Manullang, Hellentina Marriance
Jurnal Aquaculture Indonesia Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Akuakultur Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jai.v3i2.4822

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kapur dolomit terhadap kualitas air dan kandungan logam berat pada air budidaya penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 2024 di Laboratorium Fakultas Perikanan Universitas Dharmawangsa Medan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil analisis sidik ragam Sgr (Laju Pertumbuhan Ikan Lele) menggunakan aplikasi SPSS Versi 22 melihat pengaruh kapur dolomit, menunjukkan F Hitung < F Tabel ( SGR 3,87<4,07), (Panjang 4,00<4,07), (SR 0,833<4,07), ( FCR 0,778<4,07) pada taraf uji 5% yaitu tidak berpengaruh nyata terhadap SGR, Panjang, Sr dan FCR. Sedangkan pada kualitas air, kapur dolomit memberikan pengaruh terhadap peningkatan Ph air dari air sebelum penelitian dan sesudah penelitian hal ini menunjukkan kandungan sidolomit nya mempengaruhi kualtitas air, pada uji kandungan logam berat menyatakan perlakuan yang paling optimal memberikan kapur dolomit ialah pada perlakuan p2 (10 gr/40 ltr air) terdapat beberapa jenis yang paling banyak dan mengurangi kandungan logam yang toksik ialah kandungan besi (Fe): 0,09 mg, Mangan (Mn) : 0,33 mg, Alumunium (AI) : <0,00019* mg dan Timbal (Pb) : <0,003* mg
The Effect of Adding an EM-4 Activator Mixture to Tofu Dregs on Increasing the Biomass of Silk Worms (Tubifex sp.) Simamora, Dubel Pituan; Febri, Suri Purnama; Komariyah, Siti; Batubara, Pebry Aisyah Putri
Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Samudra Akuatika
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jisa.v9i2.12590

Abstract

Silkworms (Tubifex sp.) is an important natural feed in aquaculture as a natural feed that can accelerate fish growth, particularly during the hatchery phase. This study aimed to analyze the effect of EM-4 activator supplementation in tofu waste on the biomass increase of Tubifex sp. The research was conducted using an experimental method with a Completely Randomized Design consisting of five treatments and three replications. The treatments were P1 (EM-4 0 ml/10 g tofu waste), P2 (EM-4 1 ml/10 g tofu waste), P3 (EM-4 2 ml/10 g tofu waste), P4 (EM-4 3 ml/10 g tofu waste), and P5 (EM-4 4 ml/10 g tofu waste). The results showed that EM-4 application in tofu waste had a significant effect on increasing the biomass of Tubifex sp. The highest biomass was obtained in treatment P5, reaching 10.28 ± 0.80. These findings indicate that tofu waste enriched with EM-4 has strong potential as an effective, economical, and environmentally friendly culture medium for Tubifex sp., supporting the sustainable availability of natural feed for fish hatchery operations.
Pemberdayaan Ekonomi Lokal melalui Pemanfaatan Batang Sawit menjadi Gula Merah di Aceh Tamiang Mustika, Fitria; Isma, Faiz; Rahmiati, Rahmiati; Isma, Muhammad Fauzan; Batubara, Pebry Aisyah Putri
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/komposit.v3i2.2719

Abstract

Gula merah sawit merupakan hasil pengolahan dari air nira pohon kelapa sawit yang telah ditebang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi pemanfaatan batang sawit menjadi gula merah kepada masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga untuk membantu perekonomian masyarakat Desa Seumantoh guna meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah perencanaan, pelaksanaan dan tahap evaluasi. Pada tahap perencaaan, berkoordinasi langsung dengan datok Desa Seumantoh. Pada tahapan persiapan, tim mempersiapkan seluruh rencana kegiatan dimulai dari sosialisasi, membuat jadwal pelatihan, peserta pelatihan hingga lokasi pelatihan. Tahap selanjutnya merupakan tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian. Dalam tahap ini pengabdi melakukan kegiatan sosialisasi dengan datok dan masyarakat desa dan proses pelaksanaan kegiatan berupa Pelatihan Pengolahan Batang Sawit menjadi Gula Merah Sawit (GUMES). Tahap yang terakhir adalah tahap evaluasi atas hasil yang telah dicapai dari pengabdian ini. Seluruh kegiatan akan dievaluasi untuk melihat kelebihan dan kekurangan dari kegiatan. Berdasarkan pelaksanaan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat maka dapat disimpulkan dengan adanya edukasi pemanfaatan batang sawit menjadi gula merah ini dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan inovasi pengolahan gula merah.