Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PELATIHAN PENULISAN PUISI TIGA BAIT DI SMP N I BANYUMAS Dwi Fitriyani; Siti Fitriati; Izhar
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan literasi kreatif peserta didik melalui pelatihan penulisan puisi tiga bait di SMP Negeri 1 Banyumas. Pelatihan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan sekolah untuk memperkuat kemampuan menulis ekspresif dan imajinatif siswa sebagai bagian dari pengembangan kompetensi bahasa dan sastra Indonesia. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pemberian materi mengenai konsep dan karakteristik puisi tiga bait, demonstrasi teknik penulisan, pendampingan praktik menulis, serta sesi refleksi dan evaluasi karya. Kegiatan diikuti oleh siswa kelas VII dan VIII dengan antusias tinggi. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap unsur pembangun puisi tiga baris serta kemampuan mereka dalam menghasilkan karya yang kreatif, komunikatif, dan sesuai kaidah. Pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap motivasi dan kepercayaan diri siswa dalam berkarya sastra serta direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam program literasi sekolah secara berkelanjutan.
Representasi Perempuan Muslim dalam Novel Asma Nadia Periode 2023-2025: Kajian Kritik Sastra Feminis Diana, Ani; Fitriati, Siti; Tussolekha, Rohmah
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i2.21988

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola representasi perempuan Muslim yang mengintegrasikan spiritualitas Islam dan kesadaran kritis gender dalam novel-novel Asma Nadia periode 2023–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten terhadap 127 kutipan teks berdasarkan empat kriteria operasional, yaitu kesadaran subordinasi gender, artikulasi agensi, landasan spiritual Islam, dan orientasi transformatif. Hasil penelitian menunjukkan empat dimensi representasi utama, yakni (1) spiritualitas sebagai strategi pemberdayaan aktif melalui praktik religius yang berdampak konkret; (2) agensi perempuan dalam redefinisi makna kesuksesan melalui penolakan norma patriarkal berbasis interpretasi teologis emansipatoris; (3) resistensi struktural melalui solidaritas perempuan dalam konteks konflik kemanusiaan dengan dimensi transnasional berbasis identitas ummah; serta (4) integrasi ketiga dimensi tersebut dalam model perempuan spiritual-transformatif. Temuan ini menunjukkan bahwa religiusitas dan emansipasi tidak bersifat dikotomis, melainkan saling menguatkan dalam representasi sastra kontemporer Indonesia.
PENGUATAN LITERASI TEKSTUAL: MENENTUKAN IDE POKOK, SIMPULAN, DAN MAKNA TERSURAT DAN TERSIRAT SUATU TEKS BAGI GURU BAHASA INDONESIA SMP PRINGSEWU Izhar; Siti Fitriati; Lisdwiana Kuriniati
Bagimu Negeri Vol 10 No 01 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v10i01.3735

Abstract

Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di Kabupaten Pringsewu sejauh ini telah berjalan baik pada tahap pembiasaan membaca pemahaman, tetapi masih memerlukan penguatan taktis agar berdampak lebih optimal terhadap capaian akademis siswa dalam menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang menuntut penalaran tingkat tinggi (HOTS). Tantangan utama di lapangan adalah perlunya penyegaran kerangka pedagogis yang lebih aplikatif bagi guru untuk mengajarkan konsep analisis teks secara mendalam. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi profesional dan instruksional guru Bahasa Indonesia SMP dalam pengajaran literasi membaca pemahaman yang difokuskan pada persiapan TKA. Metode yang digunakan adalah pendekatan kemitraan partisipatif melalui diskusi interaktif dan bedah teks, Sasaran kegiatan melibatkan 27 guru Bahasa Indonesia SMP melalui kolaborasi antara FKIP UMPRI, BGTK Provinsi Lampung, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu. Hasil PKM menunjukkan tingkat ketercapaian yang baik. 85% peserta memiliki pemahaman mendalam tentang pengajaran kalimat utama, penyusunan simpulan logis, serta pemetaan makna tersurat dan tersirat. Model pendampingan kombinasi luring-daring direkomendasikan untuk mengoptimalkan keterbatasan waktu tatap muka pada program berkelanjutan.
Representasi Perempuan Muslim dalam Novel Asma Nadia Periode 2023-2025: Kajian Kritik Sastra Feminis Ani Diana; Siti Fitriati; Rohmah Tussolekha
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v7i2.21988

Abstract

This study aims to identify patterns of Muslim women’s representation that integrate Islamic spirituality and critical gender consciousness in Asma Nadia’s novels published between 2023 and 2025. Employing a qualitative approach, the research applies content analysis to 127 textual excerpts selected based on four operational criteria: awareness of gender subordination, articulation of agency, Islamic spiritual grounding, and transformative orientation. The findings reveal four major representational dimensions, (1) spirituality as an active empowerment strategy through religious practices that produce concrete impacts; (2) women’s agency in redefining success through the rejection of patriarchal norms grounded in emancipatory theological interpretation; (3) structural resistance through women’s solidarity in humanitarian conflict contexts with transnational dimensions based on ummah identity; and (4) the integration of these dimensions into a spiritual-transformative model of Muslim womanhood. The study demonstrates that religiosity and emancipation are not dichotomous but mutually reinforcing in contemporary Indonesian literary representations.