Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Krim Antioksidan Ekstrak Daun Pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius) Dengan Variasi Asam Stearat Sebagai Emulgator Ayu Fatimah; Naelaz Zukhruf Wakhidatul Kiromah; Titi Pudji Rahayu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan kulit dapat berdampak pada kesehatan maupun penampilan yang mendukung kepercayaan diri seseorang. Radikal bebas merupakan salah satu penyebab yang berperan dalam gangguan dermatologis kulit. Penggunaan antioksidan diperlukan untuk menangkal radikal bebas, namun antioksidan sintetik memberikan efek yang berbahaya apabila digunakan dalam jangka panjang. Daun pepaya jepang merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai antioksidan alami. Penggunaan ekstrak antioksidan dinilai kurang efektif sehingga perlu inovasi pembuatan kosmetik dalam bentuk krim. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan formula sediaan krim yang memiliki karakteristik fisik yang baik dan efektif sebagai antioksidan. Sediaan krim yang dibuat dengan memvariasikan konsentrasi asam stearat yaitu F1 (5%), F2 (10%), F3 (15%) dan F4 (20%). Formula yang menunjukkan karakteristik terbaik dari hasil uji organoleptik, pH, daya sebar, daya lekat, dan homogenitas selanjutnya dilakukan uji aktivitas antioksidan dengan metode FRAP. Hasil menunjukkan bahwa pengaruh variasi konsentrasi asam stearat tidak berpengaruh terhadap evaluasi fisik sediaan dengan nilai p > 0,05. Formula 2 (asam stearat 10%) memberikan karakteristik sediaan krim terbaik dengan hasil parameter pengujian memenuhi standar. Hasil uji aktivitas antioksidan formula 2 memiliki nilai IC50 sebesar 30,68 ppm dengan asam askorbat sebagai kontrol positif sebesar 21,41 ppm. Formula 2 sediaan krim ekstrak daun pepaya jepang dengan konsentrasi asam stearat 10% memiliki karakteristik fisik yang baik dan efektif sebagai antioksidan dengan kategori sangat kuat.
Formulasi Sediaan Tisu Basah Ekstrak Etanol Daun Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius) Sebagai Antibakteri Indah Rachmawati; Titi Pudji Rahayu; Naelaz Zukhruf Wakhidatul Kiromah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menjaga kebersihan kulit penting dilakukan untuk mengurangi agen infeksi serta mencegah penyebaran penyakit. Keterbatasan sarana cuci tangan dan alasan kepraktisan memunculkan produk tisu basah antibakteri. Membersihkan tangan dengan tisu basah dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Penggunaan bahan kimia dalam pembuatan tisu basah perlu diminimalisir karena kurang aman untuk kesehatan. Daun pandan wangi mengandung flavonoid yang berpotensi sebagai antibakteri alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat sediaan tisu basah dengan baik dan efektif sebagai antibakteri. Metode penelitian ini adalah membuat sediaan tisu basah dalam 5 formula dengan memvariasikan zat aktif ekstrak etanol daun pandan wangi yaitu F1(6,25%), F2(12,5%), F3(25%), F4(50%) dan F5(100%). Pengujian dilakukan terhadap sediaan tisu basah yang meliputi uji fisik sediaan (uji organoleptik, uji kesukaan), uji daya antibakteri, dan uji iritasi kulit. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil ekstrak etanol daun pandan wangi mengandung senyawa flavonoid. Hasil uji statistik menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antar formula ditandai dengan nilai p<0,05. Evaluasi fisik sediaan menunjukkan formula 1,2, dan 3 adalah formula terbaik. Uji antibakteri menunjukkan formula terbaik adalah F3. Uji iritasi menunjukkan formula terbaik adalah formula 1,2,3,dan 4. Dapat ditarik kesimpuan bahwa Formula sediaan tisu basah ekstrak etanol daun pandan wangi terbaik, berdasarkan hasil evaluasi stabilitas fisik, uji antibakteri serta uji iritasi adalah formula 3 dengan konsentrasi ekstrak etanol daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) 25%.
Uji Aktivitas Anti Bakteri Ekstrak Etanol Kunir Putih (Curcuma mangga Val) Terhadap Bakteri Bacillus subtilis Penyebab Diare Ferlia Setianifah Putri; Titi Pudji Rahayu; Laeli Fitriyati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah diare merupakan salah satu masalah pencernaan yang dapat berdampak pada kesehatan manusia. Bakteri yang sering ditemukan pada saluran pencernaan manusia yang menyebabkan penyakit diare yaitu Bacillus subtilis. Kunir putih merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri penyebab diare. Tujuannya untuk mengetahui konsentrasi optimal ekstrak etanol kunir putih (Curcuma mangga Val) yang dapat digunakan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis penyebab diare. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dimana memvariasikan konsentrasi 15; 30; 50; 75; dan 100% ekstrak etanol rimpang kunir putih yang di ekstraksi menggunakan metode refluks dalam menghambat Bacillus subtilis dengan metode sumuran. Berdasarkan penelitian konsentrasi 15; 30; dan 50% tidak adanya perubahan yang signifikan karena pada saat replikasi hanya dilakukan 3 kali, seharusnya dilakukan sebanyak 5 kali pengulangan, sehingga hipotesa tidak terjawab. Pada konsentrasi 75 dan 100% memiliki perbedaan yang signifikan, sedangkan kontrol negatif dan kontrol positif terdapat perbedaan yang signifikan. Ekstrak rimpang kunir putih (Curcuma mangga Val) yang menghasilkan diameter sangat lemah pada konsentrasi 15% dengan diameter 3,63 mm, untuk hasil yang sangat baik dan kuat terhadap pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis yaitu pada konsentrasi 75% berdiameter 13,63 mm dengan kategori kuat sedangkan konsentrasi 100% berdiameter 21,33 mm dengan kategori sangat kuat. Pengembangan untuk pembuatan formulasi antibakteri, dan pengkombinasian antibakteri dengan tanaman herbal yang lain yang berfungsi sebagai antibakteri.
Penanganan Stunting dengan Peningkatan Gizi Keluarga dan Pemanfaatan Kebun Gizi di Desa Giyanti, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen Husnul Khuluq; Anwar Sodik; Titi Pudji Rahayu; Anggraeni Eka Puspitasari; Ayu Achiriyah Mulyani; Achmad Lutfi Zen
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia, sehingga melalui Program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RJPM) pemerintah menargetkan pada tahun 2025 akan mengurangi 40% jumlah balita pendek. Hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 12.780 jiwa (42,6%), dan menurut data dari studi status gizi Indonesia mencatat angka stunting di Jawa Tengah tahun 2021 tercatat sebesar 20%. Sedangkan WHO memberikan batasan untuk stunting adalah < 20% (Kemenkes RI, 2018). Masyarakat Desa Giyanti merupakan salah satu desa di kecamatan Rowokele kabupaten Kebumen yang sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani dan sebagian besar wanitanya sebagai ibu rumah tangga. Kondisi masyarakat menengah kebawah ini tentunya minim informasi yang berkaitan dengan gizi terutama pada Dukuh Lurakarsa yang mana menjadi angka tertinggi stunting dibanding Dukuh lainnya di Desa Giyanti. Dengan Kondisi seperti diatas dimana kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang stunting masih sangat rendah. Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap Stunting dan untuk melakukan sosialisasi sekaligus pembuatan kebun gizi keluarga. Program sosialisasi kepada calon pengantin, ibu-ibu yang memiliki anak balita serta masyarakat dan pemberian leaflet secara offline diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang stunting. Adapun metode yang digunakan adalah Sebelum dilakukan sosialisasi tentang stunting, kegiatan dimulai dengan pembuatan kebun gizi yang dapat bermanfaat untuk mengurangi angka stunting. Kemudian pemberian kuesioner mengenai hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang stunting (pre test), kemudian dilakukan sosialisasi dan diikuti pembagian leaflet mengenai stunting. Setelah selesai sosialisasi, kemudian dilakukan postest untuk mengevaluasi hasil sosialisasi. Selain itu dilakukan percontohan penanaman dan pembuatan kebun gizi keluarga. Hasilnya terjadi peningkatan pengetahuan tentang stunting yang seblumnya skor rata-ratanya 47, 23 menjadi 64,47. Sosialisasi stunting dengan cara ceramah dan tatap muka dapat meningkatkan pengetahuan tentang stunting.
Efektivitas Kombinasi Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) Dan Lidah Buaya (Aloe vera L.) Terhadap Candida Albicans Leni Melisa; Titi Pudji Rahayu; Naelaz Zukhruf Wakhidatul Kiromah
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandidiasis oral merupakan salah satu penyakit infeksi pada rongga mulut karena adanya pertumbuhan berlebih dari jamur Candida albicans. Daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) dan daun lidah buaya (Aloe vera L.) merupakan tanaman yang memiliki potensi sebagai antijamur dan dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif kandidiasis oral. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas kombinasi ekstrak daun sirih merah dan daun lidah buaya dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini menggunakan metode difusi paper disk dengan seri konsentrasi kombinasi ekstrak yang digunakan adalah 5%:5%, 10%:10%, 10%:20% dan 20%:10%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun sirih merah dan daun lidah buaya seri konsentrasi 10%:10% menunjukkan aktivitas antijamur berbeda signifikan dengan seri konsentrasi lain dengan nilai p<0.05. Hal tersebut membuktikan bahwa konsentrasi 10%:10% memiliki daya hambat terbaik namun hasilnya tidak lebih baik dari kontrol positif dengan diameter daya hambat 8,1 mm kategori sedang.
Uji Cemaran Mikroba Angka Lempeng Total (ALT) Pada Sediaan Jamu Gendong Di Pasar Karanganyar Kabupaten Kebumen Putri Amalia; Titi Pudji Rahayu; Laeli Fitriyati
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamu adalah warisan leluhur bangsa berupa obat tradisional yang pemanfaatannya dilakukan secara turun temurun sebagai pengobatan maupun pemeliharaan kesehatan. Jamu gendong adalah salah satu jenis jamu yang disenangi masyarakat. Jamu gendong memiliki keamanan dan jaminan yang dikategorikan rendah serta termasuk usaha yang tidak wajib mempunyai ijin edar merupakan pengertian dari usaha jamu gendong. Tujuan untuk mengidentifikasi keamanan sediaan jamu melalui uji parameter angka lempeng total (ALT). Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental deskriptif yaitu mendeskripsikan ALT pada sediaan jamu gendong. Pada uji ALT hanya penjual B,C,E yang memenuhi persyaratan yaitu <105 koloni/gram. Analisis uji statistik dilakukan untuk melihat perbandingan antar penjual. Hasil statistik pada uji AKK menyatakan bahwa urutan sampel dari penjual yang paling bagus yaitu: sampel temulawak penjual E, B, C, D,A ; sampel beras kencur penjual B, C, D, E dan A ; sampel kunyit asam penjual B, C, D, E dan A dan sampel pahitan penjual B, C, D, E dan A. Hasil statistik pada uji ALT menyatakan bahwa urutan sampel dari penjual yang paling bagus yaitu: sampel temulawak penjual C, E dan B , sampel beras kencur penjual C, E dan B, sampel kunyit asam penjual E, C dan B dan sampel pahitan penjual C, B dan E.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Aseton dan Butanol Daun Jati (Tectona Grandis) Riyan Eka Nurul Safitriyani; Laeli Fitriyati; Titi Pudji Rahayu
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antioksidan merupakan zat yang digunakan untuk menghambat atau menghalangi terjadinya radikal bebas. Senyawa polifenol merupakan senyawa metabolit sekunder yang memiliki sifat antioksidan kuat. Tanaman daun jati (Tectona grandis) adalah tanaman yang dapat digunakan sebagai antibakteri, antioksidan, dan antitoksik dikarenakan memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder berupa tannin, antrakuinon, fenolik, antosianin, alkaloid, flavonoid, dan nathoquinon. Mendapatkan aktivitas antioksidan dari ekstrak aseton dan butanol daun jati (Tectona grandis). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan membuat 2 ekstrak daun jati menggunakan pelarut aseton dan pelarut butanol dimaserasi. Dilakukan secarakualitatif (uji tabung) maupun kuantitatif menggunakan metode antioksidan FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power). Hasil menunjukan bahwa ekstrak aseton daun jati (Tectona grandis) dan ekstrak butanol daun jati (Tectona grandis) uji tabung didapatkan hasil positif adanya saponin, polifenol dan flavonoid. Uji aktivitas antioksidan nilai Inhibition Concentration 50 (IC50) yang menangkap 50% radikal FRAP yaitu sebesar 70,848 ppm dan 80,893 ppm termasuk dalam kategori kuat. Ekstrak aseton daun jati (Tectona grandis) dan ekstrak butanol daun jati (Tectona grandis) memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan metode yang lainnya.