Setyaningsih Rachmania
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Guru Dan Pembelajaran Musik Di Sekolah Dasar: Sebuah Refleksi Dalam Tinjauan Pedagogis-Filosofis Uus Kusnadi; Agus Mulyana; Setyaningsih Rachmania
Naturalistic: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 2 (2023): Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitian dan Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal ini diterbitkan oleh: PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/naturalistic.v7i2.3374

Abstract

Studi ini memiliki implikasi sentral untuk peran guru pendidikan musik dan pengembangan profesional. Berdasarkan hasil studi yang telah dilakukan disimpulkan bahwa guru sejatinya memiliki peran penting dalam mewujudkan tujuan pembelajaran yang diharapkan, khususnya dalam pembelajaran seni, sehingga guru harus memahami hakikat secara filosofis tentang peran dan fungsinya, khususnya dalam pembelajaran musik. Pembelajaran musik harus mampu memberikan ruang bagi pengembangan kreativitas berpikir dan kreativitas rasa keindahan anak, serta dunia anak. Hal ini didasarkan karena pada hakikatnya musik merupakan sebuah bunyi yang memberikan rasa keindahan bagi siapapun dan memiliki berbagai fungsi yang berkaitan langsung dengan perasaan dan pemikiran manusia. Oleh sebab itu, guru harus mampu memperhatikan karakteristik musik anak sekolah dasar dengan baik sehingga kegiatan pembelajaran musik dapat bermakna dan tujuan pembelajaran tercapai secara optimal sejalan dengan apa yang diharapkan.
Optimizing Green Lapak to improve youth economic welfare through herbal beverages Yona Wahyuningsih; Setyaningsih Rachmania; Yayang Furi Furnamasari
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i1.63361

Abstract

Indonesia, as a tropical country, possesses abundant biodiversity, including medicinal plants that hold great potential in supporting both public health and economic resilience. This community service program was conducted in Pegagan Village, Cirebon Regency, in response to the economic downturn and limited employment opportunities faced by local youth due to the COVID-19 pandemic. The main objective of this program was to empower youth through training in the construction and utilization of a Green Lapak (a sustainable planting structure) for cultivating herbal plants that can be processed into traditional health beverages. The methods included several strategic stages: socialization, technical training, field practice, and structured mentoring and evaluation using Focus Group Discussion (FGD) and checklist forms. The results showed that youth participants, organized under the BhoBand community group, gained sufficient knowledge and skills to independently cultivate herbal plants using eco-friendly materials such as bamboo and paranet. This program effectively enhanced local skills, environmental awareness, and economic opportunities. With a collaborative and participatory approach, this initiative has the potential to be expanded as a sustainable economic empowerment model based on local herbal resources.   Abstrak Indonesia sebagai negara tropis memiliki kekayaan hayati, termasuk tanaman herbal yang berpotensi besar dalam menunjang kesehatan dan perekonomian masyarakat. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Pegagan, Kabupaten Cirebon, sebagai respons terhadap dampak pandemi COVID-19 yang menyebabkan penurunan pendapatan dan keterbatasan akses pekerjaan bagi pemuda setempat. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberdayakan pemuda melalui pelatihan pembuatan Green Lapak sebagai media budidaya tanaman herbal yang dapat diolah menjadi produk minuman tradisional bernilai ekonomi. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi beberapa tahapan strategis, mulai dari sosialisasi, pelatihan teknis, praktik pembuatan Green Lapak, hingga pendampingan dan evaluasi melalui diskusi kelompok terfokus dan lembar ceklist. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemuda yang tergabung dalam komunitas BhoBand mampu memahami dan mempraktikkan budidaya tanaman herbal secara mandiri, memanfaatkan bahan lokal seperti bambu dan paranet dalam pembangunan Green Lapak. Program ini berhasil meningkatkan keterampilan, partisipasi, dan kesadaran lingkungan masyarakat, serta membuka peluang ekonomi baru berbasis potensi lokal. Dengan pendekatan kolaboratif dan partisipatif, pengabdian ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai model pemberdayaan ekonomi berkelanjutan berbasis tanaman herbal. Kata Kunci: COVID-19; kesejahteraan ekonomi pemuda; minuman herbal
Pemberdayaan Ekonomi Desa Cigadog Tasikmalaya melalui Integrasi Budidaya Lele-Kangkung dengan Akuaponik Drum Dinie Anggraeni Dewi; Fully Rakhmayanti; Syifa Nailul Muna Aljamaliah; Setyaningsih Rachmania; Ranu Sudarmansyah; Anisa Rohmah Hasanah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/jpkm.v6i1.3816

Abstract

Ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan merupakan isu strategis yang perlu ditangani secara terintegrasi, khususnya di Desa Cigadog, Kabupaten Tasikmalaya, yang masih menghadapi keterbatasan lapangan kerja dan rendahnya produktivitas pertanian. Program pengabdian kepada masyarakat berjudul “Optimalisasi Akuaponik Drum: Integrasi Budidaya Ikan Lele dan Kangkung” bertujuan menawarkan solusi inovatif melalui penerapan sistem akuaponik drum sebagai model usaha produktif berbasis rumah tangga. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan dan potensi masyarakat, penyusunan modul pelatihan, kegiatan sosialisasi, pelatihan teknis, workshop aplikatif, serta pendampingan berkelanjutan agar masyarakat mampu mengoperasikan dan mereplikasi sistem secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman masyarakat terhadap konsep akuaponik, dari 32% sebelum program menjadi 87% setelah pelatihan, serta terbentuknya beberapa unit akuaponik sederhana sebagai percontohan produksi lele dan kangkung. Selain itu, program ini menghasilkan modul panduan, luaran publikasi ilmiah, serta perumusan strategi keberlanjutan berbasis kolaborasi dan penguatan kelembagaan lokal. Temuan ini menegaskan bahwa akuaponik drum efektif mendukung ketahanan pangan lokal sekaligus membuka peluang ekonomi alternatif yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.
Using plastic pollution management worksheets in fundamental science class: An investigation on students’ sustainable awareness Rendi Restiana Sukardi; Nor Asniza Ishak; Setyaningsih Rachmania; Dede Trie Kurniawan; Winti Ananthia; Ari Syahidul Shidiq; Meilinda Meilinda; Neng Ani
Journal of Environment and Sustainability Education Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Education and Development Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62672/joease.v3i1.73

Abstract

Awareness among Indonesian society regarding plastic use and its management remains alarmingly low. This highlights an urgent need to strengthen sustainability education and responsible environmental practices. The implementation of the Plastic Pollution Management Worksheet uses a practicum-based method to foster greater sustainability awareness by integrating critical reflection and problem-solving strategies in addressing plastic pollution. This hands-on approach also encourages pro-environmental behavioural changes among learners. This study seeks to evaluate the impact of the Plastic Pollution Management Worksheet in practicum on students' sustainability awareness before and after its use. A one-group pre-test and post-test design was adopted, involving 40 university students, with a self-efficacy questionnaire used to assess five key indicators of sustainability awareness. The findings indicate that the implementation of practicum with the Plastic Pollution Management Worksheet had a moderate impact on enhancing students' sustainability awareness, with the most notable improvements observed in cognitive awareness (understanding sustainability concepts) and social engagement. Although improvements were noted across all dimensions, the development of sustainable behavioural changes requires further time and reinforcement. In conclusion, the practicum with Plastic Pollution Management Worksheet demonstrates potential as an innovative pedagogical strategy in sustainability education, though its effectiveness could be maximised by integrating it with other complementary educational approaches.