Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Strategi Implementasi SIMRS di Instalasi Rawat Jalan RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Kota Surakarta Ery Syabilla Putri; Sri Suparti; Aries Widiyoko
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 3 No. 3 (2024): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v3i3.186

Abstract

Latar belakang: SIMRS merupakan suatu aplikasi yang dibuat untuk menunjang kegiatan operasional rumah sakit melalui data yang terintegrasi dan terorganisir. SIMRS digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Proses implementasi SIMRS di rumah sakit banyak yang mengalami kendala. Tujuan: Menganalisis strategi implementasi SIMRS di Instalasi Rawat Jalan RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Kota Surakarta melalui SWOT berdasarkan faktor Man, Money, Method, Machine, Material, dan Mother Nature. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Analisis data menggunakan analisis SWOT. Sampel penelitian didapatkan 18 orang dari unit rawat jalan dan IT, dengan teknik purposive sampling. Hasil: Implementasi SIMRS berdasarkan faktor Man diperoleh hasil 60,78%, faktor Money diperoleh hasil 58,82%, faktor Method diperoleh hasil 11,76%, faktor Machine diperoleh hasil 35,29%, faktor Material diperoleh hasil 62,35%, dan faktor Mother Nature diperoleh hasil 79,41%. Kesimpulan: Implementasi SIMRS yang belum sesuai terdapat pada faktor Method dan Machine. Namun, pada faktor yang lain juga masih perlu ditingkatkan. Strategi yang dapat dilakukan berdasarkan analisis SWOT antara lain yaitu meningkatkan kompetensi dan pengetahuan SDM melalui seminar atau pelatihan, percepatan pengembangan fitur SIMRS sesuai kebutuhan pengguna, membuat SOP penggunaan SIMRS, peningkatan sarana dan prasarana penunjang SIMRS, peningkatan keamanan akses pada SIMRS, serta penambahan petugas IT.
Penyuluhan Hipertensi Pada Lansia Di Desa Jelok, Cepogo, Boyolali Sukmaningsih, Wahyu Ratri; Suparti, Sri; Elisabrina, Diyah
Bengawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Desember
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jurnal_bengawan.v4i2.163

Abstract

Hypertension is one of the main health problems in the elderly that is often not detected early but has a high risk of causing complications such as heart disease, stroke, and kidney failure. Health education is one of the strategic efforts to increase awareness and knowledge of the elderly regarding the prevention and management of hypertension. This activity was carried out in Jelok Village, Cepogo, Boyolali, with the aim of providing education about hypertension, prevention, and healthy lifestyles to the elderly. The activity methods include lectures, interactive discussions, and demonstrations of blood pressure measurements. The material presented includes the definition of hypertension, risk factors, symptoms, impacts, and preventive measures through a healthy lifestyle. Participants are also provided with leaflets as an independent guide. Evaluation was carried out through pretests and posttests to measure changes in participants' understanding before and after the education. The results of the activity showed an increase in knowledge with an average posttest score increasing by 89% compared to the pretest. This activity proves that the community-based education method is effective in increasing health awareness in the elderly. It is hoped that this activity can be a sustainable model for managing elderly health, both in Jelok Village and in other areas. Keywords: Hypertension, Elderly, Knowledge, Education
Analisis Kedisiplinan Petugas Rekam Medis Dalam Melaksanakan Standar Operasional Prosedur Penyimpanan di Unit Filing RSAU dr.Siswanto Lanud Adi Soemarmo Karunia Budhi Putri Hapsari; Sri Suparti; Mustainul Habibi
Journal Health Information Management Indonesian (JHIMI) Vol. 4 No. 1 (2025): April (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v4i1.180

Abstract

Setiap individu, baik di dalam maupun di luar organisasi, harus memiliki kedisiplinan. Semua orang wajib mematuhi aturan yang ada dan telah disepakati sebelumnya. Namun, dalam pelaksanaan prosedur filing di RSAU dr. Siswanto Lanud Adi Soemarmo, masih terdapat ketidakdisiplinan dalam mengikuti SOP. Hal ini terjadi karena petugas tidak tersedianya tracer meskipun sudah diatur dalam SOP. Petugas merasa bahwa mencatat di buku distribusi sudah cukup. Tujuan penelitian: untuk menganalisis kedisiplinan petugas dalam melaksanakan standar operasional prosedur, dengan menggunakan metode kualitatif pendekatan diskriptif. Metode penelitian : ini menggunakan objek SOP penyimpanan filing dan subjek penelitian terdapat 10 petugas, data yang terkumpul diolah dan dianalisis. Hasil penelitian: ditemukan beberapa indikator yang mempengaruhi kedisiplinan petugas yaitu pengetahuan, masa kerja dan sikap pada hasil penelitian pada indikator pengetahuan dengan 3 (30%) responden dengan tingkat pengetahuan paham, 7 (30%) responden dengan tingkat pengetahuan tidak paham dan masuk ke kriteria tidak disiplin. Pada indikator masa kerja didapatkan 6 (66%) responden yang memiliki masa kerja diatas 2 tahun sedangkan 4 (34%) responden belum memiliki masa kerja 2 tahun dan dari indikator sikap didapatkan 9 (90%) responden dengan sikap baik dan menyelesaikan tugasnya dengan tepat waktu serta 1 (10%) responden dengan sikap kurang baik. Kesimpulan: dari penelitian ini belum terbangun kedisiplinan petugas dalam standar operasional prosedur penyimpanan berkas rekam medis karena tidak adanya hukuman jika petugas tidak menjalankan pekerjaannya sesuai dengan standar operasional prosedur penyimpanan.
ANALISIS PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI FKTP MENGGUNAKAN METODE TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) Widiyanto, Wahyu Wijaya; Suparti, Sri; Budi, Agustyarum Pradiska; Sunandar, Ahmad
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2023 : SIKesNas 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2842

Abstract

Rekam medis elektronik (RME) telah menjadi solusi yang semakin populer dalam pengelolaan informasi kesehatan di berbagai fasilitas kesehatan. RME memungkinkan penyimpanan, akses, dan pertukaran data pasien secara elektronik, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kualitas pelayanan kesehatan. Pada tingkat Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti klinik, puskesmas, dan FKTP kecil, penerapan RME juga diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan. Namun, implementasi RME di FKTP masih menghadapi tantangan tertentu. Salah satunya adalah tingkat penerimaan dan adopsi RME oleh staf medis dan tenaga kesehatan di FKTP. Penggunaan RME memerlukan perubahan dalam cara kerja tradisional dan kebiasaan pengarsipan data pasien, yang mungkin tidak mudah diterima oleh semua pihak terkait. Oleh karena itu, diperlukan analisis yang komprehensif untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan dan penggunaan RME di FKTP. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem rekam medis elektronik Nusa Medis di FKTP menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara dengan staf medis dan tenaga kesehatan yang terlibat dalam penerapan RME di FKTP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan RME di FKTP menghadapi beberapa hambatan, termasuk keterbatasan keterampilan teknis staf medis, ketidakpastian tentang keamanan data, dan resistensi terhadap perubahan dari beberapa pihak. Namun, faktor-faktor seperti manfaat yang dirasakan, kemudahan penggunaan, dan dukungan organisasi ternyata berpengaruh positif terhadap penerimaan dan penggunaan RME oleh staf medis dan tenaga kesehatan.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN PENDAFTARAN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH WONOGIRI Nila Erlinawati; Sri Suparti; Wahyu Wijaya Widiyanto
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 4 No. 3 (2025): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/mik.v4i3.86

Abstract

Patient satisfaction is an important part of health facilities. The level of patient satisfaction depends on the quality of service. The waiting time for patients shows < 10 minutes, there is only one registration counter and there is no division between counters for general patients and patients using BPJS cards. The purpose of this study was to analyze the level of satisfaction with outpatient registration services at PKU Muhammadiyah Wonogiri Hospital. The type of research used is quantitative research with analytic descriptive research methods with a cross sectional design. Data collection techniques using outpatient questionnaires. Univariate, bivariate and multivariate analyzes with the chi square test were used in this study. The sample of this study consisted of 100 outpatients as many as 100 people. The results of the statistical test analysis using the Chi-square test showed that there was a significant relationship (p-value <0.05) for the Responsiveness variable p = 0.015, Reliability p-value = 0.015, Assurance p- value = 0.039, empathy p = 0.003, physical evidence (tangibles) p-value = 0.000. Based on the results of multivariate analysis, it was found that the elements most strongly related to patient satisfaction with outpatient registration services were empathy, OR 7.144 (95% CI: 1.005 – 50.748) and tangibles, OR 10.487 (95% CI: 1.777). – 61,898).
Analisis Kedisiplinan Petugas Rekam Medis Dalam Melaksanakan Standar Operasional Prosedur Penyimpanan di Unit Filing RSAU dr.Siswanto Lanud Adi Soemarmo Karunia Budhi Putri Hapsari; Sri Suparti; Mustainul Habibi
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 4 No. 1 (2025): April (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v4i1.180

Abstract

Setiap individu, baik di dalam maupun di luar organisasi, harus memiliki kedisiplinan. Semua orang wajib mematuhi aturan yang ada dan telah disepakati sebelumnya. Namun, dalam pelaksanaan prosedur filing di RSAU dr. Siswanto Lanud Adi Soemarmo, masih terdapat ketidakdisiplinan dalam mengikuti SOP. Hal ini terjadi karena petugas tidak tersedianya tracer meskipun sudah diatur dalam SOP. Petugas merasa bahwa mencatat di buku distribusi sudah cukup. Tujuan penelitian: untuk menganalisis kedisiplinan petugas dalam melaksanakan standar operasional prosedur, dengan menggunakan metode kualitatif pendekatan diskriptif. Metode penelitian : ini menggunakan objek SOP penyimpanan filing dan subjek penelitian terdapat 10 petugas, data yang terkumpul diolah dan dianalisis. Hasil penelitian: ditemukan beberapa indikator yang mempengaruhi kedisiplinan petugas yaitu pengetahuan, masa kerja dan sikap pada hasil penelitian pada indikator pengetahuan dengan 3 (30%) responden dengan tingkat pengetahuan paham, 7 (30%) responden dengan tingkat pengetahuan tidak paham dan masuk ke kriteria tidak disiplin. Pada indikator masa kerja didapatkan 6 (66%) responden yang memiliki masa kerja diatas 2 tahun sedangkan 4 (34%) responden belum memiliki masa kerja 2 tahun dan dari indikator sikap didapatkan 9 (90%) responden dengan sikap baik dan menyelesaikan tugasnya dengan tepat waktu serta 1 (10%) responden dengan sikap kurang baik. Kesimpulan: dari penelitian ini belum terbangun kedisiplinan petugas dalam standar operasional prosedur penyimpanan berkas rekam medis karena tidak adanya hukuman jika petugas tidak menjalankan pekerjaannya sesuai dengan standar operasional prosedur penyimpanan.
Analisis Strategi Implementasi SIMRS di Instalasi Rawat Jalan RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Kota Surakarta Ery Syabilla Putri; Sri Suparti; Aries Widiyoko
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 3 No. 3 (2024): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/jhimi.v3i3.186

Abstract

Latar belakang: SIMRS merupakan suatu aplikasi yang dibuat untuk menunjang kegiatan operasional rumah sakit melalui data yang terintegrasi dan terorganisir. SIMRS digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Proses implementasi SIMRS di rumah sakit banyak yang mengalami kendala. Tujuan: Menganalisis strategi implementasi SIMRS di Instalasi Rawat Jalan RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Kota Surakarta melalui SWOT berdasarkan faktor Man, Money, Method, Machine, Material, dan Mother Nature. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Analisis data menggunakan analisis SWOT. Sampel penelitian didapatkan 18 orang dari unit rawat jalan dan IT, dengan teknik purposive sampling. Hasil: Implementasi SIMRS berdasarkan faktor Man diperoleh hasil 60,78%, faktor Money diperoleh hasil 58,82%, faktor Method diperoleh hasil 11,76%, faktor Machine diperoleh hasil 35,29%, faktor Material diperoleh hasil 62,35%, dan faktor Mother Nature diperoleh hasil 79,41%. Kesimpulan: Implementasi SIMRS yang belum sesuai terdapat pada faktor Method dan Machine. Namun, pada faktor yang lain juga masih perlu ditingkatkan. Strategi yang dapat dilakukan berdasarkan analisis SWOT antara lain yaitu meningkatkan kompetensi dan pengetahuan SDM melalui seminar atau pelatihan, percepatan pengembangan fitur SIMRS sesuai kebutuhan pengguna, membuat SOP penggunaan SIMRS, peningkatan sarana dan prasarana penunjang SIMRS, peningkatan keamanan akses pada SIMRS, serta penambahan petugas IT.
Analyze Analyze of User Satisfaction of JKN Mobile Application Service Using Servqual Method in the BPJS Health Area of Surakarta: Analyze of User Satisfaction of JKN Mobile Application Service Using Servqual Method in the BPJS Health Area of Surakarta Ananda Kurnia Lestari; Aries Widiyoko; Sri Suparti
Journal Health Information Management Indonesian Vol. 4 No. 3 (2025): Desember (Journal Health Information Management Indonesian)
Publisher : Sekretariat Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan Politeknik Indonusa Surakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46808/mik.v4i3.204

Abstract

Technological advances in the health sector, such as the Mobile JKN application which was officially launched by BPJS Kesehatan on December 18, 2017 to facilitate access to Health services. The Mobile JKN application is still experiencing technical problems such as login problems, server overload, and data integration. The satisfaction level of users in the BPJS Kesehatan Surakarta area reached 89.71%, there were 10.29% who were dissatisfied, especially regarding the reliability and responsiveness of the application. Negative reviews of online registration and feature incompleteness reflect gaps in services that need to be fixed. This study was a quantitative analytical study with a cross sectional design involving 392 respondents. The data were analyzed using a chi-square test with a significant value of >0.05. Bivariate analysis with the chi square test results in a significant value of less than 0.05, meaning that five dimensions of service quality (reliability (0.025), assurance (0.05), tangibles (0.000), empathy (0.013), and responsiveness (0.004) have a significant relationship with the satisfaction level of the users of the Mobile JKN application. The quality of servqual proved to have a significant relationship with the satisfaction level of JKN Mobile Application users.
Analysis of the Phenomenon of Acute Respiratory Infection (ARI) in Children Under Five at the Boyolali Regency Regional Health Center Sri Suparti
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 7, No 2 (2025): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v7i2.24819

Abstract

Boyolali is located at the foot of Mount Merapi, and characterized by a cold, humid climate with an average temperature of 20°C. Acute Respiratory Infections (ARI) affect the upper and lower respiratory tracts for less than 14 days and are caused by viruses, bacteria, or fungi. ARI remains among the top three causes of illness in Central Java. This study aims to analyze individual and environmental factors contributing of ARI incidence in children under five years of age. An observational cross-sectional design was employed, with data collected through questionnaires. The number of children under 5 years old recorded was 109,968, resulting in a minimum sample size of 383. Questionnaires were distributed across 6 service areas of the Boyolali Public Health Center. Data analysis used binary logistic regression techniques. Results: ARI in infants (sig < 0.05). The odds ratio is 4.307. This means that infants with good individual factors will increase the number of non-ARI infants by 4.307 times. Environmental factors in infants (sig < 0.05). The odds ratio is 152.660. This means that infants with favorable environmental factors will increase of non-ARI infants by 152.660 times. Based on the results of the Spearman correlation test. Individual factors are important in environmental factors. Conclusion: In this study, both individual factors and environmental conditions significantly influence the incidence of ARI in infants in the Puskesmas in Boyolali.Keywords: Acute Respiratory Infections, Analysis, Children, Risk Factors
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PENDING KLAIM BPJS KESEHATAN PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT PANTI WALUYO YAKKUM SURAKARTA Diyah Elisabrina; Sri Suparti; Aries Widiyoko
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/hj9p8686

Abstract

Pending klaim BPJS Kesehatan pada pelayanan rawat jalan masih kerap terjadi dan berpotensi mengganggu stabilitas keuangan rumah sakit. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu aspek medis, coding, administrasi, serta episode pelayanan rawat jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aspek medis, aspek coding, aspek administrasi, dan episode rawat jalan dalam mengetahui penyebab pending klaim. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik dan metode cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 20.147 berkas pengajuan klaim pasien rawat jalan pada periode Juli hingga September 2025, dengan jumlah sampel sebanyak 392 berkas yang mencakup klaim layak dan pending. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square, perhitungan Odds Ratio (OR), serta Confidence Interval (CI) 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas memiliki hubungan yang signifikan dengan status klaim. Ketidaksesuaian, ketidaktepatan, maupun ketidaklengkapan pada variabel-variabel tersebut meningkatkan risiko terjadinya pending klaim. Aspek administrasi merupakan faktor yang paling dominan dengan nilai OR sebesar 4,629 (CI 95%: 3,713–5,770), yang menunjukkan bahwa ketidaklengkapan pada aspek administrasi memiliki peluang lebih besar dalam menyebabkan pending klaim dibandingkan dengan aspek lainnya. Aspek medis, coding, administrasi, dan episode rawat jalan terbukti berperan penting dalam menentukan kelancaran proses klaim. Dengan demikian, kesesuaian, ketepatan, dan kelengkapan pada setiap aspek menjadi faktor kunci dalam mendukung proses klaim BPJS Kesehatan.