Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Monitoring dan Evaluasi Ekstrakulikuler Pendidikan Agama Islam Hanik Rista; Djamaluddin Perawironegoro
Jurnal Pendidikan Nusantara Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan Nusantara (January-April)
Publisher : Tahta Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/jpn.v2i1.113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai teknik dan tata cara pelaksanaan evaluasi dan monitoring di sekolah tersebut, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi kendala dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis untuk memahami pengalaman subjektif para guru dan staf di SDN 5 Jurug terkait dengan proses evaluasi dan monitoring hasil belajar siswa. Melalui pendekatan ini, peneliti berusaha menggali makna di balik tindakan, persepsi, dan interpretasi yang dilakukan oleh para informan dalam pelaksanaan evaluasi dan monitoring. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga teknik utama: wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Wawancara mendalam bertujuan untuk mendapatkan informasi rinci mengenai pandangan dan pengalaman para guru, kepala sekolah, serta staf yang terlibat langsung dalam evaluasi dan monitoring. Observasi partisipatif memungkinkan peneliti untuk melihat secara langsung bagaimana proses tersebut berlangsung di lapangan, sehingga peneliti dapat menangkap nuansa yang tidak selalu muncul dalam wawancara. Selain itu, dokumentasi berupa laporan evaluasi, catatan rapat, dan dokumen terkait lainnya digunakan untuk memperkaya data yang diperoleh. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis fenomenologis, yang melibatkan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyusunan tema, dan interpretasi. Proses reduksi data dilakukan untuk menyederhanakan dan mengorganisir data sehingga memudahkan dalam penyusunan tema-tema yang relevan. Selanjutnya, tema-tema tersebut diinterpretasikan untuk menemukan makna dari setiap fenomena yang diamati dalam konteks evaluasi dan monitoring di SDN 5 Jurug. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan strategi yang lebih efektif dalam pelaksanaan evaluasi dan monitoring di sekolah dasar, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan teori dalam bidang evaluasi dan monitoring pendidikan, khususnya di tingkat sekolah dasar.
PUBLIC AWARENESS OF WASTE MANAGEMENT IN YOGYAKARTA THROUGH THE FRAMEWORK OF ISLAMIC ECOLOGICAL ETHICS Permadi, Adi; Djamaluddin Perawironegoro; Afwiyah, Fadhilah; Aprillia Syahputri, Arina; Ardina Fitri Sugianti; Mutiara Wilson Putri
International Journal of Multidisciplinary Reseach Vol. 1 No. 5 (2025): Desember
Publisher : International Journal of Multidisciplinary Reseach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Municipal solid waste remains a pressing environmental challenge in the Special Region of Yogyakarta (DIY), characterized by the continuous increase in waste generation, limited waste-management infrastructure, and low levels of public awareness and participation. This study aims to identify and analyze public perceptions and attitudes toward waste management across the five administrative regions of DIY through the distribution of 250 questionnaires administered using a random-sampling technique. The collected data were examined using descriptive statistics, k-means clustering, and heatmap visualization. The findings indicate significant variations in awareness and participation levels based on demographic factors such as age, gender, educational background, occupation, and residential area. The clustering analysis categorized respondents into three groups low awareness (34%), moderate awareness (25%), and high awareness (41%) each requiring different forms of intervention. Beyond the social dimension, the results demonstrate that Islamic ethical principles such as cleanliness as part of faith, the prohibition of environmental destruction (fasād), and the human responsibility as khalifah (stewards of the Earth) serve as an ethical and spiritual foundation that can reinforce community-based waste-management initiatives. Overall, the study concludes that addressing the waste crisis in Yogyakarta requires more than infrastructural solutions; it demands cultural transformation, continuous environmental education, and cross-sector collaboration to build collective ecological awareness and sustainable public engagement.