Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Monitoring dan Evaluasi Ekstrakulikuler Pendidikan Agama Islam Hanik Rista; Djamaluddin Perawironegoro
Jurnal Pendidikan Nusantara Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Nusantara (January-April)
Publisher : Tahta Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/jpn.v2i1.113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai teknik dan tata cara pelaksanaan evaluasi dan monitoring di sekolah tersebut, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi kendala dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis untuk memahami pengalaman subjektif para guru dan staf di SDN 5 Jurug terkait dengan proses evaluasi dan monitoring hasil belajar siswa. Melalui pendekatan ini, peneliti berusaha menggali makna di balik tindakan, persepsi, dan interpretasi yang dilakukan oleh para informan dalam pelaksanaan evaluasi dan monitoring. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga teknik utama: wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Wawancara mendalam bertujuan untuk mendapatkan informasi rinci mengenai pandangan dan pengalaman para guru, kepala sekolah, serta staf yang terlibat langsung dalam evaluasi dan monitoring. Observasi partisipatif memungkinkan peneliti untuk melihat secara langsung bagaimana proses tersebut berlangsung di lapangan, sehingga peneliti dapat menangkap nuansa yang tidak selalu muncul dalam wawancara. Selain itu, dokumentasi berupa laporan evaluasi, catatan rapat, dan dokumen terkait lainnya digunakan untuk memperkaya data yang diperoleh. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis fenomenologis, yang melibatkan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyusunan tema, dan interpretasi. Proses reduksi data dilakukan untuk menyederhanakan dan mengorganisir data sehingga memudahkan dalam penyusunan tema-tema yang relevan. Selanjutnya, tema-tema tersebut diinterpretasikan untuk menemukan makna dari setiap fenomena yang diamati dalam konteks evaluasi dan monitoring di SDN 5 Jurug. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan strategi yang lebih efektif dalam pelaksanaan evaluasi dan monitoring di sekolah dasar, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan teori dalam bidang evaluasi dan monitoring pendidikan, khususnya di tingkat sekolah dasar.
PUBLIC AWARENESS OF WASTE MANAGEMENT IN YOGYAKARTA THROUGH THE FRAMEWORK OF ISLAMIC ECOLOGICAL ETHICS Permadi, Adi; Djamaluddin Perawironegoro; Afwiyah, Fadhilah; Aprillia Syahputri, Arina; Ardina Fitri Sugianti; Mutiara Wilson Putri
International Journal of Multidisciplinary Reseach Vol. 1 No. 5 (2025): Desember
Publisher : International Journal of Multidisciplinary Reseach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Municipal solid waste remains a pressing environmental challenge in the Special Region of Yogyakarta (DIY), characterized by the continuous increase in waste generation, limited waste-management infrastructure, and low levels of public awareness and participation. This study aims to identify and analyze public perceptions and attitudes toward waste management across the five administrative regions of DIY through the distribution of 250 questionnaires administered using a random-sampling technique. The collected data were examined using descriptive statistics, k-means clustering, and heatmap visualization. The findings indicate significant variations in awareness and participation levels based on demographic factors such as age, gender, educational background, occupation, and residential area. The clustering analysis categorized respondents into three groups low awareness (34%), moderate awareness (25%), and high awareness (41%) each requiring different forms of intervention. Beyond the social dimension, the results demonstrate that Islamic ethical principles such as cleanliness as part of faith, the prohibition of environmental destruction (fasād), and the human responsibility as khalifah (stewards of the Earth) serve as an ethical and spiritual foundation that can reinforce community-based waste-management initiatives. Overall, the study concludes that addressing the waste crisis in Yogyakarta requires more than infrastructural solutions; it demands cultural transformation, continuous environmental education, and cross-sector collaboration to build collective ecological awareness and sustainable public engagement.
Monitoring dan Evaluasi Ekstrakulikuler Pendidikan Agama Islam Hanik Rista; Djamaluddin Perawironegoro
Jurnal Pendidikan Nusantara Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Nusantara (January-April)
Publisher : Tahta Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/jpn.v2i1.113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai teknik dan tata cara pelaksanaan evaluasi dan monitoring di sekolah tersebut, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi kendala dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis untuk memahami pengalaman subjektif para guru dan staf di SDN 5 Jurug terkait dengan proses evaluasi dan monitoring hasil belajar siswa. Melalui pendekatan ini, peneliti berusaha menggali makna di balik tindakan, persepsi, dan interpretasi yang dilakukan oleh para informan dalam pelaksanaan evaluasi dan monitoring. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga teknik utama: wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Wawancara mendalam bertujuan untuk mendapatkan informasi rinci mengenai pandangan dan pengalaman para guru, kepala sekolah, serta staf yang terlibat langsung dalam evaluasi dan monitoring. Observasi partisipatif memungkinkan peneliti untuk melihat secara langsung bagaimana proses tersebut berlangsung di lapangan, sehingga peneliti dapat menangkap nuansa yang tidak selalu muncul dalam wawancara. Selain itu, dokumentasi berupa laporan evaluasi, catatan rapat, dan dokumen terkait lainnya digunakan untuk memperkaya data yang diperoleh. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis fenomenologis, yang melibatkan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyusunan tema, dan interpretasi. Proses reduksi data dilakukan untuk menyederhanakan dan mengorganisir data sehingga memudahkan dalam penyusunan tema-tema yang relevan. Selanjutnya, tema-tema tersebut diinterpretasikan untuk menemukan makna dari setiap fenomena yang diamati dalam konteks evaluasi dan monitoring di SDN 5 Jurug. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan strategi yang lebih efektif dalam pelaksanaan evaluasi dan monitoring di sekolah dasar, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan teori dalam bidang evaluasi dan monitoring pendidikan, khususnya di tingkat sekolah dasar.
Implementation of Islamic Religious Education Integrated with the Qur'an-Based Environment in SD Alam Pacitan Ridho Riyanto; Waharjani; Rika Astari; Djamaluddin Perawironegoro; Betty Maulirosa Bustam
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 20 No 2 (2025)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/tjpi.v20i2.18993

Abstract

The research problem originates from the observation that SD Alam Pacitan has experienced a significant decline in the internalization of environmental awareness in recent years. This deterioration is evidenced by increasing ecological crises in Pacitan, including frequent landslides, floods, and seasonal droughts. In response, the school is motivated to integrate ecology-based learning materials into its Islamic Religious Education (IRE) curriculum. Accordingly, this study seeks to examine the development and reinforcement of Qur’anic verses within ecology-oriented IRE, enabling students to comprehend nature through both Islamic and scientific perspectives. Employing a qualitative case study approach, the research involves data collection through interviews, observations, and documentation. Data analysis follows three stages: reduction, display, and conclusion drawing, with triangulation applied to ensure validity. The findings reveal that embedding Qur’anic verses into ecology-based IRE at SD Alam Pacitan enriches the pedagogical experience, fostering a holistic understanding of life by linking ecological themes with Islamic teachings.
The Influence of Religious and Cultural Literacy on Early Marriage Tendencies and Contribution to Achieving the SDGs Yogi Sopian Haris; Djamaluddin Perawironegoro; Betty Mauli Rosa Bustam; Abdul Gafur Arifin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 26 No. 03 (2025): Profetika Jurnal Studi Islam 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v26i03.13532

Abstract

Objectives: This study aims to analyze the influence of religious and cultural literacy on the tendency toward early marriage among students at public high schools in Central Lombok. Theoretical framework: This research refers to the Theory of Planned Behavior (TPB) and the concepts of religious literacy as proposed by Stephen Prothero and Diane L. Moore, cultural literacy as formulated by E. D. Hirsch, as well as early marriage as defined by UNICEF and BKKBN. These concepts are positioned as conceptual–theoretical frameworks for analyzing early marriage tendencies. Literature review: Previous studies have shown that early marriage is generally caused by many factors, including misinterpretation of religious teachings, cultural norms that support young marriage, economic pressure, and a lack of social control and reproductive awareness. However, little research has specifically reviewed the influence of religious and cultural literacy in that context. Method: This research uses a quantitative approach with an associative kind, 373 respondents selected using the cluster area sampling technique with a two-stage cluster. The data was analyzed using correlation analysis and simple linear regression. Result: The findings show that religious literacy significantly affects the tendency toward early marriage, with a contribution of 24.2% (Y = 68.729 – 0.460X₁), while cultural literacy contributes 26% (Y = 67.277 – 0.448X₂). The multiple regression equation Y = 71.896 – 0.237X₁ – 0.283X₂ indicates that both religious and cultural literacy together explain 28.9% of the variation in early marriage tendencies. A negative correlation (r = -0.492 and r = 0.510) demonstrates that the higher the religious and cultural literacy, the lower the tendency toward early marriage. These findings emphasize that strengthening literacy in both domains effectively reduces early marriage rates by fostering critical understanding of religious teachings, constructive interpretation of cultural values, and rational decision-making among adolescents. Implications: This finding confirms the importance of integrating religious and cultural values education into the school curriculum and local policies to support the achievement of the SDGs (goals 3, 4, 5, and 8). Novelty: The novelty of this research lies in its focus on analyzing the influence of religious and cultural literacy, variables rarely studied in the context of the religious and cultural community of Central Lombok, and its relationship to the SDGs. This makes the results significant not only locally but also globally.