Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SWAMEDIKASI PENGOBATAN NYERI GIGI DI APOTEK SAMALEWA KABUPATEN SIDRAP Hadiq, Shabran
Kieraha Medical Journal Vol 6, No 1 (2024): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v6i1.8466

Abstract

Kerusakan pada struktur gigi akibat adanya inflamasi dapat menimbulkan rasa nyeri yang sangat mengganggu. Obat-obatan golongan analgetik-antiinflamasi yang paling sering digunakan untuk swamedikasi pada nyeri gigi memiliki efek samping berupa iritasi pada lambung jika digunakan secara tidak tepat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan swamedikasi obat analgesik-antiinflamasi dalam mengatasi keluhan nyeri gigi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain survey analitik. Pendekatan cros sectional study dilakukan untuk mencari hubungan antara variable independen dengan variable dependen dengan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan swamedikasi obat nyeri gigi di Apotek Samalewa kabupaten Sidrap. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa tingkat pengetahuan responden mengenai swamedikasi obat nyeri gigi terbanyak 42,8% (kategori baik), 42,% (kategori cukup) dan 14,2% tergolong kategori kurang. Jenis obat yang banyak di gunakan untuk swamedikasi nyeri gigi adalah Asam Mefenamat sebesar 28,5%. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat penegetahuan (p=0,009) dan pendidikan (p=0,003) seseorang terhadap swamedikasi obat untuk mengatasi keluhan nyeri gigi.
PERBEDAAN PENGETAHUAN KADER POSYANDU SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PELATIHAN PEMANFAATAN APLIKASI BERBASIS ANDROID "BALITAKU SEHAT" Hasrul, Hasrul; Hasriani, ST.; Hadiq, Shabran; Hafid, Aslinda
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 10 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i10.3900-3907

Abstract

Posyandu di Indonesia secara rutin dilakukan setiap bulan untuk memantau kesehatan ibu dan anak. Beberapa permasalahan yang didapatkan di posyandu seperti kader melakukan pencatatan pelaporan status gizi balita dan penyuluhan Kesehatan secara manual, Hal ini tidak efektif dan efisien. Salah satu tugas kader adalah melakukan pencatatan dan pelaporan. Sejauh ini pencatatan dan pelaporan serta penyuluhan Kesehatan dilakukan secara manual, untuk itu kader perlu mendapat dukungan teknologi informasi guna mempermudah melaksanakan tugas tersebut.  Aplikasi Balitaku Sehat merupakan salah satu inovasi aplikasi smarphone yang digunakan untuk memudahkan kader dalam kegiatan Posyandu. Tujuan kegiatan mengetahui perbedaan keterampilan kader sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan dan pendamingan penggunaan aplikasi “Balitaku Sehat”. Metode Penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectionall. Subjek penelitian ini adalah kader Posyandu yang berada di Wilayah Kerja Pustu Arawa Kab. Sidenreng Rappang sebanyak 12 orang. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner yang diberikan sebelum dan setelah dilakukan pelatihan. Hasil: didapatkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan kader posyandu sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan dan pendampingan yaitu p=0,000 (p0,05).  Kader yang memiliki pengetahuan baik meningkat menjadi 100%. Sebelum dilakukan pelatihan, kader yang memiliki pengetahuan baik adalah 20%. Kenaikan skor pengetahuan kader sebesar 80%. Terdapat perbedaan pengetahuan kader setelah dilakukan pelatihan penggunaan aplikasi Balitaku Sehat.
Sosialisasi Cara Menyimpan Dan Membuang Obat Di Kelurahan Kampung Pisang Kecamatan Soreang Kota Parepare Lidiawati, Dewi; Fitriani; Hadiq, Shabran; Sirajuddin, Washliaty; Bunyanis, Fitriana; Hakim, Reny Anggriany; Mubarak, Syahrul
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan obat yang tepat di tingkat rumah tangga merupakan hal yang penting untuk menjaga efektivitas pengobatan serta mencegah dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Namun, kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai cara menyimpan dan membuang obat dengan benar masih menjadi permasalahan yang umum ditemukan. Untuk itu, telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi di Kelurahan Kampung Pisang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penanganan obat secara aman. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk ceramah, diskusi interaktif, dan simulasi praktis, dengan melibatkan 45 peserta dari kalangan masyarakat umum. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test. Sebagian besar peserta mampu memahami cara menyimpan obat di tempat yang sesuai dan mengetahui metode yang aman untuk membuang obat kedaluwarsa. Sosialisasi ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan obat di rumah, serta menjadi langkah awal dalam upaya pencegahan pencemaran lingkungan akibat limbah farmasi rumah tangga. Keberlanjutan edukasi dan dukungan dari lintas sektor menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan sadar obat.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL BERDASARKAN DIMENSI KETEPATAN CARA PENGGUNAAN Rahmasiah; Shabran Hadiq; Washliaty Sirajuddin
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 3 No. 2 (2024): JURNAL FARMASI IKIFA VOL.3 NO.2 JULI TAHUN 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to evaluate the use of traditional medicine in Lautang Benteng Village, Sidenreng Rappang Regency. The research was carried out from 09 August 2022 to 09 September 2022 in Lautang Benteng Village, Maritengngae District, Sidenreng Rappang Regency. The type of research used in this research is the Quantitative Method, while the sampling technique in this research uses purposive sampling where the number of respondents used is 25 respondents, namely the people of Lautang Benteng Village who have met the criteria. Primary data in this research was obtained by distributing questionnaires to respondents while being given instructions for filling in to avoid errors in filling in the questionnaire. What was done next was Data Entry, Data Management, then Analysis. The criteria for respondents are divided into several characteristics, namely based on gender, consisting of 9 men with a percentage of 36% and 16 women with a percentage of 64%. Characteristics based on age, aged 12-25 years are 9 people with a percentage of 36 %, those aged 26-45 years were 6 people with a percentage of 24%, and those aged 46 years and over were 10 people with a percentage of 40%. Based on the research results in accordance with the problem formulation, it can be concluded that the evaluation of the use of traditional medicines by the community is based on dimensions The accuracy of using traditional medicines is 76%.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK SABUN PADAT MINYAK ATSIRI LEMON EUCALYPTUS (Eucalyptus Citriodora) DENGAN BASIS VCO (Virgin Coconut Oil) Rahmasiah; Shabran Hadiq; Rustam T; Mutiyah Rahmah Elpis
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.3 No.2 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahan pembersihan kulit yang paling umum digunakan adalah air. Namun air saja tidak cukup mengangkat semua jenis kotoran. Pembersih dengan menambahkan surfaktan memiliki daya bersih kuat. Surfaktan adalah bahan- bahan yang memperbaiki daya pembersih air karena memperbesar daya pembasah kulit serta mencegah partikel- partikel kotoran melekat pada kulit dengan jalan mengemulsinya, melarutkannya, dan mendispersikannya. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat organoleptis (aroma, warna, dan tekstur ), pH dan kadar air sabun padat Minyak Atsiri Lemon Eucalyptus (Eucalyptus Citriodora) dengan basis VCO (Virgin Coconut Oil). Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Pada penelitian ini  dilakukan pengujian stabilitas fisik sediaan sabun mandi padat dari masing-masing konsentrasi minyak lemon eucalyptus (Eucalyptus Citriodora). Dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Minyak atsiri Lemon Eukaliptus (Eucalyptus Citriodora) dapat di formulasikan daIam sediaan sabun mandi padat dengan konsentrasi bahan aktif 1%, 2% dan 3%., Hasil pengamatan organoleptik menunjukkan bahwa, sabun yang di hasilkan pada F1, F2 dan F3 sama-sama berwarna putih susu. Uji bau sediaan menunjukkan bahwa semua formulasi memiIiki bau khas minyak atsiri dan memliki bentuk sediaan yang padat, pH sedian sabun padat adalah 9 dan  memenuhi syarat mutu  SNI  yaitu 9-11 dan Kadar air sedian sabun padat Lemon Eukaliptus (Eucalyptus Citriodora) memenuhi syarat mutu SNI  yaitu ≤15%.
Comparative Pharmacoeconomic Study of Proton Pump Inhibitors in Gastritis Treatment Using Cost Minimization Approach Hakim, Reny Anggriany; Hadiq, Shabran; Jannah, Raudhatul; Umi, Sri
Journal of Pharmaceutical and Health Research Vol 6 No 3 (2025): October 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jharma.v6i3.7012

Abstract

Gastritis is an inflammatory condition of the gastric mucosa with varying degrees of severity, ranging from mild asymptomatic cases to more severe forms associated with significant morbidity. The condition may be influenced by multiple factors, including dietary habits that stimulate gastric acid secretion, irregular eating patterns, infections, psychological stress, alcohol consumption, and the use of certain medications such as nonsteroidal anti-inflammatory drugs and corticosteroids. Cost Minimization Analysis (CMA) is a pharmacoeconomic approach applied to compare therapeutic alternatives that have equivalent clinical effectiveness by identifying the option with the lowest direct medical cost. Meanwhile, studies examining real-world cost efficiency at the level of primary care services or private community pharmacies remain relatively limited and underreported. Therefore, this study aims to analyze the cost of PPI use in gastritis patients at Fella Farma Pharmacy in 2023 using the Cost Minimization Analysis (CMA) approach. The results of this study are expected to determine PPI alternatives with the lowest therapy costs as a basis for decision-making in more efficient and rational pharmaceutical services. This study conceptualizes that the use of proton pump inhibitors, specifically omeprazole and lansoprazole, influences the total therapy costs incurred by patients. The choice of PPI is assumed to affect overall treatment expenses as reflected in retrospective medical record data from Fella Farma Pharmacy in 2023. This study used a quantitative research design with retrospective data collection using medical records obtained from Fella Farma Pharmacy for the year 2023.A sample of 52 patients who met the inclusion and exclusion criteria at the Fella Farma Clinical Pharmacy in 2023. The data obtained were then analyzed for minimum costs to determine the lowest cost of treatment between Omeprazole (patent brand x) and Lansoprazole (patent brand y). The results of the study showed that the use of Proton Pump Inhibitor (PPI) drugs that had the lowest cost was omeprazole with an average total cost of IDR 351,000/patient compared to lansoprazole with an average total cost of IDR 514,000/patient.
Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Pengobatan pada Pasien Hipertensi di Apotek Izi Kabupaten Sidrap: Analysis of The Relationship Between Knowledge Level and Medication Adherence in Hypertension Patiens at Izi Pharmacy Sidrap Regency Shabran Hadiq; Washliaty Sirajuddin; Rahmasiah; Annisha Mellani
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 7 No. 02 (2024): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v7i02.3492

Abstract

Uncontrolled blood pressure can result from noncompliant hypertension treatment. A person's degree of drug tolerance or acceptance might dictate social influences, including medication adherence. This study aims to determine the relationship between knowledge level and medication adherence in hypertension patients at IZI Pharmacy, Sidrap Regency. Using a cross-sectional approach and purposive sampling, this quantitative descriptive study included 62 respondents. Data were collected from May to June 2024 through demographic questionnaires, the Hypertension Fact Questionnaire (HFQ), and the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). The results showed that most patients' knowledge level was moderate, with 24 respondents (38.7%). Meanwhile, the highest level of medication adherence was low, with 31 respondents (50.0%). Data analysis indicated a significant relationship between knowledge level and medication adherence, with a p-value of 0.001 (p < 0.05). This study concludes that increased knowledge about hypertension is associated with improved medication adherence in hypertension patients.   ABSTRAK Pengobatan hipertensi yang tidak patuh dapat menyebabkan tekanan darah tidak terkontrol. Pengaruh sosial, seperti kepatuhan pengobatan, dapat ditentukan oleh tingkat toleransi atau penerimaan seseorang terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan pengobatan pasien hipertensi di Apotek Izi Kabupaten Sidrap. Penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional, dengan pengambilan sampel secara purposive sampling yang terdiri dari 62 responden. Data dikumpulkan pada bulan Mei-Juni 2024 melalui kuesioner demografi, kuisioner pengetahuan Hypertension Fact Questionnaire (HFQ), dan kuisioner kepatuhan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien paling banyak berada pada kategori sedang dengan 24 responden (38,7%). Sementara itu, tingkat kepatuhan pengobatan pasien terbanyak berada pada kategori rendah sejumlah 31 responden (50,0%). Analisis data menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan pengobatan dengan nilai p sebesar 0,001 (p < 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan tentang hipertensi berhubungan dengan peningkatan kepatuhan terhadap pengobatan pada pasien hipertensi.
Enhancing Public Understanding of Self-Medication through The Android-Based “E-Farmasi” Application at Alif Pharmacy, Sidrap Regency Shabran Hadiq; Dewi Lidiawati; Reny Anggriany Hakim; Hasrul Hasrul
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 8 No. 02 (2025): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v8i02.4410

Abstract

Self-medication is defined as the practice of treating minor ailments without a doctor’s prescription, which, if not carried out properly, may pose significant health risks. A lack of understanding regarding the appropriate use of medicines remains a major challenge in self-medication practices. This study aims to analyze the effect of utilizing the Android-based “E-Farmasi” application on public understanding of self-medication, implemented at Alif Pharmacy, Sidrap Regency. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental method, using a pretest–posttest design involving 53 respondents who met the inclusion and exclusion criteria. The results demonstrated that the mean understanding scores of respondents before and after the intervention were 7.00±0.94 and 9.21±0.99, respectively, with a p-value of 0.000 < 0.05 based on the Wilcoxon Signed Rank Test. These findings indicate a significant effect on respondents’ understanding of independent medication use after utilizing the application. The educational and interactive features of “E-Farmasi” proved effective in providing accurate and easily accessible information regarding drug types, dosages, and side effects. This study recommends further development of the application as a practical and modern public health education strategy, with future research conducted across multiple pharmacies.
Pengembangan Aplikasi Swamedikasi E-Farmasi Dengan Metode MADLC Hasrul Hasrul; Shabran Hadiq; Dewi Lidiawati; Reny Anggraeny
JURNAL PETISI (Pendidikan Teknologi Informasi) Vol. 7 No. 3 (2026): JURNAL PETISI (Pendidikan Teknologi Informasi)
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpetisi.v7i3.3878

Abstract

Tingginya praktik swamedikasi di masyarakat memerlukan media edukasi yang mampu menyediakan informasi obat dan penyakit secara akurat, mudah diakses, dan mendukung penggunaan obat yang rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi kelayakan aplikasi E-Farmasi berbasis Android sebagai media edukasi swamedikasi dan sumber informasi kefarmasian bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan Mobile Application Development Life Cycle (MADLC). Evaluasi aplikasi dilakukan melalui black box testing, uji coba kepada 30 responden masyarakat umum, serta expert judgment oleh 3 orang ahli untuk menilai aspek teknis, kemudahan penggunaan, dan kelayakan konten. Hasil black box testing menunjukkan seluruh fitur aplikasi berjalan sesuai spesifikasi dengan tingkat keberhasilan 100%. Uji coba terhadap 30 responden juga menunjukkan seluruh aspek yang dinilai memperoleh tingkat keberhasilan 100%, meliputi kemudahan instalasi, proses login, navigasi, penyajian informasi penyakit, panduan swamedikasi, serta kemudahan memperoleh informasi obat dan penyakit. Hasil expert judgment memperlihatkan bahwa seluruh aspek teknis, tampilan antarmuka, navigasi, akurasi informasi, fungsi pencarian, dan kelayakan aplikasi memperoleh penilaian 100% layak dari seluruh ahli. Temuan ini menunjukkan bahwa aplikasi mampu memberikan informasi kefarmasian yang mudah dipahami dan mendukung praktik swamedikasi yang lebih aman. Aplikasi E-Farmasi berbasis Android memiliki fungsionalitas yang sangat baik, mudah digunakan, dan dinilai layak oleh pengguna maupun tim ahli sebagai media edukasi dan informasi kefarmasian.
Pengaruh Penggunaan Obat Tradisional Terhadap Kualitas Hidup Masyarakat Penderita Penyakit Kronis Desa Bilalange Kelurahan Lemoe Kota Parepare Hafsayani Hafsayani; Wahyuni L Ode; Shabran Hadiq
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4534

Abstract

Penyakit kronis merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan berdampak signifikan pada penurunan kualitas hidup penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan obat tradisional terhadap kualitas hidup masyarakat penderita penyakit kronis di Desa Bilalange, Kelurahan Lemoe, Kota Parepare. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 77responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi penderita penyakit kronis di wilayah kerja Puskesmas Lemoe. Data penggunaan obat tradisionaldikumpulkan melalui kuesioner terstruktur, sementara kualitas hidup diukur menggunakan instrumen. Short Form-36(SF-36). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan obat tradisional sebagai terapi pendamping untuk meredakan gejala dan meningkatkan kebugaran. Terdapat korelasi positif yang signifikan antara penggunaan obat tradisional yang rasional dengan peningkatan skor domainkualitas hidup responden (p < 0,05). Analisis menunjukkan bahwa integrasi obat tradisional yang terkontrol memberikan kontribusi terhadap perbaikan kualitas hidup fisik dan psikologis penderita penyakit kronis. Secara keseluruhan, penggunaan obat tradisional secara terukur berpengaruh positif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat penderita penyakit kronis di wilayah tersebut.