Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENINGKATAN KAPASITAS KADER DAN BIDAN DESA UNTUK PENCEGAHAN STUNTING: EVALUASI INTERVENSI PELATIHAN BERBASIS KOMUNITAS Yogi Pasca Pratama; Sri Anggraini Parwatiningsih; Nughtoh Arfawi Kurdhi
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): Nopember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v5i6.11566

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sukoharjo. Kader posyandu dan bidan desa berperan penting dalam pencegahan stunting, namun kapasitas mereka kerap terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pelatihan berbasis komunitas terhadap peningkatan kompetensi sosial dan manajemen kader serta bidan desa di Desa Sapen, Mojolaban. Desain penelitian menggunakan kuasi-eksperimen one-group pretest–posttest dengan 40 responden. Intervensi berupa pelatihan dua jam menggunakan metode ceramah, diskusi, studi kasus, dan simulasi. Hasil analisis paired t-test menunjukkan peningkatan signifikan: kompetensi manajemen dari 50,25 menjadi 80,75 (Δ = 30,50; p < 0,001) dan kompetensi sosial dari 47,50 menjadi 79,25 (Δ = 31,75; p < 0,001). Seluruh peserta mencapai skor ≥70 pada post-test. Temuan ini menunjukkan pelatihan berbasis komunitas efektif meningkatkan kapasitas kader dan bidan desa dalam pencegahan stunting
Kesenjangan Pembangunan Wilayah Di Indonesia: Perspektif Circular And Cumulative Causation Dan Uneven Development Prasetyo, Andri; Lito, Lutfi Sultan Jauhary; Samudro, Bhimo Rizky; Pratama, Yogi Pasca; Sistriatmaja, Muhammad Bagus
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 1: November 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i1.12898

Abstract

Kesenjangan pembangunan regional di Indonesia merupakan tantangan struktural yang persisten, ditandai dengan konsentrasi ekonomi yang signifikan di wilayah barat. Studi ini menganalisis kesenjangan pembangunan di tiga wilayah utama Indonesia—Indonesia Bagian Barat, Tengah, dan Timur—melalui sudut pandang Teori Sebab-akibat Sirkular dan Kumulatif (KPK) serta Pembangunan yang Tidak Merata. Dengan menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2018-2023, penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dan analisis Indeks Williamson untuk mengukur kesenjangan regional. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Indonesia Bagian Barat berkontribusi 58,2% terhadap PDB nasional, sementara Indonesia Bagian Timur hanya berkontribusi 8,4%, dengan kesenjangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 11,13 poin. Mekanisme KKP menunjukkan bagaimana keunggulan kumulatif dalam infrastruktur, sumber daya manusia, dan investasi menciptakan siklus pertumbuhan yang saling memperkuat di wilayah maju, sementara melestarikan spiral keterbelakangan di wilayah tertinggal. Prinsip Pembangunan yang Tidak Merata menjelaskan bahwa struktur inheren kapitalisme, pembagian kerja internasional, dan distribusi sumber daya yang tidak merata secara teratur menghasilkan ketimpangan regional yang persisten. Studi ini memberikan wawasan teoritis untuk memahami dinamika ekonomi spasial Indonesia dan memberikan rekomendasi kebijakan untuk strategi pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan.
SOSIALISASI DAN IMPLEMENTASI MUDAHNYA BERKEBUN MELALUI MEDIA HIDROPONIK PADA IBU - IBU PKK DI DESA PURBAYAN, KECAMATAN BAKI, KABUPATEN SUKOHARJO Bhimo Rizky Samudro; Muhammad Bagus Sistriatmaja; Andri Prasetyo; Yogi Pasca Pratama; Albertus Maqnus Soesilo; Bambang Irawan; Agustinus Suryantoro; Luthfi Sultan Jauhary Lito
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 12: Mei 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i12.10163

Abstract

Pertanian merupakan kegiatan yang dilakukan oleh nenek moyang kita sejak dahulu kala. Kegiatan pertanian yang lebih spesifik di sektor pertanian dapat menunjang kebutuhan ekonomi masyarakat/petani. Petani sudah terbiasa dengan sistem pertanian konvensional, yaitu mengolah tanah terlebih dahulu, kemudian menunggu hujan reda adalah waktu yang tepat untuk menanam. Tentu saja, itu bukan operasi yang efisien jika membandingkan zaman kuno dengan zaman modern seperti sekarang ini. Dimasakini sudah banyak terjadi alih fungsi lahan yang kemudia dijadikan perkebunan sawit yang tentu saja berdampak untuk tanah dan lingkungan sekitar. Teknologi bercocok tanam dengan sistem hidroponik dijadikan sebagai salah satu alternatif bagi mereka yang memiliki keterbatasan lahan atau lahan kebun, untuk dapat memanfaatkannya sebagai sumber pendapatan yang memadai. dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman, atau dalam arti konvensional pertanian tanpa lahan. Teknologi hidroponik dimulai dengan meningkatkan perhatian manusia akan pentingnya kebutuhan pupuk bagi tanaman. Pertumbuhan tanaman tetap dapat berkembang secara normal jika unsur hara yang diperlukan selalu tersedia. Dalam konteks ini, fungsi pendukung tanah untuk tanaman digantikan oleh pupuk
Alternative Fish Food Production Technology: Case Study in Trenceng Village, Tulungagung Regency Samudro, Bhimo Rizky; Soesilo, Albertus Maqnus; Pratama, Yogi Pasca; Prasetyo, Andri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jpm.v5i1.1179

Abstract

Purpose: The development of ornamental fish feed technology plays a crucial role in ensuring the long-term viability of fisheries in Trenceng Village, Sumbergempol, and Tulungagung Regency. The objective is to develop alternative technology for manufacturing fish feed that may effectively reduce production expenses and fulfil the requirements of ornamental fish growers. Method: The approach promotes self-sufficiency among ornamental fish producers in producing fish feed. This is done in response to the declining pricing of ornamental fish and the comparatively high feed cost. Practical Applications: This technology's practical application is to create food self-sufficiency for ornamental fish farmers in terms of ease of price access and physical. Conclusion: Ornamental fish farmers are anticipated to benefit from implementing alternative fish feed technologies, as it will assist them in managing volatility and reductions in product revenue. Therefore, this technology can enhance the sustainability of fisheries in Trenceng Village, Sumbergempol, and Tulungagung Regency.
Institutional Design of Gouramy Cultivation Community Village Panjerejo, Rejotangan, Tulungagung Samudro*, Bhimo Rizky; Soesilo, Albertus Maqnus; Pratama, Yogi Pasca; Suryantoro, Agustinus; Irawan, BRM Bambang; Prasetyo, Andri; Sistriatmaja, Muhammad Bagus
JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Vol 8, No 4 (2023): Agustus, Social Religious, History of low, Social Econmic and Humanities
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jimps.v8i4.26690

Abstract

The existence of an institutional design for consumption fish production is the central aspect of sustainability fishery in Village Panjerejo, Rejotangan, Regency Tulungagung. The position price of fish gourami (consumption fish), which tends to fluctuate and is added to the relative price of artificial feed tall, makes farmer fish consumption must own method alternative in availability feed fish. Fish farmer gouramy expected to be able to organize internal institutions to produce self-sufficient fish feed to reduce production costs. This is a crucial moment. They also have to face a relatively fluctuating revenue/ revenue product tend to decrease. System institutional expected produce pattern independence food, in the sense of ease of price and physical access to meet the needs of farmers of consumption fish.