Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan dalam Pembuatan Tempe di Kelurahan Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang: Improving Tempe Making Skills in Sidorahayu Village, Wagir District, Malang Regency Diana Irmawati Pradani; Pratama, Gindang Rain; Novianto, Dandung; Rahmawan, Fauzi Kabar; Purnomo, Fadjar; Sari, Ayu Fatimah
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terintegrasi Vol. 10 No. 1 (2025): December
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jindeks.v10i1.8986

Abstract

Tempe merupakan produk pangan tradisional Indonesia yang memiliki nilai gizi tinggi serta potensi ekonomi yang besar bagi masyarakat. Di Kelurahan Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, ketersediaan tempe berkualitas masih terbatas akibat rendahnya pemahaman masyarakat mengenai teknik pembuatan tempe yang higienis dan bernilai jual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga melalui bimbingan teknis dan pelatihan pembuatan tempe berbasis praktik. Metode pelaksanaan meliputi survei awal, ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung yang mencakup pemilihan bahan baku, proses fermentasi, sanitasi, hingga pengemasan produk. Peserta pelatihan terdiri atas ibu rumah tangga, pemuda, dan anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menghasilkan tempe yang lebih higienis, berkualitas, dan berpotensi dikembangkan sebagai salah satu usaha rumah tangga. Selain itu, pelatihan ini mendorong tumbuhnya minat kewirausahaan serta inovasi produk olahan berbasis tempe. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan warga dan menjadi langkah awal dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Analisis kestabilan tanggul di area finalisasi sump pasca hujan ekstrim di Pit XYZ, PT Cipta Kridatama Pratama, Gindang Rain
Jurnal Himasapta Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Himasapta Volume 10 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jhs.v10i2.16386

Abstract

PT Cipta Kridatama merupakan perusahaan kontraktor tambang batubara yang menggunakan metode open pit pada proses penambangannya. Penambangan dengan menggunakan metode open pit penting untuk memperhatikan sistem dewatering dan geotekniknya dikarenakan dua sistem tersebut saling berhubungan dan bisa memepengaruhi produktivitas penambangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tanggul yang optimal sehingga dapat menahan air sump saat curah hujan maksimal sehingga tidak terjadi overflow. Catchment area di Pit XYZ PT Cipta Kridatama mempunyai luas 56.88 ha dengan groundwater flow sebesar 13.37 m3/h. Dari hasil penelitian curah hujan tahun 2013 – 2022 didapatkan curah hujan maksimal rata-rata dengan menggunakan Metode Gumbel sebesar 44.73 mm, curah hujan rencana diambil pada periode ulang 2 tahun sebesar 50.49 mm/h dan total debit limpasan maksimum yang dapat masuk ke sump sebesar 1.438,27 m3/h. Volume main sump yang direncanakan sebesar 77.686,88 m3 dengan elevasi kritis air berada di -11 dan bottom sump berada di elevasi -20. Desain tanggul optimal mempunyai geometri tinggi 10 meter dan kaki tanggul memiliki sudut 50°. Metode yang dipakai menggunakan Metode Bishop Simplified menghasilkan FK 1.669 dengan bentuk lereng tanggul single slope.ABSTRACTPT Cipta Kridatama is a coal mining contractor company that uses open pit method in their mining process. Mining using open pit method is very concerned with dewatering system and geotechnics because these two systems are interconnected and can influence mining productivity. The purpose of this research is to analyze optimal embankment so that it can keep sump water during maximum rainfall so that overflow does not occur. Catchment area in Pit XYZ has an area of 56.88 ha with a groundwater flow discharge of 13.37 m3/h. From the results of rainfall research in 2013 - 2022, the average maximum rainfall using the gumbel method was 44.73 mm, planned rainfall was taken at a 3-year return period of 50.49 mm/h and total maximum runoff discharge that could get into the sump was 1,438.27 m3/h. The planned main sump volume is 77,686.88 m3 with critical water elevation at -11 and bottom sump at elevation -20. The optimal embankment design has a geometry of 10 meters high and the foot of embankment has an angle of 50°. The method utilized using the Bishop Simplified Method resulted in an FK of 1.669 with a single slope embankment slope shape.
Geochemical Characteristics of Rocks in Coal Mines (Case Study of Coal Mining PT. ABC): Karakteristik Geokimia Batuan Pada Tambang Batubara (Studi Kasus Penambangan Batubara PT. ABC) Gindang Rain Pratama; Diana Irmawati Pradani; Harsalim Aimunandar Jayaputra; Gregorius Aryoko Gautama; Muhammad Tri Aditya; Armin Naibaho
Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL) Vol. 10 No. 2 (2025): Media Ilmiah Teknik Lingkungan (MITL)
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/mitl.v10i2.10460

Abstract

At the end of mining, an open pit coal mine will form a mine sump, also known as a “pit lake”. At PT ABC, the pit wall rock lithology consists of 30% potentially acidic rock and 70% non-acidic rock, with low pH sump water quality. The static test is intended to calculate the balance of acid-forming and acid-consuming components. The static test does not consider the rate of acid formation and neutralization. The objective is to determine the potential for acid formation to occur in the rock. The kinetic test aims to understand the kinetics of acid formation reactions in samples through a simulation of oxidation reactions in rocks. This test can predict long-term weathering characteristics as a function of time. Of the 4 rock samples tested statically, all samples showed PAF (Potencial Acid Forming) screening criteria. The results of the kinetic test showed that sample S1 experienced an increase in pH to 4,43, sample S2 experienced a decrease in pH to 8,03, sample S3 experienced an increase in pH to 2,44, and sample S4 experienced an increase to 7,24.