Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Desalination of Seawater using Pahae Natural Zeolite-Activated Carbon derived from Kepok Banana Peel (Musa paradisiaca Linn.) Susilawati; Nitsae, Merpiseldin; Sinuhaji, Perdinan; Irma, Mutia; Lubis, Hariyati; Rinaldi, Fajar; Rafly Ihsan As Siddiq, Muhammad
Science and Technology Indonesia Vol. 10 No. 1 (2025): January
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2025.10.1.56-71

Abstract

The escalating demand for freshwater due to increased global population and intensified industrial activities necessitates innovative approaches to water desalination. This study explores the efficacy of a novel composite adsorbent material consisting of Pahae natural zeolite and activated carbon derived from Kepok banana peels for seawater desalination. This research synthesizes and evaluates the composite under varying conditions to ascertain its potential as an effective adsorbent material. Characterization methods included scanning electron microscopy (SEM), energy dispersive X-ray (EDX), X-ray diffraction (XRD), Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR), Brunauer-Emmett-Teller (BET), and salinity removal measurement. The results demonstrated that the 85:15% zeolite to activated carbon ratio exhibited the highest porosity of 61.04% and a significant water absorption capacity of 86.65%. This composition also achieved the most substantial salinity reduction, lowering the initial salinity from 27.70‰ to 18.53‰ with a removal efficiency of 33.10%. SEM analyses revealed a more porous surface morphology at 85:15% which corroborated with the higher salinity removal efficiency. BET results indicated that the optimal pore size and distribution occurred in the 85:15% composition which directly correlated with enhanced adsorption capacities. This study reports the potential of using sustainable materials such as zeolite and agricultural waste-derived activated carbon for cost effective and environmentally friendly desalination processes. The findings suggest that such composites can be tailored to improve performance and provide a viable solution to the global freshwater scarcity challenge.
Cycle Voltametry Performance of Nitrogen-Doped Reduced Graphene Oxide Derived from Oil Palm Empty Fruit Bunch for Sodium-Ion Batteries Sihombing, Gunawan; Yamin, Octo Muhammad; Noer, Zikri; Lubis, Hariyati; Agus, Muhammad Abduh Akram; Idamayanti, Dewi
Journal of Technomaterial Physics Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Technomaterial Physics
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jotp.v7i1.18305

Abstract

This study investigates the electrochemical performance of nitrogen-doped reduced graphene oxide (NRGO) derived from oil palm empty fruit bunches as an anode material for sodium-ion batteries (SIB). The aim is to evaluate the potential of NRGO to enhance sodium-ion storage through cyclic voltammetry (CV) analysis. The NRGO was synthesized using a modified Hummers method followed by nitrogen doping through thermal treatment under an ammonia atmosphere. Cyclic voltammetry measurements were conducted at scan rates of 0.2 mV/s, 1 mV/s, and 10 mV/s to analyze the redox behavior and charge storage capacity. At a low scan rate of 0.2 mV/s, the current response was minimal, indicating limited sodium-ion intercalation. At 1 mV/s, the current increased, suggesting enhanced ionic mobility, though no distinct redox peaks were observed, implying a primarily capacitive mechanism. At the highest scan rate of 10 mV/s, the current response increased further, but the absence of clear redox peaks persisted, indicating limited faradaic reactions. The initial CV cycles showed a higher current due to the formation of a solid electrolyte interphase (SEI) layer and structural rearrangements, which stabilized in subsequent cycles. The overall charge storage mechanism appears to be dominated by double-layer capacitance rather than faradaic processes. These findings suggest that NRGO derived from oil palm empty fruit bunches exhibits moderate electrochemical performance as a SIB anode material. While the material demonstrates promising charge storage capabilities, further optimization is required to enhance redox activity. Future research should focus on improving synthesis conditions, such as increasing nitrogen doping levels and enhancing surface area, to achieve better electrochemical performance and make NRGO a viable candidate for sodium-ion battery applications.
Sosialisasi Implementasi Energi terbarukan (PLTS) untuk Meningkatkan Hasil Pertanian di Kelurahan Berngam Kecamatan Binjai Kota Binjai Sumatera Utara Sihombing, Gunawan; Siregar, Irpansyah; Lubis, Kurniawan; Hasibuan, Edi Sarman; Lubis, Hariyati; Sari Nasution, Devi Maiya; Sianturi, Josten
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.6144

Abstract

Pemanfaatan energi terbarukan, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), menjadi solusi strategis untuk meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi di sektor pertanian. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan implementasi PLTS kepada petani di Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai, Kota Binjai, Sumatera Utara, sebagai upaya meningkatkan hasil pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang mahal dan tidak ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian meliputi studi awal untuk memetakan kebutuhan energi petani, sosialisasi konsep dan manfaat PLTS, serta pelatihan teknis pemasangan dan perawatan sistem PLTS. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 75% peserta memahami konsep dasar PLTS dan menyadari manfaatnya untuk menghemat biaya energi hingga 50%. Selain itu, terjadi peningkatan produktivitas pertanian sebesar 20–25% berkat efisiensi penggunaan energi pada sistem irigasi dan penerangan lahan. Analisis biaya menunjukkan bahwa investasi awal PLTS dapat kembali dalam 2–3 tahun, dengan potensi keuntungan jangka panjang yang signifikan serta pengurangan emisi karbon. Meski demikian, masih terdapat tantangan berupa biaya awal pemasangan dan keterbatasan pemahaman teknis petani. Oleh karena itu, diperlukan dukungan tambahan berupa subsidi atau bantuan teknis agar pemanfaatan PLTS dapat diperluas, terutama bagi petani kecil, guna mendorong ketahanan energi, kesejahteraan, dan keberlanjutan lingkungan di sektor pertanian.
SOSIALISASI MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG PENGHEMATAN ENERGI LISTRIK DI DESA DALU 10.A KECAMATAN TANJUNG MORAWA Sihombing, Gunawan; Siregar , Irpansyah; Susanti, Rika Deni; Hasibuan , Edi Sarman; Lubis, Hariyati; Nasution, Devi Maiya Sari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.31508

Abstract

Pengabdian Masyarakat yang dilakukan Fakultas Teknik Universitas Amir Hamzah Medan bertujuan untuk memanfaatkan ilmu pengetahuan dan hasil penelitian para dosen di lingkungan masyarakat sehingga keberadaan universitas sebagai pusat ilmu pengetahuan dapat dirasakan oleh masyarakat kegiatan ini berfokus pada Sosialisasi Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penggunaan peralatan hemat energi. Topik ini diangkat karena masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya penghematan energi Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa sub kegiatan penyuluhan atau sosialisasi tentang penggunaan peralatan listrik yang aman dan hemat energi.dan melalui sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat desa akan pentingnya penggunaan peralatan listrik secara efisien dan aman. dengan memberikan materi untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya sosialisasi hemat energi listrik serta menjelaskan tips dan langkah apa saja yang dapat dilakukan untuk menghemat energi listrik. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghemat energi listrik yaitu penggunaan lampu hemat energi, pemasangan energi listrik yang benar, pemasangan listrik di rumah bila diperlukan, menyalakan alat-alat listrik hanya bila diperlukan. Oleh karena itu, perlu adanya penghematan energi listrik karena juga memberikan manfaat seperti penghematan biaya, nilai lingkungan yang lebih tinggi, keselamatan pemerintah, keselamatan pribadi, dan kenyamanan.
Implementasi Sistem Penerangan Jalan Umum (PJU) Tenaga Surya di Wilayah Pedesaan perkebunan bukit lawang kecamatan bahorok Sihombing, Gunawan; Lubis, Kurniawan; Marlina, Hilda Ayu; Nasution, Devi Maiya Sari; Siregar, Irfansyah; Lubis, Hariyati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Berdampak Vol. 2 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/jupemba.v2i1.119

Abstract

Penerangan Jalan Umum (PJU) merupakan salah satu infrastruktur dasar yang berperan penting dalam menunjang keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Namun, keterbatasan akses jaringan listrik dan tingginya biaya operasional menyebabkan masih banyak jalan desa yang belum memiliki penerangan memadai. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem PJU tenaga surya sebagai solusi penerangan jalan yang mandiri, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi survei lokasi, instalasi PJU tenaga surya pada titik-titik strategis, serta kegiatan pelatihan dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai prinsip kerja, pengoperasian, dan perawatan sederhana sistem. Hasil kegiatan menunjukkan kegiatan pelatihan dan sosialisasi memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan serta pemeliharaan sistem. Keberadaan PJU tenaga surya juga memberikan manfaat sosial berupa meningkatnya rasa aman, kenyamanan, serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat pada malam hari. Dengan demikian, implementasi PJU tenaga surya yang disertai edukasi dan pemberdayaan masyarakat dapat menjadi solusi efektif dan berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan penerangan jalan di wilayah pedesaan