Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Gambaran Kualitas Tidur Pada Anak Usia Sekolah Dasar Dengan Menggunakan Gadget Di SDN 12 Dungaliyo Kabupaten Gorontalo Siti Rahmadina Deluma; Zuriati Muhamad; Ani Retni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.935

Abstract

Penggunaan gadget sebelum tidur malam dapat memperburuk jam internal tubuh untuk istirahat pada waktunya,sehingga menekan pelepas pada hormon melatonin yang memicu kesulitan tidur. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis hubungan gambaran kualitas tidur pada anak usia 9-12 tahun dengan menggunakan gadget. Desainpenelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah populasi sebanyak 55 siswa usia 9-12 tahundan jumlah sampel sebanyak 55 siswa. Teknik pengambilan sampel total sampling. Analisis data dalampenelitian ini menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan kualitas tidur anak di SDN 12 DungaliyoKabupaten Gorontalo yang tertinggi yaitu kualitas tidur kurang sedangkan penggunaan gadget yang tertinggimenggunakan gadget >2 jam/hari dengan nilai signifikan 0,000. kualitas tidur anak yang menggunakan gadget>2 jam/hari rata-rata kurang baik atau kualitas tidur kurang sedangkan kualitas tidur anak yang bermain gadget1-2 jam/hari rata-rata baik atau kualitas tidur baik sehingga terdapat hubungan antara kualitas tidur pada anakusia 9-12 tahun dengan menggunakan gadget. Saran untuk pihak sekolah agar dapat bekerja sama denganorangtua siswa dalam memberikan pengawasan Ketika anak bermain gadget hal ini untuk membantu anak agartidak mengalami dampak negatif dari gadget seperti gangguan tidur.
Hubungan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Terhadap Panjang Badan Bayi Lahir Di RSIA Sitti Khadijah Gorontalo Candrawati Kadir; Ani Retni; Andi Nur Aina Sudirman
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.936

Abstract

Anemia pada ibu hamil apabila tidak segera ditangani yaitu terjadinya penurunan daya tahan tubuh, perdarahan,pertumbuhan dan perkembangan janin terhambat seperti panjang badan rendah. Panjang badan merupakan indikatoryang baik untuk pertumbuhan fisik yang sudah lewat (stunting). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungankejadian anemia pada ibu hamil terhadap panjang badan bayi lahir. Desain penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif.Jumlah populasi sebanyak 115 orang dengan jumlah sampel sebanyak 115 atau total sampling. Analisis data dalampenelitian ini menggunakan uji chi square. Hasil penelitian didapatkan kejadian anemia pada ibu hamil tertinggi yaitukategori tidak anemia sebanyak 59 orang sedangkan ibu mengalami anemia sebanyak 56 orang sedangkan panjangbadan BBL tertinggi yaitu kategori normal sebanyak 56 orang sedangkan kategori pendek sebanyak 50 orang dankategori sangat pendek sebanyak 9 orang dengan nilai Pvalue 0,000 dimana nilai ini < 0,05 yang artinya Ha diterimadan H0 ditolak. Kesimpulan terdapat hubungan kejadian anemia pada ibu hamil terhadap panjang badan bayi lahir diRSIA Sitti Khadijah Gorontalo. Saran untuk pihak rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan lainnya agar selalumemberikan edukasi pada ibu hamil tentang nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil untuk mencegah anemia serta dampakanemia saat hamil.
Hubungan self efficacy dengan kejadian baby blues syndrom pada ibu post partum: The relationship between self-efficacy and the incidence of baby blues syndrome in postpartum mothers Rahmatya Putri Ayu Badjuka; Ani Retni; Fahmi A. Lihu
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 12 No. 1 (2026): JiKep | Februari 2026
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v12i1.2964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-efficacy dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu postpartum di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum yang berada di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru pada periode Januari–Maret 2025, dengan jumlah responden sebanyak 43 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner self-efficacy dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan kejadian baby blues syndrome pada ibu postpartum. Hubungan yang terbentuk bersifat negatif, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat self-efficacy ibu postpartum, maka semakin rendah risiko terjadinya baby blues syndrome. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-efficacy memiliki peran penting dalam menurunkan risiko terjadinya baby blues syndrome pada ibu postpartum. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan dan dukungan psikososial untuk meningkatkan self-efficacy ibu selama masa kehamilan dan setelah persalinan.
The Effect of Exclusive Breastfeeding on the Nutritional Status of Mothers and Infants in the Working Area of Telaga Health Center Indriyani Ali; Harismayanti; Ani Retni
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 8 No. 2: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i2.10779

Abstract

Low coverage of exclusive breastfeeding not only impacts infants but can also reduce the achievement of optimal nutritional status for mothers and infants during the breastfeeding period. Mothers and children are vulnerable to declining nutritional status. This is due to several factors, particularly the increased nutritional needs of mothers during pregnancy and breastfeeding, as well as the rapid growth and development of children aged 0–6 months. The study aimed to determine the effect of exclusive breastfeeding on the nutritional status of mothers and infants. The research design used a quantitative correlational cross-sectional method. The population in this study were all mothers with infants aged 0–6 months. The sample was drawn using a purposive sampling technique, resulting in 57 respondents. Data analysis used the Chi-square test with a significance level of 0.05. The results of the study showed that on average, 33 mothers (57.9%) had normal nutritional status, and 35 babies (61.4%) had normal nutritional status. There was an influence of Exclusive Breastfeeding on the Nutritional Status of Mothers and Babies with a p value of 0.000 < 0.05. It can be concluded that there is an influence of exclusive breastfeeding on the nutritional status of mothers and babies in the Telaga Health Center work area.
Implementation of Health Education to Improve Adolescent Girls' Knowledge of the Importance of Iron Supplement Tablet Consumption at SMP Negeri 2 Gorontalo City Sitti Rahmadiva Resita; Ani Retni; Inne Ariane Gobel
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Vol. 8 No. 2: April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i2.11331

Abstract

Adolescent girls are a vulnerable group for anemia, particularly iron deficiency anemia, due to menstrual blood loss, an unbalanced diet, and low compliance with iron supplementation. Anemia in adolescent girls can lead to decreased concentration, fatigue, and long-term health problems. This study aimed to determine the effect of health education on increasing adolescent girls' knowledge about the importance of iron supplementation at SMP Negeri 2 Gorontalo City. This study used the following method: almost experimental with design pretest–posttest. The research population was all female adolescents at SMP Negeri 2, Gorontalo City, with a sample of 74 respondents selected using the technique purposive sampling. Data analysis was carried out using the paired t-test. The results of the study showed that before the health education, most respondents had a low level of knowledge (45.9%), whereas after the health education, the majority of respondents had a good level of knowledge (62.2%). The test results paired t-test showed a p-value of 0.000 (p < 0.05). This study concluded that health education significantly impacted the knowledge of adolescent girls. Schools and health workers are advised to continuously improve health education programs to prevent anemia in adolescent girls.
Analysis of Community-Based Nurses’ Preparedness in Flood Disaster Emergency Response Pipin Yunus; Ani Retni
Journal La Medihealtico Vol. 6 No. 6 (2025): Journal La Medihealtico
Publisher : Newinera Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37899/journallamedihealtico.v6i6.2791

Abstract

Flood disasters are one of the major threats in Gorontalo Province, with significant impacts on communities and the health service system. Nurses, as frontline health workers, play a strategic role in community-based emergency response, particularly in providing first aid, triage, and health education. This study aims to analyze the preparedness level of community-based nurses in responding to flood disasters in Limboto Barat District, Gorontalo Regency. A descriptive quantitative design with a cross-sectional approach was applied. The sample consisted of all 30 nurses working at Limboto Barat Public Health Center, selected through a total sampling technique. Data were collected using questionnaires and analyzed univariately. The results showed that most respondents were aged 31-40 years (36.7%), female (73.3%), had a bachelor’s degree in nursing (56.7%), and had more than five years of work experience (60%). Nurses’ preparedness was still low in terms of knowledge, with 73.3% categorized as poor. Regarding attitudes, 60% of respondents showed poor preparedness, while skills were mainly in the fair (46.7%) and poor (46.7%) categories. These findings indicate that community-based nurse preparedness is still not optimal, especially in the dimensions of knowledge, attitude, and skills. In conclusion, structured interventions through continuous training, disaster simulations, and cross-sectoral collaboration are required to strengthen nurses’ preparedness capacity in responding to flood disasters.
Effectiveness of the Stimulation of Endorphin, Oxytocin, and Serotonin (SPEOS) Method in Improving Sleep Quality among Postpartum Women: A Quasi-Experimental Study in Primary Maternal Healthcare in Gorontalo, Indonesia Ani Retni; Fatmah M Abdullah
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v5i2.1469

Abstract

Postpartum sleep disturbance is a clinically relevant maternal health problem because it may weaken physical recovery, emotional regulation, breastfeeding continuity, and early mother infant adaptation. This study analyzed the effectiveness of the Stimulation of Endorphin, Oxytocin, and Serotonin (SPEOS) method in improving sleep quality among postpartum women in the working area of Telaga Primary Health Center, Gorontalo, Indonesia. A quasi-experimental pretest and posttest control group design using consecutive sampling and convenience sub-district cluster allocation was used. Sixty-two postpartum women were allocated into an intervention group and a control group (n = 31 per group). The intervention group received the home-based SPEOS method for seven consecutive days, whereas the control group received routine postpartum care. Sleep quality was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index. Because the data were not normally distributed, the Wilcoxon Signed Rank Test and Mann Whitney U Test were applied. After the intervention, mild sleep disturbance in the intervention group increased from 16.1% to 83.9%, while severe sleep disturbance was no longer observed. Wilcoxon tests revealed significant PSQI reductions in the intervention group (Z = -4.564; p < 0.001; r = 0.82). The Mann Whitney U Test also demonstrated a significant difference in score change between groups (U = 118.500; Z = -4.921; p < 0.001; r = 0.62). These findings indicate that SPEOS provides a statistically and clinically meaningful non-pharmacological approach for postpartum sleep restoration. Its effect is hypothesized to be linked to pathways involving tactile relaxation, oxytocinergic activation, endorphin release, reduced stress response, and increased maternal comfort. SPEOS is recommended as a feasible midwife-led community-based intervention in postpartum nursing and midwifery care.
Analisis Pengalaman Ibu Postpartum terhadap Pencegahan Postpartum Blues di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Putri Amelia Y Ishak; Ani Retni; Harismayanti Harismayanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.940

Abstract

Postpartum Blues merupakan gangguan emosional yang umum dialami oleh ibu setelah melahirkan, ditandai dengan perasaan sedih, cemas, mudah menangis, dan perubahan suasana hati. Kondisi ini apabila tidak ditangani dengan baik dapat berkembang menjadi gangguan yang lebih serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman ibu postpartum dalam mencegah terjadinya Postpartum Blues di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang ibu postpartum yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interview), kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil peneltian menunjukkan bahwa pengalaman ibu dalam mencegah Postpartum Blues meliputi beberapa tema utama, yaitu Pengalaman Emosional Ibu Postpartum, Faktor Risiko Postpartum Blues dan Upaya Ibu dalam Mencegah Postpartum Blues. Kesimpulan penelitian ini adalah Ibu postpartum melakukan berbagai upaya untuk mencegah Postpartum Blues, antara lain dengan mendekatkan diri kepada Tuhan melalui doa dan zikir, berusaha mengatur waktu istirahat, serta berbagi cerita dan menerima dukungan dari suami maupun keluarga.