Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PRODUKSI DAN APLIKASI PAKAN KOMPLIT DALAM PROGRAM KEMITRAAN PROPORSIONAL (PRO-MITRA) PADA USAHA PENGGEMUKAN TERNAK BABI DI DESA TUATUKA, KECAMATAN KUPANG TIMUR, KABUPATEN KUPANG Cardial L.O. Leo-Penu; Thomas Lapenangga; Johanis A. Jermias; Tri Anggarini Foenay
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.921 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v3i1.250

Abstract

Fokus kegiatan pengabdian yang dilakukan kali ini adalah mendukung usaha pemeliharaan ternak babi masyarakat. Usaha masyarakat sebelummnya dikeluhkan oleh peternak bahwa keterbatasan modal menjadi persoalan besar peternak untuk meningkatkan skala usahanya. Bahkan ketersediaan pakan dan bibit berkualitas yang rendah adalah faktor penghambat dalam permodalan usaha yang ada.  Selaras dengan permasalah ini, program studi Teknologi Pakan Ternak melalui Tim kerja berinisiasi untuk membantu peternak mitra dengan membangun system kerjasama kemitraan yang dapat membantu peternak dalam hal penyediaan pakan komplit berkualitas yang diproduksi dengan bahan baku lokal. Proses produksi pakan komplit ini dilakukan di Pabrik Pakan Mini, Politani Kupang. Metode implementasi yang dilakukan dalam kegiatan PKM ini adalah hands on training dan intensive supervision. Dalam pelaksanaannya Tim bersinergi dengan Prodi Produksi Ternak dan Kesehahatan Hewan untuk lebih holistik dalam upaya penyelesaian masalah. Kelompok peternak langsung dibimbing dalam menjalankan usahanya oleh tim pendamping dengan mengikuti semua prosedur pemeliharaan termasuk pemberian pakan dan juga menjaga kesehatannya. Kerjasama yang dilakukan dengan kelompok tani yang ada dilakukan dalam kerangka kemitraan proporsionl (Pro-Mitra).Kata Kunci: Pakan komplit, pakan lokal, kemitraan proporsional
PENINGKATAN KESEHATAN TENAGA KESEHATAN PADA GUGUS TUGAS COVID-19 DAN MASYARAKAT PETERNAK TERDAMPAK MELALUI BANTUAN ASUPAN PROTEIN HEWANI Tri Anggarini Yuniwati Foenay; Ferdinan Suharjono Suek; Andy Yumina Ninu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.011 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v5i2.504

Abstract

COVID-19 mengakibatkan penyakit infeksi saluran pernapasan yang mudah dalam penularan dan penyebarannya. Hingga saat ini Covid-19 belum memiliki pengobatan yang efektif maupun vaksinnya sehingga untuk menghambat penyebarannya maka pemerintah mengambil kebijakan pembatasan social yang berdampak pada ketersediaan alat pendukung bagi tenaga medis maupun dampak ekonomi bagi masyarakat peternak.Tujuan pelaksanaan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini adalah : 1) mendukung upaya penanganan kesehatan bagi tenaga medis di rumah sakit dengan menyediakan alat pelindung diri dan bahan pangan sumber protein hewani yang dibutuhkan untuk meningkatkan gizi dan kesehatan tenaga medis, 2) memberikan kontribusi bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19 melalui bantuan bahan pangan sumber protein hewani.Adapun target luaran yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan Pengabdian Pada masyarakat ini adalah : 1) distribusi bahan pangan sumber protein hewani dan alt pelindung diri pada d rumah sakit di Kota Kupang, 2) distribusi bahan pangan sumber protein hewani bagi masyarakat sekitar yang terdampak pandemi, dan 3) publikasi kegiatan melalui media lokal / jurnal ilmiah.Dari hasil kagiatan ini dapat disimpulkan bahwa adanya kerjasama yang baik antara Pihak Politani khususnya Jurusan Peternakan dengan pihak Rumah Sakit berkaitan dengan COVID-19, juga dengan kelompok mitra.  Selain itu, perlu adanya pendampingan untuk meningkatkan produktifitas ternak dari kelompok mitra.
Pengolahan Limbah Ternak Di Kelompok Peternak Maulafa Tri Anggarini Yuniwati Foenay; Theresia Nur Indah Koni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.367 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v2i1.181

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini  agar peternak dapat memanfaatkan limbah yang dihasilkan dari usaha peternak menjadi bahan yang memberikan manfaat bagi peternak  dan untuk mengurangi pencemaran yang dihasilkan dari usaha peternak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, pelatihan, demplot,monitoring dan evaluasi. Dalam IbM selain dilakukan proses pengolahan limbah peternak juga diberi pengetahuan tentang pemeliharaan ternak bibit, penanganan kelahiran, perkandangan yang sesuai untuk pembibitan serta ini dilakukan beberapa kegiatan seperti perbaikan kandang, pengadaan bibit ternak, penyuluhan, pembuatan pakan, perkawinan ternak, penanganan kelahiran ternak, penjualan anak babi.
PEMANFAATAN GULMA SEMAK BUNGA PUTIH (Chromolaena odorata) SEBAGAI BAHAN PEMBUAT PUPUK ORGANIK BOKHASI DALAM RANGKA MENGATASI PENYEMPITAN PADANG PEMGGEMBALAAN DAN MENCIPTAKAN PERTANIAN TERPADU BERBASIS ORGANIK Johanis A. Jermias; Vinni Denivita Tome; Tri Anggarini Foenay
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.347 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v1i1.129

Abstract

Dua masalah dalam bidang peternakan dan pertanian yang dihadapi oleh Kelompok Tani Moin Fe’u  dan Kelompok Wanita Tani Moin Fe’u di Kelurahan Nonbes Kabupaten Kupang adalah: 1) invasi gulma semak bunga putih di padang penggembalaan yang mengancam ketersediaan pakan hijauan bagi ternak sapi; dan 2) ketergantungan terhadap pupuk anorganik untuk usaha pertanian tanaman hortikultura. Untuk membantu menyelesaikan kedua persoalan tersebut maka telah dilaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan memanfaatkan gulma tersebut sebagai bahan pembuat pupuk organik bokhasi bersama dengan feces sapi  dan limbah pertanian lainnya. Kegiatan ini telah dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan demonstrasi plot. Selanjutnya pupuk organik tersebut telah diaplikasikan pada tanaman hortikultura yang ditanam di pekarangan rumah dan lahan percontohan. Luaran yang diperoleh dari kegiatan ini adalah: i) penurunan gulma di padang penggembalaan sehingga meningkatkan ketersediaan pakan bagi ternak sapi milik mitra yang dipelihara secara ekxtensif; ii) terciptanya pemahaman mitra akan manfaat dari gulma semak bunga putih; iii) pemanfaatan feces sapi menjadi bahan dasar pembuatan pupuk organik; iv) penurunan tingkat ketergantungan mitra terhadap pupuk anorganik; v) keterampilan mitra dalam pembuatan pupuk organik; vi) produk berupa pupuk organik bokhasi; vii) lahan percontohan pertanian organic; dan viii) produk pertanian organikKata Kunci: bokhasi, organik, hortikultura, semak bunga putih
Usaha Pembibitan Ternak Babi Maulafa Tri Anggarini Yuniwati Foenay; Theresia Nur Indah Koni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.288 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v2i1.152

Abstract

Tujuan dari kegiatan IbM  adalah meningkatkan pendapatan kelompok melalui usaha pembibitan ternak babi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, pelatihan, demplot,monitorinh dan evaluasi. Dalam IbM ini dilakukan beberapa kegiatan seperti perbaikan kandang, pengadaan bibit ternak, penyuluhan, pembuatan pakan,perkawinan ternak, penanganan  kelahiran ternak, penjualan anak babi.  Kegiatan ini telah berhasil, hal ini dilihat dari keikutsertaan, keaktifan serta berpengaruh pada peningkatan pendapatan kelompok binaan, karena kelompok dilatih untuk membuat pakan ternak babi sendiri maka  terjadi penghematan biaya pakan sebesar Rp. 256,500 pada mitra, bila dibandingkan dengan menggunakan pakan babi  komersial
PEMANFAATAN KULIT PISANG SEBAGAI PAKAN AYAM KAMPUNG DI UMKM ELSSADAY KELURAHAN TEUN BAUN, KECAMATAN AMARASI BARAT KABUPATEN KUPANG Theresia Nur Indah Koni; Tri Anggarini Yuniwaty Foenay; Wehelmina Wahon; Yeria Banoet
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.724 KB) | DOI: 10.35726/jpmp.v6i2.553

Abstract

Kegiatan pengabdian telah dilakukan di UMKM  Elssaday di kelurahan Teun Baun. Tujuan dari kegiatan ini agar peternak mitra dapat mengolah limbah dan memanfaatkannya sebagai pakan ayam kampung. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, dan demplot. Pada Kegiatan ini peternak diberi pengetahuan dan dilatih tentang cara pengolahan limbah kulit pisang melaluo proses fermentasi, memanfaatkan hasil fermentasi sebagai bahan pakan ayam kampung.
Weight and Lenght of Digestive Organs of Super Native Chickens Fed of Amorphophallus companulatus Tuber Flour D. T. Tabun; T. N. I. Koni; T. A. Y. Foenay; M. D. S. Randu
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 16, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.16.3.239-244

Abstract

The purpose of this study was to examine the use of Amorphophallus companulatus (AC) tuber flour in feed on the weight and length of the digestive organs of super-native chickens. This research was conducted for 8 weeks. The experimental design used was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications (P0 = feed without AC tuber flour, P1 = feed containing 5% AC tuber flour, P2 = feed containing AC tuber flour 7.5%, and P3 = feed containing 10% AC tuber flour). The results showed that the use of AC tuber flour in the super free-range chicken feed had a very significant effect (P<0.01) on the weight and length of the small intestine and significantly (P<0.05) on pancreatic weight, but had no effect (P>0 .05) against gizzard. It was concluded that AC bulbs could be used up to 10% in super-free-range chicken feed. the use of AC tuber flour as much as 7.5% in super free-range chicken feed resulted in the highest intestinal weight, intestinal length, and pancreas weight.
Pellet Quality with the Addition of Kepok Banana Peel Silage in Grower Crossbred Native Chickens Diet T. N. I. Koni; T. A. Y. Foenay
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 17, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.17.1.14-21

Abstract

Kepok banana peel is one food processing waste that can be used as poultry feedstuff. The content of fiber and tannins in banana peels limits its utilization, and the fermentation process can improve the nutritional quality of banana peels. Crossbred native chickens feed usually available in three forms mash, granules, and pellets. The nutrient content of the feed ingredients used in the manufacture of pellets will affect the quality of the pellets produced. This study aimed to examine the use of banana peel silage on pellets' physical and nutritional quality for crossbred native chickens in the grower phase. This experiment used a completely randomized design with four treatments and five replications. The four treatments were (P0) diet without banana peel silage, (P1) diet with 10% banana peel silage, (P2) diet with 20% banana peel silage, (P3) diet with 30% banana peel silage. Data were analyzed by analysis of variance and continued with Duncan's New Multiple Range Test. The results showed that the level of banana peel silage had a very significant effect (p<0.01) on the pellet durability, pellet density,  moisture content, crude fiber, and crude fat pellet. It was concluded that kepok banana peel silage up to 30% in the crossbred native chicken feed positively impacted pellet durability, density, moisture content, fat content, crude protein content, and reduced crude fiber content.
Penurunan Kadar Tanin Silase Kulit Pisang dengan Menggunakan Berbagai Aditif T. N. I. Koni; T. A. Y. Foenay
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.3.333-338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan karbohidrat mudah larut sebagai aditif terhadap kandungan tanin, bahan kering protein kasar dan lemak kasar silase kulit pisang. Metode eksperimen digunakan dalam penelitian ini dengan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan lima ulangan. Tiga perlakuan adalah (P0) silase kulit pisang tanpa aditif; (P1) silase kulit pisang dengan penambahan bekatul 5%; (P2) silase kulit pisang dengan penambahan tapioka 5%. Parameter yang diukur adalah tanin, bahan kering, dan kadar protein kasar. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan jika berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dedak padi 5% dan tapioka 5% menurunkan tanin masing-masing 41% dan 43% tanin bila dibandingkan dengan silase tanpa aditif,peningkatan kandungan protein sebesar 19,7% dan 46,4% dan peningkatan kadar lemak kasar sebesar 6,95% dan 33,3% bila dibandingkan dengan silase tanpa aditif.
Pengaruh Berbagai Aditif terhadap Kandungan Serat Kasar dan Mineral Silase Kulit Pisang Kepok: The effect of various additives on crude fiber and mineral content of kepok banana peels silage Hieronymus Yohanes Chrysostomus; Theresia Nur Indah Koni; Tri Anggarini Yuniwati Foenay
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v10i2.100

Abstract

Abstract Banana peels are rarely utilized as feedstuff alternatives due to their high content of crude fiber. Crude fiber can be reduced by biological treatment, specifically by making silage. One of the factors that influence the quality of silage is additives in the form of soluble carbohydrates. The purpose of this study was to examine crude fiber, calcium, and phosphorus banana peels silage by adding different additives. The silage of banana peel in this study used soluble carbohydrates such as rice bran, tapioca starch, and palm syrup, followed with a 21 days fermentation. This study was conducted with four treatments and five replications. The treatments were: P0 = banana peels without additives, P1 = banana peels + 5% rice bran, P2 = banana peels + 5% tapioca starch, P3 = banana peels + 5% palm syrup. Parameters measured in this study were the content of crude fiber, Ca, and P. Data were analyzed by analysis of variance and followed by Duncan's multiple range test. The results showed that the inclusion of rice bran, tapioca starch, and palm syrup by 5% reduce the crude fiber amount while also increase calcium and phosphorus levels in banana peels. The inclusion of tapioca starch as an additive by 5% had the highest reduction of crude fiber. The highest increase in calcium and phosphorus levels were obtained by adding 5% rice bran as a silage additive. The conclusion is the inclusion of soluble carbohydrates as additives not only reduce crude fiber content but also increase mineral content in banana peels. Keywords: Banana peels; Crude fiber; Calcium; Phosporus Abstrak Kulit pisang jarang dimanfaatkan sebagai bahan pakan alternatif, karena kadar serat kasar yang tinggi. Serat kasar dapat dikurangi dengan proses pengolahan biologi yaitu dengan pembuatan silase. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas silase adalah aditif silase seperti karbohidrat mudah larut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kadar serat kasar, kalsium, dan fosfor kulit pisang yang ditambahkan aditif yang berbeda. Pembuatan silase kulit pisang dalam penelitian ini menggunakan beberapa karbohidrat mudah larut seperti dedak padi, tepung tapioka dan gula air dan difermentasi selama 21 hari. Penelitian ini dilakukan dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuannya adalah: P0 = silase kulit pisang tanpa aditif, P1 = kulit pisang +5% dedak padi, P2 = kulit pisang + 5% tapioka, P3 = kulit pisang + 5% gula air. Parameter yang diukur meliputi kandungan serat kasar, Ca dan P. Data dianalisis anova dan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dedak padi, tapioka dan gula air sebanyak 5% menurunkan serat kasar, dan meningkatkan kadar kalsium dan fosfor kulit pisang. Penurunan serat kasar tertinggi tertinggi pada penggunaan tapioka sebagai aditif dan mineral kalsium dan fosfor tertinggi pada penggunaan 5% dedak padi sebagai aditif silase. Disimpulkan bahwa penggunaan karbohidrat mudah larut sebagai aditif mampu menurunkan kadar serat kasar dan meningkatkan kandungan mineral pada kulit pisang. Kata kunci: Kulit pisang; Serat kasar; Kalsium; Fosfor