Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGUATAN KARAKTERISTIK WIRAUSAHA BERBASIS INKUBASI INOVASI UNTUK KEBERHASILAN USAHA MAHASISWA PMW DI POLITEKNIK NEGERI MALANG Permatasari, Ita Rifiani; Utoyo, Suselo; Sulasari, Ayu
Proceeding SENDI_U 2015: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.853 KB)

Abstract

Mahasiswa penerima Program Mahasiswa Wirausaha (PMW), pada umumnyabermula dari coba-coba untuk membentuk usaha baru, sehingga tentu saja tingkatkegagalannya relatif tinggi. Untuk menekan tinggal kegagalan, maka ada seleksi darikarakteristik wirausaha yang dimiliki mahasiswa, yaitu dengan test PEC ( PersonalEntrepreneurship Characteristik) dan dilakukan inkubasi inovasi. Pada usaha barudijumpai pengalaman yang terbatas, ketrampilan manajerial yang minim, jejaringusaha yang sedikit, dan dukungan serta kepercayaan publik yang masih sangatterbatas, sehingga diperlukan inkubasi inovasi. Inkubasi inovasi adalah penerapanprogran tertentu untuk mengembangkan ide/inisiatif inovasi, yang dilakukan padaperiode tertentu yakni sejak munculnya gagasan atau inisiatif inovasi sampai dengankesiapan implementasinya. Program dari inkubasi inovasi adalah Pelatihan, Magang,Pembimbingan dan Pendampingan. Program inkubasi inovasi dilakukan secarakongkrit, sistematik dan terus menerus. Pengamatan keberhasilan inkubasi inovasidilakukan selama 3 tahun.Kata Kunci : Karakteristik Wirausaha, Inkubasi Inovasi dan KeberhasilanUsaha.
STUDI KELAYAKAN TEKNIS DAN FINANSIAL PEMBANGUNAN APARTEMEN KYO SOCIETY KOTA SURABAYA Ispratiwi, Jelita Rossa; Lydianingtias, Diah; Utoyo, Suselo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i3.3482

Abstract

Apartemen Kyo Society dengan konsep hunian Jepang pertama di Kota Surabaya memiliki jumlah 39 lantai dengan luas total bangunan ±37.798 m2. Studi kelayakan ini dilakukan untuk melihat apakah proyek layak untuk dilaksanakan. Pada skripsi ini bertujuan untuk menganalisis (1) kelayakan teknis, (2) perkiraan biaya pengeluaran dan pendapatan dalam bentuk present value, (3) kelayakan finansial, (4) sesitivitas. Data apartemen Kyo Society Kota Surabaya yang dibutuhkan adalah denah lokasi, gambar, spesifikasi aparetemen, dan rencana anggaran biaya proyek. Data tersebut akan diolah dan ditinjau menggunakan parameter KDB (Koefisien Dasar Bangunan), KLB (Koefisien Lantai Bangunan), KDH (Koefisien Dasar Bangunan) untuk analisa kelayakan teknis. Sedangkan analisa kelayakan finansial menggunakan parameter Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Payback Period (PP). Analisa Sensitivitas yang ditinjau yaitu kenaikan biaya konstruksi dan penurunan harga jual unit. Hasil studi kelayakan (1) teknis diperoleh nilai KDB sebesar 49%, KLH sebesar 12, KDH sebesar 50%, maka dapat disimpulkan untuk analisa teknis dapat dikatakan layak. (2) Perkiraan dalam bentuk present value sebesar Rp. 421.952.886.681 untuk pengeluaran dan Rp. 690.188.048.881 untuk pendapatan. (3) Hasil kelayakan finansial diperoleh nilai NPV sebesar Rp. 268.235.162.199,29, IRR sebesar 19,43%, BCR sebesar 1,64, dan PP selama 4 tahun, maka dapat disimpulkan untuk analisa kelayakan finansial dapat dikatakan layak. (4) Dengan nilai WACC (Weighted Average Cost of Capital) sebesar 8,27% analisa sensitivitas terhadap kenaikan biaya konstruksi dikatakan tidak layak apabila kenaikan lebih dari 30% karena nilai IRR 8,00% < WACC. Apabila harga jual unit apartemen diturunkan hingga 20% parameter kelayakan finansial akan menjadi tidak layak karena nilai IRR 7,02% < WACC.
PROJECT PLANNING PROYEK PEMBANGUNAN APARTEMEN WESTOWN VIEW KOTA SURABAYA Riyan, Riyan Eka Ramadhan; Khamim, Moch.; Utoyo, Suselo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i4.3670

Abstract

Proyek pembangunan apartemen Westown View Kota Surabaya merupakan proyek milik PT. PP PROPERTI, apartemen Westown View merupakan salah satu apartemen yang terletak di Surabaya Barat tepatnya di Jl. Raya Menganti Dukuh Karangan Tengah No.73, Babatan, Kec.Wiyung, Kota Surabaya. Apartemen Westown View Surabaya berdiri di atas lahan seluas 2.7 Ha dan terdiri dari 45 lantai dengan 2 tower yaitu tower La Chiva dan Tower Sandbridge yang akan disambungkan dengan sky bridge. Dalam pelaksanaannya kontraktor CV. Turen Karya Mandiri mengalami keterlambatan selama 2 bulan dan pembekengkakan biaya sebesar Rp13,308 milyar sehingga pekerjaan berhenti total pada lantai 4 dari 8 lantai yang telah disepekati. Untuk itu perlu adanya perencanaan alternatif yang bertujuan untuk memperoleh struktur organisasi yang paling cocok dengan proyek, site layout yang paling optimal, trafic management yang sesuai kebutuhan proyek, strategi dan metode pelaksanaan yang paling sesuai dengan kondisi proyek, rencana mutu yang dapat diterapkan maksimal, rencana K3 yang paling aman, penjadwalan yang sesuai rencana proyek, dan rencana anggaran pelaksaanaan poyek. Metode penelitian diawali dengan pengumpulan data sekunder dan primer kemudian melakukan analisa pada setiap topik pembahasan dan didapatkan perencanaan alternatif berupa struktur organisasi satuan tugas dimana setiap karyawan memiliki satu atasan yang jelas, site layout dengan nilai travel distance 25,025 dan safety index 684 dengan penataan site layout paling optimum pada alternatif 1, traffic management memiliki lebar jalan utama selebar 6 meter dengan gerbang two way gate, strategi pelaksanaan dengan sistem zonasi yang terbagi menjadi 4 zona, metode pelaksanaan menggunakan metode bottom up, rencana mutu menggunakan pendekatan dengan siklus PDCA, rencana K3 proyek pembangunan apartement westown view menggunakan pendekatan Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC), waktu pelaksanaan proyek selama 157 minggu (hari Kalender), dan Rencana Anggaran Pelaksanaan proyek sebesar Rp206,912,045,000
PROJECT PLANNING PADA PROYEK PEMBANGUNAN MENARA 17 PENGURUS WILAYAH NAHDLATUL ULAMA JAWA TIMUR Habib Alhuda, Ahmad; Lydianingtias, Diah; Utoyo, Suselo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v4i4.3680

Abstract

Proyek Pembangunan Menara 17 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur berlokasi di Jl. Mesjid Agung Timur No.9 Gayungan, Kec. Gayungan, Kota Surabaya, Jawa Timur ini direncanakan 17 lantai dengan luas bangunan total yakni 24.378 m2. Pada masa pelaksanaan proyek ini sering terjadi ketidaksesuaian antara jadwal rencana dan realisasi seperti gambar yang sering diubah sesuai keinginan owner. Sehingga dapat mengakibatkan pertambahan waktu pelaksanaan dan pembengkakan biaya pelaksanaaan sehingga penyelesaian proyek menjadi terhambat, Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk menyusun Project Planning. Data yang dibutuhkan dalam project planning yaitu gambar rencana kerja, Bill of Quantity, Rencana Kerja dan Syarat-syarat, Harga Satuan Pekerjaan Kota Surabaya 2022, setelah itu dapat disusun beberapa hal yaitu penyusunan struktur organisasi proyek, site layout dan traffic management, strategi dan metode pelaksanaan, rencana mutu dan K3, penjadwalan, serta rencana anggaran pelaksanaan. Hasil project planning ini yaitu struktur organisasi proyek tipe proyek murni; Berdasarkan hasil perhitungan 3 alternatif site layout tersebut, site layout paling optimal adalah pada alternatif 2; dan traffic management menggunakan sistem one gate 2 jalur, akses jalur masuk sebelah kiri dan akses jalur keluar sebelah kanan.; strategi pelaksanaan memakai zoning area dengan metode pelaksanaan secara konvensional; Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko dan tabel HIRARC disusun sebagai acuan pelaksanaan keselamatan konstruksi proyek; penyelesaian pekerjaan memerlukan waktu 134 Minggu atau 792 hari kerja.; Rencana Anggaran Pelaksanaan biaya total sebesar Rp 90.353.542.000,00,selisih 7,5% dari nilai kontrak.
Beyond Compliance: Quantifying the Impact of Occupational Safety and Health on Worker Performance in High-Rise Construction Ria Riskiyah, Indah; Utoyo, Suselo; Sumardi, Sumardi; Jatu Noviarsita, Radhia; Cahyani, Eri
Asian Journal Science and Engineering Vol. 4 No. 1 (2025): Asian Journal Science and Engineering
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/ajse.v4i1.1898

Abstract

The construction industry is globally recognized for its high occupational risks, making the implementation of robust Occupational Safety and Health (OSH) programs a critical concern. While the importance of OSH is undisputed, its direct, quantifiable impact on worker performance requires continuous empirical validation. This study aims to analyze the influence of occupational safety and occupational health practices on the performance of workers in a high-rise building project in Surabaya, Indonesia. Utilizing a quantitative approach, data were collected from 63 project personnel via a structured questionnaire. The data were analyzed using multiple linear regression. The results confirm a significant and positive relationship, with OSH practices collectively explaining 44.2% of the variance in worker performance (Adjusted R² = 0.442). A partial analysis of the regression coefficients revealed that occupational safety (β = 0.453) exerts a more dominant influence on performance than occupational health (β = 0.341). This study provides quantitative evidence that OSH programs are not merely a compliance requirement but a direct investment in operational productivity, with tangible safety measures being the primary driver of enhanced worker performance.