Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGELOLAHAN LIMBAH TERNAK SAPI MENJADI PUPUK ORGANIK KOMERSIAL DI KECAMATAN KOTAMOBAGU BARAT, KELURAHAN MONGKONAI BARAT, KOTAMOBAGU, SULAWESI UTARA Makupiola, Christy Agata; Azis, Risky Aprianti
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 8 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Agustus 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/5djqxd40

Abstract

Saat ini di Kelurahan Mongkonai Barat terdapat 80 ekor sapi yang dikelola oleh kelompok ternak. Jumlah itu ditambah dengan sapi yang dipelihara di kandang individu milik warga sebanyak 20 ekor. Jumlah keseluruhan sapi yang terdapat kurang lebih ada 100 ekor. Namun selama ini belum ada upaya dari masyarakat untuk mengolah limbah sapi yang berupa feses dan urin karena warga biasanya langsung menjualnya kepada pengumpul. Padahal limbah peternakan yang berupa feses dan urin dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organic yang dapat memberikan kontribusi pendapatan kepada peternak.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KINERJA PENGELOLAAN PERSAMPAHAN BERBASIS MASYARAKAT DI WATAMPONE KABUPATEN BONE Azis, Risky Aprianti; Makupiola, Christy Agata
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 1 No. 8 (2024): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/a6nyqn67

Abstract

Pengelolaan Manajemen persampahan merupakan bentuk sederhana, persampahan disuatu daerah yang diperuntukkan untuk kota sedang dan kecil yang merupakan suatu karakteristik tiap kota. Salah satu lokasi yang merupakan objek penelitian penulis adalah Kabupaten Bone. Sistem Pengelolaan Sampah di Kabupaten Bone yaitu sistem door to door dan komunal tetapi tidak berjalan sebagaimana mestinya, salah satu faktornya pada sistem komunal yaitu kurangnya partisipasi masyarakat dan kurangnya sarana pengangkut sampah.yang masih belum terakomodir/belum cukupAnalisis yang digunakan adalah analisis tabulasi silang dan analisis regresi linier berganda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis problematika pengelolaan persampahan berbasis masyarakat di Kabupaten Bone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika yang ada dalam pengelolaan persampahan berbasis masyarakat terdapat pada variabel X1 (sosialisasi pengelolaan sampah) yaitu kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat secara efektif, sehingga pemahaman/penegasan masyarakat kurang dipahami, begitupun juga pada X2 (dukungan sarana prasarana) tidak mendukung/memenuhi misalnya ketersediaan TPS dan pewadahan
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN INSINERATOR SKALA KECIL UNTUK MENDUKUNG PENGELOLAAN SAMPAH TERPADU DI KECAMATAN LOLAYAN Hendriawan Makalalag; Fitria Panai; Julkipli Mangopa; Malik Raden; Rugaya Simbala; Akbar Fitria Adiasa Damopolii; Mariati Indah Lestari; Jumiati Bandu; Christy Agata Makupiola; Rizky Aprianti Azis; Bambang Herianto Talamati
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 03 (2025): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah menjadi tantangan utama di Kecamatan Lolayan, di mana pembakaran terbuka dan minimnya pengelolaan sampah terarah berdampak pada kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan. Untuk mengatasi hal ini, Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertujuan merancang dan membangun insinerator skala kecil serta meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah terpadu. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan edukasi, Musyawarah Masyarakat Desa (MMD), pelatihan operasional, dan pembangunan fasilitas yang melibatkan masyarakat lokal. Tujuh desa sasaran, yaitu Desa Bakan, Lolayan, Matali Baru, Mopusi, Tanoyan Utara, Tanoyan Selatan, dan Mengkang, ikut berpartisipasi aktif dalam setiap tahap kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai risiko pembakaran terbuka dan pentingnya pemilahan sampah. Pembangunan insinerator dengan material sederhana seperti hebel dan mortar dapat diselesaikan dengan melibatkan pekerja lokal, sementara pelatihan operasional memberikan pemahaman dasar mengenai penggunaan dan perawatan alat. Dampak jangka pendek mencakup berkurangnya penumpukan sampah, menurunnya praktik pembakaran terbuka, serta meningkatnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Secara keseluruhan, program ini berhasil memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah dan menjadi langkah awal menuju sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.  
ANALISIS FAKTOR FUNGSI PENGENDALIAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PROGRAM KOTAKU DI PULAU BARRANG LOMPO Aprianti Azis, Risky; Agata Makupiola, Christy; Indah Lestari, Mariati
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2026): JURNAL KAJIAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jkts.v11i1.9343

Abstract

Pembangunan infrastruktur di Pulau Barrang Lompo merupakan bagian dari Program KOTAKU yang menghadapi tantangan khusus akibat kondisi geografis yang relatif terpencil dari Kota Makassar. Selain itu, pelaksanaan proyek TPS3R dan ARSINUM tidak menggunakan jasa kontraktor, melainkan dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), sehingga menimbulkan kompleksitas dalam aspek manajemen, khususnya fungsi pengendalian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi faktor-faktor fungsi pengendalian yang paling dominan dalam mempengaruhi pelaksanaan proyek serta produktivitas tenaga kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan mengombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan penyebaran kuesioner kepada responden yang terlibat dalam proyek. Analisis data dilakukan menggunakan analisis korelasi untuk mengidentifikasi hubungan antarvariabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor manajerial memiliki pengaruh paling dominan terhadap fungsi pengendalian dan produktivitas tenaga kerja dengan nilai korelasi sebesar 0,40–0,599 (kategori sedang). Selanjutnya, faktor bahan material memiliki nilai korelasi sebesar 0,20–0,399 (kategori rendah), sedangkan faktor karakteristik tempat memiliki pengaruh yang sangat rendah dengan nilai korelasi sebesar 0,00–0,199. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa faktor manajerial merupakan determinan utama dalam meningkatkan efektivitas fungsi pengendalian serta produktivitas tenaga kerja pada proyek TPS3R dan ARSINUM di Pulau Barrang Lompo.