Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

MANAJEMEN AI GENERATIF DAN TEKNIK PROMPTING YANG EFEKTIF BAGI WALI SANTRI RAUDHATUL ATHFAL Syahrul Alim; Mareta Bayanie; Jizenji Tyas Wirastomo; Langgeng Sri Handayani; Kurbandi Satpatmantya Budi Rochayata; Wening Ken Widodasih
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 7 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juli 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i7.2817

Abstract

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence membuka peluang sekaligus tantangan baru bagi wali santri atau orang tua murid Raudhatul Athfal yang memiliki peran sangat strategis dalam pendidikan untuk membentuk fondasi pengetahuan dan karakter anak semenjak dini. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan wali santri Raudhatul Athfal melalui pelatihan manajemen pemanfaatan AI Generatif dan teknik prompting yang efektif agar lebih berdaya dalam mewujudkan pendidikan anak usia dini yang lebih bermakna dan menyenangkan. Masalah yang diidentifikasi adalah adanya keterbatasan pengetahuan dan keterampilam wali santri dalam mengoptimalkan manfaat teknologi Artificial Intelligence secara efektif dan kreatif untuk pendidikan anak usia dini di rumah. Metode pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan nelalui kegiatan Parenting berbasis praktek dan pendampingan teknis dengan tahapan pelaksanaan yang sistematis. Metode ini melibatkan interaksi secara langsung dan intim dengan peserta melalui ceramah, diskusi, praktek, dan bimbingan secara langsung untuk mentransfer pengetahuan dan keterampilan. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kecamatan Jatiasih Kota Bekasi. Hasil kegiatan tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan para wali santri Raudhatul Athfal sebesar 78% dalam memanfaatkan AI Generatif dan teknik menyusun instruksi (prompting) yang efektif. Luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan peran aktif wali santri sebagai figur lekat, pendamping, dan fasilitator belajar yang menyenangkan bagi anak usia dini di rumah. Saran rekomendasi yang diusulkan untuk kegiatan mendatang adalah perlu dilakukan kegiatan digital parenting yang serupa secara berkelanjutan dengan variasi materi yang baru dan aktual.
Accelerating Supply Chain Performance: The Crucial Role of Artificial Intelligence Mediation in Driving Adaptability and Collaboration in Indonesia's Automotive Supply Chain Kurbandi Satpatmantya Budi Rochayata; Wening Ken Widodasih
Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan Vol. 13 No. 5 (2025): JIMKES Edisi September 2025
Publisher : LPPM Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37641/jimkes.v13i5.4445

Abstract

The purpose of this study is to establish the role of Artificial Intelligence in supporting the supply chain performance of automobile manufacturing companies, at the Bekasi industrial complex. The authors investigate whether Artificial Intelligence is a mediating factor of two independent variables, Adaptability and Collaboration, and the dependent variable, overall supply chain performance. This study applied a quantitative approach and obtained data from 133 respondents of executives of automotive companies on supply chain operations. The SEM model was applied in this study, and validated using Smart PLS. All the hypotheses were verified by the findings. Adaptability and collaboration have direct positive impacts on supply chain performance. This study also verified that Artificial Intelligence is a very strong mediator. Artificial Intelligence is very instrumental in enhancing Adaptability and Collaboration for the purpose of maximizing supply chain performance. In this article, it is implied that firms with good Adaptability and Collaboration frameworks are better positioned to take full advantage of Artificial Intelligence, and Artificial Intelligence functions perfectly in maximizing the salutary effect of Adaptability and Collaboration. Thus, the firms must make use of Artificial Intelligence paramount to maximize their supply chain operations.   Keywords: Supply Chain Adaptability, Supply Chain Collaboration, Artificial Intelligence, Supply Chain performance, Automotive Industry.
ANALISIS YURIDIS KEDUDUKAN KARANG TARUNA DALAM PENGELOLAAN DANA SOSIAL DAN KEGIATAN KEPEMUDAAN DITINJAU DARI PRINSIP AKUNTABILITAS DAN KEPASTIAN HUKUM Topan Mulyawan; Wening Ken Widodasih
JURNAL ILMIAH RESEARCH STUDENT Vol. 3 No. 2 (2026): September
Publisher : KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jirs.v3i2.11961

Abstract

Abstrak. Karang Taruna merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang berperan dalam penyelenggaraan kegiatan sosial dan pengembangan generasi muda di tingkat desa maupun kelurahan. Dalam menjalankan tugasnya, Karang Taruna memiliki kewenangan untuk mengelola dana sosial yang berasal dari berbagai sumber yang sah. Pengelolaan dana tersebut memerlukan dasar hukum yang jelas agar pelaksanaannya sesuai dengan prinsip akuntabilitas dan kepastian hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum Karang Taruna dalam pengelolaan dana sosial dan kegiatan kepemudaan serta mengkaji penerapan prinsip akuntabilitas dan kepastian hukum dalam pelaksanaannya.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karang Taruna memiliki kedudukan hukum yang diakui berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, serta Peraturan Menteri Sosial Nomor 9 Tahun 2025 tentang Karang Taruna. Namun, masih terdapat kekaburan dan kekosongan norma terkait kewenangan, pengawasan, dan pertanggungjawaban hukum dalam pengelolaan dana sosial sehingga diperlukan penguatan regulasi guna menjamin transparansi, akuntabilitas, dan kepastian hukum secara berkelanjutan.