Dewi Rosiana
Magister Profesi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Social Support terhadap Kematangan Karier Siswa Kelas XII SMAN di Kota Bandung Hasna Siti Hanifah; Dewi Rosiana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i2.9511

Abstract

Abstrack. Career maturity is characterized by the ability of students to make career choices. In fact, the concept of career development and career maturity is usually not a serious concern, either in the school environment, the world of work, or Indonesian society in general. High school students, especially those in class XII, must decide whether to continue their tertiary education or enter the workforce directly. Adolescents often experience external influences during the process of social development, so it is helpful for them to make their own decisions about their choice of work. Therefore, social support is needed for students to develop career maturity. This study aims to determine how much influence social support has on the career maturity of class XII students of SMAN in Bandung City. This study uses the social support theory model from House and the career maturity theory model from Super. This research method uses causality with a quantitative approach. This study used a psychological measuring instrument scale from Hanifah and a career maturity scale from Sartika. The population in this study were students of class XII SMAN in Bandung City with the final sample obtained as many as 274 students of class XII SMAN in Bandung City. The data analysis used is a simple linear regression test technique. The results of data processing show an R-square of 0.123, which means that the influence of the social support variable (X) on the career maturity variable (Y) is 12.3%. While the remaining 87.7% is the influence exerted by other factors not examined. Obtained a significance value of 0.000 <0.005 So it can be concluded that the social support variable influences the career maturity variable of class XII students of SMAN in Bandung City. Keywords: Social support, Career Maturity, Class XII High School Students Abstrak. Kematangan karier ditandai dengan kemampuan siswa dalam menetapkan pilihan kariernya. Kenyataannya, konsep perkembangan karier dan kematangan karier biasanya belum menjadi perhatian serius, baik di lingkungan sekolah, dunia kerja, ataupun masyarakat Indonesia pada umumnya. Siswa sekolah menengah atas, khususnya yang berada di kelas XII, harus memutuskan apakah akan melanjutkan pendidikan perguruan tinggi atau langsung memasuki dunia kerja. Remaja sering mengalami pengaruh eksternal selama proses perkembangan sosial, sehingga membantu bagi mereka untuk membuat keputusan sendiri tentang pilihan pekerjaan mereka. Maka dari itu, social support diperlukan bagi siswa untuk mengembangkan kematangan karier. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh social support terhadap kematangan karier siswa kelas XII SMAN di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan model teori social support dari House dan model teori kematangan karier dari Super. Metode penelitian ini menggunakan kausalitas dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan skala psikologis alat ukur dari Hanifah dan skala kematangan karier dari Sartika. Populasi pada penlitian ini adalah siswa kelas XII SMAN di Kota Bandung dengan sampel akhir yang didapatkan yaitu sebanyak 274 siswa kelas XII SMAN di Kota Bandung. Analisis data yang digunakan adalah teknik uji regresi linier sederhana. Hasil pengolahan data menunjukkan R-square sebesar 0.123 yang artinya bahwa pengaruh variable social support (X) terhadap variable kematangan karier (Y) sebesar 12.3%. Sedangkan sebanyak 87.7% sisanya merupakan pengaruh yang diberikan oleh faktor lainnya yang tidak diteliti. Didapatkan nilai signifikasi sebesar 0.000 < 0.005 Sehingga dapat disimpulkan bahwa variable social support berpengaruh terhadap variabel kematangan karier siswa kelas XII SMAN di Kota Bandung. Kata Kunci: Social support, Kematangan Karier, Siswa Kelas XII SMA
Hubungan Self-Esteem dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Islam Bandung Maovangi Day, Vania; Rosiana, Dewi
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9597

Abstract

Abstract. This study aims to look at the relationship between the level of confidence and scientific knowledge of students in a certain year at the Islamic University of Bandung (UNISBA). Procrastination is defined as the activity of delaying or avoiding tasks. While self-esteem is an individual's evaluation of himself, includes both positive and negative things, and describes the extent to which a person's belief in personal abilities, achievements, and self-worth. The measuring instruments used in this study were the Coopersmith Self-Esteem Inventory (CSEI) by Coopersmith, and the Academic Procrastination Scale by Ferrari (1995). The results show that there is a relationship between self-esteem and academic procrastination in final year students at Bandung Islamic University. With a correlation coefficient value of 0.706 which indicates that there is a negative relationship between self-esteem and academic procrastination in final year students at Bandung Islamic University, which means that if self-esteem increases, academic procrastination decreases and vice versa. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara tingkat kepercayaan dan keilmiahan mahasiswa pada tahun tertentu di Universitas Islam Bandung (UNISBA). Prokrastinasi didefinisikan sebagai kegiatan menunda atau menghindari tugas. Sementara self-esteem merupakan evaluasi individu yang dilakukan terhadap dirinya sendiri, mencakup hal positif dan juga negative, dan menggambarkan sejauh mana keyakinan seseorang akan kemampuan pribadi, pencapainnya, dan nilai dirinya. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, Coopersmith Self-Esteem Inventory (CSEI) oleh Coopersmith, dan skala Prokrastinasi akademik oleh Ferrari (1995). Hasil menunjukkan bahwa adanya hubungan antara self-esteem dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa tingkat akhir di universitas islam bandung. Dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.706 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan korelasi negatif antara self-esteem dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa tingkat akhir di universitas islam bandung yang artinya jika self-esteeem meningkat maka prokrastinasi akademik menurun begitupun sebaliknya.
Hubungan Selera Humor dengan Kesejahteraan Subjektif pada Pegawai Non-ASN Pemerintah Kota Bandung Suhaila Rifda; Rosiana, Dewi
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12896

Abstract

Abstract. Humor is defined as a quality that triggers joy, while sense of humor is defined as an individual difference variable or personality characteristic. Positive subjective well-being is seen in terms of satisfaction, happiness, or quality of life. Humor has a positive impact on subjective well-being because it is considered capable of triggering positive emotions that make a person feel happier. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: How close is the relationship between sense of humor and subjective well-being in non-ASN employees of the Bandung City government? Researchers used a correlational analysis technique method using a quantitative approach. The population selected in this study were non-ASN employees of the Bandung City Government, totaling 9,315 employees. With the sampling technique, namely Convinience Sampling, the number of research samples obtained was 383 employees. The data collection techniques used in this study were questionnaires, interviews, observations, and literature studies. The data analysis technique used in this research is Spearman's Rho. The results of this study are: There is a positive relationship between sense of humor and subjective well-being in non-ASN employees of Bandung City which is included in the moderate category. Abstrak. Humor diartikan sebagai kualitas yang memicu kegembiraan, sedangkan selera humor diartikan sebagai variabel perbedaan individu atau karakteristik kepribadian. Kesejahteraan subjektif yang positif dilihat dari kepuasan, kebahagiaan, atau kualitas hidup. Humor memiliki dampak positif pada kesejahteraan subjektiff karena dianggap mampu memicu emosi positif, yang membuat seseorang merasa lebih bahagia. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: Seberapa erat hubungan antara selera humor dengan kesejahteraan subjektif pegawai non-ASN pemerintah Kota Bandung?. Peneliti menggunakan metode teknik analisis korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah pegawai non-ASN Pemerintah Kota Bandung yang berjumlah 9.315 pegawai. Dengan teknik pengambilan sampel yaitu Convinience Sampling diperoleh jumlah sampel penelitian sebanyak 383 pegawai. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, wawancara, observasi, dan studi pustaka. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Spearman’s Rho. Hasil dari penelitian ini adalah: Terdapat hubungan positif antara selera humor dengan kesejahteraan subjektif pada Pegawai non-ASN Kota Bandung yang termasuk kategori sedang.
ADAPTASI KUESIONER RESPECT & RESPONSIBILITY SCHOOL CULTURE SURVEY UNTUK SETING PENDIDIKAN Wangi, Eneng Nurlaili; Rosiana, Dewi; Aslamawati, Yuli
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol. 7 No. 2 (2023): WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.waskita.2023.007.02.7

Abstract

There are two main moral values that represent other moral values in forming character in educational settings, namely respect and responsibility. Even though in practice teachers have made efforts to teach character education in schools, currently in Indonesia there are still minimal instruments that can describe the effectiveness of instilling attitudes of respect and responsibility carried out by students, teachers, school staff and parents. This research aims to adapt the Respect & Responsibility School Culture Survey instrument, compiled by Davidson, Lickona, & Khmelkov (2004). This instrument measures the perceptions of students, teachers, school staff and parents regarding school culture regarding the extent to which other people in the school environment show mutually respectful and responsible behavior. Respondents in this study were elementary school students in grades 5 and 6 (N = 1096), parents and teachers and staff (N = 295) who lived in Bandung City. The test results show this instrument is reliable. The validity test also showed that the instrument for adult respondents had 15 valid items and the instrument for child respondents had 21 valid items. This instrument can be used to describe the implementation of character education in elementary schools in Indonesia
Hubungan antara fungsi kognitif dengan penyesuaian perguruan tinggi pada mahasiswa korban kekerasan seksual Rosiana, Dewi; Wangi, Eneng Nurlaili; Aslamawati, Yuli
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol 11, No 3 (2023): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/197700

Abstract

Kekerasan seksual berdampak banyak pada aspek-aspek kehidupan korbannya. kekerasan seksual berdampak pada penurunan fungsi kognitif yang selanjutnya berdampak pada kemampuan akademis. Korban kekerasan seksual pun memperlihatkan masalah perilaku yang bentuknya internalisasi (menarik diri) dan eksternalisasi (memberontak atau mengganggu orang lain), hal ini memungkinkan para korban mengalami hambatan dalam menyesuaikan diri di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan meneliti mengenai korelasi antara fungsi kognitif dengan penyesuaian perguruan tinggi pada mahasiswa korban kekerasan seksual. Partisipan berjumlah 60 orang mahasiswa dengan usia rata-rata 21,6 tahun, yang terdiri dari perempuan sebanyak 58,33%, serta berdomisili di kota Bandung. Alat ukur menggunakan kuesioner adjustment to college (SACQ), dan tes fungsi kognitif menggunakan The Indonesian Version of Montreal Cognitive Assessment (MoCA-Ina). Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi positif yang signifikan antara fungsi kognitif dengan penyesuaian perguruan tinggi pada mahasiswa korban kekerasan seksual. Penelitian ini melengkapi referensi mengenai dampak kekerasan seksual dalam seting pendidikan di perguruan tinggi, serta diharapkan dapat menjadi bahan rujukan dalam menyusun intervensi guna membantu para korban kekerasan seksual menyelesaikan pendidikannya.
Flow Mahasiswa dalam Pembelajaran Daring Menggunakan Metode Belajar Group Investigation Nugroho, Prasetyo Adi; Rosiana, Dewi; Hamdan, Stephani Raihana
Sukma: Jurnal Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Yayasan Sukma Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/06104.2022

Abstract

Online learning during the Covid-19 pandemic is an alternative solution to keep the learning process running, including in universities. This study aims to find out what learning methods with group investigation (GI) methods are, which can improve the quality of the online learning experience and generate flow. This study uses a quantitative approach with an experimental design, namely between participant posttest only control group design. This study compares the effect of using two variants of the Group Investigation method on the flow experience felt by students when learning online. Participants in this study amounted to 27 people (96.3% women). The mean age of the participants was 21.4 years with a standard deviation of 1.12. The results showed that the use of two variants of the Group Investigation method gave the effect of flow with values that tended to be the same. The implication is that the two variants of the Group Investigation method can be used in online learning because they significantly produce student flow experiences in online learning.Pembelajaran daring selama Pandemi Covid-19 menjadi alternatif solusi yang dilakukan agar proses pembelajaran tetap berjalan, termasuk di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pembelajaran dengan metode group investigation (GI) seperti apa, yang dapat meningkatkan kualitas pengalaman belajar daring dan menghasilkan flow. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimental, yaitu between participant posttest only control group design. Penelitian ini membandingkan pengaruh penggunaan dua varian metode Group Investigation terhadap pengalaman flow yang dirasakan mahasiswa saat pembelajaran daring. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 27 orang (96, 3 % perempuan). Rerata usia partisipan yaitu 21,4 tahun dengan standar deviasi sebesar 1,12. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan dua varian metode Group Investigation memberikan pengaruh flow dengan nilai yang cenderung sama besarnya. Implikasinya, kedua varian metode Group Investigation dapat digunakan dalam pembelajaran daring karena secara signifikan menghasilkan pengalaman flow mahasiswa dalam pembelajaran daring. 
Character Education for Ethical Leadership in Indonesian Senior High Schools Wangi, Eneng Nurlaili; Rosiana, Dewi; Sartika, Dewi; Suhana, Suhana; Lutfiani, Siti Mutya; Charles, Suri
Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter Vol. 9 No. 2 (2025): WASKITA: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter
Publisher : PUSAT MPK UNIVERSITAS BRAWIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.waskita.2025.009.02.2

Abstract

This study investigates the internalization of two key character values, respect and responsibility, among senior high school students in Bandung, Indonesia. It evaluates how these values are fostered through local character-education initiatives such as the Bandung Masagi program and examines their implications for developing integrity-based leadership in adolescents. Using a quantitative descriptive design, the research involved 103 students who completed the Respect and Responsibility School Culture Survey (SCCP-II). The findings reveal that all students demonstrated high levels of respect, indicating strong internalization of this value. Responsibility, however, showed greater variability, with 52% of students classified as high, 46% moderate, and 2% low. Bullying behaviors persisted at moderate levels, with 10% of students reporting high exposure or involvement. These results highlight a discrepancy between curricular intent and behavioral outcomes, raising questions about the depth of value internalization and the role of pedagogical implementation. This research provides a culturally contextualized framework that links respect, responsibility, and bullying prevention to the development of adolescent leadership character. The study provides practical recommendations for educators and policymakers, including structured character-education curricula, enhanced teacher role modeling, and participatory strategies that strengthen the internalization of values. By integrating these insights, Indonesian schools can cultivate future leaders more effectively with empathy, accountability, and resilience.
Flow Mahasiswa dalam Pembelajaran Daring Menggunakan Metode Belajar Group Investigation Nugroho, Prasetyo Adi; Rosiana, Dewi; Hamdan, Stephani Raihana
SUKMA: Jurnal Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Yayasan Sukma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32533/06104.2022

Abstract

Online learning during the Covid-19 pandemic is an alternative solution to keep the learning process running, including in universities. This study aims to find out what learning methods with group investigation (GI) methods are, which can improve the quality of the online learning experience and generate flow. This study uses a quantitative approach with an experimental design, namely between participant posttest only control group design. This study compares the effect of using two variants of the Group Investigation method on the flow experience felt by students when learning online. Participants in this study amounted to 27 people (96.3% women). The mean age of the participants was 21.4 years with a standard deviation of 1.12. The results showed that the use of two variants of the Group Investigation method gave the effect of flow with values that tended to be the same. The implication is that the two variants of the Group Investigation method can be used in online learning because they significantly produce student flow experiences in online learning.Pembelajaran daring selama Pandemi Covid-19 menjadi alternatif solusi yang dilakukan agar proses pembelajaran tetap berjalan, termasuk di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pembelajaran dengan metode group investigation (GI) seperti apa, yang dapat meningkatkan kualitas pengalaman belajar daring dan menghasilkan flow. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimental, yaitu between participant posttest only control group design. Penelitian ini membandingkan pengaruh penggunaan dua varian metode Group Investigation terhadap pengalaman flow yang dirasakan mahasiswa saat pembelajaran daring. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 27 orang (96, 3 % perempuan). Rerata usia partisipan yaitu 21,4 tahun dengan standar deviasi sebesar 1,12. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan dua varian metode Group Investigation memberikan pengaruh flow dengan nilai yang cenderung sama besarnya. Implikasinya, kedua varian metode Group Investigation dapat digunakan dalam pembelajaran daring karena secara signifikan menghasilkan pengalaman flow mahasiswa dalam pembelajaran daring. 
Hubungan antara fungsi kognitif dengan penyesuaian perguruan tinggi pada mahasiswa korban kekerasan seksual Rosiana, Dewi; Wangi, Eneng Nurlaili; Aslamawati, Yuli
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 11 No. 3 (2023): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/197700

Abstract

Kekerasan seksual berdampak banyak pada aspek-aspek kehidupan korbannya. kekerasan seksual berdampak pada penurunan fungsi kognitif yang selanjutnya berdampak pada kemampuan akademis. Korban kekerasan seksual pun memperlihatkan masalah perilaku yang bentuknya internalisasi (menarik diri) dan eksternalisasi (memberontak atau mengganggu orang lain), hal ini memungkinkan para korban mengalami hambatan dalam menyesuaikan diri di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan meneliti mengenai korelasi antara fungsi kognitif dengan penyesuaian perguruan tinggi pada mahasiswa korban kekerasan seksual. Partisipan berjumlah 60 orang mahasiswa dengan usia rata-rata 21,6 tahun, yang terdiri dari perempuan sebanyak 58,33%, serta berdomisili di kota Bandung. Alat ukur menggunakan kuesioner adjustment to college (SACQ), dan tes fungsi kognitif menggunakan The Indonesian Version of Montreal Cognitive Assessment (MoCA-Ina). Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi positif yang signifikan antara fungsi kognitif dengan penyesuaian perguruan tinggi pada mahasiswa korban kekerasan seksual. Penelitian ini melengkapi referensi mengenai dampak kekerasan seksual dalam seting pendidikan di perguruan tinggi, serta diharapkan dapat menjadi bahan rujukan dalam menyusun intervensi guna membantu para korban kekerasan seksual menyelesaikan pendidikannya.