Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analysis of the Effects of Job Burnout and Psychological Contract Breach on Turnover Intention with Perceived Organisational Support as a Moderating Variable (PT VADS Indonesia, Yogyakarta Branch) Lindiyani, Citra; Wahyuni, Purbudi; Siswanti, Yuni
International Journal of Economics, Business and Innovation Research Vol. 5 No. 01 (2026): December - January, International Journal of Economics, Business and Innovatio
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijebir.v5i01.2770

Abstract

This study investigates the effects of job burnout and psychological contract breach (PCB) on turnover intention among contract employees (PKWT) at PT VADS Indonesia, Yogyakarta Branch, with perceived organisational support (POS) as a moderating variable. A quantitative explanatory approach was employed using survey data collected from 140 contract employees selected through simple random sampling. The data were analysed using SEM-PLS with SmartPLS 3.1. The findings indicate that job burnout has a positive and significant effect on turnover intention, suggesting that higher levels of work-related exhaustion increase employees’ intention to leave. Psychological contract breach also shows a positive and significant influence on turnover intention, reflecting the consequences of unmet implicit employment expectations. Furthermore, perceived organisational support moderates both relationships by weakening the positive effects of job burnout and psychological contract breach on turnover intention. These results highlight the strategic role of organisational support in mitigating adverse psychological conditions and enhancing employee retention within the Business Process Outsourcing (BPO) industry
Analisis Pengaruh Work-Life Balance terhadap Quiet Quitting pada Generasi Z melalui Mediasi Psychological Safety dan Work Engagement Nabila, Salsabila Lintang; Siswanti, Yuni
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 6 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i6.9728

Abstract

Berhenti secara diam-diam telah muncul sebagai pola perilaku yang meluas di antara karyawan Generasi Z, yang semakin memprioritaskan kesejahteraan pribadi, batasan kerja yang jelas, dan keamanan psikologis di tempat kerja. Studi ini menyelidiki pengaruh Work-Life Balance terhadap Quiet Quitting melalui peran mediasi Psychological Safety dan Work Engagement. Pendekatan penjelasan kuantitatif digunakan, melibatkan 405 karyawan Generasi Z di Indonesia yang dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM–PLS) dengan SmartPLS 4.0. Temuan ini mengungkapkan bahwa Work-Life Balance me~miliki efek positif dan signifikan terhadap Psychological Safety. Psychological Safety juga berdampak positif pada Work Engagement, sementara Psychological Safety dan Work Engagement menunjukkan efek negatif dan signifikan terhadap Quiet Quitting. Hasil ini menunjukkan bahwa keamanan psikologis dan engagement bertindak sebagai faktor pelindung yang mengurangi kecenderungan karyawan untuk menarik diri secara pasif. Lebih lanjut, Work-Life Balance secara tidak langsung menurunkan Quiet Quitting melalui mekanisme mediasi Psychological Safety dan Work Engagement. Secara keseluruhan, studi ini menggarisbawahi peran sentral keseimbangan kerja-kehidupan, keamanan psikologis, dan keterikatan dalam membentuk perilaku kerja modern di kalangan Generasi Z. Hasil studi ini memberikan kontribusi teoretis bagi literatur perilaku organisasi kontemporer dan implikasi praktis bagi organisasi yang berupaya meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi disengagement.
PENGARUH KEADILAN PROSEDURAL DAN KEADILAN DISTRIBUTIF TERHADAP KOMITMEN AFEKTIF DIMEDIASI OLEH KETERIKATAN MITRA Roichnanti, Arif Prihasalma; Febriarsi, Erlang Cindikia; Abrar, Adinul; Yani, Ahmad; Siswanti, Yuni
Business, Economics dan Entrepreneurship Vol 7 No 2 (2025): Business, Economics and Entrepreneurship
Publisher : Institut Shanti Bhuana, Program Studi Kewirausahaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46229/bee.v7i2.1076

Abstract

Abstrak Keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh sumber daya manusia, di mana komitmen afektif atau ikatan emosional dan keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi merupakan faktor krusial. Di lingkungan bisnis yang kompetitif, seperti PT. Naturindo Fresh, keterikatan mitra menjadi penting untuk stabilitas dan kinerja jangka panjang. Salah satu prediktor utama komitmen afektif adalah persepsi keadilan organisasional, yaitu keadilan prosedural dan keadilan distributif. Penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang berbeda-beda mengenai pengaruh langsung keadilan terhadap komitmen afektif, dan masih terdapat celah dalam peran variabel mediasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh keadilan prosedural dan keadilan distributif terhadap komitmen afektif yang dimediasi oleh keterikatan mitra pada divisi marketing PT. Naturindo Fresh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer dari kuesioner yang diberikan kepada 53 responden karyawan dan mitra divisi marketing PT. Naturindo Fresh, dipilih menggunakan metode convenience sampling. Analisis data menggunakan Smart PLS, mencakup uji validitas (Outer Loadings > 0,70), reliabilitas (Cronbach's alpha >0,6-0 dan Composite reliability > 0,70), serta uji hipotesis (p value < 0,50). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadilan prosedural tidak berpengaruh langsung terhadap komitmen afektif. Namun, keadilan distributif berpengaruh signifikan terhadap komitmen afektif. Keterikatan mitra ditemukan berpengaruh sangat signifikan terhadap komitmen afektif. Selain itu, keterikatan mitra berhasil memediasi pengaruh keadilan prosedural terhadap komitmen afektif (full mediation), dan juga memediasi pengaruh keadilan distributif terhadap komitmen afektif. Hal ini mengindikasikan bahwa untuk menumbuhkan komitmen afektif, perusahaan harus memastikan praktik keadilan organisasional terutama prosedural melalui peningkatan keterlibatan dan antusiasme mitra atau karyawan. Kata kunci: Keadilan Prosedural, Keadilan Distributif, Komitmen Afektif, Keterikatan Mitra.