Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengenalan Marine Citizenship melalui Pendidikan Lingkungan bagi Siswa SDN 02 Bagolo, Kalipucang Pangandaran Santi Rukminita Anggraeni; Mochamad Untung Kurnia Agung
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.11648

Abstract

ABSTRAK Bagolo merupakan salah satu daerah tujuan wisata pantai di wilayah Pangandaran. Pesisir Bagolo adalah merupakan habitat alami rumput laut dan lamun. Marine citizenship merupakan pelibatan berbagai lapisan masyarakat untuk berperan aktif melestarikan laut dan sumberdayanya. Generasi muda memainkan peran strategis pengelolaan laut secara lestari dalam jangka panjang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan mengenalkan marine citizenship kepada siswa sekolah dasar di Desa Bagolo.Tahapan kegiatan pengabdian masyarakat terdiri dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil wawancara dan observasi pada tahap persiapan kemudian diformulasi menjadi bentuk pendidikan lingkungan bagi 49 orang siswa kelas 4 dan 5 di SDN 02 Bagolo. Aktivitas pendidikan lingkungan yang dilakukan terdiri dari pemberian materi dan evaluasi pengetahuan siswa tentang jenis dan nilai penting sumberdaya hayati yang ada di pantai Karapyak, membuat herbarium dan pengawetan spesimen basah. Indikator tercapainya tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah keterlibatan aktif siswa dalam proses diskusi untuk evaluasi pemahaman terhadap materi dan proses pembuatan awetan biota laut. Program pendidikan lingkungan yang lebih sistematis dan berkala yang juga melibatkan pihak guru dan orang tua diperlukan agar pengetahuan siswa dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter peduli lingkungan dan laut. Kata Kunci: Herbarium, Karakter Siswa, Partipasi Pengelolaan Laut  ABSTRACT Bagolo is one of the beach tourism destinations in the Pangandaran region. Bagolo Coast is a natural habitat for seaweed and sea grass. Marine citizenship is the involvement of various groups of society to actively support the sustanability of the sea and its resources. The young generation plays a strategic role in long-term sustainable marine management. This community service activity (PKM) aimed to introduce maritime citizenship to elementary school students in Bagolo Village. The stages of community service activities consist of preparation, implementation and evaluation. The results of the interviews and observations during the preparatory stage were then formulated into a form of environmental education for 49 students in grades 4 and 5 at SDN 02 Bagolo. Environmental education activities consist of providing material and evaluating students' knowledge about type and the importance of biological resources on the Karapyak beach, making herbarium and preserving wet specimen. An indicator of goal achievement was the active involvement of students in the discussion process to evaluate understanding of the material and the process of making marine biota preservation. Further systematic and periodic environmental education program involving teachers and parents is needed so that students' knowledge can become part of the character development of caring the environment and the sea. Keywords: Herbarium, Student Character, Marine Management Participation
Potensi Rumput Laut Guso (Eucheuma spinosum) Hasil Budidaya Lokal Sebagai Bahan Kosmetik: Sebuah Studi Literatur Putri, Ramadhania Ariza; Anggraeni, Santi Rukminita; Mita, Soraya Ratnawulan
Majalah Farmasetika Vol 9, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v9i4.56043

Abstract

Produk kosmetik yang mengandung bahan alami memberi lebih banyak khasiat, sehingga membuat konsumen lebih memilih produk dengan kandungan bahan alami. Industri kecantikan akan menjadi salah satu penggerak ekonomi paling utama karena Indonesia merupakan negara dengan populasi terbanyak ke-4 di dunia. Selain itu, potensi dan kekayaan alam di Indonesia juga mendukung perusahaan kosmetik luar dan dalam negeri untuk mengembangkan produk kosmetik dan skin care yang natural yang berkualitas. Senyawa alami digunakan sebagai bahan kosmetik memiliki keuntungan yang lebih banyak dibanding komposisi yang ada pada produk kosmetik pada umumnya, karena biasanya lebih ramah lingkungan, tidak beracun, tidak bersifat karsinogenik, lebih mudah didapatkan, dan lebih menguntungkan perekonomian Salah satu spesies alga merah (Rhodophyta) yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah Eucheuma spinosum. Spesies ini dapat dibudidayakan di banyak daerah perairan Indonesia, seperti Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, hingga Riau. Contoh senyawa yang dapat dihasilkan E. spinosum adalah iota carrageenan, pigmen alga (karotenoid), flavonoid, senyawa fenolik, alkaloid, triterpenoid, steroid, tanin, dan saponin. Senyawa tersebut memiliki berbagai potensi di bidang kosmetik, misalnya sebagai senyawa antioksidan, antibakteri, senyawa fotoprotektif, bahan pelembab kulit, senyawa anti-tyrosinase, anti-aging dan agen pembentuk gel atau stabilisator pada produk kosmetik.
Prospective Analysis of Seaweed Processing Downstream Business: A Case Study in Lontar Village Gumilar, Iwang; Saputra, Adjie; Anggraeni, Santi Rukminita; Pratama, Rusky Intan; Maulina, Ine
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 2 (2024): ISSUE JULY-DECEMBER 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i2.56118

Abstract

Seaweed grows in almost all waters of Indonesia, making it one of the important exporting countries in Asia. Indonesia's three main seaweed export commodities are Eucheuma cottonii, Gracillaria sp., and Gelidium sp. One significant seaweed cultivation center is Lontar Village. However, value-added downstream product activities still need to be developed there. The potential for drying seaweed in Lontar Village reaches 150,000 kg per month. Data analysis was performed using quantitative descriptive methods, including profitability analysis, B/C Ratio analysis, Break-Even Point analysis, and Payback Period over the past year with five harvest cycles. The prospective analysis results include aspects of seaweed drying processing techniques, financial elements, and marketing aspects. This study uses a case study method with key informants being the head and members of the seaweed processing group in Lontar Village. The data used are from five harvest cycles over the past year. The prospective analysis results show that the financial analysis of the seaweed processing business in Lontar Village indicates positive outcomes, such as positive profits, a B/C Ratio greater than 1, seaweed sales and production values exceeding the Break-Even Point, and a Payback Period of less than one year. Seaweed marketing in Lontar Village is conducted on a cash basis, with their main market being Java Island. Keywords: Prospective, Business, Processing, Seaweed. Abstrak Rumput laut tumbuh hampir di seluruh perairan Indonesia, menjadikannya salah satu negara pengekspor penting di Asia. Tiga komoditas ekspor utama rumput laut Indonesia adalah Eucheuma cottonii, Gracillaria sp., dan Gelidium sp. Salah satu sentra budidaya rumput laut yang signifikan adalah Desa Lontar. Namun, kegiatan hilirisasi produk jadi yang bernilai tambah masih perlu dikembangkan di sana. Potensi penjemuran rumput laut kering di Desa Lontar mencapai 150.000 kg per bulan. Analisis data dilakukan menggunakan metode deskriptif kuantitatif, yang meliputi analisis keuntungan, analisis B/C Ratio, analisis Break Even Point, dan Payback Period selama satu tahun terakhir dengan lima siklus panen. Hasil analisis prospektif mencakup aspek teknik pengolahan penjemuran rumput laut, aspek finansial, dan aspek pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan informan kunci berupa ketua dan anggota kelompok pengolahan rumput laut di Desa Lontar. Data yang digunakan adalah data dari lima siklus panen selama satu tahun terakhir. Hasil analisis prospektif menunjukkan nalisis finansial usaha pengolahan rumput laut di Desa Lontar menunjukkan hasil yang baik, seperti keuntungan yang bernilai positif, B/C Ratio lebih dari 1, nilai penjualan dan produksi rumput laut lebih besar dari nilai Break Even Point, dan Payback Period kurang dari satu tahun. Pemasaran rumput laut di Desa Lontar dilakukan dengan sistem kontan, dan pasar utama mereka adalah Pulau Jawa. Kata kunci: Prospektif, Usaha, Pengolahan, Rumput Laut.
Development of Sea Sand Therapy Requirement Questionnaire as an Instrument for Studying Sea Sand Therapy Model Nur'aeni, Nabyla; Anggraeni, Santi Rukminita; Nursiswati, Nursiswati
Media Karya Kesehatan Vol 7, No 1 (2024): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/.v7i1.50236

Abstract

Several alternative and complementary health therapy techniques have known benefits in supporting the healing of various health problems. One of them is sea sand therapy. Indonesia has many beaches frequently visited by tourists, some of whom come for health therapy purposes. However, there are no studies or procedures that can be used to measure the preferences and needs of individuals to get sea sand therapy. The purpose of this study is to develop an instrument that can measure the tendency of individuals to do and benefit from sea sand therapy. Research on the development of procedures and the Sea Sand Therapy Requirement Questionnaire was conducted using quantitative methods with a descriptive design. The Sea Sand Therapy Requirement Questionnaire was tested using content testing by experts, face validity testing by respondents, and validity and reliability of construction testing by researcher. The questionnaire was tested on 60 respondents at Kejawanan Beach, Cirebon City selected based on inclusion criteria. The test results showed good validity for all questions compiled. This was indicated by the results of value r-count test which exceeds the predetermined r-table value of 0.254, and the results of the reliability measurement which shows a Cronbach's Alpha value of 0.759. Thus, Sea Sand Therapy Requirement Questionnaire is valid and reliable as an instrument to measure the tendency of individuals to get sea sand therapy and can be used for related services and research.Keywords: Reliability, validity, measurement instruments, complementary and alternative medicine, sea sand 
POTENTIAL OF CARRAGEENAN-BASED BIODEGRADABLE FILM WITH TAPIOCA STARCH ADDITION: A REVIEW Damayanti, Regita; Rochima, Emma; Yustiati, Ayi; Anggraeni, Santi Rukminita
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i1.7247

Abstract

The increasing waste production in Indonesia, particularly plastic waste, poses significant environmental challenges. To address this issue, biodegradable films (biofilms) made from natural polymers like carrageenan and tapioca starch are being explored as eco-friendly alternatives for packaging materials. Carrageenan, a polysaccharide extracted from red algae, has potential as a biofilm due to its stability and gel-forming properties. However, it has poor water resistance and elasticity, which can be improved by adding plasticizers and carbohydrate fillers like tapioca starch. Tapioca starch enhances the flexibility and strength of biofilms, making them suitable for packaging applications. Thickness, tensile strength, elongation, tear resistance, surface morphology, soil degradation, functional group analysis, solubility, water absorption, water vapor transmission rate, color, and transparency are important in characteristics and quality.
Edukasi Urban Farming Bagi Ibu Rumah Tangga Rt 02/Rw10 Desa Cisempur, Jatinangor, Sumedang Anggraeni, Santi Rukminita; Hakim, Ayyas Ziya Ul; Asyam, Abdullah; Sari, Qurnia Wulan; Sofiana, Neng Tanty
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i7.20183

Abstract

ABSTRAK Urban farming muncul sebagai salah satu strategi pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan di daerah perkotaan, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan lahan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (pkm) ini bertujuan untuk memberikan edukasi urban farming kepada kaum ibu rumah tangga Desa Cisempur, Jatinangor. Metode pelaksanaan program terdiri dari edukasi penyuluhan dan praktik urban farming dengan menanam sayuran dalam polibag. Kegiatan dilaksanakan selama bulan November hingga Desember 2024 bagi 18 orang ibu rumah tangga warga RT 02/RW 10, Desa Cisempur, Jatinangor Sumedang. Hasil evaluasi menunjukkan 66,7% peserta menyatakan bahwa program yang diberikan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang tidak memiliki halaman untuk mendapatkan sayuran segar. Sebanyak 80% peserta menyampaikan minat untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Sebanyak 46,7% sangat tertarik untuk berpartisipasi pada program sejenis di masa mendatang. Umpan balik peserta memberikan informasi bahwa edukasi yang telah dilakukan meningkatkan pengetahuan dan pengalaman tentang urban farming yang dapat diterapkan dengan mudah. Program ini juga berpotensi bermanfaat dalam penyediaan bahan pangan segar untuk konsumsi pribadi namun belum memberikan dampak ekonomi yang dapat dirasakan. Dukungan sarana serta kebijakan pemerintah setempat dapat menjadi upaya tindak lanjut agar program urban farming yang telah diinisiasi dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat untuk ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan.  Kata Kunci: Pertanian Kota, Ketahanan Pangan Lokal, Edukasi  ABSTRACT Urban farming emerged as one of the strategies to address food security, environmental sustainability, and community involvement in urban areas, especially in areas that have limited land. This community service activity (pkm) aimed to provide urban farming education to housewives in Cisempur Village, Jatinangor. The method of implementing the program consisted of counseling education and practice of urban farming by planting vegetables in polybags. The activities were carried out from November to December 2024 for 18 housewives from RT 02 / RW 10, Cisempur Village, Jatinangor Sumedang. The evaluation results showed that 66.7% of participants stated that the program was very useful for people who do not have a yard to get fresh vegetables. As many as 80% of participants expressed interest in applying the knowledge gained in their daily lives. 46.7% were very interested in participating in similar programs in the future. Participant feedback provided information that the carried-out education had increased knowledge and experience that urban farming can be applied easily. The program was also potentially useful in providing fresh food for personal consumption but has not yet provided a tangible economic impact. Supports of facilities and local government policies can be a follow-up effort for the urban farming program that has been initiated can be a means of empowering communities for local food security while improving environmental quality.  Keywords: Urban Agriculture, Local Food Security, Education
Diseminasi Hasil Kajian Ilmiah Khasiat Terapi Pasir Bagi Pengelola Pantai Kejawanan Anggraeni, Santi Rukminita; Nursiswati, Nursiswati; Sari, Deasy Silvya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14749

Abstract

ABSTRAK Pantai Kejawanan berlokasi di Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan (PPN Kejawanan) di Kelurahan Pegambiran, Lemahwungkuk, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Pantai Kejawanan dipercaya sebagai tempat terapi penyembuhan berbagai penyakit. Hasil riset tim menunjukkan bahwa pasir dan air laut Pantai Kejawanan memiliki kandungan besi (Fe) terutama Fe₃O₄ serta unsur logam lain yang juga ditemukan di beberapa pantai lain yang sering digunakan untuk terapi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dilakukan menggunakan metode ceramah dan diskusi untuk mendiseminasikan hasil riset khasiat terapi pasir pantai Kejawanan pada bulan Desember 2023. Sasaran kegiatan adalah pengelola PPN Kejawanan, Dinas Pariwisata Kota Cirebon, ketua RT, RW dan Kelurahan setempat. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah penyampaian kajian ilmiah kandungan pasir Pantai Kejawanan untuk keperluan terapi dan rekomendasi untuk pengembangan kegiatan wisata terapi yang aman dan berkelanjutan. Para peserta kegiatan diseminasi menyambut baik hasil riset yang telah dilakukan dan juga memberikan umpan balik terkait hasil riset yang diperoleh. Tindak lanjut rekomendasi kegiatan diseminasi ini menjadi wewenang pihak PPN Kejawanan untuk pengembangan wisata terapi yang aman dan berkelanjutan di pantai Kejawanan. Kata Kunci: Terapi Pasir, Mineral, Besi  ABSTRACT Kejawanan Beach is located at the Kejawanan Nusantara Fisheries Port (PPN Kejawanan) in Pegambiran Village, Lemahwungkuk, Cirebon Regency, West Java. Kejawanan Beach is believed to be a place of therapy to cure various diseases. The team's research results showed that the sand and sea water of Kejawanan Beach contain iron (Fe), especially Fe₃O₄ and other metal elements which is also found on several other beaches which are often used for therapy. Community service activities (PKM) were carried out using lecture and discussion methods to disseminate the results of research on the therapeutic properties of Kejawanan beach sand in December 2023. The targets of the activities were PPN Kejawanan managers, the Cirebon City Tourism Office, heads of RT, RW and local sub-districts. The result of this PKM activity was the delivery of a scientific study of the sand content of Kejawanan Beach for therapeutic purposes and recommendations for the development of safe and sustainable therapeutic tourism activities. The participants in the dissemination activity welcomed the results of the research that had been carried out and also provided feedback regarding the research results obtained. The follow-up to recommendations for this dissemination activity is the authority of PPN Kejawanan for the development of safe and sustainable therapeutic tourism on Kejawanan Beach. Keywords: Sand Therapy, Mineral, Iron
Pertumbuhan Rumput Laut Jenis Gelidium Spinosum pada Kepadatan Bibit Berbeda di Media Tanam Substrat Buatan Karung Goni di Pantai Karapyak Pangandaran Hadiani, Prayekti Diftania; Anggraeni, Santi Rukminita; Sunarto, Sunarto; Diana, Skalalis
Jurnal Kelautan Nasional Vol 19, No 3 (2024): Desember
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkn.v19i3.13805

Abstract

Gelidium merupakan salah satu jenis rumput laut penghasil agar yang masih mengandalkan populasi alam dan belum dapat didomestikasi. Perubahan iklim dam eksploitasi dapat menyebabkan kepunahan populasi. Budidaya dengan substrat buatan diharapkan dapat menjadi alternatif metode domestikasi Gelidium. Karung goni merupakan serat alam dengan kekuatan mekanik yang baik yang mudah dijumpai sebagai limbah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan tumbuh Gelidium pada substrat karung goni yang ditanam dengan kepadatan bibit berbeda. Penelitian ini menggunakan eksperimen rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan berbeda yaitu 25 gram, 50 gram, dan 75 gram dengan ukuran karung goni sebesar 30 cm x 30 cm. Kepadatan bibit ini mengacu pada perlakuan jumlah total bibit yang ditanam pada setiap substrat karung goni. Pertumbuhan Gelidium diamati selama 45 hari melalui pengukuran berat bibit dan panjang talus. Suhu, salinitas dan pH perairan dipantau selama penelitian. Perairan lokasi penelitian menunjukkan kondisi yang sesuai namun berfluktuasi sehingga mempengaruhi pertumbuhan rumput laut. Rata-rata suhu adalah 24,3-28,5 oC, salinitas 32-35 ppt dan  pH 8,07-8,96. Hasil analisis varians menunjukkan bahwa kepadatan 25 gram menunjukkan pertumbuhan terbaik ditinjau dari pertambahan panjang talus yaitu menunjukkan nilai signifikan 0,004 (Sig.) < 0,05 (α). Gelidium menunjukkan rata-rata berat yang menurun dikarenakan hilangnya sampel bibit rumput laut yang disebabkan oleh faktor perairan dan omnivora laut. Penelitian lanjutan substrat buatan masih diperlukan penyeempurnaan agar dapat menunjang domestikasi dan budidaya rumput laut alam yang berkelanjutan.