Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

A Analisis Gaya Belajar Visual, Auditori, dan Kinestetik (VAK) pada Pembelajaran Biologi Siswa SMAN 8 Bulukumba Azis, Suhartini; Andi Yurni Ulfa; Akbar, Fauzan; Haerul Mutiah; Halijah
JURNAL BIOSHELL Vol 11 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/bio.v11i2.1684

Abstract

Learning style is a way or habit of learning among students that supports learning objectives so that it has an impact on improving learning outcomes. Each student has a different learning style; there are visual, auditory, kinesthetic or a combination of these learning styles. This study aims to determine the visual, auditory, kinesthetic and combined learning styles of the students of class X MIPA SMAN 8 Bulukumba in learning biology. The type of research used is descriptive quantitative, with research subjects as many as 178 people who were distributed in 5 classes in parallel using a questionnaire instrument. The data analysis technique in this research is descriptive quantitatively through the percentage of students' learning style tendencies. Based on the results of the research on the trend of learning styles in parallel where students of class X MIPA1 tend to have an auditory learning style by 31.43%, X MIPA2 tends to a visual style 33.33%, X MIPA3 tends to a visual style 36.11%, X MIPA4 tends to an auditory style by 33.33%, and X MIPA5 tends to be a visual style of 43.14%. Overall, the learning styles of Class X Mathematics and Natural Sciences students tend to be visual learning styles by 30.9% or about 55 people, and the lowest in the combined auditory-kinesthetic style by 6.74% or about 12 people. The conclusion of this research is that students in class X MIPA in biology learning at SMAN Bulukumba have the highest tendency to learn style in visual style.
Relevansi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pembuat Perahu Pinisi dalam Dimensi Profil Pelajar Pancasila Andi Yurni Ulfa; Nur Ina Syam; Andi Anugrah M; Ridha Ichwanty Sabir; Suhartini Azis
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 4 Nopember (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1521

Abstract

Perahu Pinisi, warisan budaya Indonesia, dibangun oleh masyarakat Ara, Tanah Lemo, dan Bira, karena kepiawaian para pembuat perahu, Bulukumba terkenal dengan sebutan Butta Panritalopi. Kompetensi pembuat perahu terletak pada kearifan lokal Perahu Pinisi yang mampu menjunjung tinggi dan mewariskan nilai-nilai pendidikan karakter yang selaras dengan dimensi profil Pelajar Pancasila. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah relevansi nilai-nilai pendidikan karakter Pembuat Perahu Pinisi dalam Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relevansi nila-nilai pendidikan karakter pembuat Perahu Pinisi dalam Profil Pelajar Pancasila. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi.Teknik pengumpulan data dalam pe­ne­li­ti­an ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Spradley. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan karakter para pembuat Perahu Pinisi antara lain adalah nilai religius dan nilai menghargai perbedaan agama dan kepercayaan relevan dengan Profil Pelajar Pancasila yaitu Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia; Nilai semangat kebangsaan, Nilai cinta tanah air dan bersahabat/komunikatif relevan dengan Profil Pelajar Pancasila yaitu berkebinekaan global; Nilai peduli lingkungan dan peduli sosial relevan dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila yaitu bergotong royong; Nilai mandiri relevan dengan Profil Pelajar Pancasila yaitu mandiri; Nilai rasa ingin tahu relevan dengan profil Pelajar Pancasila yaitu bernalar kritis; dan Nilai kreatifitas relevan dengan profil Pelajar Pancasila yaitu kreatif.
Relevansi Kompetensi Pembuat Perahu Pinisi Dengan Pendidikan Karakter Ki Hadjar Dewantara Anna Majid; Banri Alang; Nasir; Ahmad Imran; Andi Yurni Ulfa
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Desemb (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1688

Abstract

Ki Hadjar Dewantara mengembangkan pendidikan karakter dengan tujuan tidak hanya sebagai upaya pendidikan tetapi juga bercita-cita untuk menumbuhkan individu yang memiliki nilai moral yang kuat dan kemampuan berpikir kritis melalui proses pendidikan. Ki Hadjar Dewantara terkenal dengan konsep Trilogi kepemimpinan dalam sistem among yang dikenal dengan patrap triloka yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani serta teori Trikon yaitu kontinuitas, konvergensi dan konsentris.Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah relevansi kompetensi pembuat Perahu Pinisi dengan trilogi kepemimpinan dan teori trikon. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relevansi kompetensi pembuat Perahu Pinisi dengan trilogi kepemimpinan dan teori trikon. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi.Teknik pengumpulan data dalam pe­ne­li­ti­an ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Spradley. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi pembuat Perahu Pinisi relevan dengan konsep trilogi kepemimpinan dalam sistem among dan teori Trikon.
Literasi Dasar Bagi Anak Nelayan Dusun Makkaninong, Desa Biangkeke, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng Andi Yurni Ulfa; Ridha Ichwanty Sabir; Ardan Eka Putra; Nur Azizah; Andi Tenri Afriyanti; Sri Hesti Karni; Andi Asmaul Mutahara; Nuralini Nuralini; Mawar Melati
Madaniya Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1241

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi tingkat literasi anak nelayan di Dusun Makkaninong, Desa Biangkeke, Bantaeng yang tergolong rendah. Tujuan utama pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis dan menghitung anak-anak melalui pendekatan yang menyenangkan dan interaktif. Metode yang digunakan adalah metode pendampingan dengan pembelajaran menggunakan metode fonik bernyanyi alphabet dan belajar dari poster huruf abjad dan poster perhitungan serta menggunakan alat peraga berupa papan tulis, dan melakukan ice breaking agar anak-anak tidak bosan dalam belajar. Anak nelayan yang ikut berpartisipasi secara keseluruhan sebanyak 19 orang. Hasil utama kelompok mengenal huruf abjad sebanyak 6 orang, setelah dilakukan metode fonik dengan bernyanyi alphabet dan anak yang bisa menghafal dan memahami huruf abjad dan angka sebesar 67%. Hasil utama kelompok mengeja sebanyak 5 orang dengan metode mengeja dengan buku bacaan adalah sekitar 70% anak-anak dalam kelompok ini dapat mengeja kata-kata sederhana dengan benar. Hasil utama kelompok menghitung sebanyak 8 orang, kemampuan anak-anak dalam melatih berhitung perkalian dan penjumlahan bersusun dengan angka puluhan sebanyak 87,5% sedangkan kemampuan anak-anak dalam melatih berhitung perkalian dan penjumlahan bersusun dengan angka ratusan hanya 12,5%. Hasil kegiatan ini disimpulkan bahwa kegiatan belajar yang terstruktur dan menyenangkan dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf, mengeja dan berhitung. Kegiatan ini relevan dengan kehidupan sehari-hari anak-anak nelayan yang terbukti dapat meningkatkan minat dan motivasi mereka dalam belajar.
PEMBENTUKAN PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS DAN KONSEP DIRI SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PAI: SEBUAH STUDI KASUS Imran, Ahmad Imran; Majid, Anna; Nasir; andi Yurni Ulfa; Ridha Ichwanty Sabir; Suhartini Azis
Jurnal Pendidikan Sang Surya Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Sang Surya
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56959/jpss.v11i2.507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter religius dan konsep diri siswa di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan guru PAI, kepala sekolah, dan siswa, serta dokumentasi. model analisis data Miles, Huberman, dan Saldaña meliputi tiga tahapan utama, yaitu data condensation, data display, serta conclusion drawing/verification. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI yang dilaksanakan secara integratif dan berkelanjutan efektif membentuk karakter religius siswa melalui penguatan melalui akidah lurus, beribadah yang benar, berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, melaksanakan salat dhuha dan melaksanakan salat zuhur. Pembelajaran PAI juga berkontribusi signifikan terhadap konsep diri siswa yang mencakup pemahaman diri sendiri, penerimaan kelebihan dan kekurangan diri sendiri, evaluasi diri menjadi lebih positif dan perancangan tujuan hidup dan jati diri yang berlandaskan nilai-nilai agama. Faktor pendukung utama pembentukan karakter religius dan konsep diri siswa antara lain adalah keteladanan Guru, lingkungan sekolah yang berorientasi religius, fasilitas ibadah yang memadai, dorongan dari teman sebaya, dan motivasi pribadi siswa Namun, hambatan seperti keterbatasan waktu belajar, motivasi yang beragam di antara siswa, pengaruh lingkungan sosial yang negatif, keterlambatan dalam penyelesaian tugas, dan gangguan konsentrasi terus terjadi.
Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Pendidikan Karakter di Sekolah : Tinjauan Literature Review Nasir; Ridha Ichwanty Sabir; Andi Yurni Ulfa; Ahmad Imran; Anna Majid
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai kearifan lokal dalam pendidikan karakter di sekolah. Nilai kearifan lokal seperti Siri' na Pacce (Harga diri dan empati), Sipakatau (Saling menghormati), Sipakalebbi (Saling menghargai), Sipakainge (Saling mengingatkan) dari Sulawesi Selatan yang memiliki relevansi kuat dalam mendukung pendidikan karakter utama (Kemendikbud) yang kontekstual dan bermakna. Jenis penelitian ini adalah Sistematik Literature Review (SLR) dengan tahapan yaitu (i) Merumuskan Question Research (QR) (ii) Proses pencarian artikel (iii) Kriteria inklusi dan eksklusi (iv) Quality Asesment (QA) (v) Analisis litertur yang diterima oleh QA (vi) Membuat kesimpulan. Proses pengumpulan data meliputi pencarian artikel dari berbagai sumber nasional yang terkait dengan topik pendidikan karakter berbasis kearifan lokal budaya Sulawesi Selatan. Penelitian dilakukan secara sistematis menggunakan Google Scholar dengan frasa pencarian: " Kearifan Lokal”, “Pendidikan Karakter di Sekolah” dan dibatasi pada artikel yang diterbitkan antara tahun 2023-2025. Analisis data dalam penelitian ini mengikuti panduan dari diagram PRISMA untuk memberikan transparansi dalam proses seleksi literatur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam pendidikan karakter di sekolah memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter siswa, meskipun terdapat kendala yaitu kurangnya sumber daya pembelajaran dan kolaborasi yang tidak memadai antara sekolah dan masyarakat sekitar terkait dengan kearifan lokal daeah setempat. Artikel ini memberikan rekomendasi untuk pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan karakter berbasis nilai budaya lokal.