Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Perancangan “Alas Jati” Sebagai Wisata Alam di Desa Wisata Caturharjo, Bantul Sekarlangit, Nimas; Setiadi, Amos; Priatama, Andika
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i1.6514

Abstract

Desa Wisata merupakan pedesaan yang memiliki karakteristik khusus dan dapat digunakan sebagai daerah tujuan wisata karena penduduknya masih memiliki tradisi dan budaya asli. Faktir pendukung desa wisata adalah pertanian, kekayaan alam dan struktur sosial yang masih asli. Salah satu desa wisata yang memiliki tradisi dan alam yang masih asli adalah Desa Caturharjo. Desa ini memiliki kekayaan pemandangan alam yang indah yang menyebar di seluruh wilayah. Salah satu potensi wisata alam yang menjadi unggulan adalah wisata alam Alas Jati. Wisata ini memiliki keunikan karena hutan jati tumbuh di batu kapur bekas pertambangan kapur. Pohon jati memiliki karakteristik akan menggugurkan daunnya pada musim kemarau, sehingga hutan tersebut akan tampak berwarna putih pada saat musim kemarau. Metode yang digunakan untuk mencari kebutuhan pengguna adalah metode observasi lapangan dan wawancara dengan pihak desa. Pengaruh budaya yang kental dan tuntuntan akan modernitas membuat perancangan masterplan kawasan wisata Alas Jati menggunakan konsep Neo-Vernakular . Konsep tersebut mampu menyatukan lokalitas dan modernitas. Penggunaan konsep Neo-Vernakular tercermin dalam desain fasilitas wisata dan material yang digunakan.
Perancangan Destinasi Wisata Taman Kuliner Gilangharjo dan Lapangan Jodog dengan Pendekatan Third Place Cininta, Mutiara; Sekarlangit, Nimas; Wicaksono, Galih Bimo
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 6 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i6.7871

Abstract

Taman Kuliner Gilangharjo merupakan salah satu titik destinasi wisata andalan yang direncanakan menjadi pusat wisata kuliner di Desa Gilangharjo. Namun sejak diresmikan pada tahun 2022, kondisinya semakin sepi dikarenakan aktivitas pada beberapa ruang yang tidak semestinya dan bahkan mengganggu di sekitar area tersebut. Padahal letaknya yang berdekatan dengan Lapangan Jodog yang sehari-harinya ramai digunakan warga sebagai tempat berolahraga, membuat lokasi ini dapat menjadi destinasi wisata yang berpotensi besar bagi Desa Gilangharjo sebagai desa wisata. Adanya atraksi rutin yang mampu menarik warga sekitar maupun wisatawan lokal seperti gerobak sapi dan pasar klitikan setiap Pon, telah menjadi tradisi dan budaya khas masyarakat Gilangharjo semakin memperkuat potensi area ini menjadi ruang publik maupun destinasi wisata baru. Menggunakan pendekatan ruang ketiga (third place), area Taman Kuliner Gilangharjo dan Lapangan Jodog diolah kembali agar pengunjung lintas komunitas lebih banyak berkegiatan di tempat ini, mulai dari bersosialisasi, bersantai, dan menghabiskan waktu mereka. Metode yang digunakan dalam perencanaan dan perancangan abdimas ini adalah dengan analisis SWOT, diawali dengan identifikasi kekuatan, kekurangan, peluang dan ancaman melalui survei dan wawancara dengan pihak desa dan pemangku kepentingan terkait. Kegiatan ini menghasilkan rancangan masterplan Taman Kuliner Gilangharjo dan Lapangan Jodog dengan fasilitas tambahan seperti pasar klitikan, musholla, dan area olahraga.
Perencanaan Pasar Tiban Dan Lahan Pertanian Sebagai Desa Wisata Gilangharjo Sekarlangit, Nimas; Cininta, Mutiara; Seran, Arnoldus Jansen Klau
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i4.8503

Abstract

Pengembangan pariwisata desa, khususnya Desa Gilangharjo, mencapai perkembangan pesat dengan memanfaatkan potensi alam, budaya, dan kearifan lokal sebagai daya tarik utama. Pengabdian ini merinci perencanaan strategis pasar tiban dan lahan pertanian di Gilangharjo, mengidentifikasi kesiapan masyarakat lokal sebagai krusial. Pengembangan agrowisata dan identifikasi prinsip-prinsip ekowisata menjadi dasar penting, sementara pengelolaan sumber daya alam dan kearifan lokal menonjol dalam pengembangan desa. Peran aktif masyarakat, terutama dalam pemberdayaan berbasis kearifan lokal, menjadi fokus penting. Aspek ekonomi lokal dan strategi pengembangan pasar tiban juga mendapat perhatian serius. Integrasi sentra kuliner, fasilitas penunjang, dan pemberdayaan masyarakat membuktikan dampak positif pada pengembangan pariwisata. Proses pengembangan pasar tiban di Gilangharjo mengusung konsep tradisional Jawa dengan limasan sebagai elemen utama, menciptakan dampak positif pada ekonomi lokal, lapangan kerja, dan kontrol masyarakat terhadap desa. Integrasi prinsip-prinsip pertanian ke dalam kegiatan wisata pedesaan menjadi faktor kunci untuk keberlanjutan. Dengan pendekatan komprehensif dan partisipatif, pengembangan desa wisata di Gilangharjo terbukti sebagai proses kompleks yang berhasil meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan.
Penataan Akustik GKJ Gondokusuman Kota Yogyakarta Prasasto Satwiko; Retno Yanti, Sugesti; Nimas Sekarlangit; Christopher Kevin Kurniawan
Jurnal Atma Inovasia Vol. 4 No. 6 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v4i6.9860

Abstract

Gereja Kristen Jawa Gondokusuman diresmikan tanggal 11 Desember 1930 di lingkungan yang tenang. Saat ini, lingkungan gereja menjadi padat dan dilewati jalan dengan lalu lintas padat. Kebisingan lingkungan dan perubahan pujian telah menyebabkan akustik gereja saat ini perlu ditata ulang agar nyaman. Program CATT 8 digunakan untuk memperoleh desain akustik yang lebih baik melalui metode simulasi. Hasil simulasi menemukan bahwa penambahan penyerap bunyi dapat menurunkan waktu dengung dari 3 detik ke 1,5 detik serta mengurangi kebisingan di dalam ruang sebesar 10 dB. Penerapan hasil simulasi akan membuat akustik GKJ Gondokusuman lebih nyaman untuk berbagai bentuk pujian dari paduan suara, band, hingga gamelan.  
Perbaikan Akustik Ruang Gereja St. Aloysius Gonzaga, Sleman Yogyakarta Ola, Frengky; Sekarlangit, Nimas; Desira, Adiana Hemas
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v8i1.2859

Abstract

Studi ini mengidentifikasi dua masalah utama pada akustik ruang: pencegahan suara yang tidak diinginkan dan pengkondisian suara yang diinginkan pada ruang ibadah Gereja St. Aloysius Gonzaga, Mlati, Sleman. Hasil studi dengan metode simulasi pada model eksisting menunjukkan bahwa kondisi eksisting memiliki nilai RT60 yang jauh dari standar acuan, dengan nilai STI bervariasi antara 46% hingga 61%. Dua opsi perbaikan diajukan; opsi pertama berfokus pada modifikasi material tanpa mengubah bentuk ruang, menghasilkan peningkatan signifikan pada nilai RT60 dan STI. Opsi kedua, yang mencakup perubahan bentuk plafon dan penggunaan material lebih sedikit, menunjukkan hasil lebih merata dalam nilai STI tetapi belum memenuhi standar RT60. Meskipun opsi pertama mungkin terdengar lebih baik dalam kualitas akustik yang ingin dicapai, opsi kedua lebih mudah dan ekonomis untuk diimplementasikan. Berdasarkan pertimbangan teknis dan non-teknis, Pastor Paroki dan komite pembangunan gereja mempertimbangkan untuk membuat keputusan terakhir tentang opsi perbaikan mana yang harus diadopsi. Studi ini menekankan peran pentingnya perencanaan kualitas ruang akustik dalam mendukung kegiatan ibadah dan komunikasi dalam gereja.
Perancangan Kawasan Wisata Gua Permoni Desa Trimulyo, Kabupaten Bantul Dengan Pendekatan Berbasis Iklim Sekarlangit, Nimas; Prasetya, Jackobus Ade
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v2i1.9239

Abstract

Abstract — Tourists visit Permoni Cave on Permoni Hill. Pedal bike enthusiasts visit this place to enjoy the natural beauty, but it needs to be better organised and maintained to make visitors feel at home. The Permoni Cave tourist area in Trimulyo Village, Bantul Regency, was built to increase visitors. Thus, the Abdimas programme is designed for natural beauty, local community participation, environmental sustainability, and economic potential. In addition, it finds rare plants planted in tourist areas to support natural habitats. Stakeholder participation, partner problem-solving, local management group solutions, and SWOT analysis are implementation methods. Because of the tropical climate, the architecture was climate-based. The result is an ecotourism concept with four zones: parking and souvenir, main entrance, Permoni Cave, camping ground, and outbound. Functional zoning using sunlight visualisation and sustainable regional infrastructure design inspired this idea. It simulates sun and shading durations to ensure each zone has the proper function and optimal sun exposure. This design should create a sustainable, environmentally friendly Permoni Cave tourist area that benefits tourists and the local community Keywords — Eco-tourism, Sustainable, Environmentally Friendly Abstrak— Gua Permoni adalah lokasi wisata di Bukit Permoni. Pecinta sepeda kayuh sering menghabiskan waktu menikmati keindahan alam, akan tetapi tempat ini belum terorganisir dan belum dipelihara dengan baik, sehingga pengunjung tidak betah berada disana. Kawasan wisata gua Permoni, yang terletak di Desa Trimulyo, Kabupaten Bantul, dibangun untuk meningkatkan jumlah pengunjung. Oleh sebab itu, tujuan program Abdimas, membuat perancangan yang mempertimbangkan, keindahan alam, partisipasi masyarakat lokal, keberlanjutan lingkungan, dan potensi ekonomi yang dapat dikembangkan. Selain itu juga mempertimbangkan habitat alami dalam desain kawasan wisata. Metode pelaksanaan, melibatkan partisipasi pemangku kepentingan, diskusi masalah dengan mitra, mencari solusi dengan kelompok pengelola lokal dan analisis SWOT. Perancangan arsitektur dilakukan dengan pendekatan iklim. Hasilnya adalah gagasan ekowisata dengan empat zona utama: Area Parkir dan Souvenir, Pintu Masuk Utama, Area Gua Permoni, dan Area Camping Ground dan Outbound. Gagasan ini dihasilkan melalui sebuah zonasi fungsional didasarkan pada visualisasi durasi sinar matahari, dan perancangan infrastruktur kawasan juga mempertimbangkan keberlanjutan. Ini didasarkan pada simulasi durasi sinar matahari dan pembayangan, yang memastikan bahwa setiap zona memiliki fungsi yang sesuai dengan eksposur matahari yang optimal. Kesimpulannya, secara keseluruhan, desain ini diharapkan dapat membangun kawasan wisata Gua Permoni yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan bermanfaat bagi wisatawan dan masyarakat lokal. Kata Kunci— Ekowisata, Berkelanjutan, Ramah Lingkungan
Perencanaan Ventilasi Mekanik Gereja St. Aloysius Gonzaga-Yogyakarta Ola, Frengky Benediktus; Sekarlangit, Nimas; Desira, Adiana Hemas
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 2 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i2.20585

Abstract

Kenyamanan fisik dan emosional umat sangat dipengaruhi oleh kualitas udara dan lingkungan di ruang ibadah. Selain mempengaruhi kenyamanan fisik, kualitas udara dan lingkungan yang buruk dapat berdampak pada kemampuan umat untuk berkonsentrasi dan fokus. Kualitas udara dipengaruhi beberapa faktor, termasuk desain bangunan, luas ruang, jumlah umat yang beribadah dalam ruang dan kondisi iklim. Ventilasi yang tidak memadai, ketidakseimbangan suhu, kelembapan yang tinggi, atau ketidakmampuan sistem pendingin ruangan adalah beberapa masalah yang sering terjadi. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menghasilkan gagasan opsi perencanaan ventilasi mekanik yang berkonsentrasi pada aspek pembuangan panas dan penyediaan udara segar ke dalam ruang ibadah di Gereja St. Aloysius Gonzaga – Yogyakarta. Langkah pertama dalam merancang sistem alami adalah mengidentifikasi masalah kondisi saat ini dan mengembangkan ide berdasarkan tinjauan teori. Metode simulasi komputer digunakan untuk menganalisis pembuangan panas dan pergerakan angin di dalam ruangan dengan mempertimbangkan kualitas kecepatan angin. Berdasarkan hasil simulasi penambahan exhaust fan, ducting, dan supply fan secara signifikan meningkatkan kecepatan dan pergerakan udara dalam ruang sehingga meningkatkan kondisi kenyamanan termal.
Dokumentasi Ritual Maulid Adat Bayan:: Pelestarian Kearifan Lokal Melalui Kajian Arsitektur dan Budaya di Lombok Utara Sekarlangit, Nimas; Yustina Banon Wismarani; Gusti Ayu Putu Selina Dewi
Jurnal Atma Inovasia Vol. 5 No. 6 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v5i6.12490

Abstract

The Bayan Traditional Maulid Ritual in Bayan District, North Lombok, is a social and cultural manifestation that strengthens community ties and identity, and demonstrates a positive relationship between religion and culture. The Bayan Traditional Maulid Ritual also serves as a venue for interaction and tolerance between religious communities in Bayan. Comprehensive documentation, active community participation, and the use of technology are key strategies for preserving intangible cultural heritage. This study aims to comprehensively document the Bayan Traditional Maulid Ritual as a cultural archive and a basis for further preservation efforts. This study used a descriptive qualitative approach, and data were collected through participant observation, in-depth interviews with traditional and community leaders, and a literature review. The results indicate two versions of the ritual between Bayan Village and Karang Bajo Village, with fundamental differences in the emphasis on spirituality, structure, and ritual stages. Documentation of the ritual in the form of infographics, booklets, and videos plays a vital role in preservation, education, and cultural diplomacy, as well as serving as a bridge between generations to maintain the continuity of cultural knowledge. Keywords — Maulid Adat; Local Wisdom; Documentation; Architecture; Culture   Abstrak—Ritual Maulid Adat Bayan di Kecamatan Bayan, Lombok Utara merupakan manifestasi sosial dan budaya yang memperkuat ikatan komunitas dan identitas, serta menunjukkan hubungan yang baik antara agama dan budaya. Ritual Maulid Adat Bayan juga menjadi tempat interaksi dan toleransi antarumat beragama di Bayan. Adanya dokumentasi yang komprehensif, partisipasi aktif komunitas, dan pemanfaatan teknologi merupakan strategi utama untuk pelestarian warisan budaya tak benda. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan dokumentasi komprehensif mengenai Ritual Maulid Adat Bayan sebagai arsip budaya dan dasar untuk upaya pelestarian lebih lanjut. Pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua versi pelaksanaan ritual antara Desa Bayan dan Desa Karang Bajo, dengan perbedaan mendasar pada penekanan spiritualitas, struktur, dan tahapan ritual. Dokumentasi ritual dalam bentuk infografis, booklet, dan video memiliki peran penting dalam pelestarian, pendidikan, dan diplomasi kebudayaan, serta menjadi jembatan antar generasi untuk menjaga keberlanjutan pengetahuan budaya. Kata Kunci—Maulid Adat ; Kearifan Lokal ; Dokumentasi ; Arsitektur ; Budaya
Evaluasi Ergonomi Pada Ruang Kantor Studi Kasus: Kantor Konsultan Arsitek “Karice Studio” di Yogyakarta Sekarlangit, Nimas
RUAS Vol. 14 No. 1 (2016)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2016.014.01.2

Abstract

Bekerja di kantor merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap hari oleh setiap manusia. Selama 8 jam sehari, mereka melakukan kegiatan rutin di kantor yang tidak menimbulkan banyak bergerak, sehingga beberapa karyawan sering mengalami keluhan pada leher dan kaki karena terlalu banyak melihat komputer dan peletakan meja yang tidak sesuai dengan tinggi badan para karyawan. Hal itu menyebabkan karyawan menjadi merasa cepat lelah. Faktor perbedaan ukuran atau postur dan berat badan manusia, kebiasan, perilaku, sikap manusia dalam beraktivitas, serta kondisi lingkungan juga memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan dalam perancangan desain, pertimbangan ergonomi yang nyata dalam aplikasinya untuk mendapatkan data ukuran tubuh yang akurat menggunakan pengukuran anthropometri. Penelitian ini ingin mengetahui apakah area kerja pada kantor konsultan arsitek menimbulkan keluhan subyektif bagi pemakainya dan apakah area kerja yang ergonomi dapat menurunkan keluhan subyektif. Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan melakukan pengukuran pada kondisi eksisting dari sebuah kantor konsultan arsitek di Yogyakarta serta merumuskan masalah yang menjadi keluhan para karyawan. Hasil dari penelitian ini adalah ukuran untuk furniture yang sesuai dengan ukuran karyawan kantor sehingga dapat bekerja dengan lebih nyaman. Kata kunci : kantor konsultan, ergonomi, pengukuran anthropometri
Keterkaitan Desain Ruang Publik Dengan Perilaku Pengunjung Mall Di Yogyakarta Kasus : Ambarrukmo Plaza Dan Galeria Mall Sekarlangit, Nimas
RUAS Vol. 17 No. 2 (2019)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2019.017.02.4

Abstract

The lifestyle of urban people who prefer shopping in shopping centers rather than traditional markets makes the construction of shopping centers in big cities even bigger. The difference in mall level and the shape of public space offered by the mall are related to visitor behavior. Visitor activities can vary depending on the way they describe the public spaces offered in the mall. This study uses two malls located on Yogyakarta's Adisucipto Road, namely Galeria Mall and Ambarrukmo Plaza. The selection is due to its location on the main road of Yogyakarta. This research aims to study the relationship between the public spaces design and the behavior of visitors at the mall. The method used is descriptive qualitative by recording all activities and designs of public spaces in the mall and analyzing their interrelationships. The results show that Ambarrukmo Plaza and Galeria Mall use a sociopetal space with regulatory spaces that tend to unite individuals to create social interaction. This service is a psychological effect on visitors so that they do not feel alienated in the mall.