Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

POTENTIAL OF CARRAGEENAN-BASED BIODEGRADABLE FILM WITH TAPIOCA STARCH ADDITION: A REVIEW Damayanti, Regita; Rochima, Emma; Yustiati, Ayi; Anggraeni, Santi Rukminita
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i1.7247

Abstract

The increasing waste production in Indonesia, particularly plastic waste, poses significant environmental challenges. To address this issue, biodegradable films (biofilms) made from natural polymers like carrageenan and tapioca starch are being explored as eco-friendly alternatives for packaging materials. Carrageenan, a polysaccharide extracted from red algae, has potential as a biofilm due to its stability and gel-forming properties. However, it has poor water resistance and elasticity, which can be improved by adding plasticizers and carbohydrate fillers like tapioca starch. Tapioca starch enhances the flexibility and strength of biofilms, making them suitable for packaging applications. Thickness, tensile strength, elongation, tear resistance, surface morphology, soil degradation, functional group analysis, solubility, water absorption, water vapor transmission rate, color, and transparency are important in characteristics and quality.
Edukasi Urban Farming Bagi Ibu Rumah Tangga Rt 02/Rw10 Desa Cisempur, Jatinangor, Sumedang Anggraeni, Santi Rukminita; Hakim, Ayyas Ziya Ul; Asyam, Abdullah; Sari, Qurnia Wulan; Sofiana, Neng Tanty
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20183

Abstract

ABSTRAK Urban farming muncul sebagai salah satu strategi pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan di daerah perkotaan, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan lahan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (pkm) ini bertujuan untuk memberikan edukasi urban farming kepada kaum ibu rumah tangga Desa Cisempur, Jatinangor. Metode pelaksanaan program terdiri dari edukasi penyuluhan dan praktik urban farming dengan menanam sayuran dalam polibag. Kegiatan dilaksanakan selama bulan November hingga Desember 2024 bagi 18 orang ibu rumah tangga warga RT 02/RW 10, Desa Cisempur, Jatinangor Sumedang. Hasil evaluasi menunjukkan 66,7% peserta menyatakan bahwa program yang diberikan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang tidak memiliki halaman untuk mendapatkan sayuran segar. Sebanyak 80% peserta menyampaikan minat untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Sebanyak 46,7% sangat tertarik untuk berpartisipasi pada program sejenis di masa mendatang. Umpan balik peserta memberikan informasi bahwa edukasi yang telah dilakukan meningkatkan pengetahuan dan pengalaman tentang urban farming yang dapat diterapkan dengan mudah. Program ini juga berpotensi bermanfaat dalam penyediaan bahan pangan segar untuk konsumsi pribadi namun belum memberikan dampak ekonomi yang dapat dirasakan. Dukungan sarana serta kebijakan pemerintah setempat dapat menjadi upaya tindak lanjut agar program urban farming yang telah diinisiasi dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat untuk ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan.  Kata Kunci: Pertanian Kota, Ketahanan Pangan Lokal, Edukasi  ABSTRACT Urban farming emerged as one of the strategies to address food security, environmental sustainability, and community involvement in urban areas, especially in areas that have limited land. This community service activity (pkm) aimed to provide urban farming education to housewives in Cisempur Village, Jatinangor. The method of implementing the program consisted of counseling education and practice of urban farming by planting vegetables in polybags. The activities were carried out from November to December 2024 for 18 housewives from RT 02 / RW 10, Cisempur Village, Jatinangor Sumedang. The evaluation results showed that 66.7% of participants stated that the program was very useful for people who do not have a yard to get fresh vegetables. As many as 80% of participants expressed interest in applying the knowledge gained in their daily lives. 46.7% were very interested in participating in similar programs in the future. Participant feedback provided information that the carried-out education had increased knowledge and experience that urban farming can be applied easily. The program was also potentially useful in providing fresh food for personal consumption but has not yet provided a tangible economic impact. Supports of facilities and local government policies can be a follow-up effort for the urban farming program that has been initiated can be a means of empowering communities for local food security while improving environmental quality.  Keywords: Urban Agriculture, Local Food Security, Education
Diseminasi Hasil Kajian Ilmiah Khasiat Terapi Pasir Bagi Pengelola Pantai Kejawanan Anggraeni, Santi Rukminita; Nursiswati, Nursiswati; Sari, Deasy Silvya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14749

Abstract

ABSTRAK Pantai Kejawanan berlokasi di Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan (PPN Kejawanan) di Kelurahan Pegambiran, Lemahwungkuk, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Pantai Kejawanan dipercaya sebagai tempat terapi penyembuhan berbagai penyakit. Hasil riset tim menunjukkan bahwa pasir dan air laut Pantai Kejawanan memiliki kandungan besi (Fe) terutama Fe₃O₄ serta unsur logam lain yang juga ditemukan di beberapa pantai lain yang sering digunakan untuk terapi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilakukan menggunakan metode ceramah dan diskusi untuk mendiseminasikan hasil riset khasiat terapi pasir pantai Kejawanan pada bulan Desember 2023. Sasaran kegiatan adalah pengelola PPN Kejawanan, Dinas Pariwisata Kota Cirebon, ketua RT, RW dan Kelurahan setempat. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah penyampaian kajian ilmiah kandungan pasir Pantai Kejawanan untuk keperluan terapi dan rekomendasi untuk pengembangan kegiatan wisata terapi yang aman dan berkelanjutan. Para peserta kegiatan diseminasi menyambut baik hasil riset yang telah dilakukan dan juga memberikan umpan balik terkait hasil riset yang diperoleh. Tindak lanjut rekomendasi kegiatan diseminasi ini menjadi wewenang pihak PPN Kejawanan untuk pengembangan wisata terapi yang aman dan berkelanjutan di pantai Kejawanan. Kata Kunci: Terapi Pasir, Mineral, Besi  ABSTRACT Kejawanan Beach is located at the Kejawanan Nusantara Fisheries Port (PPN Kejawanan) in Pegambiran Village, Lemahwungkuk, Cirebon Regency, West Java. Kejawanan Beach is believed to be a place of therapy to cure various diseases. The team's research results showed that the sand and sea water of Kejawanan Beach contain iron (Fe), especially Fe₃O₄ and other metal elements which is also found on several other beaches which are often used for therapy. Community service activities (PKM) were carried out using lecture and discussion methods to disseminate the results of research on the therapeutic properties of Kejawanan beach sand in December 2023. The targets of the activities were PPN Kejawanan managers, the Cirebon City Tourism Office, heads of RT, RW and local sub-districts. The result of this PKM activity was the delivery of a scientific study of the sand content of Kejawanan Beach for therapeutic purposes and recommendations for the development of safe and sustainable therapeutic tourism activities. The participants in the dissemination activity welcomed the results of the research that had been carried out and also provided feedback regarding the research results obtained. The follow-up to recommendations for this dissemination activity is the authority of PPN Kejawanan for the development of safe and sustainable therapeutic tourism on Kejawanan Beach. Keywords: Sand Therapy, Mineral, Iron
Pertumbuhan Rumput Laut Jenis Gelidium Spinosum pada Kepadatan Bibit Berbeda di Media Tanam Substrat Buatan Karung Goni di Pantai Karapyak Pangandaran Hadiani, Prayekti Diftania; Anggraeni, Santi Rukminita; Sunarto, Sunarto; Diana, Skalalis
Jurnal Kelautan Nasional Vol 19, No 3 (2024): Desember
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkn.v19i3.13805

Abstract

Gelidium merupakan salah satu jenis rumput laut penghasil agar yang masih mengandalkan populasi alam dan belum dapat didomestikasi. Perubahan iklim dam eksploitasi dapat menyebabkan kepunahan populasi. Budidaya dengan substrat buatan diharapkan dapat menjadi alternatif metode domestikasi Gelidium. Karung goni merupakan serat alam dengan kekuatan mekanik yang baik yang mudah dijumpai sebagai limbah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan tumbuh Gelidium pada substrat karung goni yang ditanam dengan kepadatan bibit berbeda. Penelitian ini menggunakan eksperimen rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan berbeda yaitu 25 gram, 50 gram, dan 75 gram dengan ukuran karung goni sebesar 30 cm x 30 cm. Kepadatan bibit ini mengacu pada perlakuan jumlah total bibit yang ditanam pada setiap substrat karung goni. Pertumbuhan Gelidium diamati selama 45 hari melalui pengukuran berat bibit dan panjang talus. Suhu, salinitas dan pH perairan dipantau selama penelitian. Perairan lokasi penelitian menunjukkan kondisi yang sesuai namun berfluktuasi sehingga mempengaruhi pertumbuhan rumput laut. Rata-rata suhu adalah 24,3-28,5 oC, salinitas 32-35 ppt dan  pH 8,07-8,96. Hasil analisis varians menunjukkan bahwa kepadatan 25 gram menunjukkan pertumbuhan terbaik ditinjau dari pertambahan panjang talus yaitu menunjukkan nilai signifikan 0,004 (Sig.) < 0,05 (α). Gelidium menunjukkan rata-rata berat yang menurun dikarenakan hilangnya sampel bibit rumput laut yang disebabkan oleh faktor perairan dan omnivora laut. Penelitian lanjutan substrat buatan masih diperlukan penyeempurnaan agar dapat menunjang domestikasi dan budidaya rumput laut alam yang berkelanjutan.