Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Efektifitas Kompres Aloe Vera Terhadap Pencegahan Pembengkakan Payudara Pada Ibu Post Partum Adek Kurnia Sari; Rahmadani Fitria; Misrawati Misrawati; Erika Erika; Widia Lestari; Sri Utami
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1909

Abstract

Rendahnya pencapaian cakupan ASI eksklusif di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau, masih menjadi tantangan serius dalam kesehatan ibu dan anak. Salah satu faktor penghambat adalah bendungan ASI yang dapat berkembang menjadi mastitis jika tidak ditangani secara tepat. Aloe vera diketahui memiliki sifat antiinflamasi dan analgesik yang potensial untuk meredakan gejala tersebut. Purpose: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kompres aloe vera dalam mencegah pembengkakan payudara dan mastitis pada ibu menyusui selama masa postpartum. Methods: Penelitian ini menggunakan pendekatan Project-Based Learning (PJBL) dengan desain observasional kuantitatif. Intervensi dilakukan pada 30 ibu postpartum yang mengalami gejala awal bendungan ASI di wilayah kerja Puskesmas Sail, Riau. Kompres aloe vera diaplikasikan dua kali sehari selama lima hari berturut-turut, dan evaluasi dilakukan berdasarkan skala nyeri dan skala pembengkakan (Six Point Engorgement Scale). Results: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompres aloe vera menurunkan rata-rata nyeri dari 2,16 menjadi 0 dan pembengkakan dari 2,2 menjadi 0 pada hari ke-5. Seluruh responden (100%) menunjukkan hilangnya gejala nyeri dan pembengkakan setelah lima hari intervensi. Conclusion: Kompres aloe vera efektif sebagai terapi non-farmakologis dalam mencegah dan mengatasi pembengkakan payudara postpartum. Intervensi ini aman, murah, dan mudah diaplikasikan sehingga berpotensi diintegrasikan ke dalam praktik keperawatan masa nifas. Penelitian lanjutan dengan desain eksperimen seperti RCT direkomendasikan untuk memperkuat validitas hasil
Menstrual Hygiene Management Practices & Challenges Among Women in Wetland Areas of Riau: a Qualitative Study Masrina Munawarah Tampubolon; Yulia Irvani Dewi; Misrawati Misrawati; Sri Utami
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50259

Abstract

Menstrual Hygiene Management (MHM) remains understudied among women living in wetland environments, despite their vulnerability to limited access to clean water and sanitation. This study aimed to explore the practices, needs, and challenges in menstrual hygiene management among reproductive-age women residing in the wetland areas of Riau, Indonesia. A qualitative phenomenological design was employed. Data were collected through semi-structured interviews with six women aged 19–42 years, and triangulated with two additional informants (a community health nurse and a participant’s mother). Colaizzi’s method was used for data analysis.Two major themes emerged: (1) Adaptation to environmental constraints—women utilized existing water sources (rivers, boreholes) and followed inherited traditions for menstrual hygiene, including unsafe disposal of sanitary pads; (2) Strategies to maintain reproductive health—women managed discomfort through herbal remedies, self-treatment, and informal social support. However, myths and lack of accurate knowledge persisted. Women in wetland areas manage menstruation through improvised practices shaped by environmental and socio-cultural factors. There is a pressing need for culturally sensitive reproductive health education, improved access to WASH facilities, and sustainable sanitary waste disposal systems
Pengaruh Intervensi Keperawatan Komunitas Menggunakan Aplikasi Nutrikost Dalam Peningkatan Gizi Remaja Ari Rahmat Aziz; Bayhakki Bayhakki; Sri Utami; Nurul Huda; Syava Ardilawati; Maharani Karlina; Aisyah Mukda Camila Putri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51848

Abstract

Saat ini, status gizi banyak remaja masih belum memadai. Kurangnya pengetahuan tentang kebutuhan gizi dan kemampuan untuk menyiapkan makanan bergizi merupakan faktor penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan intervensi keperawatan komunitas menggunakan aplikasi Nutrikost untuk meningkatkan gizi remaja. Desain penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan kelompok kontrol. Analisis data menggunakan uji-t dependen dan uji-t independen. Sampel penelitian ini adalah remaja yang memiliki ponsel pintar. Pada kelompok intervensi, remaja menerima intervensi komunitas menggunakan aplikasi Nutrikost selama satu bulan, dan kemudian pengetahuan dan status gizi mereka dinilai sebelum dan sesudah intervensi. Aplikasi ini menyediakan pendidikan dan konseling dua arah dan satu arah. Kelompok Kontrol menerima layanan kesehatan rutin di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam IMT remaja setelah intervensi pada kelompok kontrol dan eksperimen (nilai p > 0,05). Ada perbedaan yang signifikan dalam pengetahuan remaja setelah intervensi pada kelompok kontrol dan eksperimen (nilai p< 0,05). Aplikasi Nutrikost dapat digunakan dalam pendidikan gizi untuk remaja. Perawat komunitas dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang gizi menggunakan aplikasi ini.  Kata Kunci: Aplikasi Nutrikost, Intervensi Keperawatan Komunitas, Nutrisi Remaja. Abstract Currently, the nutritional status of many adolescent remains inadequate. Lack of knowledge about nutritional needs and the ability to prepare nutritious meals are contributing factors. This study aims to conduct a community nursing intervention using the Nutrikost application to improve adolescent nutrition. The study design used a quasi-experimental design with a control group. Data analysis used t-dependent and independent t- test. The sample of this study was adolescents who owned smartphones. In the intervention group, adolescents received community intervention using the Nutrikost app for one month, and then their nutritional knowledge and status were assessed before and after the intervention. The App provides two-way and one-way education and counseling. The Control group received routine health services at the community health center (Puskesmas). The Results showed that there was no significant difference in BMI of adolescents after the intervention in the control and experimental groups (P value > 0.05).  There was a significant difference in adolescent knowledge after the intervention in the control and experimental groups (P value < 0.05). The Nutrikost application can use in nutrition education for teenagers. Community nurses can improve adolescents’ knowledge of nutrition using this application.   Keywords: Adolescent Nutrition; Community Nursing Intervention; Nutrikost Application
Pendidikan Kesehatan tentang Cara Mengurangi Nyeri Menstruasi dengan Kompres Hangat dan Pijat Perut Pada Remaja Misrawati Misrawati; Sri Utami; Surya Wahyuni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.24645

Abstract

ABSTRAK Nyeri menstruasi (dismenore) merupakan keluhan umum pada remaja putri yang dapat mengganggu aktivitas belajar, istirahat, dan kehidupan sehari-hari. Pengelolaan nyeri menstruasi secara mandiri melalui kompres hangat dan pijat perut (abdominal massage) terbukti efektif dan aman, namun remaja kurang paham dalam melakukannya. Tujuan pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah mewujudkan SDG’s 3, yaitu menjamin kesehatan dan kesejahteraan remaja putri. Kegiatan dilakukan pada perempuan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Pekanbaru dengan metode partisipatif meliputi: a) Pendidikan kesehatan dengan metode ceramah interaktif dan diskusi; b) Pendampingan dalam praktik langsung dalam penatalaksanaan kompres hangat dan pijat perut untuk mengurangi nyeri menstruasi. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata nilai pengetahuan yang signifikan dari sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebesar 76,00 menjadi 92,00. Selama pelaksanaan, terlihat peserta antusias, aktif bertanya, berdiskusi, dan mempraktikkan teknik yang diajarkan dengan tepat dan benar. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi kesehatan berbasis partisipatif dan praktik langsung efektif meningkatkan pemahaman remaja tentang dismenore serta mendorong penerapan strategi pengelolaan nyeri menstruasi secara mandiri. Kata Kunci: Dismenore, Kompres Hangat, Nyeri Menstruasi, Pendidikan Kesehatan, Pijat Perut.  ABSTRACT Menstrual pain (dysmenorrhea) is a common complaint among adolescent girls that can disrupt learning activities, rest, and daily life. Self-management of menstrual pain through warm compresses and abdominal massage has been proven to be effective and safe; however, many adolescents lack adequate knowledge on how to perform these techniques properly. This Community Service Programme (PKM) aims to contribute to achieving Sustainable Development Goal (SDG) 3, which focuses on ensuring the health and well-being of adolescent girls. The programme was conducted among female students at a public junior high school in Pekanbaru using a participatory approach, including: (a) health education through interactive lectures and discussions; and (b) hands-on assistance in practising warm compress application and abdominal massage for menstrual pain relief. The results showed a significant increase in the average knowledge score, from 76.00 before the health education intervention to 92.00 afterwards. During implementation, participants demonstrated high enthusiasm, actively asked questions and engaged in discussions, and correctly performed the taught techniques. This programme demonstrates that participatory health education combined with practical training is effective in improving adolescents’ understanding of dysmenorrhea and encouraging the independent application of menstrual pain management strategies. Keywords: Dysmenorrhea, Warm Compress, Menstrual Pain, Health Education, Abdominal Massage.