Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Strategi Nafkah Ganda Masyarakat Pesisir Di Desa Pulo Panjang yuli sadiyah; Nurul Hayat; M. Agus Hardiansyah
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1417

Abstract

Strategi nafkah ganda yaitu upaya masyarakat untuk mewujudkan aspirasinya sebagai alternatif penyelesaian permasalahan perekonomian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih mendalam perihal strategi nafkah ganda masyarakat pesisir, faktor penghambat, dan dampak strategi nafkah ganda masyarakat di Desa Pulo Panjang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, tehnik pengumpulan data menggunakan purposive sampling dimana penentuan informan berdasarkan purposive (mekanisme disengaja) yaitu sebelum melakukan penelitian, peneliti menetapkan kriteria tertentu yang dijadikan sebagai sumber informasi selain itu, informan difokuskan pada keluarga nelayan. Data di ambil melalui, wawancara, buku, jurnal, atau referensi sekunder lainnya. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan Teori livelihood strategy oleh Dharmawan (2007) adanya dinamika sistem penghidupan dan nafkah pedesaan yaitu, mazhab bogor dan mazhab barat. Mahzab Bogor adalah startegi penghidupan (nafkah) yang merujuk kepada sektor pertanian (dalam arti luas) dan Mahzab Barat, yang memandang sistem penghidupan dan nafkah pedesaan dalam setting dinamika sosioekologis suatu ekosistem. Sosiologi penghidupan atau sosiologi nafkah (livelihood sociology) didefinisikan sebagai “studi tentang keseluruhan hubungan antara manusia, sistem sosial dengan sistem penghidupannya (livelihood, social system and source of living). Basis nafkah sektor pertanian dan non pertanian menjadi strategi nafkah masyarakat Desa Pulo Panjang, diversifikasi sumber nafkah pada masyarakat pedesaan (pesisir) yaitu strategi nafkah ganda sebagai petani atau diluar sektor pertanian.
Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Madani Dasawisma: Sebuah Studi Kasus di Desa Teluk Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang, Indonesia Rahmawati Rahmawati; Nurul Hayat; Istinganatul Ngulqiyah; Isna Rafianti
Jurnal Studi Kasus Kegiatan Masyarakat Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jskkm.v1i1.253

Abstract

Tujuan penulisan naskah ini adalah untuk mendeskripsikan serangkaian kegiatan penyuluhan berupa pengelolaan dan pemanfaata limbah rumah tangga. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Kegiatan penyuluhan berupa pengelolaan dan pemanfaata limbah rumah tangga diberikan kepada ibu-ibu dasawisma desa Teluk Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang sejumlah 40 orang. Peserta kegiatan sebagian besar merupakan istri atau anak dari para nelayan. Sasaran kegiatan para perempuan dengan alasan bahwa penanganan permasalah pengelolaan dan pemanfaatan limbah rumah tangga membutuhkan penanganan Bersama yang diawali dari rumah. Adanya upaya pemberian pelatihan diharapkan dapat memberikan pengetahuan pada warga akan pentingnya perubahan perilaku menjaga lingkungan dan memberikan keterampilan pengelolaan dan pemanfaatan sampah rumah tangga. Pelatihan dilakukan dalam beberapa tahapan selama Mei-Juni 2023. Pelatihan tersebut diharapkan bermanfaat dalam pemanfaatan sampah tangga yang berguna bagi penguatan ekonomi keluarga melalui keterlibatan peran perempuan anggota dasawisma desa Teluk kecamatan Labuan. Adapun keterampilan yang telah diberikan berupa 1) Pemberian pemahaman/ pengetahuan akan pentingnya kebutuhan kelestarian lingkungan dengan mau terlibat aktif dalam peran pengelolaan dan pemanfaatan limbah rumah tangga; 2) Pelatihan pemilahan limbah organik dan anorganik; 3) Pelatihan pemanfaatan limbah organik; 4) Pelatihan pemanfaatan limbah anorganik; 5) Pelatihan pemanfaatan limbah ikan; 6) Pendidikan dan pelatihan tentang manajemen keuangan dalam keluarga, sehingga peran perempuan dalam pengelolaan ekonomi rumah tangga, bisa berjalan dengan baik.
Analisis Kesetaraan Gender: Peran Domestik Mahasiswa Pendidikan Sosiologi dalam Keluarga Rita Nur Sabilla; Nurul Hayat; Yustika Irfani Lindawati
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 1 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i1.1430

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesetaraan gender dalam pembagian peran domestik di kalangan mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Fokus penelitian ini adalah bagaimana mahasiswa, khususnya perempuan, menyeimbangkan tanggung jawab akademik dan pekerjaan rumah tangga. Mengginakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi, penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa perempuan sering mengalami beban ganda, di mana mereka harus menyelesaikan tugas akademik sambal tetap menjalankan peran domestik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma gender tradisional masih mempengaruhi pembagian peran domestik, yang berdampak pada stress psikologis dan kesenjangan dalam kinerja akademik. Namun, beberapa mahasiswa mengembangkan strategi adaptasi, seperti manajemen waktu yang lebih baik, untuk menghadapi tantangan ini. Studi ini menyoroti pentingnya kesadaran gender dalam pola asuh keluarga dan kebijakan Pendidikan guna mendorong pembagian yang lebih adil dalam rumah tangga.
Pendidikan Karakter Berbasis Toponimi: Studi Relasi Budaya pada Pemukiman Etnis di Banten Lama Tubagus Umar Syarif Hadi Wibowo; Nurul Hayat; Abdul Malik Ridwan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 1 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i1.1476

Abstract

Peneltian ini mengulas toponimi di Kawasan Banten Lama yang mencerminkan hubungan budaya antar berbagai etnis, serta proses asimilasi dan interaksi budaya yang terjadi sepanjang sejarah. Toponimi, atau kajian tentang nama-nama tempat, tidak hanya mencerminkan aspek geografis, tetapi juga menggambarkan nilai-nilai budaya, sejarah, dan identitas masyarakat yang mendiami wilayah tersebut. Melalui pendekatan ini, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana nama-nama tempat di Kawasan Banten Lama dapat menjadi sarana dalam membangun kesadaran akan keberagaman budaya, toleransi, dan identitas kolektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnohistoris. Analisis toponimi dilakukan dengan memetakan nama-nama tempat yang memiliki keterkaitan budaya dan sejarah dari suatu etnis, serta mengkaji simbolisme yang terkandung di dalamnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa toponimi di Kawasan Banten Lama, seperti Kampung Bugis, Dermayon, Kebalen, (bekas) Pecinan, dan (bekas) Pekojan mencerminkan hubungan lintas budaya antar etnis yang berbeda, serta proses asimilasi dan integrasi yang telah berlangsung selama berabad-abad. Nama-nama tempat yang bersifat etnik atau historis memiliki nilai edukasi yang dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam pendidikan karakter. Dengan menganalisis contoh-contoh toponimi etnik dari berbagai daerah di Banten Lama, penelitian ini menunjukkan bahwa nama-nama tempat memiliki makna simbolik yang berpotensi memperkuat nilai-nilai karakter seperti kebersamaan, saling menghormati, dan keberagaman. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya mengintegrasikan toponimi ke dalam kurikulum pendidikan sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang mendukung pembentukan karakter peserta didik yang dapat dikembangkan melalui pendekatan sosio-historis, yang menggabungkan pemahaman sosial dan sejarah, memberikan wawasan tentang keragaman, sejarah lokal, dan identitas sosial. Pendekatan ini memperkuat kesadaran kritis, empati, dan penghargaan terhadap perbedaan.