Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Penyediaan Infrastruktur Pengelolaan Persampahan di Lingkungan Permukiman Kumuh Kota Bandung Veronica Kusumawardhani; Surjono Hadi Sutjahjo; Indarti Komala Dewi; Naomi Fransiska Panjaitan
Jurnal Permukiman Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2016.11.100-109

Abstract

Pertumbuhan permukiman kumuh merupakan tantangan urbanisasi dewasa ini. Permukiman kumuh ditandai dengan keterbatasan infrastruktur dasar permukiman, salah satunya adalah tidak tersedianya infrastruktur pengelolaan persampahan yang memadai. Kota Bandung sebagai bagian dari kota metropolitan tidak luput dari tantangan ini, sehingga dipilih tiga daerah sebagai perwakilan kawasan kumuh sebagai objek penelitian. Ketiga daerah tersebut adalah Kelurahan Tamansari (kumuh berat), Kelurahan Babakan Ciamis (kumuh sedang), dan Kelurahan Cihargeulis (kumuh ringan).  Analisis kondisi pengelolaan persampahan eksisting dilakukan dengan perhitungan Indeks Kualitas Tanah (IKT) permukiman. Penelusuran kemungkinan perbaikan kondisi infrastruktur pengelolaan persampahan dilakukan dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) yang membantu pengambilan keputusan dengan perbandingan prioritas dari para pakar di bidang pengelolaan lingkungan hidup. Hasil perhitungan IKT menunjukkan bahwa kualitas tanah Kelurahan Tamansari adalah yang terburuk dengan nilai IKT 18.5, Kelurahan Babakan Ciamis bernilai IKT 47.5, dan Kelurahan Cihargeulis yang terbaik dengan nilai IKT 73.5. Analisis AHP menghasilkan alternatif solusi infrastruktur pengelolaan persampahan terbaik untuk ketiga Kelurahan adalah dengan Komposting untuk mengelola sampah organik dan Bank Sampah untuk mengelola sampah anorganik. Masing-masing jumlah unit yang dibutuhkan adalah 20 unit untuk Kelurahan Tamansari, 8 unit untuk Kelurahan Babakan Ciamis, dan 11 unit untuk Kelurahan Cihargeulis.
Threat of landslides hazard at the core zone of Cultural Conservation Strategic Area of Gunung Padang megalithic site, in Cianjur District Indarti Komala Dewi; Ruslan Fauzi; M. Yogie Syahbandar
Indonesian Journal of Applied Environmental Studies Vol 3, No 2 (2022): Volume 3 Number 2 October 2022
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/injast.v3i2.5622

Abstract

The megalithic site of Gunung Padang is an area prone to landslides. Based on the Regulation of Cianjur District No. 17 of 2012, this site area is designated as a Cultural Conservation Strategic Area. This study aims to analyze the potential for landslide hazards in the Gunung Padang Megalithic Site area. The research method is quantitative. Primary data was collected through observation and interview experts; secondary data was collected through literature studies and agency surveys. The analytical method used is quantitative through analysis of Geographic Information Systems (GIS), with overlay and weighting techniques. The results showed three landslide susceptibility classifications: very high, medium, and very low. A very high level of landslide hazard is found in the area around the site, which is currently exposed, amounting to 9.03% of the core zone of the Cultural Conservation Strategic Area.Situs megalitikum Gunung Padang merupakan kawasan rawan longsor. Berdasarkan Peraturan Bupati Cianjur No. 17 Tahun 2012, kawasan situs ini ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Cagar Budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya longsor di kawasan Situs Megalitikum Gunung Padang. Metode penelitian adalah kuantitatif. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara ahli, data sekunder dikumpulkan melalui studi literatur dan survei keagenan. Metode analisis yang digunakan adalah kuantitatif melalui analisis Sistem Informasi Geografis (SIG), dengan teknik overlay dan pembobotan. Hasil penelitian menunjukkan tiga klasifikasi kerawanan longsor yaitu sangat tinggi, sedang dan sangat sangat rendah. Tingkat kerawanan longsor yang sangat tinggi terdapat di wilayah sekitar tapak yang saat ini terpapar, yaitu sebesar 9,03% dari zona inti kawasan strategis cagar budaya.
Feasibility analysis of lake ex-andesite stone mining as geo-tourism area at Tegalega Village, Cigudeg, Bogor Dessy Zerlina; Indarti Komala Dewi; Sutanto Sutanto
Indonesian Journal of Applied Environmental Studies Vol 1, No 1 (2020): Volume 1 Number 1 April 2020
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/injast.v1i1.1974

Abstract

The existence of large wallow which is an ex-mining of andesite stone that is not manage properly became the focus of this study. The objective of this study was to analyse the potential of geo-tourism object at the land of ex-andesite stone mining (Setu Jayamix), as well as to find out the feasibility value of geo-tourism object at the lake of ex-andesite stone mining (Setu Jayamix). Mix methods, which is a combination of  qualitative  and quantitative  methods with the research design of  sequential exploratory was used in this study. Sequential exploratory design is a research model where the qualitative data is collected and analyzed, then followed by the collection and analysis of quantitative data, which aims to strengthen the results of the study. The results showed that the potentials of geo-tourism in ex-andesite stone mining area i.e. lake waters, the uniqueness of andesitic stone outcrops, and the view of landscape that overgrown by various plantation  crops. Based on the results of the feasibility analyses of geo-tourism, then obtained a feasible value for the geological criteria of physical components (score = 26.334), sustainable for the economic components (score = 20.114), sustainable for the conservation components (score = 10.971), and educative (score = 8.518). Meanwhile, for the accessibility component is declared to be less feasible (score = 61.446).Keberadaan  kubangan besar yang merupakan area bekas penambangan  batu andesit yang tidak terkelola secara maksimal menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini bertujuan  untuk mengkaji potensi obyek geowisata  pada lahan di kawasan  bekas tambang  batu andesit (Setu Jayamix), serta mengetahui nilai kelayakan obyek geowisata di kawasan danau bekas tambang batu andesit tersebut (Setu Jayamix).  Metode kombinasi (mix methods), yaitu  gabungan  antara  metode kualitatif  dan  kuantitatif   dengan  model penelitian sequential exploratory design digunakan dalam penelitian ini. Sequential exploratory design merupakan model penelitian dimana data kualitatif  dikumpulkan dan dianalisis, kemudian diikuti dengan pengumpulan dan analisis terhadap data kuantitatif, yang tujuannya untuk memperkuat hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa potensi-potensi geowisata  yang terdapat di kawasan lahan bekas tambang  batu  andesit (Setu Jayamix)  adalah  perairan  setu, keunikan singkapan  batu  andesit,  serta pemandangan  lanskap kawasan yang ditumbuhi berbagai tanaman perkebunan. Berdasarkan hasil analisis kelayakan geowisata,  maka diperoleh nilai layak untuk kriteria geologis komponen fisik (skor = 26,334), berkelanjutan untuk komponen ekonomi (skor = 20,114), berkelanjutan untuk komponen konservasi (skor = 10,971), serta edukatif  (dengan skor = 8,518). Sedangkan untuk komponen aksesibilitas dinyatakan kurang layak (skor = 61,446).
Pemberdayaan Guru dan Siswa SMPN 3 Bogor dalam Pemanfaatan Lahan Sempit sebagai Ruang Hijau Waskitaningsih, Novida; Dewi, Indarti Komala; Febriani, Yusi; Sutini, Denaya Putri Tien; Alif, M. Sabilal; Febriansyah, Cahyo Dwi
KENDURI : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): August
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/kenduri.v4i2.1213

Abstract

SMP N 3 Bogor merupakan salah satu sekolah di Kota Bogor yang memiliki keterbatasan lahan. Berkaitan dengan hal tersebut, sekolah ini memiliki permasalahan berupa minimnya ruang terbuka hijau, kurang terkelolanya ruang terbuka hijau eksisting dengan baik, serta kurang termanfaatkannya ruang sempit sebagai ruang hijau. Di sisi lain, sekolah ini juga memiliki potensi, yaitu memiliki fasilitas untuk tanaman gantung berupa besi/ kawat penggantung tanaman, serta masih adanya minat guru dan siswa terhadap penghijauan mengingat sekolah tersebut pernah menjadi sekolah adiwiyata. Berdasarkan potensi dan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemberdayaan guru dan siswa SMP N 3 Bogor dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dan siswa tentang pentingnya ruang hijau serta mewujudkan kembali ruang hijau dengan memanfaatkan lahan sempit di lingkungan sekolah. Tahapan kegiatan yang dilakukan antara lain 1) persiapan dan koordinasi awal, 2) pelaksanaan sosialisasi, 3) praktik pemanfaatan lahan sempit sebagai ruang terbuka hijau, dan 4) evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan menganalisis pre-test dan post-test serta feedback peserta terhadap kegiatan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan PkM ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan para peserta yang terlihat dari adanya peningkatan nilai post-test sebanyak 22,7%. Selain itu juga terdapat penambahan ruang hijau di SMP N 3 Bogor berupa 50 pot tanaman gantung. Penambahan ruang hijau ini menjadikan lingkungan sekolah semakin indah, asri dan nyaman untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Feedback dari para peserta juga menunjukkan hasil positif yang menandakan bahwa kegiatan PkM ini sangat bermanfaat dan diharapkan dapat terus berkelanjutan di masa mendatang.
Characteristics of Ketapang Urban Aquaculture as a Tourism Destination in Tangerang Regency, Banten Province Yanuadi, Ardiatno; Lilis Sri Mulyawati; Indarti Komala Dewi
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 19 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v19i2.4948

Abstract

Abstract. This research is driven by the great potential of tourism in improving the economy and affecting social and environmental aspects in Ketapang Urban Aquaculture (KUA). Although, the number of tourists tends to decrease. Therefore, this study aims to analyze the existing conditions in the main aspects of the 4A (Attractions, Amenities, Accessibility, and Ancillary) and analyze the perception of tourists so that it can be known what aspects need to be improved. The existing condition of KUA was analyzed using the descriptive analysis method, while the perception of tourists was analyzed using the scoring method. Analysis of existing conditions shows that KUA has a unique attraction: a mangrove park integrated with shrimp cultivation areas. KUA has an iconic amenity: the main building is shaped like a horseshoe crab and a Mangrove Plaza. The condition of the road to KUA is quite good and equipped with signposts. Analysis of tourist perception on the aspect of attraction with the highest score (1.97), namely mangrove park attractions, the lowest score (1.24) for mangrove plant education activities. The amenity aspect with the highest score (2.23) is cleanliness, and the lowest score (1.20) is for toilet facilities. The accessibility aspect of the highest score (2.54) is the main gate, and the lowest score (1.36) is the availability of public transportation modes. The ancillary aspect has the highest score (1.77) in management, and the lowest score (1.29) is promotion.
Carbon Dioxide (CO2) sequestration by trees and green open space (GOS) at the campus of Pakuan University Dewi, Indarti Komala; Febriani, Yusi; Wicaksono, Arif
Indonesian Journal of Applied Environmental Studies Vol 5, No 1 (2024): Volume 5 Number 1 April 2024
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/injast.v5i1.9653

Abstract

Pakuan University (Unpak) as one of the largest private campuses in Bogor City, is committed to reducing greenhouse gases (GHG) emissions, especially CO2, through green open spaces (GOS) and trees on campus. Currently, the GOS and trees on the Unpak campus have not been arranged by CO2 sequestration as a consideration, even though the source of CO2 on the Unpak campus apart from the number of students which is more than 15,000 people is also filled with motorized vehicles. Therefore, to participate in reducing GHG emissions, especially CO2 in Bogor City, and create a comfortable campus, a campus GOS management strategy is needed which is based on CO2 sequestration. This research aims to analyze the ability of existing trees and GOS to sequester CO2. CO2 sequestration calculations are carried out based on the area of the GOS and the sequestration capacity of the trees in the GOS. The research results show that the 6 zones on Unpak's main campus have different CO2 sequestration capacities depending on the area of space planted with grass and ornamental bushes and the number of trees and shrubs planted. Overall, the CO2 sequestration capacity of trees and GOS on Unpak's main campus is 282,784.89 kg per year. ABSTRAK Universitas Pakuan (Unpak) sebagai salah satu kampus swasta terbesar di Kota Bogor berkomitmen menurunkan emisi gas-gas rumah kaca (GRK), khususnya CO2 melalui ruang terbuka hijau (RTH) dan pepohonan di dalam kampus. Saat ini RTH dan pepohonan di kampus Unpak belum ditata dengan mempertimbangkan sekuestrasi CO2, padahal sumber CO2 di kampus Unpak selain dari jumlah mahasiswa yang lebih dari 15.000 orang juga dipenuhi oleh kendaraan bermotor. Oleh karena itu, untuk ikut serta dalam penurunan emisi GRK khususnya CO2 di Kota Bogor dan mewujudkan kampus yang nyaman diperlukan strategi pengelolaan RTH kampus yang berbasis pada penyerapan CO2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pepohonan dan RTH yang ada dalam menyerap CO2. Perhitungan sekuestrasi CO2 dilakukan berdasarkan luas RTH dan kapasitas sekuestrasi pohon-pohon yang ada di dalam RTH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6 zona di kampus induk Unpak mempunyai kapasitas penyerapan CO2 yang berbeda-beda tergantung luas ruang yang ditanami rumput dan semak hias serta jumlah pohon dan perdu yang ditanam. Secara keseluruhan, kapasitas sekuestrasi CO2 pepohonan dan RTH di kampus induk Unpak adalah 282.784,89 kg per tahun.
Kawasan Potensial Tinggi Kemacetan Lalu Lintas di Kota Administrasi Jakarta Pusat Chidayat, Wahyu Nur; Dewi, Indarti Komala; Mansyur, Umar
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i7.15835

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar potensi kemacetan yang terjadi di Kota Administrasi Jakarta Pusat dengan melihat potensi pembangkitan/daya tarik lalu lintas yang dihasilkan dari penggunaan lahan yang ada dan performa lalu lintas yang terjadi di jalan- jalan di wilayah penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi peta administrasi kota Jakarta Pusat, peta pola ruang kota administrasi Jakarta Pusat, serta data lalu lintas jalan-jalan di wilayah penelitian. Tujuan penelitian ini adalah 1) Menganalisis Penggunaan Lahan di Kota Administratif Jakarta Pusat; 2) Menganalisis Potensi Daerah Kemacetan Tinggi Berdasarkan Kinerja Jalan dan Tingkat Pelayanan di Kota Administrasi Jakarta Pusat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir 50% ketidaksejajaran lahan terjadi di wilayah penelitian dan menghasilkan daya tarik lalu lintas sebesar 236.513 pcu/jam. Kemudian, berdasarkan kondisi lapangan yang ada dilihat dari beberapa jalan di wilayah studi, kinerja lalu lintas di jalan-jalan di wilayah studi memiliki Tingkat Pelayanan Jalan. /Level of Service (LOS) pada rata-rata jalan D dan E, ini berarti tingkat kemacetan lalu lintas di jalan-jalan di wilayah studi sangat tinggi baik pada jam sibuk maupun non-jam sibuk.
Analisis Kondisi Eksisting dan Tingkat Partisipasi Masyarakat di Kawasan Wisata Ketapang Urban Aquaculture, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten Yanuadi, Ardiatno; Mulyawati, Lilis Sri; Dewi, Indarti Komala
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i9.16348

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh besarnya potensi pariwisata dalam meningkatkan perekonomian dan mempengaruhi aspek sosial dan lingkungan di Kabupaten Tangerang, khususnya melalui pengembangan Budidaya Perairan Perkotaan (KUA) Ketapang sebagai destinasi wisata baru. Meskipun KUA telah menjadi daya tarik wisatawan, namun pengelolaan yang kurang optimal dan minimnya partisipasi masyarakat mengakibatkan kurang dimanfaatkannya sumber daya alam, degradasi lingkungan, dan terbatasnya peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting KUA, kesenjangan supply dan demand, serta tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dan pengembangan KUA. Analisis kondisi eksisting menggunakan data kunjungan wisatawan, peta kawasan, dan dokumen rencana pembangunan yang dikumpulkan melalui wawancara dan survei lapangan. Kesenjangan supply-demand dianalisis menggunakan kuesioner dan metode penilaian pada aspek 4A (Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas, dan Ancillary). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek atraksi, gap terbesar terjadi pada aktivitas edukasi tanaman mangrove dengan skor gap sebesar -1,67, sedangkan pada aspek amenitas gap terbesar terdapat pada fasilitas toilet, area kuliner, dan musala. Pada aspek aksesibilitas, rambu-rambu jalan mempunyai gap paling besar dengan skor -1,02. Pada aspek ancillary, promosi mempunyai gap score sebesar -1,58. Aspek-aspek tersebut perlu dibenahi untuk meningkatkan daya tarik kawasan wisata KUA dan menjamin pengalaman pengunjung yang lebih memuaskan. Tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan pengelolaan dan pengembangan KUA sebagian besar berada pada tingkat terapi, hal ini menunjukkan bahwa keterlibatan mereka lebih bersifat formal dan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pengambilan keputusan.
Identify Land Use and ITS Alignment Against RT/RW Pekalongan Regency Hermanto, Hermanto; Dewi, Indarti Komala; Mujio, Mujio
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 8 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i8.1301

Abstract

Land use is the result of every form of intervention of human activities on land on the earth's surface that is dynamic and functions to meet the needs of life, both material and spiritual. Regional Spatial Planning is a form of intervention that is carried out so that human interaction with the environment can run harmoniously, harmoniously, and balanced. This aims to achieve human welfare. This study aims to identify land use in the Pekalongan Regency in 2023 and identify the alignment of land use with the RTRW of the Pekalongan Regency. The method used is the analysis of geographic information and the logical matrix of alignment. The results of the study show that the study area has 11 types of land use with the largest area, namely rice fields (3,223.34 Ha), settlements (2,611.46 Ha), and ponds (1,781.85 Ha). The alignment of land use with the RTRW obtained is divided into 3 (three), namely aligned, transitional, and not aligned with the area of 5,705.42 Ha, 605.86 Ha, and 2,821.58 Ha, respectively.
Konsep Desain Taman Lingkungan Berbasis Partisipasi Masyarakat di Kelurahan Tanah Baru Kecamatan Bogor Utara: indonesia Dewi, Indarti Komala; Febriani, Yusi; Djakakapermana, Ruchyat Deni; Widyana, Ifanny; Hakim, Mochamad Azizul
Jurnal Lanskap Indonesia Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Lanskap Indonesia
Publisher : http://arl-faperta.ipb.ac.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jli.v16i1.48096

Abstract

Residential in RT 06/RW03 Kelurahan Tanah Baru has a green open space with an area of +1,012 m2. The current condition of the green open space is not well organized and has no design so the site becomes shrubs and some corners of the green open space become. garbage dump. The problem is that there is no clear concept in the arrangement of green open spaces, which can be used as a guide by RT06/RW03 officials and residents in developing green open spaces in the future. The aims of this study were: 1) to identify the needs and desires of residents in designing neighborhood parks; 2) to analyze the site of the neighborhood park 3) to develop neighborhood park design concepts. Analysis using descriptive statistics, site analysis, and the design concept using Permaculture. The community's desire for the function of green open space is as a productive garden, sport, recreation, gathering, and education. The spatial concept consists of welcoming areas, production zones, reuse and service zones, and Social zones. The concept of circulation on the site uses two circulation patterns, namely radial and linear patterns which have achieved effectiveness. The main concept of vegetation management is the production function which includes annual crops, pulses, medicinal plants, and flowering plants that function as edible flowers. The results of the neighborhood park design, make the park sustainable and multifunctional, as: ecological function, Social function, economical functional, and aesthetical function.