Rahmiati Rahmiati
Departemen Mikrobiologi Dan Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin

Published : 34 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN PRATRANSFUSI PADA PASIEN TALASEMIA BETA MAYOR SEBELUM DAN SAAT PANDEMI COVID-19 Helda Pareang; Harapan Parlindungan Ringoringo; Meitria Syahadatina Noor; Edi Hartoyo; Rahmiati Rahmiati
Homeostasis Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beta thalassemia major is a disorder that occurs due to the absence of beta globin chain production and is characterized by severe clinical symptoms. The purpose of this study was to explain the differences in pretransfusion hemoglobin levels in beta thalassemia major patients before and during the COVID-19 pandemic at Idaman Hospital Banjarbaru in 2019-2020. This research was a descriptive-analytic study with a cross sectional approach. Collecting data through medical records of patients with beta thalassemia major. The sampling technique was total sampling. The sample was 35 patients. The results showed that there were 18 women (51,43%) patients, the most age was in the age range 12 - <18 as many as 12 (34,29%) patients, and underweight nutritional status (BB/TB) were 24 (68,57) patients. Pre-transfusion hemoglobin levels were classified into before and during the COVID-19 pandemic. The average value of pretransfusion hemoglobin levels before the COVID-19 pandemic was 8,95 g/dL and during the COVID-19 pandemic was 8,92 g/dL. The test used was the paired sample test and the results obtained were p = 0,83 because p > 0,05, there was no significant difference between pretransfusion hemoglobin levels before and during the COVID-19 pandemic
PROFIL PASIEN TINEA KORPORIS DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RSUD ULIN BANJARMASIN PERIODE 2019-2021 Ismi Tanriati; Sukses Hadi; Didik Dwi Sanyoto; Dwiana Savitri; Rahmiati Rahmiati
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8786

Abstract

Tinea korporis adalah infeksi jamur superfisial pada kulit yang banyak dijumpai pada daerah beriklim tropis. Infeksi ini disebabkan oleh jamur dermatofita seperti Trichophyton sp., Microsporum sp., dan Epidermophyton sp. Tinea korporis terjadi pada kulit tubuh yang tidak berambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien tinea korporis di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Ulin Banjarmasin periode 2019-2021. Metode deskriptif retrospektif dipilih bagi penelitian ini yang diambil melalui rekam medis dan pusat data elektronik. Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah kasus pasien tinea korporis periode 2019-2021 sebanyak 86 pasien. Kasus terbanyak terjadi pada kelompok usia 36-45 tahun (22,1%), jenis kelamin perempuan (58,1%), berasal dari daerah Banjarmasin (57,0%), paling banyak dijumpai pada Ibu Rumah Tangga (20,9%), dan tidak memiliki komorbid (88,4%). Gambaran lesi yang sering terjadi yaitu makula, tepi aktif, skuama, batas tegas, dan central healing. Pengobatan antijamur menggunakan terapi kombinasi (60,5%). Pada seluruh pasien tinea korporis tidak dilakukan pemeriksaan KOH 10-20% (100%). Kesimpulan penelitian ini adalah jumlah kasus periode 2019-2021 sebanyak 86 pasien, rentang usia 36-45 tahun, jenis kelamin perempuan, berasal dari daerah Banjarmasin, pekerjaan Ibu rumah tangga, dan tidak memiliki komorbid. Gambaran lesi yang sering terjadi yaitu makula, tepi aktif, skuama, batas tegas, dan central healing. Pengobatan antijamur topikal dan sistemik.
GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN TES CEPAT MOLEKULER MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS DI RSUD ULIN BANJARMASIN TAHUN 2020-2021 Lidya Hartiyah; Rahmiati Rahmiati; Didik Dwi Santoyo
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8791

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang menjadi isu global dengn populasi yang terinfeksi sehingga menyebabkan 2,5 juta orang meninggal setiap tahunnya. World Health Organization memperkirakan sekitar 9,6 juta jumlah kasus TBC, dengan 5,4 juta terjadi pada jenis kelamin laki-laki, dan 3,2 juta terjadi pada perempuan. Setiap tahun jutaan orang yang mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) juga mengalami infeksi TBC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan TCM Mycobacterium tuberculosis di RSUD Ulin Banjarmasin pada tahun 2020-2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan melihat rekam medis sebagai data sekunder. Hasil penelitian menunjukan jumlah pasien TBC dengan hasil pemeriksaan TCM pada tahun 2020-2021 sebanyak 400 sampel. Terbanyak pada kelompok usia lansia akhir (17,5%), jenis kelamin laki-laki (61,6%), MTB tidak terdeteksi sebanyak (46,75%) dan MTB terdeteksi sensitif rifampisin sebanyak (21,25%). Kategori kualitas sputum yang terbanyak adalah mucoid (35%).
PERBEDAAN KADAR D-DIMER PADA IBU HAMIL DENGAN COVID-19 TANPA DAN DISERTAI PREEKLAMPSIA Hernaldi Reiki; Ferry Armanza; Fransiskus Xaverius Hendriyono; Renny Aditya; Rahmiati Rahmiati
Homeostasis Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v6i1.8788

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Ibu hamil merupakan kelompok yang rentan terinfeksi COVID-19. Preeklampsia merupakan penyakit pada ibu hamil yang ditandai dengan hipertensi pada usia kehamilan > 20 minggu dan proteinuria. D-dimer adalah penanda adanya proses fibrinolisis, sehingga molekul ini berperan sebagai penanda adanya hiperkoagulasi yang berkaitan dengan keparahan COVID-19 dan preeklampsia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan bermakna kadar d-dimer pada ibu hamil dengan COVID-19 tanpa dan disertai preeklampsia. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik menggunakan desain studi potong lintang dengan pengambilan data secara retrospektif. Hasil penelitian didapatkan 603 subjek, tetapi hanya 65 subjek yang memenuhi kriteria inklusi. Subjek ibu hamil dengan COVID-19 tanpa preeklampsia sebanyak 39 pasien diacak sehingga didapatkan 26 subjek ibu hamil dengan COVID-19 tanpa preeklampsia dan 26 subjek ibu hamil dengan COVID-19 disertai preeklampsia. Pada penelitian ini didapatkan kadar d-dimer ibu hamil dengan COVID-19 tanpa preeklampsia dan disertai preeklampsia berurutan median 1,39 ng/mL dan 1,37 ng/mL dengan nilai minimum 0,42 ng/mL dan 0,28 ng/mL dengan nilai maksimum 5,96 ng/mL dan 5,32 ng/mL Kesimpulan penelitian ini adalah tidak didapatkan perbedaan bermakna kadar d-dimer pada ibu hamil dengan COVID-19 tanpa dan disertai preeklampsia dengan p=0,405.