Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PROJECT PLANNING PENGENDALIAN BANJIR DAN ROB SEMARANG-DEMAK PAKET 1 Rivaldy, Muhammad Dhava; Utoyo, Suselo; Lydianingtias, Diah
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): EDISI JUNI
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4059

Abstract

Kota Semarang dan Kota Demak merupakan kota metropolitan yang berkembang dan berkembang pesat setiap tahunnya. Karena perluasan yang cepat ini, semakin banyak lahan yang ditutupi oleh jalan dan bangunan lainnya, sehingga mengurangi jumlah air yang merembes ke dalam tanah.. Pada bulan Januari-Mei ada beberapa 2 sungai yang banjir diakibatkan banjir kiriman yang terjadi karena lahan hulunya menerima debit air hujan yang besar sehingga berefek ke hilirnya. Sedangkan pada musim kemarau sungai Babon, sungai Sayung dan drainase Ngepreh banjir lebih sering disebabkan oleh adanya air laut yang pasang atau dikenal dengan Rob. Data PERWALI Semarang tahun 2021 seperti volume pekerjaan dan harga satuan kerja diperlukan untuk melakukan pengaturan tersebut. Struktur organisasi, strategi, dan teknik, serta rencana K3L, penjadwalan proyek, dan rencana anggaran pelaksanaan, semuanya disiapkan sebagai bagian dari proses perencanaan proyek. Durasi proyek adalah 299 hari kalender, dan perkiraan anggaran pelaksanaan sebesar Rp 198.569.136.000,00. Setelah pembahasan diperoleh hasil berupa struktur organisasi tipe murni, metode pelaksanaan menggunakan metode normalisasi dan pendirian FCSP serta identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian disusun sebagai implementasi HSE.
PERENCANAAN BEKISTING DAN PERANCAH PADA PROYEK MALL LAGOON AVENUE SUNGKONO SURABAYA Hardiyanto, Muhammad Rifqi; Sudarmanto, Sudarmanto; Utoyo, Suselo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4087

Abstract

Pekerjaan bekisting penggunaan kayu tergolong tinggi, hal ini karena kayu bersifat sekali pakai. Hal ini sangat berpengaruh pada biaya dan waktu. Saat ini galvalum sering digunakan dalam bekisting sebagai bahan alternatif untuk menggantikan kayu. Tujuan dari perencanaan ini untuk mengetahui kekuatan dari bekisting semi konvensional, penjadwalan, dan biaya operasional proyek Mall Lagoon Avenue Sungkono dengan 8 lantai dari total 10 lantai dengan luasan 60.170,8 m2. Data yang digunakan meliputi gambar kerja dan harga satuan pekerjaan Kota Surabaya tahun 2018. Untuk penjadwalan mengunakan bantuan Microsoft Project 2016 dan Microsoft Excel 2016 untuk perhitungan biaya pelaksanaan. Pada pekerjaan bekisting balok dan plat dengan metode semi konvensional dari lantai basement 2 sampai lantai 4 membutuhkan waktu 161 hari dan total biaya sebesar Rp. 8.650.189.197.
PERBANDINGAN ERECTION STEEL BOX GIRDER MENGGUNAKAN INCREMENTAL LAUNCH DAN SELF LAUNCH PADA PROYEK JUNCTION WRINGINANOM Baihaqi, Muhammad; Utoyo, Suselo; Raharjo , Bobby Asukmajaya
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 2 (2024): EDISI JUNI
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i2.4104

Abstract

Penetapan Kota Surabaya dan sekitarnya sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) memberikan implikasi berupa pertumbuhan ekonomi yang berakibat meningkatnya pergerakan manusia dan barang. Proyek Junction Wringinanom merupakan proyek pembangunan jalan layang yang melibatkan pembangunan struktur jembatan dengan menggunakan steel box girder (SBG). Dalam konstruksi jembatan, metode erection yang digunakan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap metode pelaksanaan, efisiensi waktu, biaya, dan risiko K3. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pekerjaan erection SBG menggunakan Self Launch Method dan Incremental Launch Method pada proyek pembangunan Jembatan Ramp 4 Junction Wringnianom. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan antara kedua metode pada proyek tersebut yang ditinjau dari segi metode pelaksanaan, waktu pelaksanaan, biaya pelaksanaan, dan risiko K3. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah method statement, shop drawing, spesifikasi alat berat, dan harga sewa alat serta harga satuan Kabupaten Sidoarjo 2023. Dari hasil analisis kedua metode tersebut pelaksanaan pekerjaan erection SBG menggunakan Self Launch Method lebih menguntungkan dengan total biaya lebih murah yaitu Rp 1.377.760.952,80 dan total skor tingkat resiko lebih rendah yaitu 800 dan waktu pelaksanaan memakan waktu lebih cepat yaitu selama 28 hari dibandingkan pelaksanaan pekerjaan erecion SBG menggunakan Incremenetal Launch Method dengan total biaya sebesar Rp 1.857.987.613,90 dan total skor tingkat resiko lebih tinggi yaitu 1350 dan, waktu pelaksanaan cukup lama yaitu selama 37,5 hari.
EVALUASI KINERJA WAKTU DAN BIAYA PADA PROYEK GEDUNG X MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE ANALYSIS - MRK Rachman, Wafi Damar; Utoyo, Suselo; Riskijah, Sitti Safiatus
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4430

Abstract

Pembangunan Proyek Gedung X dijadwalkan selesai dalam waktu 16 bulan atau 70 minggu. Namun proyek ini mengalami penambahan waktu pelaksanaan menjadi 27 bulan atau 118 minggu dengan nilai kontrak sebesar Rp. 320.650,000,000. Proyek ini memiliki batasan waktu dan biaya, maka diperlukan pengendalian proyek yang baik agar proyek dapat tercapai sesuai dengan rencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja waktu dan biaya saat pelaporan pada minggu ke-52, mengetahui waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersisa, waktu dan biaya diakhir proyek, varian waktu dan biaya penyelesaian proyek, dan strategi yang digunakan jika terdapat penyimpangan kinerja. Data yang digunakan antara lain RAB, kurva-S, laporan mingguan dan biaya aktual. Pengukuran kinerja waktu dan biaya proyek menggunakan metode Nilai Hasil (Earned Value Analysis). Hasil penelitian, diketahui kinerja waktu pelaksanaan proyek lebih cepat dari jadwal rencana (Schedule Underrun) yang ditunjukkan dengan nilai SPI = 1,0582 dan kinerja biaya melebihi rencana anggaran (Higher Cost) yang ditunjukkan dengan nilai CPI = 0,9819. Penyelesaian pekerjaan tersisa membutuhkan waktu 62 minggu dengan biaya sebesar Rp.158,188,990,502. Perkiraan waktu total penyelesaian proyek sebesar 114 minggu dengan biaya penyelesaian Rp.326,560,624,893. Varian waktu penyelesaian proyek lebih cepat sebesar 4 minggu dan varian biaya penyelesaian lebih mahal sebesar Rp.5,910,624,893. Solusi yang disarankan untuk memperbaiki kinerja biaya agar biaya pelaksanaan sesuai rencana maka perlu merubah metode pekerjaan bekisting dari konvensional menjadi bekisting aluminium yang biayanya lebih murah, mengingat pekerjaan bekisting memiliki kontribusi yang besar terhadap biaya proyek.
ANALISIS PRODUKTIVITAS PEKERJAAN ARSITEKTUR PADA PEMBANGUNAN APARTEMEN KLASKA RESIDENCE SURABAYA Najib, Muchammad Alvian; Sumardi, Sumardi; Utoyo, Suselo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.4640

Abstract

Penambahan jam kerja akan mempengaruhi produktivitas pada tenaga kerja yang terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor apa saja yang berpotensi menyebabkan penurunan produktivitas saat jam kerja dan mengetahui perbedaan Koefisien produktivitas tenaga kerja pada jam kerja normal. Data yang dibutuhkan diperoleh dengan pengamatan langsung, obyek yang diamati adalah tukang, pekerja dan mandor. Produktivitas diukur dari volume produksi yang tenaga kerja dapatkan dan analisis Perhitungan AHSP Proyek dengan Penelitian di lapangan untuk menentukan faktor mana yang berpengaruh pada penurunan produktivitas. Hasil analisis didapatkan nilai Produktivitas tenaga kerja pekerjaan arsitektur dinding bata ringan sebesar 6,46  m²/hari dan dinding precast sebesar 43,75 m³/hari. Sementara untuk perbandingan besaran nilai koefisien produktivitas dengan AHSP  pada pekerjaan pasangan dinding bata ringan dan dinding precast. Koefisien tenaga kerja pada pekerjaan pemasangan dinding precast pada tukang sebesar 0,005 OH dan pada pekerja sebesar 0,013 OH, sedangkan nilai koefisien tukang pada AHSP sebesar 0,2 OH dan pekerja 0,6 OH. Koefisien tenaga kerja pada pekerjaan pemasangan dinding bata ringan pada tukang sebesar 0,049 OH dan pada pekerja sebesar 0,082 OH, sedangkan nilai koefisien tukang pada AHSP sebesar 0,075 OH dan pekerja 0,05 OH. Durasi yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan pasangan dinding bata ringan dan dinding precast pada zona 2 lantai 15-20 dibutuhkan durasi waktu selama 60 hari.   
PENYUSUNAN PROJECT PLANNING PEMBANGUNAN PROYEK SPILLWAY BENDUNGAN X KABUPATEN X Wijaya, Andy; Riskijah, Sitti Safiatus; Utoyo, Suselo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.5018

Abstract

Proyek Pembangunan Bendungan X dibuat untuk memenuhi kebutuhan air irigasi dan air baku masyarakat Kabupaten X. Salah satu bagian dari Bendungan X adalah Bangunan Spillway yang direncanakan dengan tipe ogee dan terdapat beberapa bangunan pelengkapnya, sehingga dibutuhkan project planning dalam pembangunannya. Penyusunan project planning ini bertujuan untuk merencanakan work breakdown structure (WBS), struktur organisasi, site layout, metode pelaksanaan, pengendalian mutu, kesehatan keselamatan kerja dan lingkungan (K3L), durasi dan biaya pelaksanaan. Data yang dibutuhkan yaitu gambar kerja, Rencana Kerja dan Syarat – Syarat (RKS), Harga Satuan Dasar  tahun 2019 Kabupaten X. Perencanaan program K3L menggunakan metode HIRARC. Perencanaan durasi proyek menggunakan MS Project tahun 2019, dan perencanaan biaya pelaksanaan mengacu pada Permen PUPR no. 28 tahun 2016. Penyusunan project planning menghasilkan: struktur organisasi dengan bentuk fungsional; WBS sampai level 1 terdiri dari pekerjaan persiapan, pekerjaan tanah, pekerjaan pondasi, pekerjaan struktur atas, dan pekerjaan lain – lain; perencanaan site layout dengan cara menentukan ukuran, bentuk, dan letak fasilitas sementara berdasarkan jarak, fungsi, dan metode pelaksanaan; metode pelaksanaan pembangunan spillway menggunakan sistem zoning yang terdiri dari 2 zona yaitu zona 1 terdiri dari saluran mercu, saluran transisi, saluran peluncur sedangkan zona 2 terdiri dari kolam Olakan USBR Type III dan saluran Pelepas, pekerjaan tanah secara mekanis, dan pekerjaan beton menggunakan beton ready mix dan concrete pump; perencanaan dan pengendalian mutu berupa penyusunan quality plan, quality target, dan standar operasional prosedur berdasarkan  RKS; perencanaan K3L menggunakan metode HIRARC, diketahui nilai risiko dengan tingkat low risk sampai dengan extreme risk dan hasil penilaian risiko setelah direncanakan pengendalian K3L tingkat risiko menjadi low risk yang artinya risiko dapat diterima; rencana durasi  pembangunan spillway selama 662 hari kalender dan rencana biaya pelaksanaan sebesar Rp. 248.374.992.880,06.
PROJECT PLANNING PEMBANGUNAN GEDUNG MTH 27 OFFICE SUITE JAKARTA TIMUR Efendy, Rizky Setya; Lydianingtyas, Diah; Utoyo, Suselo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 5 No. 3 (2024): EDISI SEPTEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v5i3.5221

Abstract

Proyek Pembangunan Gedung MTH 27 Office Suite memiliki luas bangunan 27.570 m2. Yang di kerjakan oleh PT. Adhi Persada Gedung Tbk dengan nilai kontrak Rp230.000.000.000 selama 360 hari kalender. Agar pelaksanaan proyek dapat terlaksana tepat waktu, biaya, dan mutu maka perlu disusun alternatif project planning. Penyusunan project planning ini meliputi beberapa hal yaitu (1) penyusunan struktur organisasi proyek, (2) perencanaan site layout, (3) perencanaan traffic management, (4) penyusunan strategi dan metode pelaksanaan, (5) perencanaan mutu, (6) membuat rencana K3L (kesehatan keselamatan kerja dan lingkungan), (7) membuat rencana anggaran biaya, (8) penjadwalan pekerjaan. Data-data yang dibutuhkan adalah gambar kerja, rencana kerja dan syarat-syarat (RKS), dan HSPK DKI Jakarta Tahun 2020. Untuk penyusunan biaya dan penjadwalan menggunakan program Microsoft Excel 2016 dan Microsoft Project 2016. Dari hasil analisis diperoleh yaitu (1) struktur organisasi fungsional, (2) direksi keet diletakkan dekat pintu masuk, (3) satu pintu keluar dan masuk, (4) metode semi top down, (5) standart operational procedure (SOP) dan quality target, (6) pemakaian alat pelindung diri, pemasangan rambu dan analisis resiko, (7) biaya pelaksanaan Rp118.000.000.000, (8) waktu pelaksanaan proyek selama 247 hari kalender.
PROJECT PLANNING PROYEK PEMBANGUNAN JEMBATAN PENGHUBUNG DI JALAN TOL CIPULARANG KM 71 Purwanto, Rachmad Aqmal Darmawan; Khamim, Moch.; Utoyo, Suselo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): EDISI MARET
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.5705

Abstract

Proyek Pembangunan Jembatan Penghubung Di Jalan Tol Cipularang KM 71 ini direncananakan terletak di Kawasan Kota Bukit Indah Purwakarta Provinsi Jawa Barat. Rencana pembangunan ini akan menghubungkan kembali Kawasan Kota Bukit Indah (Dangdeur, Bungursari dan Cigelam, Babakancikao) yang terpisah akibat adanya Jalan Tol Cipularang. Jembatan ini dibuat dengan menggunakan konstruksi Beton tipe PCI Girder dengan bentang 121 m, lebar efektif jalan 9,5 meter yang terbagi menjadi 3 bentang dari 37.5, 56.1 m dan 27.3 m dengan jumlah pondasi total sebanyak 218 titik membentang diatas Jalan Tol Cipularang KM 71. Tujuan dari skripsi ini adalah untuk memberikan alternatif – alternatif (1) Work Braekdown Structure dan Struktur Organisasi (2) Site Layout dan Traffic Management (3) Strategi dan Metode Pelaksanaan (4) Quality Plan dan Safety Plan (5) Rencana Durasi Proyek (6) Rencana Anggaran Pelaksanaan. Data yang dibutuhkan yaitu Detail Engineering Desain (DED), Rencana Kerja dan Syarat (RKS), Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) PUPR 2023, Harga Satuan Upah, Alat, Material Kabupaten Purwakarta 2023. Berikut ini adalah alternatif Project Planning (1) Struktur Organisasi dengan pimpinan tertinggi dipegang oleh Project Manager (2) Site Layout berdasarkan hitungan Traveling Distance dan Safety Index, Traffic Management dengan sistem One Way Gate 2 lajur (3) Strategi Pelaksanaan menggunakan 2 Zona (4) Quality Plan Menggunakan sikuls pendekatan PDCA dan ITP, Safety Plan menggunakan pendekatan IBPRP dilengkapi dengan prosedur tanggap darurat (5) Proyek Pembangunan Jembatan Penghubung di Jalan Tol Cipularang KM 71 ini direncanakan selama 18 Bulan (Hari Kalender) dengan 6 Hari kerja dan 8 Jam Kerja setiap Harinya (6) Total Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) sebesar Rp. 90.296.817.679.
PROJECT PLANNING PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT UPT VERTIKAL SURABAYA GEDUNG B Nugroho, Rinaldi Tito; Lydianingtias, Diah; Utoyo, Suselo
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): EDISI MARET
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.5919

Abstract

Proyek Pembangunan Rumah Sakit UPT Vertikal Surabaya Gedung B dengan 12 lantai terletak di Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Jawa Timur. Project Planning dibuat untuk membuat proyek tersebut tepat waktu, tepat biaya, dan tepat mutu. Tujuan dari project planning adalah untuk memberikan alternatif pada (1) struktur organisasi (2) site layout dan traffic management (3) strategi dan metode pelaksanaan, (4) rencana mutu, (5) rencana keselamatan konstruksi (RKK), (6) rencana durasi proyek, (7) rencana anggaran pelaksanaan (RAP). Data yang dibutuhkan adalah Shop Drawing, Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS), Harga Satuan Pekerjaan Kota Surabaya 2023, daftar Harga Satuan Upah, Alat, dan Bahan Kota Surabaya 2023. Microsoft Project 2021 digunakan untuk penjadwalan, dan Microsoft Excel 2021 digunakan untuk rencana anggaran biaya (RAB) dan pembuatan Kurva-S. Berikut ini hasil dari project planning: (1) struktur organisasi murni dengan dipimpin oleh Project Manager; (2) site layout berdasarkan perhitungan safety index dan travelling distance digunakan alternatif 1; (3) metode bottom up dan menggunakan 4 zona; (4) mutu setiap item pekerjaan mengacu spesifikasi teknis dan peraturan yang berlaku serta di skoring menggunakan metode QPASS; (5) Kesehatan keselamatan kerja (K3) disusun terdiri dari tujuan dan kebijakan keselamatan konstruksi, perlengkapan penunjang K3, rambu – rambu K3, tabel identifikasi bahaya, penilaian risiko, penentuan pengendalian risiko, dan peluang (IBPRP), sasaran dan program K3, jadwal pelaksanaan program K3, (6) waktu pelaksanaan selama 339 hari kerja; (7) total rencana anggaran pelaksanaan (RAP) sebesar Rp. 335,314,390,919
Beyond Compliance: Quantifying the Impact of Occupational Safety and Health on Worker Performance in High-Rise Construction Ria Riskiyah, Indah; Utoyo, Suselo; Sumardi, Sumardi; Jatu Noviarsita, Radhia; Cahyani, Eri
Asian Journal Science and Engineering Vol. 4 No. 1 (2025): Asian Journal Science and Engineering
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/ajse.v4i1.1898

Abstract

The construction industry is globally recognized for its high occupational risks, making the implementation of robust Occupational Safety and Health (OSH) programs a critical concern. While the importance of OSH is undisputed, its direct, quantifiable impact on worker performance requires continuous empirical validation. This study aims to analyze the influence of occupational safety and occupational health practices on the performance of workers in a high-rise building project in Surabaya, Indonesia. Utilizing a quantitative approach, data were collected from 63 project personnel via a structured questionnaire. The data were analyzed using multiple linear regression. The results confirm a significant and positive relationship, with OSH practices collectively explaining 44.2% of the variance in worker performance (Adjusted R² = 0.442). A partial analysis of the regression coefficients revealed that occupational safety (β = 0.453) exerts a more dominant influence on performance than occupational health (β = 0.341). This study provides quantitative evidence that OSH programs are not merely a compliance requirement but a direct investment in operational productivity, with tangible safety measures being the primary driver of enhanced worker performance.