Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PULAU SARAPPO LOMPO DALAM UPAYA KONSERVASI LINGKUNGAN PESISIR DI DESA MATTIRO LANGI, KECAMATAN LIUKANG TUPABBIRING, KABUPATEN PANGKEP, SULAWESI SELATAN Nurhalilah, Nurhalilah; Yunus, Rabina; Rusli, A.M.
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2025)
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v4i7.2937

Abstract

This study aims to understand the process of empowering coastal communities through environmental conservation using a Participatory Action Research (PAR) approach linked with Islamic daʿwah. The research was conducted in Mattiro Langi Village, Sarappo Lompo Island, Pangkep, South Sulawesi, in response to coastal ecosystem degradation caused by household waste. The empowerment strategy was carried out through stages of social mapping, environmental education, formation of PKK mothers’ groups as pioneers of environmental awareness movements, and policy advocacy based on community participation. Throughout the process, a dialogical approach was used to build collective awareness, facilitate critical reflection, and create social transformation through beach clean-up actions, plastic waste management training, and the strengthening of ecological daʿwah. The results indicate an increase in community participation, the emergence of local leaders, and a shift in the community’s paradigm regarding the importance of environmental conservation. This article affirms that integrating participatory approaches, Islamic values, and environmental conservation can serve as a model for sustainable empowerment in coastal areas. The success achieved also forms the basis for recommendations to scale up the program with the support of village institutions.
Konstruksi Kesetaraan Gender Dalam Pelaksanaan Tradisi Mangserbu Di Desa Siambo Kecamatan Anggeraja Jusmirad, Muhammad; Yunus, Rabina; Sakaria
Journal of Citizenship Volume 4 Issue 1, 2025
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/joc.v4i1.557

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang konstruksi kesetaraan gender dalam tradisi Mangserbu yang dilakukan di Desa Siambo, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana masyarakat Desa Siambo membentuk dan mengadaptasi nilai-nilai kesetaraan gender dalam pelaksanaan tradisi mereka. Pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi digunakan untuk mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tradisi Mangserbu, peran gender yang biasanya kaku dapat lebih fleksibel, dimana laki-laki ikut serta dalam tugas domestik yang umumnya menjadi tanggung jawab perempuan, seperti memasak dan menyiapkan hidangan. Proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi terjadi seiring berjalannya waktu, yang membentuk konstruksi gender yang lebih inklusif dan egaliter dalam masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi Mangserbu memberikan kontribusi signifikan terhadap perubahan sosial dalam masyarakat Desa Siambo, memperlihatkan bagaimana nilai-nilai kesetaraan gender dapat berkembang melalui praktik sosial yang adaptif tanpa terikat oleh norma gender tradisional. Kata kunci: Konstruksi gender, Tradisi Mangserbu, Kesetaraan gender.
Ekofeminisme: Konstruksi Sosial Budaya Perilaku Perempuan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Sari, Novita; Yunus, Rabina; Suparman, Suparman
Palita: Journal of Social Religion Research Vol. 4 No. 2 (2019): Palita: Journal of Social Religion Research
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pal.v4i2.760

Abstract

Budaya patriarki menjadi akar dari tejadinya opresi terhadap perempuan dan alam. Budaya patriarki memiliki andil besar dalam pembentukan perilaku perempuan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan presisi analisis tentang bagaimana konstruksi sosial budaya terhadap perilaku perempuan dalam pengelolaan lingkungan hidup. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku perempuan dalam pengelolaan lingkungan hidup di pulau Bontosua merupakan hasil dari konstruksi sosial yang melalui tiga dimensi yaitu eksternalisasi merupakan aktivitas yang dilakukan perempuan dalam pengelolaan alam seperti membuang sampah di laut, membakar sampah plastik, menggunakan ulang botol plastik bekas, menanam pohon, mengurangi penggunanaan produk tidak ramah lingkungan. Obyektivasi merupakan proses perempuan mulai memperhatikan feedback dari aktivitas eksternalnya misalnya membuang sampah ke laut bukanlah sesuatu yang salah karena mereka tidak mendapatkan dampak langsung dari aktivitasnya tersebut. Internalisasi yaitu perempuan mulai menerima, mengendapkan serta mengulang-ulang perilakunya dalam pengelolaan lingkungan hidup. Dari analisis sosiologis tersebut, terlihat bahwa perilaku perempuan dalam pengelolaan lingkungan di pulau Bontosua cenderung tidak proaktif dikarenakan proses konstruksi sosialnya yang memang kurang memperhatikan isu lingkungan.
MASCULINE DOMINATION IN DATING RELATIONSHIPS AMONG UNIVERSITY STUDENTS IN MAKASSAR CITY Damayanti, Nizar Amalia Amanhy; Yunus, Rabina; Sakaria
Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains Vol. 6 No. 2 (2026): Algebra : Jurnal Pendidikan Sosial dan Sains
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/1mr1y617

Abstract

This study explores the manifestations of masculine domination in dating relationships among university students in Makassar City, considering the interaction between global hegemonic masculinity concepts and the local socio-cultural context of Bugis-Makassar, which is rich with the value of siri' (honor). Using a descriptive qualitative approach, data were collected from students aged 18-24 through semi-structured in-depth interviews and non-participant observation, followed by thematic analysis. The findings reveal four main forms of masculine domination: (1) Control and surveillance through digital media, normalized as expressions of responsibility and protection; (2) Assertion of economic dominance and decision-making, with pressure on men to be breadwinners and final decision-makers; (3) Regulation of emotion and femininity expression, where men suppress "weak" emotions while controlling their partner's emotional expressions, and women self-censor their independence to avoid threatening masculinity; and (4) Normalization of psychological violence, rationalized as a form of "discipline" for the partner's good. The novelty of the study lies in its empirical contextualization of hegemonic masculinity and cyber dating abuse within the Bugis-Makassar cultural setting, revealing how global norms adapt and are reinforced by local cultural logics such as siri'. The research also highlights the internalization of patriarchal norms by both genders, which facilitates the normalization of control and psychological violence. Implications emphasize the need for contextually relevant relationship health education and dating violence prevention programs in universities, aiming to deconstruct narratives of "control as care" and "violence as discipline." Recommendations include multi-level interventions targeting peer group norms and broader societal discourses that support hegemonic masculinity.