Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Optimalisasi Layanan BK Berbasis Multikultural dalam Menanamkan Nilai Toleransi dan Kebhinekaan pada Gen-Z Vinda Chairunnisa; Asbi Asbi
Pancasila and Civics Education Journal Vol 5, No 2 (2026): PANCASILA AND CIVICS EDUCATION JOURNAL (JUNE 2026)
Publisher : Pancasila and Civics Education Journal (PCEJ)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The increasing diversity of social interactions in the digital era has created new challenges in fostering tolerance and appreciation of diversity among Gen-Z. Multicultural-based guidance and counseling services are needed as a strategic approach to strengthen the values of tolerance and diversity. This study aims to analyze the optimization of multicultural guidance and counseling services in fostering the values of tolerance and diversity among students. The study used a qualitative descriptive approach implemented on students of the Guidance and Counseling Study Program at Al-Washliyah Muslim Nusantara University (UMN) Medan. Participants were selected through purposive sampling technique. Data were collected through interviews, observation, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results of the study indicate that multicultural-based guidance and counseling services play an important role in increasing diversity awareness, intercultural understanding, social empathy, and inclusive behavior of students. Optimization of services is carried out through multicultural information services, classical guidance, multicultural group counseling, cross-cultural dialogue, diversity project-based learning, and digital counseling. This research produced a conceptual model consisting of five stages: multicultural awareness, intercultural understanding, empathy development, value internalization, and inclusive behavior. This model contributes to developing students who are tolerant, inclusive, democratic, and oriented toward the values of diversity.Keywords: Multicultural Guidance and Counseling, Tolerance, Diversity, Generation ZAbstrak: Meningkatnya keberagaman interaksi sosial di era digital telah menciptakan tantangan baru dalam menumbuhkan toleransi dan apresiasi terhadap keberagaman di kalangan Gen-Z. Layanan bimbingan dan konseling berbasis multikultural dibutuhkan sebagai pendekatan strategis untuk memperkuat nilai-nilai toleransi dan keberagaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi layanan bimbingan dan konseling multikultural dalam menumbuhkan nilai toleransi dan keberagaman di kalangan Mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Medan. Partisipan dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan BK berbasis multikultural berperan penting dalam meningkatkan kesadaran keberagaman, pemahaman antarbudaya, empati sosial, dan perilaku inklusif mahasiswa. Optimalisasi layanan dilakukan melalui layanan informasi multikultural, bimbingan klasikal, konseling kelompok multikultural, dialog lintas budaya, pembelajaran berbasis proyek keberagaman, dan konseling digital. Penelitian ini menghasilkan model konseptual yang terdiri atas lima tahapan, yaitu multicultural awareness, intercultural understanding, empathy development, value internalization, dan inclusive behaviour. Model tersebut berkontribusi dalam membentuk mahasiswa yang toleran, inklusif, demokratis, dan berorientasi pada nilai-nilai kebhinekaan.Kata Kunci: Bimbingan dan Konseling Multikultural, Toleransi, Keberagaman, Generasi Z
Pemahaman Guru Bk Terhadap Kode Etik Profesi Dalam Menjaga Kerahasiaan Data Konseling Mawaddah Ramadhani; Asbi Asbi; Alman Faluthi; Jefano Albanua
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 3 (2026): JUNI
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i3.2616

Abstract

Data confidentiality is a fundamental principle in guidance and counseling services that determines the level of student trust in counselors. This study aims to analyze the level of Guidance and Counseling (BK) teachers' understanding of professional codes of ethics, specifically in maintaining the confidentiality of student counseling data in schools. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. Data collection was conducted through in-depth interviews, observation, and documentation studies of [Number] BK teachers in [Location/School Level]. Data analysis used interactive analysis techniques including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that, in general, BK teachers have a good understanding of confidentiality ethics regulations. However, in practical terms, BK teachers still face ethical dilemmas when confronted with pressure from school authorities (such as principals or homeroom teachers) who request the disclosure of student data for disciplinary purposes. This study concludes that cognitive understanding alone is insufficient; professional assertiveness and regular socialization regarding the boundaries of information disclosure in BK are required. The implications of this study emphasize the importance of strengthening professional advocacy and continuous ethical code development by professional organizations such as ABKIN..
Kebutuhan Pengembangan Kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling dalam Menghadapi Tantangan Kesehatan Mental Peserta Didik di Era Digital Bisti Amelia; Bella Syahputri; Intan Nurjannah Pulungan; Asbi Asbi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan pengembangan kompetensi guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menghadapi tantangan kesehatan mental peserta didik di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 40 guru BK tingkat SMP dan SMA yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert berdasarkan indikator literasi digital, penanganan kesehatan mental peserta didik, konseling berbasis online, pencegahan cyberbullying, penggunaan media BK digital, dan komunikasi interpersonal. Teknik analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan pengembangan kompetensi guru BK berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Aspek penanganan kesehatan mental peserta didik memperoleh persentase tertinggi sebesar 92%, diikuti pencegahan cyberbullying sebesar 90% dan literasi digital sebesar 89%. Selain itu, guru BK juga menghadapi berbagai kendala seperti kurangnya pelatihan kesehatan mental sebesar 88%, kesulitan memantau kondisi psikologis siswa secara daring sebesar 84%, dan keterbatasan penguasaan teknologi sebesar 80%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru BK membutuhkan penguatan kompetensi kesehatan mental dan teknologi digital agar layanan konseling dapat berjalan secara efektif di era digital.
Peningkatan Literasi dan Numerasi Melalui Program Bimbingan Belajar dan Pojok Baca di Desa Sihopuk Baru Uli Makmun Hasibuan; Deliati Deliti; Mona Luthfia Adira; Asbi Asbi
JURNAL PRODIKMAS Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan kemampuan literasi dan numerasi anak melalui program bimbingan belajar gratis dan pojok baca di Desa Sihopuk Baru, Kecamatan Halongonan Timur, Kabupaten Padang Lawas Utara. Program Pengabdian Masyarakat Mandiri (KKN-M) dilaksanakan pada periode 1-20 September 2025, menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan literasi dan numerasi anak, di mana kemampuan membaca meningkat dari 60% menjadi 85%, kemampuan operasi penjumlahan meningkat dari 50% menjadi 80%, dan pemahaman soal cerita meningkat dari 30% menjadi 65%. Pojok baca yang diresmikan berhasil menyediakan akses ke 70 buku dengan 103 peminjaman selama periode program. Program pendukung seperti pendidikan anti-perundungan, pembelajaran agama, dan kegiatan kreatif juga memperkuat pengembangan karakter anak. Faktor pendukung utama adalah dukungan kepala desa dan antusiasme anak, sedangkan kendala meliputi keterbatasan sumber daya dan periode program yang singkat. Program ini berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan literasi dan numerasi antara daerah perkotaan dan pedesaan serta mendukung pencapaian target nasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan
Peningkatan Kesehatan Mental Remaja Melalui Pelatihan Expressive Writing Berbasis Jurnal Kreatif (Bullet Journaling) Deliati Deliati; Asbi Asbi; Uli Makmun Hasibuan
JURNAL PRODIKMAS Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental remaja merupakan salah satu isu prioritas dalam pembangunan sumber daya manusia, mengingat tingginya prevalensi kecemasan, stres akademik, dan kesulitan regulasi emosi pada usia remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesehatan mental remaja melalui pelatihan expressive writing berbasis jurnal kreatif (bullet journaling). Mitra kegiatan adalah remaja usia 15-18 tahun yang tergabung dalam kelompok remaja masjid di Kota Medan, berjumlah 30 orang. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan dan pendampingan dengan desain pre-test dan post-test pada satu kelompok (one group pre-post design), meliputi tahap sosialisasi dan asesmen awal, pelatihan teknik dasar bullet journal (daily log, gratitude log, mood tracker, dan prompt menulis reflektif bernuansa muhasabah), pendampingan praktik menulis selama dua minggu, serta evaluasi akhir. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan skor rata-rata pada seluruh indikator kesehatan mental yang diukur, yaitu regulasi emosi, optimisme, efikasi diri, manajemen stres, dan kesejahteraan psikologis, dengan peningkatan berkisar antara 17 hingga 21 poin. Peserta juga melaporkan peningkatan kesadaran diri dan kebiasaan refleksi harian yang lebih konsisten setelah mengikuti pelatihan. Simpulan kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan expressive writing berbasis bullet journaling efektif sebagai media intervensi psikoedukatif yang aplikatif, murah, dan mudah direplikasi untuk meningkatkan kesehatan mental remaja di lingkungan komunitas.
Efektivitas Layanan Bimbingan Klasikal dengan Menggunakan Kartu Kuis untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 58 Medan Fatria Lubis; Asbi Asbi
Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan (JITK) Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/jitk.v3i2.1714

Abstract

Penelitian akademik ini memiliki orientasi untuk mengidentifikasi keefektifan Pelayanan Bimbingan Klasikal melalui media kartu kuis interaktif guna meningkatkan motivasi pembelajaran siswa tingkat menengah pertama kelas VIII institusi Muhammadiyah Sukaramai wilayah Medan periode akademik 2024/2025. Riset tersebut memanfaatkan pendekatan numerik dengan metode eksperimental menggunakan desain kelompok tunggal pra-ujian dan pasca-ujian. Popiulasi difokuskan pada tingkat VIII, sementara penetapan sampel penelitian mengaplikasikan teknik Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan dalam riset ini berupa kuesioner sejumlah 36 butir mengacu 6 parameter motivasi belajar. Analisis menggunakan teknik Wilcoxon dan bantuan aplikasi SPSS 31. Perolehan hasil penelitian menunjukkan probabilitas Asymp. Sig. (2tailed) 0,001 yang lebih rendah dari alpha 0,05 (0,001<0,05) sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Konklusi menunjukkan adanya keefektivan Layanan Bimbingan Klasikal menggunakan kartu kuis untuk meningkatkan motivasi belajar siswa tingkat VIII SMP Muhammadiyah Sukaramai Medan.
PERSPEKTIF KOMPARATIF DALAM PENDEKATAN STUDI BUDAYA DAN IMPLIKASINYA Asbi Asbi; Diny Amalia; Aulia Pratiwi
Analysis Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.analysis.v2i1.588

Abstract

Perspektif komparatif dalam studi budaya merupakan pendekatan analitis yang mengeksplorasi perbandingan dan kontrast antara berbagai budaya untuk memahami perbedaan dan persamaan mereka. Penelitian budaya komparatif bertujuan untuk menguraikan implikasi dari keragaman budaya tersebut dalam konteks sosial, politik, dan ekonomi. Dalam abstrak ini, diperkenalkan konsep perspektif komparatif dalam pendekatan studi budaya, menjelaskan metode-metode yang digunakan dalam penelitian budaya komparatif, dan menganalisis implikasi dari pendekatan ini dalam konteks global yang semakin terhubung. Metode penelitian yang umum digunakan dalam studi budaya komparatif, seperti analisis komparatif budaya, etnografi lintas budaya, dan pendekatan teoritis lintas budaya, dipertimbangkan untuk mengidentifikasi pola-pola dan tren dalam kehidupan budaya manusia. Tantangan dalam mengimplementasikan pendekatan ini, termasuk masalah keaslian, konteks budaya yang kompleks, dan bias penelitian, juga disoroti untuk memberikan pemahaman yang lebih holistik tentang penelitian budaya komparatif. Implikasi dari perspektif komparatif dalam studi budaya mencakup pemahaman yang lebih dalam tentang keragaman budaya, pembangunan kebijakan multikultural, dan promosi dialog antarbudaya. Dengan memperhatikan penelitian budaya komparatif, kita dapat memperkaya pemahaman kita tentang dinamika budaya dan mendorong dialog yang lebih inklusif dan saling menghormati di antara budaya-budaya yang berbeda.
Etika Konselor Dalam Konseling Lintas Budaya Asbi Asbi; Risty Dwi Apriananda; Okia Sari Sembiring
Pedagogik Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v2i2.535

Abstract

Counseling is assistance and guidance provided to individuals in general, and students in particular at madrasas or schools in order to improve the learning process. Counseling in madrasas or schools is carried out to meet the development of students in the process of emotional development and guidance in madrasas or schools and in the community. Ethics is closely related to the concept that an individual or group has to assess whether the actions they take are wrong or right, good or bad. Ethics is in the form of written regulations (codes) that are created systematically based on existing moral principles and, if necessary, can be used as a tool to measure all kinds of actions that are generally logically considered to deviate from ethical values. In the counseling process, errors or differences between clients' backgrounds often occur which makes the counseling process ineffective. Because different cultures create obstacles to communication, while communication is part of culture.
Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Behavioral Contract Untuk Mengurangi Perilaku Phubbing Pada Kelas VIII SMP Negeri 44 Medan Farah Dhita Putri Irawanti Zuhra; Asbi Asbi
Pedagogik Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v3i3.1725

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengkaji penerapan layanan bimbingan kelompok melalui teknik Behavioral Contract dalam upaya menurunkan kecenderungan perilaku Phubbing pada peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 44 Medan pada Tahun Ajaran 2024/2025. Phubbing merupakan perilaku mengabaikan interaksi sosial akibat ketergantungan terhadap smartphone, yang berdampak pada menurunnya kualitas komunikasi dan hubungan sosial siswa. Pendekatan penelitian yang diadopsi dalam studi ini merupakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan penerapan teknik pengumpulan data yang mencakup observasi, wawancara mendalam, serta analisis dokumentasi. Adapun subjek penelitian terdiri atas berjumlah delapan siswa yang teridentifikasi memiliki kecenderungan Phubbing. Intervensi dilakukan melalui layanan bimbingan kelompok dengan penerapan kontrak perilaku diposisikan sebagai suatu bentuk perjanjian formal antara peserta didik dan konselor yang bertujuan untuk memodifikasi perilaku yang tidak diharapkan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penerapan layanan bimbingan kelompok dengan pendekatan Behavioral Contract terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran diri siswa secara signifikan terhadap dampak Phubbing, menumbuhkan kontrol diri, serta memperbaiki keterampilan sosial siswa. Dengan penerapan yang terstruktur dan pemberian penguatan positif, siswa menunjukkan perubahan perilaku ke arah yang lebih adaptif.
Penerapan Layanan Konseling Individual dengan Menggunakan Pendekatan Cognitive Behavior Therapy untuk Mengurangi Kesulitan Belajar Siswa di SMA Negeri 10 Medan Budi Dermawan; Asbi Asbi
Khidmat Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v2i1.443

Abstract

Dalam pengembangan potensi peserta didik, guru wajib memeberikan pembelajaran yang bisa dipahami oleh siswa agar terlahirnya siswa yang berilmu, serta krearif, dan guru juga harus sanggup membuat proses belajar mengajar yang inovatif serta menyenagkan sehingga bisa meningkatkan kenyamanan serta keaktifan peserta didik. Anak yang memiliki kesulitan belajar juga perlu mendapatkan perhatian khusus, dikarenakan kesulitan belajar ini juga gangguan pemahaman terhadap siswa, serta beberapa faktor bisa saja terjadi dalam proses belajar pada anak, faktor ini bisa berupa kurang paham dalam proses belajar, kurangnya perhatian dari guru, kurangnya dukungan orang tua maupun dukungan teman. Sehingga penelitian ini tercipta atas masalah yang sering muncul terhadap anak di sekolah yaitu “Penerapan Layanan Konseling Individual Dengan Menggunakan Pendekatan Cognitive Behavioral Therapy Untuk Mengurangi Kesulitan Belajar Siswa di SMA Negeri 10 Medan Tahun Ajaran 2022/2023” baik itu kurang dari sarana prasarana maupun dorongan dari yang lain bahkan sampai rendahnya motivasi belajar, hal tersebut juga menjadi masalah yang harus diselesaikan dalam bidang pendidikan yaitu guru bimbingan konseling.