Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penggunaan Bahasa Daerah dalam Film Kartini: The Princess Of Java Menurut Perspektif Penutur Asli Yolanda, Fadila Neva; Afriliani, Afriliani
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5352

Abstract

Bahasa Jawa sejatinya merupakan suatu bahasa yang dituturkan oleh masyarakat Jawa. Empat ragam bahasa Jawa meliputi ngoko lugu, ngoko alus, serta krama lugu dan krama alus. Bahasa Jawa menempati peringkat teratas sebagai bahasa daerah dengan jumlah penutur terbanyak di Indonesia oleh sebab itu perlu dilakukan usaha pemertahanan bahasa daerah, salah satunya adalah dengan pembuatan film berbahasa Jawa. Film Kartini: The Princess of Jawa adalah film Berbahasa Jawa yang menjadi objek penelitian yang bertujuan mengetahui bagaimana ragam bahasa pada film yang diproduksi dalam skala nasional dan mengetahui perspektif penutur asli dalam penggunaan ragam Bahasa Jawa di film. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak catat dan wawancara. Hasil wawancara direkam dan dicatat untuk keperluan pengumpulan data. Hasil dari penelitian menemukan campur kode dan penggunaan ketiga ragam yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya usia, kedudukan atau jabatan, status sosial serta tingkat keakraban antara penutur dan lawan tutur. Sedangkan menurut penutur asli, campur kode sebenarnya tidak perlu digunakan terlalu banyak dalam kondisi pemakaian asli tetapi karena tujuan film adalah skala nasional maka campur kode dimaklumi agar penonton lebih paham alur cerita.
Mapping the Linguistic Landscape: Geographic Terminology at Geopark Batur Museum Ni Putu Meri Dewi Pendit; Afriliani Afriliani; Ni Made Verayanti Utami
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 11 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v11i1.38078

Abstract

Translation is crucial in facilitating cross-cultural understanding, especially in educational and touristic contexts such as museums. In this context, the accurate and acceptable translation of geographic terms is essential to ensure that information remains clear, informative, and culturally relevant for diverse audiences. This study aims to identify various types of geography terms found on the information board at the Batur Volcano Museum, also known as the Geopark Batur Museum. In addition, this study analyzes the most dominant types of terms and their relevance to the museum. The research data was taken from the bilingual informational board with geographic terms in the Geopark Batur Museum. The qualitative method explains the types of geography terms found on the information boards. This analysis is based on the theory of landscape linguistics by Yendra and Artawa (2020) and integrates geography theory, including the theory of geography types by Sinartejo (2019). The results showed five geography terms on the information board: atmosphere, lithosphere, hydrosphere, biosphere, and anthroposphere, with lithosphere as the most dominant type. This is because the museum aims to educate visitors about the geological phenomena that shape the landscape of Batur and its surroundings, so information about the lithosphere is very prominent on the information board. The geographic term lithosphere type refers to information about the rock and soil formations in the region, which are the main attraction for visitors who want to understand the geological uniqueness of Batur. The term lithosphere is therefore very relevant as it covers basic knowledge of the Earth's structure, which is important to understand in geography and geology.
Ibu Asuh Sebagai Kunci Pembentuk Anak Berbudi Pekerti Mulia Ni Putu Meri Dewi Pendit; Agus Tatang Sopandi; Putu Ayu Anggya Agustina; Afriliani Afriliani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.8924

Abstract

Anak-anak yang tinggal di panti asuhan menghadapi berbagai tantangan psikologis akibat kehilangan pengasuhan orang tua kandung, seperti rasa rendah diri, kesulitan bersosialisasi, dan kecenderungan memendam permasalahan. Dalam konteks ini, peran ibu asuh menjadi sangat penting sebagai pengganti figur orang tua dalam membentuk karakter dan perkembangan psikologis anak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas ibu asuh dalam menerapkan pola asuh yang tepat guna membentuk anak-anak berbudi pekerti mulia. Metode yang digunakan berupa pelatihan dan diskusi interaktif yang menghadirkan ahli psikologi pendidikan, disertai praktik role play pengasuhan berkesadaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu asuh terkait strategi pengasuhan yang efektif, termasuk dalam menghadapi perilaku menentang dan membangun self-control anak. Kegiatan ini menegaskan bahwa ibu asuh memiliki peran strategis dalam membentuk karakter anak melalui pengasuhan yang penuh kasih, konsisten, dan berkesadaran.