Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengembangan Manajemen Unit Penjaminan Mutu Pendidikan Untuk Calon Guru Berprestasi Kisno, Kisno; Zebua, Sitepanus; Azhari, Azhari; Iqnasus Panjaitan, Iwan Sunarnya; Rusdiman, Rusdiman; Mursalin, Mursalin; Hasan, Nur Shabrina
PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEGURUAN DAN PENDIDIKAN (SNKP) Vol. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Keguruan dan Pendidikan (SNKP) 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era globalisasi menuntut SDM khususnya dalam dunia pendidikan yang tidak terlepas dari penjaminan mutu itu sendiri. Salah satu indikator SDM bermutu tinggi adalah adanya guru berprestasi. Sejumlah, satuan pendidikan telah memiliki Tim Manajemen Mutu Pendidikan, namun pada kenyataannya proses penjaminan mutu internal ini masih belum terlaksana dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui jumlah guru yang sudah memenuhi persyaratan akademik, persyaratan administratif, dan persyaratan untuk diajukan sebagai calon guru berprestasi dan (2) Untuk menginvestigasi persiapan yang sudah dilakukan oleh Tim Manajemen Mutu Pendidikan dalam menyiapkan dan menyeleksi calon guru berprestasi Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dan survei dengan menggunakan kuesioner dilaksanakan di dua sekolah menengah pertama di Kabupaten Deli Serdang yakni SMP Negeri 1 Tanjung Morawa dan SMP Negeri 2 Tanjung Morawa. Survei dilakukan pada bulan November 2022. Subjek survei adalah seluruh guru yang berada di SMP Negeri 1 Tanjung Morawa dan SMP Negeri 2 Tanjung Morawa. Selain itu survei juga ditujukan kepada Tim Manajemen Mutu Sekolah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner untuk guru dan Tim Manajemen Mutu Pendidikan. Data yang telah dikumpulkan melalui kuesioner kemudian dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif sederhana. Dari hasil survei terhadap guru, terdapat 34 orang guru yang masa kerjanya sudah delapan tahun dan memiliki kualifikasi minmum strata satu. Hal ini merupakan salah satu syarat untuk mengikuti lomba guru berprestasi. Selain itu terdapat 14 guru yang masa kerjanya antara empat sampai dengan delapan tahun. Hal ini mengindikasikan terdapat potensi yang besar bagi kedua sekolah ini untuk mengikutsertakan guru dalam ajang lomba guru berprestasi. Dengan kata lain, salah satu syarat administratif khusus sudah dimiliki oleh kedua satuan pendidikan. Sedangkan dari hasil survei terhadap TMMP di kedua satuan pendidikan, tim manajemen mutu didominasi oleh personil yang masa kerjanya lebih dari delapan tahun. Hal ini menunjukkan adanya personil yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup panjang mengenai situasi kontekstual sekolah masing-masing. Selain itu, sebagian besar anggota TMMP sudah memiliki sertifikat pendidik. Dari ruang lingkup kerja, TMMP berfokus pada tiga hal yakni penjaminan mutu, penguatan pendidikan karakter, dan pengembangan serta penerapan kurikulum. Sedangkan dari pembinaan, supervisi, dan pengawasan dilakukan tiap semester. Kedua satuan pendidikan sama-sama memiliki kekuatan yang dapat dijadikan sebagai peningkatan mutu sekolah melalui guru berprestasi. Namun demikian, kedua sekolah sama-sama memiliki kekurangan terkait minimnya pengembangan diri guru, dan perangkat pembelajaran yang belum standar, yakni dalam hal perangkat pembelajaran yang belum memiliki standar yang sama, minim partisipasi dalam lomba. Untuk mengatasi minimnya partisipasi guru dalam pengembangan diri, sekolah dapat memfasilitasi dengan mengadakan lomba, pelatihan dan lokakarya dalam materi penulisan best practice. Selain itu, manajemen unit penjaminan mutu pendidikan di kedua sekolah perlu dikembangkan dengan menambah evaluator eksternal dari luar sekolah yang memantau dan mengontrol berjalannya kegiatan penjaminan mutu melalui penyelenggaraan pelatihan atau lokakarya yang berhubungan dengan karya tulis guru sehingga potensi yang sudah ada di kedua sekolah dapat dikembangkan dan diikutsertakan dalam ajang lomba guru berprestasi di tahun yang akan datang.
The objectives of this study are: To describe the role of the principal in improving the quality of education at SMP Negerim4 Motomuzoi, Nias Regency. Data collection techniques mainly involved participant observation, in-depth interviews, and literature studies. The data collection instruments used in this study were observation sheets and interview guidelines. Data analysis was conducted in four stages, namely data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The resu Zebua, Sitepanus
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 4 No 2 (2023): DE_Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/dejournal.v5i1.1176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipas Menggunakan Media Pembelajaran Video Animasi Di Kelas V Sd Negeri 066054 Medan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 066054 Medan Tahun Ajaran 2024/2025. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 066054 Jl. Kasuari II, Perumnas Mandala, Kec. Medan Denai. Model ini meliputi empat tahap yang dilakukan secara berulang dalam setiap siklus, yaitu: (1) Perencanaan (planning), (2) Pelaksanaan (acting), (3) Observasi (observing), dan (4) Refleksi (reflecting). Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan di kelas V SD Negeri 066054 Medan dalam dua siklus, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran video animasi terbukti dapat meningkatkan hasil belajar IPAS siswa secara signifikan. Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan baik dari aspek kuantitatif (hasil tes) maupun kualitatif (aktivitas dan motivasi belajar siswa). Media video animasi mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Selama proses pembelajaran, siswa menunjukkan peningkatan perhatian, keaktifan, dan keterlibatan dalam kegiatan belajar. Siswa terlihat antusias saat menonton video animasi, aktif dalam diskusi kelompok, dan mampu mengemukakan pendapat. Suasana kelas menjadi lebih hidup dan interaktif. Hal ini sangat kontras dibandingkan dengan suasana pada prasiklus yang cenderung pasif, monoton, dan minim partisipasi. Dengan melihat hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran video animasi dalam pembelajaran IPAS secara nyata dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 066054 Medan. Oleh karena itu, strategi ini sangat direkomendasikan untuk diterapkan secara lebih luas di pembelajaran lainnya.
Community-Based Science Education on Sexual Violence Prevention: A Case Study at St. Xaverius Catholic High School Gunungsitoli Bintang Laut Teluk Dalam Blasius S. Yesee; Leoni Intan F. Luahambowo; Dominikus Doni Ola; Alfons Seran; Sitepanus Zebua
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 8 (2025): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i8.11702

Abstract

Sexual violence in schools is a serious and growing concern that demands a comprehensive educational and preventive response. This study aims to introduce science-based education on the recognition and prevention of sexual violence among senior high school students through a community intervention model. A case study approach was conducted in two private high schools in the Nias Islands, involving five lecturers from the Pastoral High School and 154 students from grades X and XI. The intervention included socialization sessions, knowledge transfer, and structured assistance from school principals and teachers. The educational content was enriched by legal perspectives from the Nias and South Nias Police Departments, psychological insights, and child protection material from the Center for Child Protection Studies. The findings reveal strong student engagement, active participation in discussions, and increased awareness regarding the forms and dangers of sexual violence. The program encouraged critical reflection and fostered a sense of responsibility among students. Overall, this community-based science education initiative shows promising outcomes in empowering students as agents of change and in promoting a safer, more supportive school environment.
Guru Agama Katolik dan Kepemimpinan yang Humanis Sitepanus Zebua
Jurnal Magistra Vol. 3 No. 4 (2025): Desember : Jurnal Magistra
Publisher : STP Dian Mandala Gunungsitoli Nias Keuskupan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62200/magistra.v3i4.254

Abstract

This article aims to examine the concept of humanist leadership that is lived and carried out by Catholic Religious Teachers in the learning and coaching of students. The approach used in this study is qualitative with a literature study method, which is sourced from Catholic Church documents, the Bible, and scientific literature related to educational leadership and humanism. The results of the study show that the humanist leadership of Catholic Religious Teachers is rooted in the example of Jesus Christ as a Teacher and Shepherd who prioritizes love, respect for human dignity, dialogue, and service. This leadership is manifested through empathy, justice, moral exemplarity, and the ability to build relationships that foster trust and responsibility of students. Thus, Catholic Religious Teachers who live humanist leadership are able to create an educational climate that is inclusive, liberating, and oriented towards the development of human personal integrity. This article is expected to be a theoretical and practical contribution to the development of the leadership competencies of Catholic Religious Teachers in the world of education.
Iman Berakar dalam Keluarga dan Implikasinya pada Pendidikan Karakter Anak Sitepanus Zebua
Jurnal Magistra Vol. 4 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Magistra
Publisher : STP Dian Mandala Gunungsitoli Nias Keuskupan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62200/magistra.v4i1.273

Abstract

This study aims to examine how faith rooted in the family has implications for children's character education. The family is the first and foremost environment in human life, where children begin to learn about life values, including faith, morals, and responsibility. In Christian families, parents play a crucial role in instilling and fostering faith through living examples, praying together, and participating in Church life. This study employed a qualitative research method with a descriptive approach. The analysis was conducted by reviewing various scientific sources and Church documents relevant to the research theme, such as Familiaris Consortio and Amoris Laetitia, which emphasize the role of the family as a "domestic Church." The documents of the Second Vatican Council, as well as relevant journals and books, were also used. The results of the study indicate that faith that lives and grows within the family has a significant influence on the formation of children's character. The values ​​of faith taught within the family, such as love, honesty, responsibility, and concern for others, form an important foundation for developing good character. Through consistent faith education within the family, children can grow into individuals with faith, morals, and the ability to live responsibly in society.
Mendidik dengan Pendekatan Humanis dalam Bingkai Pendidikan Agama Katolik di Sekolah Sitepanus Zebua; Sabar Berkat Hulu; Yohanes Jok Pendopo Laoli; Nur Asnayanti Bu’ulolo
Journal New Light Vol. 4 No. `1 (2026): February : Journal New Light
Publisher : STP Dian Mandala Gunungsitoli Nias Keuskupan Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62200/newlight.v4i`1.260

Abstract

In this study, the researcher examines in depth the concept and application of various research approaches in various previous scientific studies. The research study material is theoretical studies and the results of previous research from books, national journals and international journals. The author uses data analysis with a descriptive qualitative approach. The results of the study show that Educating with a Humanist Approach in the Framework of Catholic Religious Education in Teacher Schools. It was found that educating with a humanist approach is very relevant in education, because what is fostered and faced is humans. Moreover, the research indicates that integrating humanist principles within the context of Catholic education can improve the emotional and psychological well-being of students, promoting a more compassionate and just educational environment. Educators who adopt this approach are encouraged to not only transmit knowledge but also cultivate personal relationships with their students, ensuring that their development as human beings is nurtured alongside their academic achievements.