Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Pewarisan Budaya Siri` dalam Rumah Tangga di Kalangan Masyarakat Bugis Makassar di Kota Makassar Tasmin Tangngareng
SOSIORELIGIUS Vol 2 No 1 (2017): Sosioreligius: Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama
Publisher : Departemen Sosiologi Aga,ma, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sosioreligius.v2i1.5994

Abstract

Tulisan ini menganalisis konsep warisan budaya rumah tangga di kalangan orang Bugis dan Makassar. Masyarakat Bugis dan Makassar mendefinisikan konsep "siri '" sebagai ashame atau martabat. Manusia tidak bisa bertahan tanpa "siri." Oleh karena itu, agar bisa menjaga nilai budaya "siri" di kalangan orang Bugis dan Makassar, setiap keluarga harus bersosialisasi kepada anak-anaknya melalui pendidikan di pemangku kepentingan misalnya, orang tua harus memberi yang baik. sikap terhadap anak mereka sebagai pendidikan dasar bagi anak.
Pelaksanaan Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKM) di Desa Bukit Indah, Bulukumba: Batasan dan Kemungkinan Tasmin Tangngareng; Muhammad Ridha
BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan Vol. 2 No. 2 (2016): Bhumi: Jurnal Agraria dan Pertanahan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.043 KB) | DOI: 10.31292/jb.v2i2.71

Abstract

Abstract : This paper describes the policy of the implementation of Community-Based Forest Management program (CBFM) in Bulukumba district. CBFM Program consists of policies regarding Forest Villages, Community Forests and Community Plantation Forests. In these schemes, CBFM concept is applied in different region and different case. Research location for this paper is in Bulukumba, the location of the implementation of Community Forest to some Forest Farmers Group. The results found that CBFM scheme, which is the process of power transfer, devolution of forest resources to local users, has its own limitations and possibilities. The program was running well within the context of improvement of tenure security of forest communities, but on the other hand, this scheme does not have the authority to reform the structure of forest land tenure that has already crippled and been confirmed by this CBFM scheme. Keywords : Community Base Forest Management, Comunity Forest, DevolutionIntisari : Tulisan ini ingin menggambarkan kebijakan pelaksanaan program Community Base Forest Manajement (CBFM) dalam pengelolaan hutan di kabupaten Bulukumba. Program CBFM ini terdiri dari kebijakan mengenai Hutan desa, Hutan Kemasyarakatan dan Hutan Tanaman Rakyat. Dalam skema-skema inilah konsep CBFM ini diaplikasikan di masing-masing wilayah dan case yang berbeda-beda. Lokasi penelitian untuk tulisan ini dilakukan di Kabupaten Bulukumba, lokasi penerapan Hutan Kemasyarakatan kepada beberapa Kelompok Tani Hutan. Hasil penelusuran yang dilakukan menemukan bahwa skema CBFM, yang merupakan proses transfer kekuasaan, devolusi sumberdaya hutan kepada pengguna lokal, memiliki keterbatasan dan kemungkinannya sendiri. Program ini baik dalam konteks perbaikan tenurial security masyarakat pengelola hutan, tetapi disisi yang lain skema ini tidak memiliki kewenangan untuk melakukan perombakan struktur penguasaan lahan hutan yang sudah timpang dan dikukuhkan oleh skema CBFM ini. Kata Kunci : Community Base Forest Management, Hutan Kemasyarakatan, Devolusi
PUNCAK-PUNCAK CAPAIAN SUFISTIK DALAM PERSPEKTIF METODOLOGIS Tasmin Tangngareng
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.632 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v3i1.3410

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang puncak-puncak sufistik dalam perspektif metodologis. Ajaran tasawuf pada hakekatnya adalah ekspresi keagamaan, ia merupakan komitmen moral dan iman dari orang-orang yang beragama secara saleh. Hal ini disebabkan, tasawuf dan ajarannya berfungsi untuk mewadahi dan menstabilkan komitmen moral orang yang beriman sehingga tasawuf memberikan tempat bagi kehidupan rohaniyah. Dengan rohani yang suci dan bersih, sang sufi memungkinkan dirinya untuk sampai pada puncak-puncak capaian sufistik, yakni mengadakan komunikasi, bahkan “menyatu” (ittihad) dengan Tuhannya. Dalam menggapai puncak-puncak capaian sufistik itu, memerlukan proses perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan, karena harus melalui berbagai maqam dan hal.. Maqam adalah suatu tahap pencapaian ruhaniah dalam mendekat kepada Tuhan, yang merupakan hasil upaya  bagi seorang sufi; sedangkan hal adalah suasana batiniah, yang senantiasa mengitari perasaan calon sufi dalam setiap maqam yang selalu bergerak naik setahap demi setahap sampai ke tingkat puncak perjalanannya yakni puncak capaian sufistik. Metode perjalanan kepuncak capaian sufistik memiliki tingkat yang beragam, yakni mahabbah, ma’rifah, ittihad, hulul dan wahdat al-wujud. Untuk sampai pada tingkat-tingkat tersebut berbagai metodologis yang dilakukan para sufi. Dalam hal ini, metode yang dilakukan untuk sampai pada tingkat mahabbah dan ma’rifah adalah qalb – ruh – sirr. Sedangkan metode yang dilakukan untuk sampai pada tingkat itihad, hulul dan wahdat al-wujud adalah  al-fana dan al-baqa.
KONSEP TABARRUK DALAM PERSPEKTIF HADITS Nasrullah Nashiruddin; Tasmin Tangngareng; Mukhlis Mukhtar
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 4, No.2, July 2021
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.769 KB) | DOI: 10.31943/afkarjournal.v4i2.219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hakikat tabarruk perspektif hadis, untuk mengetahui kualitas dan kauntitas hadis tentang tabarruk dan untuk mengetahui pemahaman dan implementasi hadis tentang tabarruk. Adapun kegunaan dari penelitian ini  terbagi menjadi dua, yaitu kegunaan ilmiah dan kegunaan praktis. Kegunaan ilmiah dari penelitian diharapkan dapat menambah wawasan umat Islam dan menjadi pelengkap karya-karya tabarruk yang berdasar pada al-Qur’an dan sunnah. Tabarruk dipahami sebagai kegiatan mencari berkah atau mencari tetapnya kebaikan dari Allah swt. tabarruk terbagi menjadi beberapa macam yaitu tabarruk terhadap nabi saw., tabarruk terhadap orang-orang saleh, tabarruk terhadap tempat, tabarruk terhadap waktu. Hadis tentang tabarruk tersebar pada beberapa kitab hadis yang diriwayatkan oleh beberapa periwayat hadis Nabi saw. di antaranya: Imam al-Bukha>ri, Muslim, Abu Da>ud, al-Turmiz\i>, al-Nasa>i> dan Ahmad bin Hambal. Semua klasifikasi hadis berkualitas Sahih baik dari segi sanad maupun matannya dan hadis tersebut dapat dijadikan hujjah. Tabarruk dapat diaplikasikan pada hal-hal yang memang memiliki keistimiewaan dan tentunya oleh orang-orang yang mampu memahami dan membedakan antara tabarruk karena Allah dan tabarruk karena sesuatu selain Allah. Implikasi dari penelitian ini adalah tabarruk karena mengingat hal ini sangat erat dalam kehidupan sehari-sehari khususnya mengenai urusan agama dan keimanan seseorang. Ketika keimanan sudah tidak murni lagi tidak menutup kemungkinan akan mengganggu tatananan masyarakat.
Alokasi Dana Desa dalam Penanggulangan Dampak Covid-19 di Desa Majannang Kabupaten Maros Mustafa Mustafa; Muhammad Nurjaya; Rahmawati Rahmawati; Tasmin Tanggareng; Amri Bakti
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 5, No 1 (2022): January - Juny
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v5i1.1900

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas alokasi dana desa dalam penanggulangan covid-19 di desa majannang Kabupaten Maros. Jenis data dalam penelitian ini yaitu data kualitatif data kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan kepala desa dan hasil kuesioner dari 30 kepala keluarga penerima bantuan langsung tunai masa covid-19. Data sekunder diperoleh dari laporan anggaran pendapatan dan belanja desa 2019,2020,dan 2021. Populasi pada penelitian ini adalah 259 keluarga penerima manfaat bantuan langsung tunai. Sampel sebanyak 30 kepala keluarga penerima manfaat bantuan langsung tunai menggunakan purposive sampling, dengan masa pengamatan selama masa covid. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan 3 metode yaitu reduksi data, penyajian data hasil wawancara dan kuesioner, kemudian menarik kesimpulan dengan menggunakan alat ukur efektivitas sesuai dengan standar acuan efektivitas badan penelitian dan pengembangan departemen dalam negeri (Litbang Depdagri). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di desa Majannang, Kabupaten Maros. Hasil pengukuran efektifitas alokasi dana desa dalam penanggulangan selama Covid-19 mencapai efektivitas berdasarkan standar acuan Litbang depdagri sebesar 84,41% dan program tersalurkan sangat baik dan secara efektif. Kata Kunci: Efektifitas Alokasi Dana Desa, Bantuan Langsung Tunai. Abstract This study aims to determine the effectiveness of village fund allocations in overcoming COVID-19 in Majannang Village, Maros Regency. The type of data in this study is qualitative data, quantitative data. The data sources in this study were primary data obtained from interviews with village heads and questionnaire results from 30 family heads who received direct cash assistance during the COVID-19 period. Secondary data were obtained from the 2019 2020, and 2021 village income and expenditure budget reports. The population in this study were 259 families who were beneficiaries of direct cash assistance. A sample of 30 families who are beneficiaries of direct cash assistance using purposive sampling, with an observation period during the covid period. The analytical method used in this research is descriptive qualitative with 3 methods, namely data reduction, presentation of data from interviews and questionnaires, then draw conclusions using effectiveness measurement tools in accordance with the effectiveness reference standards of the research and development agency of the Ministry of Home Affairs (Ministry of Home Affairs Research and Development). Based on the results of research that has been carried out in the village of Majannang, Maros Regency. The results of measuring the effectiveness of village fund allocations in handling during Covid-19 achieved effectiveness based on the Ministry of Home Affairs Research and Development reference standard of 84.41% and the program was channeled very well and effectively. Keywords: Effectiveness of Village Fund Allocation, Direct Cash Assistance.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Koperasi Karyawan PT. Semen Bosowa Maros Muhammad Nurjaya; Mustafa Mustafa; Tasmin Tanggareng; Adi Nawir
Journal of Government Insight Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/jgi.v2i1.388

Abstract

This paper aims to determine how the influence of leadership style on the performance of the cooperative employees of PT. Bosowa Maros Cement. This study uses quantitative analysis methods, the population in this study are employees of the cooperative PT. Bosowa Maros Cement. The number of samples used as respondents in this study were 36 respondents. Based on the results of the calculation of the correlation coefficient, obtained by 0.56. By looking at the results and the guideline table for the interpretation of the correlation coefficient, it can be concluded that there is a fairly good relationship between leadership style and the performance of the cooperative employees of PT. Semen Bosowa Maros, because it is in the correlation coefficient interval of 0.40-0.599 (good enough) which is 0.56. The calculation of the coefficient of determination shows that the influence of leadership style on the performance of the cooperative employees of PT. Semen Bosowa Maros by 31%. While 69% is influenced by other factors not examined in this study. Based on the calculation of the t test, it gets a value of 10,408. While the t table is 3.601. Because t count is greater than t table. Then the leadership style (X) has a significant effect on the performance of the cooperative employees of PT. Bosowa Maros Cement
KEADILAN SAHABAT (Telaah Historis dalam Perspektif Metodologis) Tasmin Tangngareng
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.769 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v6i2.7178

Abstract

This article examines the equitableness of the Prophet’s companion (‘adalah al-sahabah) through historical and methodological perspective. The term of ‘adl means ‘straight’, ‘balance’,  ‘impartial’ or ‘put something on the right place’. In the Hadith perspective, ‘adl (equitably) is a man who constantly commands the right and forbids the wrong. Thus, its clear that ‘adl is a nature or a character of somebody which lead him to the right action. The term of ‘sahabah’ rooted from sa-hi-ba means ‘owner’ or ‘accompany’. In Hadith perspective, sahabah is a man who had been living along with The Prophet Muhammad for a or several years or involved once or several times in a war together with The Prophet Muhammad. Sahabah also means a man who met The Prophet Muhammad in the belief circumstances. Majority of ulamas (muslim scholar) said that the ‘adalah al-sahabah is guaranteed, so that they do not have to be criticized. However, the debate of ‘adalah al-sahabah among ulamas can be deal with redefinition of ‘adl as this article aims.
KEHUJJAHAN HADIS AHAD DALAM MASALAH AQIDAH Tasmin Tangngareng
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.038 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v7i1.7185

Abstract

Artikel ini membahas tentang kehujjahan hadis-hadis ahad, khususnya, dalam masalah aqidah. Menurut sebagian ulama walaupun hadis ahad tidak memenuhi kriteria mutawatir, tetapi boleh dijadikan hujjah dalam segala bidang. Sedangkan sebagian ulama lainnya menetapkan bahwa hadis ahad wajib diamalkan dalam urusan amaliyah, ibadah, kaffarat, dan hudud, tetapi tidak boleh dijadikan hujjah dalam urusan aqidah. Alasannya, bahwa hadis ahad adalah berstatus zanniy al-wurud, dan yang zanniy al-wurud tidak dapat dijadikan dalil untuk yang berkaitan dengan keyakinan. Soal keyakinan harus berdasarkan dalil yang qath`iy, baik wurudnya maupun dalalahnya. Sebagian pendapat lagi menyatakan bahwa hadis ahad yang sahih dapat dijadikan hujjah dalam masalah aqidah. Mereka menyatakan bahwa hadis ahad yang sahih berstatus qath`iy al-wurud. Oleh karena itu, Ibn Hazm menyatakan bahwa tidak ada alasan mengatakan bahwa hadis ahad itu zanniy setelah ditetapkan kesahihannya, sebab yang disyaratkan diterimanya hadis ahad itu adalah menghilangkan segala pengertian zanniy dan memastikan ilmu yaqin. Itu berarti, hadis ahad yang sahih dapat dijadikan hujjah dalam masalah aqidah
ORISINALITAS HADIS NABI SAW. PERSPEKTIF ISLAMOLOG Tasmin Tangngareng
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 11 No 1 (2020): Tahdis
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/tahdis.v11i1.15005

Abstract

Artikel ini membahas tentang kajian hadis di kalangan Islamolog. Pemikiran Islamolog yang mengguncang dunia Islam khususnya para pengkaji hadis telah mendapat perhatian di kalangan agamawan. Hadis yang telah disepakati kesahihannya tiba-tiba mendapat sanggahan dan kritikan baik sanad dan matan hadis, tidak ada lagi yang orisinil dimata Islamolog. Artikel ini menggunakan pendekatan sosio-historis guna membaca literatur sejarah dan pendekatan ilmu hadis sebagai bentuk kritik keakuratan argumentasi Islamolog. Teori yang dihasilkan Islamolog cenderung kepada pengkajian sejarah, sehingga transmisi periwayatan (sanad) dalam pandangan Islamolog tidak ilmiah hanya rekayasa orang-orang abad pertama dan kedua Hijriyah. Hal ini tentu mengundang bantahan dan kritikan para ulama, terlepas adanya pergeseran keilmiahan suatu ilmu. Awal kemunculan Islam, standar ilmiah harus dengan hafalan yang tentu berbeda dengan zaman sekarang yang membutuhkan bukti tulisan.
AL-MAS'UL 'AN RA'IYYAH DALAM HADIS NABI SAW (Kajian Interpretasi Tekstual dan Kontekstual) Mutakdir Mutakdir; Mahmuddin Mahmuddin; Tasmin Tangngareng
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr
Publisher : Lembaga Kajian dan Pemberdayaan Mahasiswa UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1651.167 KB) | DOI: 10.24090/jimrf.v9i1.4124

Abstract

This writing aims to describe al-Maus’ul ‘an Ra‘iyyah in prophet’s hadis (Textual and Contextual Interpretation Studys). Sentence al-Mas’ul ‘an Ra‘iyyah means a leader’s respomsibility. In hadith mentioned that all in the world is leader and will be asked his responsibility in here after. Human being created by Allah, has two big tasks and responsibility. First: as a servant who is obliged to increase worship. Second: as a messenger. Task and responsibility is trustworthy Allah, honestly many human being skill in carrying out the trustworthy so that responsibility report rejected by Allah. Thats why, to further analyze about al-Mas’ul ‘an Ra‘iyyah in hadith prophet saw. the auther collects meaningfull data Ra‘iyyah (leader) by searching hadith’s saw, in this process the researcher finded four terms, are term Khalifah, term Imam, term Ulim Amri dan term Sultan. Then the researcher analyzed the hadith al-Mas’ul ‘an Ra‘iyyah contained in the Sahih al-Bukhari, then Textual and Contextual Interpretation Study