Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Perbandingan Latihan Passing Bawah Bergantian dengan Bermain Terhadap Peningkatan Keterampilan Passing Bawah Bola Voli Eti Sugianti; Hendra Rustiawan; Risma Risma
Jurnal Keolahragaan Vol 8, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v8i2.9630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh latihan passing bawah bergantian dengan bermain pada cabang olahraga bola voli. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan “pre test post test design”. Populasi dan sampel penelitian ini adalah siswa SMK Bina Putra Banjar yang berjumlah 30 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes passing bawah (Nurhasan, 2014). Berdasarkan analisis data menggunakan SPSS 22, hasil pengolahan data menunjukkan bahwa latihan passing bawah bergantian lebih besar pengaruhnya dibandingkan dengan latihan passing bawah bermain terhadap peningkatan keterampilan passing bawah pada siswa SMK Bina Putra Banjar. Saran: Latihan untuk meningkatkan passing bawah sebaiknya menggunakan metode latihan passing bawah bergantian sedangkan passing bawah bermain sebagai alternatif latihan dengan tujuan adanya variasi latihan.
Social Capital Integration Model Training in Physical Education and Sports Syarifatunnisa Syarifatunnisa; Anira Anira; Amung Ma'mun; Suherman Slamet; Risma Risma
Indonesian Journal of Community Services in Engineering & Education (IJOCSEE) Vol 3, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This training aims to disseminate information about the meaning of student involvement in physical education activities that can be used as development instruments, especially for developing social capital, which is a provision in navigating life throughout their lives. Increasing teachers' understanding of the learning process in schools makes physical education activities a social movement with more advantages for the government and society to realize the community's social life as expected. This training was held at the Auditorium of the Graduate School, Universitas Pendidikan Indonesia. The result of this training is that the participants are able to design the Social Capital Integration Model program in the Guidance and Development of Physical Education and Sports in the learning process. This training is an initial step to introduce participants to how to create a program to achieve the learning objectives.
Hubungan Durasi Tidur dan Perilaku Sedentari dengan Body Mass Index pada Siswa SMA Negeri 3 Ciamis Krisbi Sara; Risma Risma; Nana Sutisna
JTIKOR (Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan) Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Terapan Ilmu Keolahragaan
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan - Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jtikor.v5i2.27960

Abstract

Indonesia seperti negara berkembang lainnya mengalami permasalahan obesitas pada remaja. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab terjdinya obesitas  diantaranya adalah durasi tidur dan perilaku sedentari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara durasi tidur dan perilaku sedentari dengan body mass index pada siswa SMA Negeri 3 Ciamis. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Correlational. Sampel berjumlah 36 orang siswa SMA di Kabupaten Ciamis. Instrumen yang digunakan untuk mengukur durasi tidur dan perilaku sedentari adalah alat ActivPal, sedangkan untuk mengukur body mass index adalah dengan pengukuran tinggi badan dan berat badan siswa. Berdasarkan hasil analisis data, deskripsi, pengujiam hasil penelitian, dan hasil analisis korelasi pearson product moment rx1y = -0,264, bahwa terdapat hubungan negatif antara durasi tidur dengan body mass index dengan kekuatan sangat rendah. rx2y = 0,008, bahwa terdapat hubungan positif antara perilaku sedentari dengan body mass index dengan kekuatan sangat rendah. Sedangkan hasil analisis regresi linear multiples dengan hasil rx12y = 0,339, bahwa terdapat hubungan antar durasi tidur dan perilaku sedentari dengan body mass index.
Literature Review: Biomekanika Counter Movement Jump dan Squat Jump sebagai Pengukuran Vertical Jump Hendra Rustiawan; Alen Rismayadi; Risma Risma
Jurnal Keolahragaan Vol 12, No 2 (2026): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v12i2.25314

Abstract

This study aims to review and synthesize previous research findings on the biomechanical characteristics of the Countermovement Jump (CMJ) and Squat Jump (SJ) as methods for measuring vertical jump performance. This study employed a literature review approach by examining scientific articles retrieved from the Scopus, Web of Science, PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, and Google Scholar databases. The selected literature met the inclusion criteria of discussing the biomechanics of CMJ and SJ, biomechanical variables related to vertical jump performance, and being published in reputable scientific journals. The collected data were analyzed using a content analysis approach and synthesized narratively to provide a comprehensive overview of the existing evidence. The review findings indicate that the Countermovement Jump generally produces greater jump performance than the Squat Jump due to its utilization of the stretch-shortening cycle (SSC), which enhances force production and explosive power. In contrast, the Squat Jump primarily reflects pure concentric muscle contraction, making it an effective assessment for evaluating lower-limb explosive strength without the influence of elastic energy storage. The biomechanical analysis of both jump tests includes several key parameters, such as ground reaction force, peak power, impulse, rate of force development (RFD), take-off velocity, and movement coordination. Furthermore, advances in biomechanical assessment technologies, including force plates, motion capture systems, and inertial measurement units (IMUs), have substantially improved measurement accuracy and contributed to athlete performance evaluation, neuromuscular fatigue monitoring, and evidence-based training program development. In conclusion, the Countermovement Jump and Squat Jump are valid, reliable, and complementary methods for assessing vertical jump performance in biomechanical analyses. The combined use of both tests provides a more comprehensive evaluation of muscular strength, explosive power, stretch-shortening cycle efficiency, and neuromuscular function. Therefore, both assessment methods are recommended as valuable tools for biomechanical research, athletic performance evaluation, training adaptation monitoring, and injury rehabilitation.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mensintesis hasil-hasil penelitian mengenai karakteristik biomekanika counter movement jump dan squat jump sebagai metode pengukuran vertical jump. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah berbagai artikel ilmiah yang diperoleh dari basis data Scopus, Web of Science, PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, dan Google Scholar. Literatur dipilih berdasarkan kriteria inklusi berupa artikel yang membahas biomekanika CMJ dan SJ, variabel biomekanika vertical jump, serta dipublikasikan pada jurnal ilmiah bereputasi. Data dianalisis menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis) dan disintesis secara naratif untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa counter movement jump menghasilkan performa lompatan yang lebih tinggi dibandingkan squat jump karena memanfaatkan mekanisme stretch-shortening cycle (SSC) yang meningkatkan produksi gaya dan daya eksplosif. Sebaliknya, squat jump lebih menggambarkan kemampuan kontraksi konsentrik murni sehingga efektif digunakan untuk mengevaluasi kekuatan eksplosif otot tanpa pengaruh energi elastik. Analisis biomekanika kedua metode meliputi berbagai parameter, seperti ground reaction force, peak power, impuls, rate of force development, take-off velocity, dan koordinasi gerak. Perkembangan teknologi, seperti force plate, motion capture, dan inertial measurement unit (IMU), semakin meningkatkan akurasi pengukuran serta mendukung evaluasi performa atlet, pemantauan kelelahan neuromuskular, dan penyusunan program latihan berbasis bukti. Kesimpulan: counter movement jump dan squat jump merupakan metode pengukuran vertical jump yang valid, reliabel, dan saling melengkapi dalam analisis biomekanika. Penggunaan kedua tes secara bersamaan memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai kekuatan, daya ledak, efisiensi stretch-shortening cycle, dan fungsi neuromuskular. Oleh karena itu, kedua metode direkomendasikan sebagai instrumen evaluasi dalam penelitian biomekanika, pembinaan olahraga prestasi, pemantauan adaptasi latihan, dan rehabilitasi cedera.
Pengaruh Latihan Beban Menggunakan Metode Piramid Set Terbalik Dan Drop Set Terhadap Peningkatan Daya Tahan Otot Tungkai Yusup Hidayatuloh; Risma Risma; Ucu Abdul Ropi; Hendra Rustiawan; Isna Daniyati Nursasih
Jurnal Keolahragaan Vol 11, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v11i1.19895

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of reverse pyramid set and drop set training methods on increasing leg muscle endurance, and comparing the two to determine which method is more effective. The study used a Two-Group Pretest-Posttest experimental design, with a sample of 17 volleyball extracurricular students at SMAN 1 Rancah. The research program was conducted for 12 meetings with half squat training material according to the method of each group. The instrument used to measure leg muscle endurance is the Wall Sit Test. The results of the analysis using SPSS version 25, Paired Sample t-test showed that the reverse pyramid set method (Sig. = 0.000) and drop set (Sig. = 0.036) both provided significant improvement. However, the Independent Sample t-test results (Sig. = 0.843) showed no significant difference between the two methods. Thus, both training methods are effective and provide comparable results. This finding can be used as a reference in the preparation of physical exercise programs. Future research is recommended to involve a larger sample and additional variables for more in-depth results.
Pengaruh Latihan Box Jump dan Naik Turun Tangga Terhadap Power Otot Tungkai Riswan Taufik Ramadhan; Risma Risma; Muhammad Nurzaman
Jurnal Keolahragaan Vol 10, No 3 (2024): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v10i3.20430

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the effect of box jump and stair climbing exercises on leg muscle power improvement. The method used is an experiment with a Two Groups Pretest-Posttest Design. The population in this study is extracurricular sports participants at MTS Al-Aziz, with a sample size of 33 people determined through purposive sampling. The instrument used to measure lower limb muscle power was the vertical jump test. The results of the hypothesis test showed that box jump training had a significant effect on improving lower limb muscle power with a t-value of -15.209, df = 32, and significance of 0.000. Stair climbing exercise also showed a significant effect with a t-value of -1.209, df = 32, and significance of 0.000. Meanwhile, the third hypothesis test showed a significant difference between the two types of exercises on lower limb muscle power with a significance of 0.000. This study concluded that both types of exercises are effective but have different effects. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan box jump dan naik turun tangga terhadap peningkatan power otot tungkai. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain Two Groups Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta ekstrakurikuler olahraga di MTS Al-Aziz, dengan jumlah sampel sebanyak 33 orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur power otot tungkai adalah tes vertical jump. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa latihan box jump memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan power otot tungkai dengan nilai t sebesar -15.209, df = 32 dan signifikansi 0.000. Latihan naik turun tangga juga menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan nilai t sebesar -1.209, df = 32 dan signifikansi 0.000. Sementara itu, uji hipotesis ketiga menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara kedua jenis latihan tersebut terhadap power otot tungkai dengan nilai signifikansi 0.000. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua jenis latihan efektif, namun memiliki pengaruh yang berbeda.
Pengaruh Latihan Roll Out dan Barbell Roll-Out Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Perut Abu Seri; Risma Risma; Asep Ridwan Kurniawan; Ruli Sugiawardana
Jurnal Keolahragaan Vol 8, No 3 (2022): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v8i3.20166

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh latihan roll-out dan barbell roll-out  terhadap peningkatan kekuatan otot perut. Populasi yang digunakan yaitu siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler futsal di SMK Miftahussalam Kabupaten Ciamis yang berjumlah keseluruhan 24 orang siswa. Kemudian dibagi dua menjadi dua kelompok yang masing-masing 12 orang siswa masuk pada kelompok roll-out dan 12 orang kelompok barbell roll out. Teknik pengambilan sampel penelitian yaitu total sampling. Alat ukur atau instrument test yang digunakan adalah core muscle strength and stability test. Penelitian ini menghasilkan: 1. Latihan roll-out memberikan pengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot perut. 2. Latihan barbell roll-out memberikan pengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot perut. 3. Terdapat perbedaan secara signifikan antara latihan roll-out dan barbell roll-out  terhadap peningkatan kekuatan otot perut. Kesimpulan bahwa dari kedua variabel tersebut (roll-out dan barbell roll-out) adanya pengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot perut. Rekomendasi: Diharapkan bagi praktisi olahraga, guru PJOK serta pelatih untuk mempertimbangkan penelitian ini dijadikan salah satu rekomendasi demi kemajuan bidang olahraga serta menambah wawasan pengetahuan pendidikan jasmani terutama pada pengembangan latihan otot perut.
Pengaruh Latihan Parachute Running Dan Speed Ladder Drill Terhadap Peningkatan Kecepatan Lari Sprint 100 Meter Muhammad Muflih Abdillah; Risma Risma; Nana Sutisna; Terra Erlina
Jurnal Keolahragaan Vol 12, No 1 (2026): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v12i1.20147

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the effect of parachute running training and speed ladder drill, both separately and in combination, on increasing 100-meter sprint speed. The method used was a quasi-experimental with a pretest-posttest non-equivalent control group design. The study subjects were 30 students divided into three treatment groups. Data were analyzed using a t-test and one-way ANOVA with a significance level of 0.05. The results showed that parachute running training and speed ladder drill separately did not have a significant effect on increasing running speed. However, the combination of the two was statistically proven to significantly increase sprint speed. These findings indicate that integrating strength and coordination training methods can be an effective approach in improving athletic performance.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan parachute running training dan speed ladder drill, baik secara terpisah maupun dalam kombinasi, terhadap peningkatan kecepatan lari sprint 100 meter. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain pretest-posttest non-equivalent control group design. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa yang dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji t dan ANOVA satu arah dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan parachute running dan speed ladder drill secara terpisah tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kecepatan lari. Namun, kombinasi keduanya terbukti secara statistik meningkatkan kecepatan sprint secara signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi metode latihan kekuatan dan koordinasi dapat menjadi pendekatan efektif dalam meningkatkan performa atletik. 
Pengaruh Latihan Drilling Smash dan sistem Pola Acak Terhadap Ketepatan Pukulan Smash Bulutangkis Yahya Pradina Irvansyah; Risma Risma; Isna Daniyati Nursasih; Tony Hartono
Jurnal Keolahragaan Vol 9, No 3 (2023): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v9i3.20296

Abstract

This study aims to determine the effect of smash drilling exercises and random systems on the accuracy of badminton smashes. The method used was an experiment with a Two Groups Pretest-Posttest Design. The population in this study was badminton athletes from the RR Wings Cilacap club, with a sample size of 20 people divided into two treatment groups. The instrument used was a smash accuracy test. The first hypothesis test used the paired sample t-test technique on the drilling smash group, yielding a calculated t-value of -13.882, with degrees of freedom (df) = 9 and a significance level (2-tailed) of 0.000. Since the significance level of 0.000 < 0.05, H₀ was rejected and Hₐ was accepted. This indicates that there is a significant effect of drilling smash training on the accuracy of badminton smash shots. The second hypothesis test based on the results of the paired sample t-test on the random pattern training group yielded a t-value of -14.625, with degrees of freedom (df) = 9 and a significance level (2-tailed) of 0.000. Since the significance value is less than 0.05 (0.000 < 0.05), H₀ is rejected and Hₐ is accepted. This means that there is a significant effect of random pattern training on improving the accuracy of badminton smash shots. The third hypothesis test based on the ANOVA results shows that smash drilling training has a significant effect on the accuracy of badminton smash shots, with an F value of 82.050 and significance of 0.000. Similarly, random pattern system training also shows a significant effect, with an F value of 116.502 and significance = 0.000. Since the significance values of both groups are less than 0.05, it can be concluded that both types of training have a significant effect on improving smash accuracy.The higher F value in the random pattern system group indicates a greater effect compared to the smash drilling group. Thus, the random pattern system training can be considered an alternative training strategy for improving smash accuracy.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan drilling smash dan sistem acak terhadap ketepatan pukulan smash bulutangkis. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain Two Groups Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet bulutangkis dari klub RR Wings Cilacap, dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang yang dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan. Instrumen yang digunakan adalah tes ketepatan smash. Uji hipotesis pertama menggunakan teknik paired sample t-test pada kelompok drilling smash diperoleh nilai t hitung sebesar -13.882, dengan derajat kebebasan (df) = 9 dan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0.000. Karena nilai signifikansi 0.000 < 0.05, maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan drilling smash terhadap ketepatan pukulan smash bulutangkis. Uji Hipotesis kedua berdasarkan hasil uji paired sample t-test pada kelompok latihan sistem pola acak, diperoleh nilai t hitung sebesar -14.625, dengan derajat kebebasan (df) 9 dan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0.000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0.05 (0.000 < 0.05), maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Artinya, terdapat pengaruh yang signifikan dari latihan sistem pola acak terhadap peningkatan ketepatan pukulan smash bulutangkis. Uji hipotesis ketiga berdasarkan hasil uji ANOVA, diketahui bahwa latihan drilling smash memberikan pengaruh yang signifikan terhadap ketepatan pukulan smash bulutangkis, dengan nilai F = 82.050 dan signifikansi = 0.000. Demikian pula, latihan sistem pola acak juga menunjukkan pengaruh yang signifikan, dengan nilai F = 116.502 dan signifikansi = 0.000. Karena nilai signifikansi kedua kelompok lebih kecil dari 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa kedua jenis latihan berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan ketepatan smash.Nilai F yang lebih tinggi pada kelompok sistem pola acak menunjukkan pengaruh yang lebih besar dibandingkan kelompok drilling smash. Dengan demikian, latihan sistem pola acak dapat dijadikan alternatif strategi pelatihan untuk peningkatan akurasi smash.
Pengaruh Latihan IckySshuffle Ladder Terhadap Kelincahan Dalam Olahraga Bulutangkis Bangkit Anugrah; Risma Risma; Hendra Rustiawan; Isna Daniyati Nursasih
Jurnal Keolahragaan Vol 9, No 3 (2023): Jurnal Keolahragaan
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkor.v9i3.20279

Abstract

This study aims to determine the effect of Icky Shuffle Ladder training on agility in badminton. Agility is an important component in badminton that supports athletes' performance in moving quickly and accurately. The research method used was an experiment with a One-Group Pretest-Posttest Design. The subjects of this study were 22 participants from the badminton extracurricular club at SMAN 1 Parigi, selected using total sampling technique. The instrument used to measure agility was the Illinois Agility Run Test, which is standardized and widely used in measuring athletic performance. The research results showed a significant increase between pretest and posttest scores after the Icky Shuffle Ladder training intervention. This was proven by statistical analysis showing a significant difference (p < 0.05). These findings indicate that the Icky Shuffle Ladder exercise is effective in improving the agility of badminton athletes. Therefore, this exercise is recommended as part of a physical training program to enhance performance in badminton.