Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : REKA RACANA

Analisis Kebutuhan Kapasitas Fondasi Piled Raft Studi Kasus Pegadaian Tower, Jakarta Pusat Aditia Febriansya; Iskandar Iskandar; Agus Suyono; Nida Amalia Sholehah; Nisa Handayani
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 3: November 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i3.165

Abstract

ABSTRAKPada artikel ini akan dibahas analisis kapasitas fondasi rakit dengan tambahan fondasi tiang (piled raft) pada Pegadaian Tower, Jakarta Pusat. Analisis dilakukan berdasarkan SNI 8460:2017 yaitu fondasi harus memenuhi persyaratan kekuatan terhadap gaya vertikal maupun horizontal dengan faktor keamanan yang mencukupi. Berdasarkan hasil penyelidikan tanah, Pegadaian Tower berada di atas lapisan tanah lunak hingga kedalaman 20 meter, terdapat lapisan lensa tanah, dan tidak ditemukan lapisan tanah keras dengan N > 60 hingga kedalaman 80 meter, sehingga dipilih jenis fondasi piled raft. Metodologi analisis dimulai dengan menentukan pembebanan berdasarkan standar yang berlaku, melakukan analisis kapasitas fondasi raft dan bored pile. Berdasarkan hasil perancangan, didapat diameter bored pile dengan diameter 1,2-meter pada kedalaman 35-meter dan daya dukung aksial sebesar 3928,87, dibutuhkan sebanyak 220 tiang, sehingga menghasilkan daya dukung 468.628,28 kN (81,848%). Daya dukung fondasi raft sebesar 54,25 kN/m2 (18,15%) dengan ketebalan 1,6 meter.Kata kunci: piled raft, bored pile, daya dukung fondasi, penurunan fondasiABSTRACTIn this article, we will discuss the analysis of the capacity of the piled-raft foundation at Pegadaian Tower, Central Jakarta. The analysis was carried out based on SNI 8460: 2017, namely the foundation must meet the strength requirements for vertical and horizontal forces with an adequate safety factor. Based on soil investigation, Pegadaian Tower stood on top of a soft soil layer up to a depth of 20 meters, there is a layer of soil lenses, and no hard soil layer with N > 60 is found up to a depth of 80 meters, so the piled raft foundation type was chosen. Methodological analysis begins with determining the loading based on applicable standards, analyzing the capacity of raft foundations and bored piles. Based on the results, bored pile diameter with a diameter of 1.2-meters at a depth of 35-meters and an axial carrying capacity of 3928,87 kN, 220 piles are needed, resulting in a carrying capacity of 468.628,28 kN (81,848%). The bearing capacity of the raft foundation is 54,25 kN/m2 (18,15%) with a thickness of 1,6 meters.Keywords: piled raft, bored pile, foundation bearing capacity, foundation settlement
Evaluasi dan Peningkatan Kapasitas Struktur Bangunan Gedung Pendidikan pada Salah Satu Institusi Pendidikan di Bandung Akibat Sesar Lembang Salistia, Astri Salistia; Hamdan, Salman Faishal; Somantri, Andri Krisnandi; Febriansya, Aditia
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 3: November 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i3.159

Abstract

ABSTRAKSebuah gedung pendidikan di suatu Institusi di Bandung merupakan salah satu gedung tua yang berumur hampir mencapai umur rencana gedung, yaitu 50 tahun. Pada saat perencanaannya, gedung ini didesain dengan menggunakan perarturan yang berlaku pada saat itu. Seiring perkembangan peraturan dalam konstruksi di Indonesia, peraturan tersebut diperbarui menjadi peraturan dan standar yang mutakhir. Berdasarkan SNI 1726-2019, Gedung ini termasuk kategori situs dekat sesar karena berjarak sekitar 8,6 km dari Sesar Lembang yang aktif dengan potensi gempa mencapai 6,596 Mw.  Sehingga perlu dievaluasi berdasarkan peraturan SNI 1726-2019. Berdasarkan hasil investigasi lapangan, analisa dan evaluasi terdapat 9,73% balok yang tidak memenuhi persyaratan kapasitas lentur, 2,51% balok yang tidak memenuhi persyaratan kapasitas geser dan 56,3% kolom yang tidak memenuhi kapasitas aksial lentur. Kemudian elemen struktur tersebut akan didesain perkuatannya dengan menggunakan fiber reinforced polymer untuk balok dan concrete jacketing untuk kolom. Perkuatan lentur dan geser balok menggunakan tiga tipe CFRP dengan rentang lapisan sebanyak 1 sampai 3 lapis. Sedangkan untuk kolom dilakukan penebalan dimensi sebesar 200 mm dengan penambahan tulangan baru sebanyak 8D22 dan D10-100. Sedangkan untuk struktur bawah, setelah dilakukan evaluasi dengan peraturan baru dan akibat dari peningkatan kapasitas pada struktur atas, fondasi eksisting memenuhi persyaratan sehingga tidak perlu untuk dilakukan perkuatan.Kata kunci: concrete jacketing, FRP, sesar Lembang ABSTRACKAn educational building in one of Institution in Bandung which is almost the age of the building's design, namely 50 years. The building was designed PPIUG 1983 and PPTGIUG 1983 regulations. The regulations of the construction in Indonesia were developed, so these regulations have been updated with the latest regulations or Indonesia National Standards. Based on the results of testing, analysis and evaluation, there were 9,73% of beams that did not meet the bending capacity requirements and 2,51% of beams that did not meet the shear capacity requirements and 56,3% of columns that did not meet the axial and bending capacity requirements. And then the structural element will be designed to be strengthened using fiber reinforced polymer for beams and concrete jacketing for columns. The bending and shear strengthening of the beam uses three types of CFRP, from 1 to 3 layers. The dimensions of the columns were thickened by 200 mm with adding the new bar reinforcement of 8D22 and D10-100. Meanwhile, for the lower structure, after evaluation with the new regulations and the results of the post-capacity increase in the upper structure, existing foundations meet the requirements so there is no need for structure strengthening.Keywords: concrete jacketing, FRP, Lembang fault