Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

The Relationship Between Family Anxiety Levels and Knowledge of Initial Patient Management in the Emergency Department Fatimah Putri Az-Zahra Ahmad; Ani Retni; Pipin Yunus; Setiawan
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) - July 20
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i3.11125

Abstract

Family anxiety in the Emergency Department (ED) commonly occurs due to uncertainty regarding the patient’s condition and limited understanding of initial treatment procedures. This condition may influence the family’s ability to receive information and support patient care. This study aimed to analyze the relationship between family anxiety levels and knowledge of initial patient management in the Emergency Department of RSUD M.M. Dunda Limboto. A quantitative correlational study with a cross-sectional design was conducted involving 91 respondents selected through accidental sampling. Anxiety levels were measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), while knowledge was assessed using a structured questionnaire on initial patient management. Data were analyzed using the Chi-Square test with a significance level of 0.05. The results showed that most respondents experienced mild anxiety (42.9%) and had low knowledge levels (36.3%). Statistical analysis revealed a significant relationship between family anxiety levels and knowledge of initial patient management (p = 0.000). These findings indicate that family anxiety is associated with their understanding of emergency care procedures. Strengthening health education and effective communication by healthcare professionals is necessary to reduce anxiety and improve family comprehension during emergency services.
Pengaruh Tindakan SPEOS (Stimulasi Pijat Endorphin, Oksitosin dan Sugestif) oleh Suami Terhadap Produksi ASI Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Biru Salsabillah Halusi; Ani Retni; Fahmi A. Lihu
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.681

Abstract

Salah satu penanganan  masalah produksi ASI menurun pada ibu menyusui dapat diatasi dengan melakukan  tindakan pijat endorphin dan pijat oksitosin dan sugestif (SPEOS) yang dapat dilakukan oleh suami sebagai bentuk  dukung breastfeeding. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui menganalisis Pengaruh Tindakan SPEOS (Stimulasi Pijat Endorphin, Oksitosin dan Sugestif) oleh Suami Terhadap Produksi ASI Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Biru.  Desain  penelitian menggunakan kuantitatif pra eksperimen dengan desain pre post test design.  Pengambilan sampel  menggunakan non probability  sampling  dengan teknik total purposive sampling  dengan jumlah responden 30 orang. Hasil penelitian  dengan menggunakan uji statistik t-test (x2) menunjukkan  terdapat pengaruh tindakan SPEOS (Stimulasi Pijat Endorphin, Oksitosin dan Sugestif) oleh Suami Terhadap Produksi ASI Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Biru dibuktikan  dengan hasil p. value  (0.000 < 0.05).
Hubungan Pula Asuh Orang Tua Dengan Kejadian Sibling Rivalry Pada Anak Pra Sekolah Umur 3-6 Tahun Di TK Negeri Pembina Desa Biluhu Tengah Yurifta S Saleh; Ani Retni; Andi Nur Aina Sudirman
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.820

Abstract

Sibling rivalry merupakan persaingan antar saudara kandung yang sering terjadi pada anak usia pra sekolahakibat rasa cemburu dan perebutan perhatian orang tua. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya siblingrivalry adalah pola asuh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tuadengan kejadian sibling rivalry pada anak pra sekolah usia 3–6 tahun di TK Negeri Pembina Desa BiluhuTengah. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif non-eksperimen dengan pendekatan cross sectional.Sampel penelitian berjumlah 34 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Datadikumpulkan menggunakan kuisioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkansebagian besar orang tua menerapkan pola asuh otoriter dan sebagian besar anak mengalami sibling rivalry.Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value &lt; 0,05 yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara polaasuh orang tua dengan kejadian sibling rivalry. Diharapkan orang tua dapat menerapkan pola asuh yang lebihtepat, khususnya pola asuh demokratis, untuk mengurangi kejadian sibling rivalry pada anak.
Analisis Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Persiapan Laktasi Pada Ibu Hamil Trimester III Di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Rahmi Aprianti Rasyid; Harismayanti; Ani Retni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.821

Abstract

Persiapan laktasi merupakan upaya penting selama kehamilan khususnya trimester III untuk mendukungkeberhasilan pemberian ASI setelah persalinan. Pengetahuan dan sikap ibu hamil sebagai faktor yang berperandalam membentuk kesiapan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap ibuhamil trimester III terhadap persiapan laktasi di wilayah kerja puskesmas limboto. Populasi penelitian ini adalah70 ibu hamil trimester III di wilayah kerja puskesmas limboto, dengan jumlah sampel sebanyak 60 respondenyang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakankuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan signifikanantara pengetahuan dan sikap dengan persiapan laktasi dengan p&lt;0,05. Kesimpulan terdapat hubungan yangsignifikan antara pengetahuan dan sikap ibu hamil trimester III terhadap persiapan laktasi di wilayah kerjapuskesmas limboto. Saran dalam penelitian ini adalah diperlukan peningkatan edukasi dan konseling laktasisejak masa kehamilan untuk meningkatkan kesiapan ibu dalam menyusu.
Analisis Kejadian Penyakit Penyerta (Anemia, Hipertensi, Dan Diabetes Gestasional) Pada Ibu Hamil Dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Di RSUD Dr M.M Dunda Limboto Fatmah Sy. Ishak; Harismayanti; Ani Retni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.831

Abstract

Berat iBadan iLahir iRendah i(BBLR) imasih imenjadi imasalah ikesehatan iyang berkontribusi iterhadapitingginya iangka ikematian ineonatal. iPenyakit ipenyerta pada ikehamilan iseperti ianemia, ihipertensi, idanidiabetes igestasional dapat imemengaruhi ipertumbuhan ijanin isehingga imeningkatkan irisiko terjadinyaiBBLR. iPenelitian iini ibertujuan imenganalisis ihubungan ipenyakit penyerta ipada iibu ihamil idenganikejadian iBBLR idi iRSUD iDr. iM.M. iDunda Limboto. iPenelitian iini imenggunakan imetode ikuantitatifidengan idesain icross sectional iretrospektif. iSampel ipenelitian iberjumlah i144 iresponden iyang diperolehimenggunakan iteknik isimple irandom isampling iberdasarkan idata rekam imedis iibu ibersalin iperiodeiJanuari isampai iMaret i2025. iVariabel independen imeliputi ianemia, ihipertensi, idan idiabetes igestasional,sedangkan ivariabel idependen iadalah ikejadian iBBLR. iAnalisis idata dilakukan secara iunivariat idan ibivariatimenggunakan iuji iChi-Square. iHasil ipenelitian menunjukkan ibahwa itidak iterdapat ihubungan isignifikaniantara ianemia dengan ikejadian iBBLR idengan inilai ip-value i0,986 idan ihipertensi idengan kejadian iBBLRidengan inilai ip-value i0,196. iNamun, iterdapat ihubungan signifikan iantara idiabetes imelitus igestasionalidengan ikejadian iBBLR idengan nilai ip-value i0,010. iPenelitian iini imenyimpulkan ibahwa idiabetesgestasional iberhubungan idengan ikejadian iBBLR idi iRSUD iDr. iM.M. iDunda Limboto. iPenelitian iiniidiharapkan idapat imenjadi ibahan iinformasi ibagi tenaga ikesehatan idalam imeningkatkan ideteksi idiniikomplikasi ikehamilan berisiko itinggi ipada iibu.
Analisis Masalah Pernikahan Dini Pada Remaja Di Wilayah Kerja Puskesmas Dulupi Kabupaten Boalemo Dwi Rahayu Usman; Ani Retni; Harismayanti Harismayanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.829

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi fenomena sosial yang terjadi pada remaja dan dapat menimbulkan dampak terhadap pendidikan, kesehatan reproduksi, serta kondisi psikologis dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah pernikahan dini pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Dulupi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam terhadap 10 partisipan utama dan 2 partisipan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat tema utama yaitu faktor penyebab pernikahan dini, dampak terhadap pendidikan, kesehatan reproduksi, serta psikologis dan sosial. Faktor penyebab utama meliputi hubungan pacaran sejak usia muda, tekanan sosial lingkungan, kehamilan sebelum menikah, dan keputusan keluarga. Dampak yang dirasakan remaja yaitu terhentinya pendidikan formal, terbatasnya peluang kerja, pengalaman kehamilan pertama yang lebih berat, serta tekanan psikologis dan perubahan hubungan sosial dengan teman sebaya. Sebagian partisipan mampu beradaptasi secara bertahap dengan dukungan keluarga. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pernikahan dini merupakan masalah kompleks sehingga diperlukan peran keluarga, masyarakat, dan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi, konseling, dan pendampingan bagi remaja untuk mencegah pernikahan dini serta meminimalkan dampaknya.
Hubungan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Dengan Persalinan Prematur Di RSUD Dr M.M Dunda Limboto Tiaraputri S. Lasimpala; Zuriati Muhamad; Ani Retni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.842

Abstract

Persalinan prematur merupakan masalah kesehatan maternal yang menjadi penyebab utama morbiditas danmortalitas neonatal. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan persalinan prematur adalah kadarhemoglobin pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kadar hemoglobin ibu hamil dengankejadian persalinan prematur di RSUD Dr. M.M. Dunda Limboto. Metode penelitian menggunakan desainobservasional analitik dengan pendekatan case control. Data diperoleh dari rekam medis dengan jumlah sampel54 responden yang terdiri dari 27 ibu dengan persalinan prematur dan 27 ibu tidak prematur. Analisis datadilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar respondenmemiliki kadar hemoglobin normal sebanyak 30 orang (55,6%), sedangkan kadar hemoglobin rendah sebanyak24 orang (44,4%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value 0,006 (p&lt;0,05) dan Odds Ratio (OR) 4,857, sehinggaterdapat hubungan signifikan antara kadar hemoglobin ibu hamil dengan kejadian persalinan prematur.Kesimpulan penelitian ini adalah kadar hemoglobin rendah pada ibu hamil berhubungan dengan meningkatnyarisiko persalinan prematur.
Makna Dan Praktik Tradisi Tontholo Dalam Perawatan Ibu Postpartum (Studi Fenomenologi Di Desa Taluduyunu Utara Kabupaten Pohuwato) Finriati Latip; Zuriati Muhamad; Ani Retni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.858

Abstract

Latar Belakang : Meskipun akses layanan kesehatan modern tersedia, keterikatan masyarakat Gorontalo terhadap tradisi Tontholo cukup tinggi karena diyakini sebagai bentuk ritual adat pemulihan fisik dan batin ibu postpartum. Kepercayaan yang kuat ini menunjukkan perlunya eksplorasi mendalam terhadap makna dan praktik tersebut guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang peka terhadap budaya lokal. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna, pengalaman, dan praktik tradisi Tontholo dalam perawatan ibu postpartum. Metode : Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi ini menggunakan teknik snowball sampling untuk memilih 3 orang informan utama (ibu postpartum) dan  6 orang informan kunci di Di Desa Taluduyunu Utara Kabupaten Pohuwato. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik tematik. Hasil penelitian : menunjukkan bahwa Tontholo dimaknai subjektif sebagai warisan leluhur yang wajib dijalankan karena bermanfaat secara fisik, dan pelaksanaannya diniatkan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dan tidak melanggar syariat. Dari perspektif kesehatan, Tontholo dimaknai sebagai metode pemulihan fisik alami yang berfungsi mempercepat involusi uterus, melancarkan sirkulasi darah melalui terapi uap/panas, dan sebagai relaksasi otot pascapersalinan. Pengalaman informan menunjukkan bahwa penggunaan ramuan herbal dalam Tontholo memberikan efek relaksasi yang meningkatkan pemulihan dan menurunkan kecemasan, sehingga berperan dalam pencegahan postpartum blues. Kesimpulan : Tradisi Tontholo merupakan praktik perawatan masa nifas yang mengintegrasikan aspek budaya, spiritualitas, dan kesehatan fisik dan secara klinis, terbukti mendukung pemulihan fisik  yang efektif Saran : Perlu adanya sinergi antara tenaga kesehatan dan praktisi tradisional untuk memastikan keamanan bahan ramuan tanpa menghilangkan unsur budaya dan tradisi adat Gorontalo.
Hubungan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Terhadap Panjang Badan Bayi Lahir Di RSIA Sitti Khadijah Gorontalo Candrawati Kadir; Ani Retni; Andi Nur Aina Sudirman
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.936

Abstract

Anemia pada ibu hamil apabila tidak segera ditangani yaitu terjadinya penurunan daya tahan tubuh, perdarahan,pertumbuhan dan perkembangan janin terhambat seperti panjang badan rendah. Panjang badan merupakan indikatoryang baik untuk pertumbuhan fisik yang sudah lewat (stunting). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungankejadian anemia pada ibu hamil terhadap panjang badan bayi lahir. Desain penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif.Jumlah populasi sebanyak 115 orang dengan jumlah sampel sebanyak 115 atau total sampling. Analisis data dalampenelitian ini menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan kejadian anemia pada ibu hamil tertinggi yaitukategori tidak anemia sebanyak 59 orang sedangkan ibu mengalami anemia sebanyak 56 orang sedangkan panjangbadan BBL tertinggi yaitu kategori normal sebanyak 56 orang sedangkan kategori pendek sebanyak 50 orang dankategori sangat pendek sebanyak 9 orang dengan nilai Pvalue 0,000 dimana nilai ini &lt; 0,05 yang artinya Ha diterimadan H0 ditolak. Kesimpulan terdapat hubungan kejadian anemia pada ibu hamil terhadap panjang badan bayi lahir diRSIA Sitti Khadijah Gorontalo. Saran untuk pihak rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan lainnya agar selalumemberikan edukasi pada ibu hamil tentang nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil untuk mencegah anemia serta dampakanemia saat hamil.
Hubungan self efficacy dengan kejadian baby blues syndrom pada ibu post partum: The relationship between self-efficacy and the incidence of baby blues syndrome in postpartum mothers Rahmatya Putri Ayu Badjuka; Ani Retni; Fahmi A. Lihu
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.2964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu postpartum di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum yang berada di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru pada periode Januari–Maret 2025, dengan jumlah responden sebanyak 43 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner self-efficacy dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu postpartum. Hubungan yang terbentuk bersifat negatif, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat self-efficacy ibu postpartum, maka semakin rendah risiko terjadinya baby blues syndrome. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-efficacy memiliki peran penting dalam menurunkan risiko terjadinya baby blues syndrome pada ibu postpartum. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan dan dukungan psikososial untuk meningkatkan self-efficacy ibu selama masa kehamilan dan setelah persalinan.