Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Cost-effectiveness analysis of metformin and metformin-glimepiride in patients with type 2 diabetes at nene mallomo sidrap general hospital Hadiq, Shabran; Supadmi, Woro; Perwitasari, Dyah Aryani
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 19 No. 2: September 2022
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v19i2.21608

Abstract

Metformin and metformin-glimepiride are cost-effective therapy options and are most commonly prescribed to treat type 2 diabetes mellitus (DM). This study aims to determine the cost-effectiveness of using metformin and metformin-glimepiride in patients with type 2 DM at Nene Mallomo Sidenreng Rappang General Hospital. This analytical descriptive observational research employed a retrospective cohort design. The data of type 2 DM patients, new and old patients, were obtained from the medical record unit. The target population was data of outpatients for the period January-December 2019. The parameter of the therapeutic effectiveness is the random blood sugar levels of the patients after receiving treatment. The data on cost from the hospital perspective were obtained from the administration and finance unit. Cost-effectiveness analysis employed calculations of the average cost-effectiveness ratio (ACER) and the incremental cost-effectiveness ratio (ICER). Meanwhile, the risk ratio (RR) employed the analytical chi-squared method to determine the relationship between the two types of therapies and their effectiveness. This study has revealed that 30 patients met the inclusion criteria; 14 patients received metformin therapy and 16 patients received metformin-glimepiride therapy. Metformin therapy is more effective (64.29%) and more costly (IDR120,736). The metformin's ACER value is 1877.99, and its ICER value is -3107.26. The cost-effectiveness analysis has revealed that metformin therapy is more cost-effective than metformin-glimepiride therapy. Meanwhile, the chi-squared analysis has discovered no relationship between the two therapies and their effectiveness. The RR value of 1.080 concludes that metformin has 1.080 as much therapeutic effectiveness as the metformin-glimepiride.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SWAMEDIKASI PENGOBATAN NYERI GIGI DI APOTEK SAMALEWA KABUPATEN SIDRAP Hadiq, Shabran
Kieraha Medical Journal Vol 6, No 1 (2024): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v6i1.8466

Abstract

Kerusakan pada struktur gigi akibat adanya inflamasi dapat menimbulkan rasa nyeri yang sangat mengganggu. Obat-obatan golongan analgetik-antiinflamasi yang paling sering digunakan untuk swamedikasi pada nyeri gigi memiliki efek samping berupa iritasi pada lambung jika digunakan secara tidak tepat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan swamedikasi obat analgesik-antiinflamasi dalam mengatasi keluhan nyeri gigi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain survey analitik. Pendekatan cros sectional study dilakukan untuk mencari hubungan antara variable independen dengan variable dependen dengan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan swamedikasi obat nyeri gigi di Apotek Samalewa kabupaten Sidrap. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan bahwa tingkat pengetahuan responden mengenai swamedikasi obat nyeri gigi terbanyak 42,8% (kategori baik), 42,% (kategori cukup) dan 14,2% tergolong kategori kurang. Jenis obat yang banyak di gunakan untuk swamedikasi nyeri gigi adalah Asam Mefenamat sebesar 28,5%. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat penegetahuan (p=0,009) dan pendidikan (p=0,003) seseorang terhadap swamedikasi obat untuk mengatasi keluhan nyeri gigi.
Enhancing Public Understanding of Self-Medication through The Android-Based “E-Farmasi” Application at Alif Pharmacy, Sidrap Regency Shabran Hadiq; Lidiawati, Dewi; Hakim, Reny Anggriany; Hasrul, Hasrul
Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product Vol. 8 No. 02 (2025): Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijpnp.v8i02.4410

Abstract

Self-medication is defined as the practice of treating minor ailments without a doctor’s prescription, which, if not carried out properly, may pose significant health risks. A lack of understanding regarding the appropriate use of medicines remains a major challenge in self-medication practices. This study aims to analyze the effect of utilizing the Android-based “E-Farmasi” application on public understanding of self-medication, implemented at Alif Pharmacy, Sidrap Regency. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental method, using a pretest–posttest design involving 53 respondents who met the inclusion and exclusion criteria. The results demonstrated that the mean understanding scores of respondents before and after the intervention were 7.00±0.94 and 9.21±0.99, respectively, with a p-value of 0.000 < 0.05 based on the Wilcoxon Signed Rank Test. These findings indicate a significant effect on respondents’ understanding of independent medication use after utilizing the application. The educational and interactive features of “E-Farmasi” proved effective in providing accurate and easily accessible information regarding drug types, dosages, and side effects. This study recommends further development of the application as a practical and modern public health education strategy, with future research conducted across multiple pharmacies.
PERBEDAAN PENGETAHUAN KADER POSYANDU SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN PELATIHAN PEMANFAATAN APLIKASI BERBASIS ANDROID "BALITAKU SEHAT" Hasrul, Hasrul; Hasriani, ST.; Hadiq, Shabran; Hafid, Aslinda
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 10 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i10.3900-3907

Abstract

Posyandu di Indonesia secara rutin dilakukan setiap bulan untuk memantau kesehatan ibu dan anak. Beberapa permasalahan yang didapatkan di posyandu seperti kader melakukan pencatatan pelaporan status gizi balita dan penyuluhan Kesehatan secara manual, Hal ini tidak efektif dan efisien. Salah satu tugas kader adalah melakukan pencatatan dan pelaporan. Sejauh ini pencatatan dan pelaporan serta penyuluhan Kesehatan dilakukan secara manual, untuk itu kader perlu mendapat dukungan teknologi informasi guna mempermudah melaksanakan tugas tersebut.  Aplikasi Balitaku Sehat merupakan salah satu inovasi aplikasi smarphone yang digunakan untuk memudahkan kader dalam kegiatan Posyandu. Tujuan kegiatan mengetahui perbedaan keterampilan kader sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan dan pendamingan penggunaan aplikasi “Balitaku Sehat”. Metode Penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectionall. Subjek penelitian ini adalah kader Posyandu yang berada di Wilayah Kerja Pustu Arawa Kab. Sidenreng Rappang sebanyak 12 orang. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner yang diberikan sebelum dan setelah dilakukan pelatihan. Hasil: didapatkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan kader posyandu sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan dan pendampingan yaitu p=0,000 (p0,05).  Kader yang memiliki pengetahuan baik meningkat menjadi 100%. Sebelum dilakukan pelatihan, kader yang memiliki pengetahuan baik adalah 20%. Kenaikan skor pengetahuan kader sebesar 80%. Terdapat perbedaan pengetahuan kader setelah dilakukan pelatihan penggunaan aplikasi Balitaku Sehat.
Sosialisasi Cara Menyimpan Dan Membuang Obat Di Kelurahan Kampung Pisang Kecamatan Soreang Kota Parepare Lidiawati, Dewi; Fitriani; Hadiq, Shabran; Sirajuddin, Washliaty; Bunyanis, Fitriana; Hakim, Reny Anggriany; Mubarak, Syahrul
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan obat yang tepat di tingkat rumah tangga merupakan hal yang penting untuk menjaga efektivitas pengobatan serta mencegah dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Namun, kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai cara menyimpan dan membuang obat dengan benar masih menjadi permasalahan yang umum ditemukan. Untuk itu, telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi di Kelurahan Kampung Pisang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penanganan obat secara aman. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk ceramah, diskusi interaktif, dan simulasi praktis, dengan melibatkan 45 peserta dari kalangan masyarakat umum. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test. Sebagian besar peserta mampu memahami cara menyimpan obat di tempat yang sesuai dan mengetahui metode yang aman untuk membuang obat kedaluwarsa. Sosialisasi ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan obat di rumah, serta menjadi langkah awal dalam upaya pencegahan pencemaran lingkungan akibat limbah farmasi rumah tangga. Keberlanjutan edukasi dan dukungan dari lintas sektor menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan sadar obat.