Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

THE RELATIONSHIP OF COMMUNICATION BETWEEN ADOLESCENTS AND PARENTS AND PEER GROUP WITH PREMARITAL SEXUAL BEHAVIOR OF ADOLESCENT Rahmadini Faricha Hakim; Firdawati Firdawati; Lisma Evareny
SEAJOM: The Southeast Asia Journal of Midwifery Vol 8 No 1 (2022): SEAJOM: The Southeast Asia Journal of Midwifery
Publisher : AIPKIND (Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36749/seajom.v8i1.152

Abstract

Developments the current era of globalization makes people's lifestyles more free. This can be seen from premarital sex behavior among teenagers. Premarital sex behavior can cause depression, unwanted pregnancy and transmission of sexually transmitted diseases. Many factors influence mainly from the family environment and community environment. The purpose of this study was to determine the relationship of communication between adolescents and parents and peer group with premarital sexual behavior of adolescents. This study uses analytical survey methods with Cross Sectional design. The sample in this study were adolescents who met the inclusion and exclusion criteria totaling 87 people. The sampling technique used is simple random sampling. Data were analyzed by univariate to describe the frequency distribution of each of the variables studied and bivariate by using the chi-square test. The results showed that there was a relationship between adolescent communication with parents (p= 0.01) with premarital sex behavior and there was no statistical test on the variable peer group because in the peer group weakthere was a proportion of 0% teenagers who were at low risk. There is a significant relationship between adolescent communication with parents and premarital sex behavior in adolescents. For this reason parents can provide communication that educates teenagers on topics related to sexuality and openness to communication so parents can control and provide good direction to their children.
The Influence of Reproductive Health Education on Menstruation on the Knowledge of Adolescent Girls at SMPN 24 Padang Hakim, Rahmadini Faricha; Rusdi, Annisa; Putri, Mustika Khasanah; Nurhafiza, Nurhafiza; Aisyah, Siti
International Journal of Applied Counseling and Social Sciences Vol 6, No 01 (2025): International Journal of Applied Counseling and Social Sciences
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/0051243ijaccs

Abstract

Adolescence is a transitional period characterized by various physical and psychological changes, including menstruation in adolescent girls. Lack of knowledge about menstruation can affect adolescents' behavior in maintaining reproductive health. Menstruation-related reproductive health education can improve adolescents' knowledge. This study aims to determine the influence of reproductive health education on adolescent girls' knowledge about menstruation. This study uses a quantitative design with a pre-experimental, pre-test, and post-test one-group design approach. The sample comprised 58 respondents. Samples were taken by purposive sampling technique. Data was analyzed using the Wilcoxon test. The results showed that most respondents (56.90%) had a low level of knowledge before the intervention. After being given an intervention, knowledge increased as much as (89.6%) of respondents had good knowledge. The results of Wilcoxon's statistical test showed a significant influence of reproductive health education on menstruation on adolescent girls' knowledge level at SMPN 24 Padang (p-value = 0.000).
PENGUATAN PERAN IBU DALAM PERAWATAN HOLISTIK ANAK DENGAN CEREBRAL PALSY Pertiwi, Nisa Indah; Ranisa Kautsar Tristi; Raisa Karima; Maghfira Assyifa Amandinta Azzahra; Rahmadini Faricha Hakim; Annisa Rusdi; Siska Bradinda Putri Sudirman; Ridho Akbar Syafwan; Nia Ayuni Putri; Ikky Nabila Nandinanti; Sm Rezvi
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v7i2.872

Abstract

Anak dengan cerebral palsy (CP) membutuhkan perawatan jangka panjang dan dukungan dari orang tua, terutama ibu sebagai caregiver utama. Di Kota Padang, Sumatera Barat, Yayasan Rumah Gadang Cerebral Palsy (Raga CP) menjadi wadah pendampingan anak dengan cerebral palsy, tapi layanan yang tersedia masih memiliki keterbatasan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat peran ibu dalam perawatan secara holistik anak dengan cerebral palsy melalui pendekatan edukasi komprehensif berbasis komunitas. Metode pelaksanaan terdiri dari lima tahap, yaitu studi pendahuluan, identifikasi masalah, pengembangan program, penerapan program, dan evaluasi program menggunakan model evaluasi Kirkpatrick pada level 1 (reaction) dan level 2 (learning). Edukasi melibatkan tim multidisiplin dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan disampaikan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan praktik relaksasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta serta respon positif terhadap keseluruhan pelaksanaan kegiatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa edukasi holistik berbasis komunitas dapat dilakukan untuk penguatan peran ibu dalam perawatan anak cerebral palsy serta kemitraan dengan komunitas dalam menjangkau sasaran secara tepat dan berkelanjutan.
Optimalisasi Posyandu ILP untuk Peningkatan Kesehatan PUS dan Lansia di Kelurahan Parak Laweh Sudirman, Siska Bradinda Putri; Yulizawati; Lisa, Ulfa Farrah; Fitria, Henni; Hakim, Rahmadini Faricha; Diah Yusyfa Aninta; Fairizia Fithri Adisha; Silvia Julnisah Putri; Velia Dwi Andita
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1715

Abstract

Pelayanan kebidanan komunitas berperan promotif dan preventif di seluruh siklus kehidupan. Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, namun di RT 04 masih terdapat 40,9% PUS tidak menggunakan KB dan 100% lansia di RT 05 belum terpapar informasi posyandu ILP. Metode: Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Kelurahan Parak Laweh melalui penyuluhan posyandu ILP, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pembuatan poster denah lokasi posyandu. Peserta terdiri dari 37 PUS dan 25 lansia. Hasil: Mayoritas penduduk berada pada usia 16–45 tahun (46% di RT 04/06 dan 47,4% di RT 05/06) dan berpendidikan terakhir SMA (46% dan 42,4%). Penyuluhan meningkatkan pemahaman PUS mengenai kontrasepsi, ditunjukkan dengan antusiasme dan kemampuan menjelaskan ulang materi. Lansia yang sebelumnya tidak mengetahui posyandu ILP menjadi 100% teredukasi dan menyatakan kesediaan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan berkala. Kesimpulan: Optimalisasi posyandu ILP terbukti meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kesehatan PUS dan lansia. Intervensi sederhana berupa penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, dan media informasi visual dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam layanan kesehatan komunitas.
Optimalisasi Program SIPRIMA melalui Gebyar Posyandu dan Kelas Ibu Hamil Berbasis Family Oriented Zawati, Yuli; Mila Hudzaifah, Hindun; Fitrayeni, Fitrayeni; Mutiara Halida, Erda; Putri Sudirman, Siska Bradinda; Elsinta, Lusiana; Farrah Lisa, Ulfa; Iffah, Uliy; Laila, Laila; Ayunda Insani, Aldina; Taufia, Dina; Fitria, Henny; Andriani, Feni; Rusdi, Annisa; Faricha Hakim, Rahmadini; Permata Sari, Maharani
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v6i1.1871

Abstract

SIPRIMA (Sinergi Promotif dan Preventif untuk Masyarakat Sehat) merupakan program pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan literasi kesehatan ibu hamil serta memperkuat keterlibatan keluarga dalam perawatan kehamilan. Kegiatan ini mengintegrasikan Gebyar Posyandu dengan Kelas Ibu Hamil berbasis family oriented, meliputi edukasi kesehatan kehamilan, teknik akupresur, dan prenatal gentle yoga.Desain kegiatan menggunakan one group pretest–posttest yang melibatkan 10 ibu hamil di Kelurahan Balai Gadang, Kota Padang. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung. Pengetahuan ibu diukur menggunakan kuesioner sebelum dan setelah intervensi.Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan akupresur dari 72 menjadi 76, meskipun belum signifikan secara statistik (p=0,10). Sebaliknya, pengetahuan prenatal gentle yoga meningkat signifikan dari 83 menjadi 91 (p=0,02).Program ini berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman ibu hamil, mendorong partisipasi keluarga, serta memperkuat peran Posyandu sebagai pusat layanan promotif–preventif berbasis komunitas. SIPRIMA direkomendasikan untuk diintegrasikan sebagai kegiatan rutin Posyandu dalam mendukung kesehatan ibu hamil.
Continuity of care midwifery care in the preconception period Rahmadini Faricha Hakim; Sausan Dhinda Amallia; Yulizawati Yulizawati
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 5 No. 2 (2026): May Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v5i2.2986

Abstract

Background: Continuity of Care (CoC) midwifery care is a service model that provides comprehensive and continuous care to improve women's health status, particularly starting from the preconception period. The preconception period is a critical phase for identifying health risk factors and preparing women physically and mentally for a healthy pregnancy. Purpose: to describe the implementation of Continuity of Care midwifery services during the preconception period. Method: This study employed a case study design involving four women of reproductive age who were prospective brides. Data were collected through anamnesis, physical examination, observation, and documentation using Varney’s midwifery management and SOAP format. Results: The results showed that one client (25%) experienced Chronic Energy Deficiency (CED), and two clients (50%) were classified as obese based on Body Mass Index assessment. All clients (100%) received preconception counseling, nutritional education, and Tetanus Toxoid (TT) immunization. After receiving continuous midwifery care, there was an improvement in clients’ knowledge regarding preconception health and pregnancy preparation. Conclusion: The implementation of Continuity of Care during the preconception period plays an important role in early detection of risk factors and supports the preparation for a healthy pregnancy.
Oxytocin massage and clary sage aromatherapy on lactation and uterine recovery Rahmadini Faricha Hakim; Dyan Permata Rachim; Hindun Mila Hudzaifah; Ulfa Farrah Lisa; Dina Taufia; Fathiya Ilma Shabrina
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 15, No 2: June 2026
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v15i2.26928

Abstract

The postpartum period is a critical phase in maternal health, during which inadequate lactation and delayed uterine involution may contribute to an increased risk of complications. This study aimed to determine the effectiveness of combined oxytocin massage and clary sage aromatherapy on lactation and uterine involution in women during the postpartum period. A quasi experimental study was conducted among 30 participants (15 controls; 15 intervention). In the control group, mean breast milk volume increased from 32.00 ± 14.74 mL to 105.33 ± 18.07 mL (Δ = 73.33 ± 17.29; p < 0.001). In the intervention group, it increased from 37.00 ± 24.04 mL to 98.33 ± 40.39 mL (Δ = 61.33 ± 36.62; p<0.001), with no significant intergroup difference (p = 0.265). However, uterine involution differed significantly between groups (Mann-Whitney U = 43.000, Z = -2.932, p = 0.003). The combined intervention may serve as a complementary strategy to enhance uterine recovery, although its effect on breast milk production was not statistically superior to standard care.